POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemanfaatan Pupuk Organik Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah

Type : Paper
Author : Eflina Pasaribu
Issued Date : 2025
Publisher : Polbangtan Medan
Publication Place : Medan
ISBN ISSN :
Subject :
Total Download : 200

Abstract

Eflina Pasaribu. NIRM. RPL 01.01.22.547. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemanfaatan Pupuk Organik pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan tentang rancangan penyuluhan pertanian pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan rancangan penyuluhan pertanian pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah pada bulan November 2023 sampai dengan bulan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman padi sawah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “pemanfaatan pupuk organik untuk tanaman padi sawah”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masingmasing secara berurut adalah 84,42%, 84,30%, 82,81%, 85,79%, 86,81%, 85,97%, 83,82%, 80,90%, dan 82,63%. Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 84,16%.