Implementasi Pengendalian Hama Tikus Dengan Menggunakan Musuh Alami Burung Hantu (Tyto Alba) Di Perkebunan Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT. UMADA Kebun Pernantian Kecamatan Merbau Kabupaten Labuhanbatu Utara)
| Type | : | Paper |
| Author | : | Azi Kurnawan |
| Issued Date | : | 2024 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 13 |
Abstract
Azi Kurnawan, NIRM 01.04.20.143. Pengkajian Implementasi Pengendalian Hama Tikus Dengan Menggunakan Musuh Alami Burung Hantu (Tyto alba) di Perkebunan Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT. Umada Kebun Pernantian Kecamatan Merbau Kabupaten Labuhanbatu Utara). Tujuan Pengkajian ini adalah mengetahui keberadaan burung hantu di perkebunan kelapa sawit PT. Umada, dan untuk mengetahui bagaimana implementasi pengendalian hama tikus dengan menggunakan musuh alami burung hantu di perkebunan kelapa sawit PT. Umada, dan untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam implementasi pengendalian hama tikus dengan menggunakan musuh alami burung hantu di PT. Umada. Kegiatan Tugas Akhir ini dilaksanakan mulai Februari 2024 sampai dengan Juni 2024. Pada Divisi 1 dan Divisi 2 PT. Umada Kebun Pernantian Kabupaten Labuhanbatu Utara. Metode pengkajian yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa keberadaan populasi burung hantu di PT.Umada masih sedikit dari 31 sarang burung hantu yang sudah terpasang, hanya 10 sarang burung hantu yang telah dihuni burung hantu di PT.Umada dan Implementasi pengendalian hama tikus dengan menggunakan musuh alami burung hantu (Tyto alba) di PT. Umada dengan melihat populasi keberadaan burung hantu yang masih sedikit. Sedangkan permasalahan yang utama dalam implementasi pengendalian hama tikus dengan menggunakan musuh alami burung hantu (Tyto alba) di PT.Umada adalah adanya persaingan habitat burung hantu, banyaknya aktivitas pekerjaan seperti alat berat, tanaman kelapa sawit yang masih rendah, penggunaan bahan kimia yang berlebihan disekitar sarang burung hantu.