Efektivitas Pengendalian Hama Tikus (Rattus sp.) Menggunakan Rodentisida Pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit Di PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk Dolok Estate
| Type | : | Paper |
| Author | : | Irma Veronica Naibaho |
| Issued Date | : | 2026 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 147 |
Abstract
Irma Veronica Naibaho, NIRM 01.04.22.239. Hama tikus (Rattus sp.) merupakan organisme pengganggu tanaman utama pada perkebunan kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi signifikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas rodentisida berbahan aktif brodifakum 0,005 BB dalam mengendalikan hama tikus dan menganalisis biaya pengendalian di PT PP. London Sumatra Indonesia Tbk. Dolok Estate. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga Februari 2026 di Blok 25112003 Divisi 02, menggunakan dua plot pengamatan: Plot 1 (lahan bekas jagung, 14,52 Ha, 2.076 pokok) dan Plot 2 (lahan bekas replanting kelapa sawit, 16,11 Ha, 2.304 pokok). Parameter yang diamati meliputi persentase umpan hilang sebagai indikator tingkat aktivitas tikus dengan ambang batas 20% sesuai SOP perusahaan. Analisis statistik menggunakan uji Independent Sample T-Test dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rodentisida terbukti efektif menekan populasi tikus secara kumulatif, dengan rata-rata persentase umpan hilang menurun dari 29,5% (Oktober) menjadi 21,8% (Februari) di Plot 1, dan dari 21,5% menjadi 21,8% di Plot 2. Uji tTest menunjukkan perbedaan signifikan tingkat serangan antara kedua plot (t=2,126; Sig.=0,039 < 0,05), dengan Plot 1 mencatatkan rata-rata 29,70% dan Plot 2 sebesar 21,57%. Total biaya pengendalian per bulan adalah Rp 38.675.163 (Plot 1) dan Rp 42.784.453 (Plot 2), atau setara Rp 2.663.578 dan Rp 2.655.769 per hektar per bulan. Komponen biaya terbesar adalah rodentisida (74-77%) diikuti tenaga kerja (22-23%). Disimpulkan bahwa brodifakum efektif sebagai antikoagulan generasi kedua dengan efek kumulatif yang meningkat seiring konsistensi aplikasi.