POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Rancangan Penyuluhan Penggunaan Trichoderma sp. & Paenibacillus polymyxa Dalam Pengendalian Ganoderma boninense Pada Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit Di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara

Type : Paper
Author : Irwan Ginting
Issued Date : 2026
Publisher : Polbangtan Medan
Publication Place : Medan
ISBN ISSN :
Subject :
Total Download : 3

Abstract

Penyakit Penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense merupakan ancaman utama terhadap keberlanjutan produksi kelapa sawit di Indonesia. Aplikasi agen hayati seperti Trichoderma sp. dan Paenibacillus polymyxa menjadi alternatif pengendalian yang potensial dan ramah lingkungan. Namun, tingkat adopsi inovasi ini di kalangan petani rakyat masih sangat rendah akibat minimnya pengetahuan dan keterampilan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi masalah penyakit BPB, merumuskan rancangan penyuluhan yang terstruktur, menganalisis tingkat penerimaan petani, serta mengevaluasi tingkat adopsi teknologi pengendalian hayati di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2026 menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 30 responden yang ditarik secara purposive dari lima kelompok tani. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, serta Rural Rapid Appraisal (RRA), yang kemudian dianalisis menggunakan interpretasi skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan dengan kombinasi metode demonstrasi cara, diskusi, dan kunjungan usaha tani yang didukung media folder dan benda sesungguhnya sangat diterima oleh petani. Tingkat penerimaan secara keseluruhan mencapai 83% (kategori efektif). Lebih lanjut, pelaksanaan penyuluhan berhasil memotivasi 66,66% responden untuk secara mandiri memproduksi dan mengaplikasikan agen hayati tersebut di lahan usahatani mereka. Disimpulkan bahwa rancangan penyuluhan yang sistematis efektif dalam meningkatkan kapasitas petani untuk mengendalikan penyakit busuk pangkal batang.