P Ersep Si P Etani Wortel Terhadap Good Agricultu Re Practices ( Gap ) Di Kecam Atan Dolat Rayat Kabup Aten Karo P Rovinsi Sum Atera Utara
| Type | : | Paper |
| Author | : | Laowo,alvin Teopilus |
| Issued Date | : | 2025 |
| Publisher | : | Polbangtan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 189 |
Abstract
Alvin Teopilus Laowo NIRM 01.01.21.236. Sektor hortikultura, termasuk produksi wortel, memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Kabupaten Karo, sebagai salah satu daerah penghasil utama wortel di Sumatera Utara, mencatat produksi sebesar 136.080 pada tahun 2024. Namun, tingginya penggunaan bahan kimia seperti pestisida dan pupuk sintetis yang tidak sesuai prosedur menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kualitas hasil pertanian. Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) menjadi solusi strategis untuk mendukung pertanian berkelanjutan, meskipun tingkat persepsi nya masih rendah akibat persepsi petani dan kendala teknis.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani wortel terhadap GAP di Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo. Pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis Structural Equation Modeling – Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan software SmartPLS digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani terhadap GAP tergolong tinggi (73%). Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani adalah karakteristik petani, dukungan pemerintah, dan lingkungan sosial, sementara sarana dan prasarana tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan implementasi GAP dalam mendukung kualitas dan keberlanjutan produk hortikultura.