Rancangan Penyuluhan Penerapan Alternate Wetting And Drying (Awd) Dalam Pengelolaan Air Padi Sawah Di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang
| Type | : | Paper |
| Author | : | Selly Dion Maretti Sibarani |
| Issued Date | : | 2026 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 1346 |
Abstract
Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi masalah penyuluhan pertanian di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) dalam pengelolaan air padi sawah sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) berdasarkan karakteristik demografi, sosial, dan ekonomi petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan penerapan AWD dalam pengelolaan air padi sawah yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang bersedia menerapkan teknologi AWD dalam pengelolaan air padi sawah di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis data menggunakan skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian menunjukkan petani masih menerapkan sistem penggenangan air secara terus-menerus, memiliki pengetahuan yang rendah mengenai teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD), serta belum optimal dalam pengelolaan air irigasi pada usahatani padi sawah; (2) penetapan tujuan penyuluhan telah disusun sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD sehingga tujuan yang dirumuskan jelas, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu yang jelas; (3) sasaran penyuluhan berjumlah 47 orang petani yang telah sesuai dengan karakteristik demografi, sosial, dan ekonomi sebagai sasaran penyuluhan; (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan memperoleh persentase sebesar 86,6% dengan kategori sangat efektif; dan (5) jumlah petani yang bersedia menerapkan teknologi AWD meningkat dari 20 orang menjadi 25 orang sebesar 53,2% dari total 47 responden setelah pelaksanaan penyuluhan.