Perbandingan Kinerja Dan Biaya Operasional Aplikasi Herbisida Pratumbuh Metode Drone Dan Konvensional Pada Tebu (Saccharum officinarum L.) Plant Cane Di PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Kebun Sei Semayang
| Type | : | Paper |
| Author | : | Iwan Era Syahputra |
| Issued Date | : | 2026 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 10 |
Abstract
Iwan Era Syahputra, Nirm. 01.04.22.240. Perbandingan Kinerja dan Biaya Operasional Aplikasi Herbisida Pratumbuh Metode Drone dan Konvensional pada Tebu (Saccharum officinarum L.) Plant Cane di PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Kebun Sei Semayang. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja dan biaya operasional aplikasi herbisida pratumbuh metode drone sprayer dan konvensional pada tebu plant cane. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptifkomparatif berdasarkan data operasional actual Rayon AMT 2025/2026. Sampel ditentukan melalui sampel jenuh, yaitu 38 hari operasi yang terdiri atas 20 hari operasi drone sprayer dan 18 hari operasi konvensional. Indikator kinerja meliputi kapasitas kerja aktual dan kebutuhan tenaga kerja per hektare. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan kapasitas kerja drone sprayer sebesar 10,93 ha/hari, lebih tinggi dibandingkan konvensional 2,71 ha/hari. Kebutuhan tenaga kerja drone sprayer sebesar 0,2506 HOK/ha, lebih rendah dibandingkan konvensional 1,3160 HOK/ha. Kedua indikator berbeda signifikan dengan p < 0,001. Biaya operasional drone sprayer sebesar Rp804.043/ha, lebih tinggi dibandingkan konvensional Rp758.908/ha. Titik impas tercapai jika tarif jasa drone turun menjadi Rp216.838/ha atau biaya garap konvensional naik menjadi Rp252.942/ha.