Penggunaan Metarhizium anisopliae Dengan Media Tandan Kosong Dalam Mengendalikan Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) Di PT. Bumihutani Lestari (Eagle High Plantation Tbk) Provinsi Kalimantan Tengah
| Type | : | Paper |
| Author | : | Jeplin Sipayung |
| Issued Date | : | 2026 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 446 |
Abstract
Jeplin Sipayung, NIRM. 01.04.22.267. Penggunaan Metarhizium anisopliae dengan Media Tandan Kosong dalam Mengendalikan Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) di PT. Bumihutani Lestari (Eagle High Plantation Tbk) Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan rekomendasi dosis Metarhizium anisopliae dan ketebalan tankos yang paling efektif dan paling efisien dalam mengendalikan larva kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025 - Februari 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 4 taraf dosis Metarhizium anisopliae, yaitu P0 (kontrol), P1 (60 gr), P2 (80 gr), P3 (100 gr) dan 3 taraf ketebalan tankos, yaitu K1 (1 lapis), K2 (2 lapis), K3 (3 lapis), sehingga didapatkan 12 perlakuan dan diulang sebanyak 4 (empat) kali. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%, dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Parameter yang diamati meliputi persentase mortalitas larva, waktu lethal 50, dan analisis biaya masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai dosis Metarhizium anisopliae dan ketebalan tankos memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas larva Oryctes rhinoceros. Dosis Metarhizium anisopliae yang paling optimal yaitu P3 (100 gr) dan ketebalan tankos paling optimal yaitu K3 (3 lapis). Interaksi perlakuan P3K3 menghasilkan persentase mortalitas tertinggi yaitu mencapai 90%.