Rancangan Penyuluhan Pengendalian Lalat Buah (Bactrocera Dorsalis) Pada Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum) Di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat
| Type | : | Paper |
| Author | : | Kadarisman Limbong |
| Issued Date | : | 2025 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 200 |
Abstract
Kadarisman Limbong. NIRM. RPL 01.01.22.561. Rancangan Penyuluhan pertanian Pengendalian Hama Lalat Buah pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pengendalian hama lalat buah pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum) di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pengendalian hama lalat buah pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum) di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pengendalian hama lalat buah pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum) di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman tomat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pengendalian hama lalat buah pada tanaman tomat sesuai anjuran dari 10% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pengendalian Hama Lalat Buah pada Tanaman Tomat”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 78,4%, 79,7%, 89,4%, 89%, 84,2%, 81,1%, 79,5%, dan 79,1% Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 78,4%.