POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Rancangan Penyuluhan Pengendalian Serangan Hama Thrips Sp. Menggunakan Yellow Sticky Trap Pada Tanaman Cabai Merah Keriting Di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah

Type : Paper
Author : Rona Maulindia
Issued Date : 2026
Publisher : Polbangtan Medan
Publication Place : Medan
ISBN ISSN :
Subject :
Total Download : 1346

Abstract

Rona Maulindia. NIRM. 01.01.22.532. Rencana Penyuluhan Pengendalian Serangan Hama Thrips sp. Menggunakan Yellow Sticky Trap untuk Tanaman Cabai Merah Keriting di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. Serangan hama Thrips sp. dan besarnya ketergantungan petani pada pestisida kimia menjadi salah satu masalah yang memengaruhi pertumbuhan serta hasil cabai merah keriting. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah itu adalah dengan memanfaatkan yellow sticky trap, tetapi penggunaan oleh petani masih tergolong rendah. Rancangan penyuluhan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi daerah dan permasalahan pertanian, menganalisis penetapan tujuan serta sasaran penyuluhan, menilai tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan mengetahui jumlah petani yang menerapkan pengendalian hama Thrips sp. dengan yellow sticky trap. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati, mewawancarai, dan menggunakan kuesioner. Target penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis data memakai metode Rapid Rural Appraisal (RRA), skala Likert, dan analisis deskriptif. Hasil desain penyuluhan menunjukkan bahwa (1) Kecamatan Bandar memiliki potensi untuk mengembangkan usaha tani cabai merah keriting, namun masih menghadapi masalah tingginya serangan hama Thrips sp. dan belum optimalnya penggunaan limbah botol plastik sebagai bahan pembuatan yellow sticky trap, (2) tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan jumlah petani yang melakukan pengendalian dengan yellow sticky trap dari 0 orang (0%) menjadi 15 orang (50%), (3) sasaran penyuluhan adalah petani cabai merah keriting yang terdaftar dalam kelompok tani, (4) tingkat keefektifan desain penyuluhan mencapai 86,32% dengan kategori sangat efektif dan (5) jumlah petani yang melaksanakan pengendalian menggunakan yellow sticky trap sebanyak 15 orang (50%).