POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Rancangan Penyuluhan Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Cabai (Capcicum Annum L) Di Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo

Type : Paper
Author : Sitepu Rajoki
Issued Date : 2025
Publisher : Polbangtan
Publication Place : Medan
ISBN ISSN :
Subject :
Total Download : 0

Abstract

Rajoki Sitepu. NIRM. RPL 01.01.22.539. Rancangan Penyuluhan Pengendalian

Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Cabai di Kecamatan Kuta Buluh

Kabupaten Karo. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan

penyuluhan pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai di Kecamatan

Kuta Buluh Kabupaten Karo, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan

pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai di Kecamatan Kuta Buluh

Kabupaten Karo, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap

rancangan penyuluhan pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai di

Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan

Kuta Buluh Kabupaten Karo pada bulan November 2023 sampai dengan bulan

November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang

diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode

rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan

Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya

tanaman cabai yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam

pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai sesuai anjuran dari 0%

menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pengendalian Penyakit Layu Fusarium

pada Tanaman Cabai”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan

demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya.

Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan,

metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan

semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah

82,97%, 90,26%, 78,97%, 89,54%, 89,23%, 82,67%, 79,38%, 78,36%, 76,31%,

Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 83,08%.