Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao Menjadi Pupuk Kompos Di Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi
| Type | : | Paper |
| Author | : | Kristianta Tarigan |
| Issued Date | : | 2026 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 24 |
Abstract
Kristianta Tarigan Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao Menjadi Pupuk Kompos di Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi. Dibimbing oleh Silvia Nora, S.P., M.P. dan Dr. Mukhtar Yusuf, M.P. Limbah kulit buah kakao merupakan hasil samping budidaya kakao yang memiliki potensi sebagai bahan baku pupuk kompos, namun pemanfaatannya di Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi masih rendah karena terbatasnya pengetahuan, sikap, dan kemauan pekebun dalam mengolah limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, menyusun rancangan penyuluhan pemanfaatan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk kompos, serta mengevaluasi tingkat penerimaan rancangan penyuluhan dan sikap pekebun terhadap teknologi yang disampaikan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampel jenuh terhadap 57 orang pekebun kakao. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Tigalingga memiliki potensi yang baik untuk pengembangan komoditas kakao serta pemanfaatan limbah kulit buah kakao sebagai bahan baku pupuk kompos. Penilaian terhadap rancangan penyuluhan memperoleh nilai rata-rata 85,91% dengan kategori Sangat Sesuai, yang terdiri atas materi penyuluhan 87,11%, metode 85,79%, media 86,21%, volume 87,71%, lokasi 85,01%, waktu 84,40%, dan biaya 85,52%. Hasil evaluasi sikap pekebun memperoleh nilai rata-rata 84,77% dengan kategori Sangat Baik, yang terdiri atas indikator kesediaan 84,73%, ketertarikan 85,00%, komitmen 84,73%, dan menerapkan 84,56%. Selain itu, sebanyak 30 orang (52,63%) dari 57 pekebun sasaran menyatakan bersedia mencoba menerapkan teknologi pembuatan pupuk kompos dari limbah kulit buah kakao sehingga target penyuluhan yang telah ditetapkan berhasil dicapai. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dinilai layak digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian untuk meningkatkan pemanfaatan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk kompos di Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi.