Uji Efektivitas Etephon Pada Variasi Kedalaman Bor, Jumlah Lubang, Dan Berat Tandan Terhadap Kematangan Tandan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Untuk Persiapan Benih Di Ppks Kebun Sei Aek Pancur
| Type | : | Paper |
| Author | : | Fadli Anhar |
| Issued Date | : | 2026 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 0 |
Abstract
Fadli Anhar 01.04.22.264. Etephon merupakan senyawa pelepas etilen yang digunakan untuk mempercepat pemasakan tandan buah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) sehingga mendukung proses persiapan benih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kedalaman bor, jumlah lubang bor, dan berat tandan terhadap efektivitas aplikasi etephon dalam mempercepat kematangan tandan buah kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Divisi Persiapan Benih, Satuan Usaha Strategis Bahan Tanaman (SUS BHT), Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Kebun Sei Aek Pancur, Sumatera Utara, pada Januari–Maret 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial tiga faktor dengan 18 kombinasi perlakuan dan tiga ulangan sehingga diperoleh 54 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi jumlah brondolan kumulatif, perubahan tingkat kematangan berdasarkan hari setelah aplikasi (HSA), pengamatan visual berdasarkan warna buah, dan kondisi fisik biji hasil pemipilan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman bor dan berat tandan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah brondolan kumulatif pada 0–5 HSA, sedangkan interaksi antara jumlah lubang bor dan berat tandan memberikan pengaruh nyata (P<0,05). Kedalaman bor 20 cm menghasilkan jumlah brondolan lebih tinggi dibandingkan kedalaman bor 10 cm, sedangkan tandan berukuran sedang (18–25 kg) menghasilkan rata-rata jumlah brondolan tertinggi. Perubahan tingkat kematangan meningkat secara bertahap hingga 5 HSA, sedangkan perubahan warna buah pada varietas Nigrescens lebih sesuai digunakan sebagai indikator pendukung. Dengan demikian, variasi kedalaman bor dan berat tandan berpengaruh terhadap efektivitas aplikasi etephon dalam mempercepat kematangan tandan sehingga mendukung proses persiapan benih di PPKS Kebun Sei Aek Pancur.