Rancangan Penyuluhan Penerapan Prinsip Enam Tepat Dalam Menggunakan Fungisida Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum L) Di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai
| Type | : | Paper |
| Author | : | Fachri Faturrachman |
| Issued Date | : | 2026 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 89 |
Abstract
Fachri Faturrachman, NIRM. 01.01.22.512. Rancangan Penyuluhan Penerapan Prinsip Enam Tepat Dalam Menggunakan Fungisida Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) di Desa Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. Permasalahan berkurangnya luas panen tanaman cabai di Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai disebabkan oleh penyakit antraknosa yang menyerang tanaman cabai petani. Pengendalian penyakit antraknosa yang semakin sulit membuat minat petani dalam berbudidaya tanaman cabai menjadi menurun. Pengendalian yang semakin sulit terjadi dikarenakan petani tidak menerapkan prinsip enam tepat saat menggunakan fungisida untuk mengendalikan penyakit antraknosa. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan penyuluhan tentang prinsip enam tepat saat menggunakan fungisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah yang ada di Kecamatan Sei Bamban, menetapkan tujuan dan sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat efektivitas rancangan penyuluhan yang dirancang dan diterapkan, serta untuk mengetahui jumlah petani yang mau menerapkan materi yang telah disuluhkan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Rural Rapid Appraisal (RRA), skala likert dan analisis perubahan sikap petani cabai merah. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efektivitas rancangan penyuluhan sebesar 81,3% dengan kategori sangat efektif. Adapun jumlah petani yang menerapkan prinsip enam tepat dalam menggunakan fungisida menapai 50% (17 orang), melebihi target sebesar 5,9% (2 orang). Rancangan penyuluhan terbukti efektif meningkatkan penerimaan dan penerapan prinsip enam tepat dalam menggunakan fungisida untuk mengendalikan penyakit antraknosa.