Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Adopsi Petani Dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (Csa) Di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara
| Type | : | Paper |
| Author | : | Nabilla, Nurdiana |
| Issued Date | : | 2025 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 49 |
Abstract
Nurdiana Nabila, Nirm. 01.01.21.221. Faktor-faktor yang Memengaruhi Adopsi Petani dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (CSA) di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA) dan faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA). Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan April sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam pengkajian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah pengisian kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat adopsi petani digunakan teknik penentuan skor model Likert dan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani digunakan model analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program CSA di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai termasuk kategori sangat tinggi yaitu dengan persentase 86,95%. Dari hasil regresi linear terhadap faktorfaktor yang memengaruhi adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA) diperoleh persamaan Y= −11,506 − 0,368 X1 + 0,323 X2+ 0,261 X3 + 0,705 X4+ 0,156 X5 + 0,534X6 + 0,372X7. Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA) adalah umur (X1), tingkat pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman berusahatani (X4), peran penyuluh (X6), dan kosmopolitan (X7). Sedangkan faktor karakteristik inovasi (X5) berpengaruh tidak nyata.