POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga Di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang

Type : Paper
Author : Harahap, Saskia Wahdini
Issued Date : 2025
Publisher : Polbangtan
Publication Place : Medan
ISBN ISSN :
Subject :
Total Download : 228

Abstract

Saskia Wahdini Harahap, Nirm. 01.01.21.230. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan

Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Agrowisata memiliki potensi besar dalam

menggerakkan ekonomi pedesaan, namun partisipasi petani dalam

pengembangannya masih terbatas. Agrowisata Paloh Naga, hanya 75 dari 310

petani yang terlibat aktif, menunjukkan perlunya pemahaman mendalam tentang

faktor-faktor yang memotivasi petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis

motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam

pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli

Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode

sensus terhadap 75 petani yang terlibat aktif dalam agrowisata. Data dikumpulkan

melalui kuesioner Skala Likert dan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis

menggunakan SEM-PLS untuk menguji pengaruh lima variabel bebas (lingkungan

sosial, kerjasama, sarana prasarana, dukungan pemerintah, dan pendapatan)

terhadap motivasi petani. Tingkat motivasi petani berada pada kategori sedang

dengan persentase 52,74%. Lingkungan sosial (β=0,242; p=0,004), kerjasama

(β=0,282; p=0,002), dan dukungan pemerintah (β=0,374; p=0,000) berpengaruh

signifikan terhadap motivasi petani. Dukungan pemerintah memberikan kontribusi

terbesar dengan sumbangan relatif 39,07%. Sebaliknya, sarana prasarana dan

pendapatan tidak berpengaruh signifikan. Model penelitian mampu menjelaskan

76,8% variabilitas motivasi petani (R²=0,768). Pengembangan agrowisata

berkelanjutan memerlukan penguatan kerjasama, peningkatan lingkungan sosial

yang kondusif, dan optimalisasi peran pemerintah sebagai fasilitator utama

pengembangan agrowisata pedesaan.