Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Atraktan Berbahan Nanas Dan Air Nira Pada Tanaman Kelapa Sawitbelum Menghasilkan (Tbm) Di Kecamatan Halongonan
| Type | : | Paper |
| Author | : | Lola Latifa Ainun Siregar |
| Issued Date | : | 2026 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 24 |
Abstract
Serangan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) menjadi salah satu kendala pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) di Kecamatan Halongonan. Di sisi lain, wilayah tersebut memiliki potensi lokal berupa nanas dan air nira yang dapat dimanfaatkan sebagai atraktan alami dalam pengendalian hama. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wilayah, menyusun rancangan penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah pekebun yang mencoba perangkap atraktan berbahan nanas dan air nira. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2026 di Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 43 pekebun sebagai responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Potensi wilayah dianalisis menggunakan Rapid Rural Appraisal (RRA), sedangkan tingkat penerimaan dianalisis menggunakan skala Likert dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan mencapai 87,95% dengan kategori sangat sesuai. Setelah penyuluhan, sebanyak 10 dari 43 pekebun (23,26%) telah mencoba memasang perangkap atraktan di lahan usahataninya, melampaui target penyuluhan sebesar 21%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan layak digunakan untuk mendorong pekebun menerapkan inovasi pengendalian hama kumbang tanduk berbahan atraktan alami.