Efektivitas Penggunaan Kotoran Burung Puyuh Dan Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang Pada Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang
| Type | : | Paper |
| Author | : | Abdul Malik |
| Issued Date | : | 2026 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 10 |
Abstract
Abdul Malik, NIRM. 01.01.22.470. Efektivitas Penggunaan Kotoran Burung Puyuh dan Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang pada Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan menentukan dosis perlakuan terbaik kotoran burung puyuh serta pupuk organik cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun, serta mengetahui tingkat penerimaan, pengetahuan, sikap, dan penerapan petani terhadap kegiatan penyuluhan. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Mei 2026 di Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan dua ulangan. Faktor pertama adalah kotoran burung puyuh (0, 5, 10, 15, dan 20 ton/ha) dan faktor kedua POC bonggol pisang (0, 500, 600, dan 700 ml/L air). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kotoran burung puyuh dan POC bonggol pisang berpengaruh sangat nyata terhadap panjang buah, diameter buah, berat buah per tanaman, dan berat buah per plot. Kombinasi terbaik diperoleh pada P3K3 (15 ton/ha kotoran burung puyuh dan 700 ml/L POC bonggol pisang) dengan berat buah per tanaman 2,515 kg dan berat buah per plot 70,35 kg. Hasil penyuluhan menunjukkan tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian sebesar 82,12%, peningkatan pengetahuan dari 48,86% menjadi 84,57%, tingkat sikap 82,17%, dan tingkat penerapan teknologi 28,57%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kombinasi kotoran burung puyuh dosis 15 ton/ha dan POC bonggol pisang 700 ml/L air merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan produksi tanaman mentimun. Kegiatan penyuluhan juga dikategorikan efektif sampai dengan sangat efektif dalam meningkatkan penerimaan, pengetahuan, sikap, dan penerapan teknologi oleh petani.