Rancangan Penyuluhan Penerapan Jarak Tanam Kelapa Sawit Sesuai Good Agricultural Practices (GAP) Di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara
| Type | : | Paper |
| Author | : | Riyan Hidayatullah Simbolon |
| Issued Date | : | 2026 |
| Publisher | : | Polbangtan Medan |
| Publication Place | : | Medan |
| ISBN ISSN | : | |
| Subject | : | |
| Total Download | : | 3 |
Abstract
Riyan Hidayatullah Simbolon, NIRM 01.02.22.374. Rancangan Penyuluhan Penerapan Jarak Tanam Kelapa Sawit Sesuai Good Agricultural Practices (GAP) dalam Mendukung Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Pulo Jantan Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, penerapan teknik budidaya kelapa sawit rakyat masih belum sepenuhnya sesuai dengan standar Good Agricultural Practices (GAP), khususnya dalam pengaturan jarak tanam yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Kondisi ini menjadi perhatian dalam mendukung keberhasilan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), sehingga diperlukan rancangan penyuluhan yang tepat untuk meningkatkan pemahaman dan kemauan petani dalam menerapkan jarak tanam sesuai GAP.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, menganalisis tujuan dan sasaran penyuluhan, mengukur tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui kemauan petani dalam menerapkan jarak tanam kelapa sawit sesuai GAP. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan tujuan penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan jumlah petani yang mau menerapkan jarak tanam sesuai GAP sebanyak 16 orang (40%). Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 87,19% dengan kategori sangat efektif. Evaluasi sikap menunjukkan 58,98% petani sangat mau, 38,46% mau, dan 2,56% cukup mau menerapkan jarak tanam sesuai GAP. Dengan demikian, rancangan penyuluhan dinilai sangat efektif dalam meningkatkan kemauan petani mendukung Program PSR.