Motivasi Pengrajin Dalam Pemanfaatan Limbah Pelepah Kelapa Sawitmenjadi Lidi Di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara
| Type | : | Paper |
| Author | : | Prasetya Riendra |
| Issued Date | : | 2025 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 19 |
Abstract
Riendra Prasetya, Nirm. 01.02.21.255. Limbah pelepah kelapa sawit merupakan salah satu sumber biomassa yang berlimpah namun pemanfaatannya masih terbatas, khususnya di Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah melalui pengolahan menjadi lidi sawit, yang memiliki potensi nilai ekonomi sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular. Meski demikian, tingkat motivasi pengrajin dalam memanfaatkan limbah ini relatif rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat motivasi pengrajin serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi lapangan. Penentuan sampel dilakukan dengan metode snowball sampling terhadap 43 responden di beberapa desa di Kecamatan Marbau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi pengrajin berada pada kategori sedang. Faktor yang paling berpengaruh terhadap motivasi adalah ketersediaan bahan baku, jaminan pasar, dan tingkat kosmopolitan. Rendahnya motivasi disebabkan oleh keterbatasan akses bahan baku, minimnya interaksi dan jaringan antar pengrajin, serta belum adanya jaminan pasar yang kuat dan berkelanjutan. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit sebagai sumber pendapatan alternatif. Sebagai upaya peningkatan, diperlukan strategi pemberdayaan melalui penyuluhan intensif, pembentukan komunitas pengrajin, serta dukungan kebijakan dan pasar yang stabil. Dengan demikian, pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit dapat menjadi usaha yang berkelanjutan, memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, sekaligus berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik.