Rancangan Penyuluhan Pertanian Pembuatan Pestisida Nabati Dari Rimpang Jerangau Di Kecamatan Rokan Iv Koto Kabupaten Rokan Hulu
| Type | : | Paper |
| Author | : | Nirdos |
| Issued Date | : | 2025 |
| Publisher | : | Polbangtan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 189 |
Abstract
Nirdos, Nirm RPL.01.01.22.569. Kajian ini bertujuan untuk merancang penyuluhan pertanian mengenai pembuatan pestisida nabati dari rimpang jerangau (Acorus calamus L.) di Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya tingkat pemahaman dan penggunaan pestisida nabati oleh petani di daerah tersebut, padahal jerangau merupakan tanaman lokal yang mengandung senyawa aktif seperti asaron yang efektif sebagai insektisida alami. Penyuluhan pertanian diposisikan sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan potensi lokal sebagai bahan pengendali hama ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penyuluhan berbasis partisipatif. Sampel diambil dari 86 petani anggota kelompok tani menggunakan rumus Taro Yamane dari populasi sebanyak 614 orang. Instrumen berupa kuesioner disusun berdasarkan indikator validitas dan reliabilitas. Penyuluhan dilaksanakan lima kali menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, dengan media leaflet, benda nyata, dan kuesioner. Evaluasi dilakukan melalui penyebaran kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap berbagai komponen rancangan penyuluhan tergolong tinggi: tujuan (93%), sasaran (95%), materi (94%), metode (92%), media (90%), volume (89%), lokasi (91%), waktu (87%), biaya (88%), dan keseluruhan rancangan penyuluhan diterima sebesar 91%. Hasil ini menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan pemahaman petani mengenai pembuatan pestisida nabati dari rimpang jerangau. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model penyuluhan serupa pada wilayah lain yang memiliki potensi tanaman lokal dengan kandungan insektisida alami.