POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Analisis Aplikasi Dosis Feromon Fermentasi Sari Buah Nanas Dan Bonggol Pisang Sebagai Pemikat Oryctes Rhinoceros L . Pada Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit Di Pt Bina Jaya Abadi

Type : Paper
Author : Ilham, M
Issued Date : 2025
Publisher : Polbangtan Medan
Publication Place : Medan
ISBN ISSN :
Subject :
Total Download : 16

Abstract

M.Ilham, Nirm 01.04.21.214. Analisis Aplikasi Dosis Feromon Fermentasi Sari Buah Nanas dan Bonggol Pisang Sebagai Pemikat Oryctes rhinoceros L. pada Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit di PT Bina Jaya Abadi. Tujuan pengkajian ini untuk melihat efektivitas pengendalian hama kumbang tanduk dengan metode pengendalian pestisida nabati dari tujuh perlakuan dosis yang berbeda dengan pengulangan empat kali. Parameter yang diamati meliputi hasil jumlah kumbang tanduk terperangkap dan jangka waktu daya tahan feromon alami. Pengkajian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan berlandaskan literatur penelitian terdahulu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan pendekatan gabungan varian teknik analisis data yaitu menggunakan analisis sidik ragam (Analysis of Variance) untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat perbedaan yang nyata maka diuji pada taraf 5% dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dan sedangkan teknik analisis deskriptif merupakan analisis statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah dikumpulkan. Uji lanjut Duncan's Multiple Range Test (DMRT) mengindikasikan bahwa perlakuan P0 berbeda nyata dengan perlakuan P1 dan lainnya. Perlakuan P6 menunjukan hasil tertinggi dalam jumlah kumbang tanduk terperangkap dengan rataan 8.50 pada 7 HSP, 8.00 pada 14 HSP, dan 9.50 pada 21 HSP. Pada daya tahan perlakuan dengan dosis lebih tinggi P6 dapat bertahan 10 hari, P5 dan P4 dapat bertahan 8 hari, P3 dapat bertahan 7 hari, P2 dan P1 dapat bertahan 6 hari. Data ini dapat menjadi acauan untuk menentukan waktu rotasi pergantian bahan feromon secara lebih efisien dan tepat guna dan merupakan alternatif yang ramah lingkungan.