POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Search by Author


Total Result : 142
Pengaruh Kadar Nutrisi Hidroponik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Sp.)
5 years ago
Tience E. Pakpahan (Bengkulu, 2020)

Nutrisi berperan penting untuk pertumbuhan tanaman hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi nutrisi yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman sawi-sawian. Metode penelitian menggunakan Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAK) faktorial dengan tiga ulangan kemudian analisa menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada Taraf 5 %. Perlakuan jenis sayuran adalah sebagai berikut: S1 = Sawi pakchoy, S2 = Sawi samhong, S3 = Sawi pagoda, S4 = Sawi pakchoy mini. Perlakuan dengan nutrisi adalah larutan pupuk AB mix sebagai berikut: N1 = 1000 ppm, N2 = 1200 ppm, N3 = 1400 ppm, N4 = 1600 ppm, N5 = 1800 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun dan berat basah pada tanaman pagoda dan pakchoy mini tidak berbeda nyata pada konsentrasi 1000 ppm, 1200 ppm, 1400 ppm, 1600 ppm dan 1800 ppm. Tinggi tanaman, lebar daun dan berat basah tanaman pakchoy tidak berbeda nyata pada setiap konsentrasi perlakuan, namun berbeda nyata terhadap jumlah daun pada konsentrasi 1400 ppm. Sedangkan jumlah daun dan lebar daun tanaman samhong tidak berbeda nyata pada setiap konsentrasi perlakuan, tapi berbeda nyata terhadap tinggi tanaman pada konsentrasi 1600 ppm dan berbeda nyata terhadap berat basah pada konsentrasi 1400 ppmppm, 1600 ppm dan 1800 ppm. Tinggi tanaman, lebar daun dan berat basah tanaman pakchoy tidak berbeda nyata pada setiap konsentrasi perlakuan, namun berbeda nyata terhadap jumlah daun pada konsentrasi 1400 ppm. Sedangkan jumlah daun dan lebar daun tanaman samhong tidak berbeda nyata pada setiap konsentrasi perlakuan, tapi berbeda nyata terhadap tinggi tanaman pada konsentrasi 1600 ppm dan berbeda nyata terhadap berat basah pada konsentrasi 1400 ppm.

2020-10-14 01:10:13 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Penyuluhan Pertanian Dalam Penggunaan Benih Unggul Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
4 years ago
Mukti, Al Azi (Medan, 2021)

Al Azi Mukti, Nirm 01.4.3.17.0461. Efektivitas Penyuluhan Pertanian Dalam Penggunaan Benih Unggul Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat Efektivitas Penyuluhan Pertanian Dalam Penggunaan Benih Unggul Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat pada bulan Maret sampai dengan Juli 2021. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan uji regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat Efektivitas Penyuluhan Pertanian Dalam Penggunaan Benih Unggul Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat tergolong kategori tinggi dengan persentase 79,95%. Hasil uji regresi linear berganda menyimpulkan bahwa secara simultan keseluruhan variabel berpengaruh sangat nyata terhadap Efektivitas Penyuluhan Pertanian Dalam Penggunaan Benih Unggul Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq). Sedangkan secara parsial faktor yang berpengaruh nyata adalah pendidikan non formal(X3), kesesuaian materi penyuluhan(X5), kesesuaian media dan metode(X6), kompetensi penyuluh(X7), sedangkan umur(X1), Pendidikan formal(X2), pengalaman berusahatani(X4) tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat Efektivitas Penyuluhan Pertanian Dalam Penggunaan Benih Unggul Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.

2022-01-26 09:01:26 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Petani Dalam Integrasi Sawit Sapi Di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang
4 years ago
Manalu, Dewi Kartika (Medan, 2021)

Dewi Kartika Manalu, Nirm. 01.4.3.17.0468, Motivasi Petani dalam Integrasi Sawit Sapi di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupatan Deli Serdang. Pengkajian ini bertujuan untuk menentukan tingkat motivasi petani dalam integrasi sawit sapi di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam integrasi sawit sapi di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Metode pengkajian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 47 responden. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat motivasi petani dalam integrasi sawit sapi di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang sebesar 74,89%. Adanya pengaruh secara signifikan variabel bebas (X) yaitu pendidikan non-formal, tanggungan keluarga, tingkat kosmopolitan, jaminan pasar, dukungan pemerintah, ketersediaan sumberdaya, tingkat keuntungan dan teknis budidaya secara serempak terhadap variabel (Y) yaitu motivasi. Adanya variabel – variabel bebas yang mempengaruhi motivasi petani dalam integrasi sawit sapi di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang secara parsial yaitu jaminan pasar, ketersediaan sumberdaya, tingkat keuntungan dan teknis budidaya. Sedangkan variabel – variabel bebas yang tidak mempengaruhi motivasi petani dalam integrasi sawit sapi di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang secara parsial adalah pendidikan non-formal, tanggungan keluarga, tingkat kosmopolitan dan dukungan pemerintah.

2022-01-26 10:01:55 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Pengetahuan Petani Rakyat Dalam Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Menghasilkan Di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi
4 years ago
Mariatussa'diah (Medan, 2021)

Tingkat Pengetahuan Petani Rakyat dalam Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan petani rakyat dalam penerapan pemupukan pada tanaman kelapa sawit menghasilkan, mengetahui tingkat faktor- faktor yang berhubungan dengan tingkat penerapan pemupukan tanaman kelapa sawit menghasilkan, dan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat penerapan pemupukan tanaman kelapa sawit menghasilkan di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari pada bulan Maret sampai dengan Mei 2021. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala Likert dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerepan pemupukan kelapa sawit menghasilkan yaitu 82,37 persen, sementara hasil tingkat faktor dan korelasi Rank Spearman terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan dengan tingkat penerapan pemupukan kelapa sawit menghasilkan sebagai berikut X1=33,981 X2=30,205 X3=33,981 X4=33,981 Semua variabel dikatakan sangat signifikan karena dilihat dengan nilai t-hitung lebih besar dari pada t-tabel.

2022-02-03 08:02:20 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Dalam Melakukan Budidaya Aren (Arenga Pinnata) Yang Baik Di Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara
4 years ago
Mulyani, Sri (Medan, 2021)

Aren (Arenga pinnata) adalah komoditi perkebunan yang tidak banyak dibudidayakan oleh berbagai pihak. Di Kecamatan Lembah Sorik Marapi petani belum melaksanakan budidaya aren yang baik disebabkan pola pikir petani dalam pelaksanaan usahatani aren masih mempertahankan kebiasaan lama secara turun temurun. Oleh karena itu dilakukan pengkajian tentang Persepsi Petani dalam Melakukan Budidaya Aren (Arenga pinnata) yang Baik di Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepi petani dalam melakukan budidaya Aren (Arenga pinnata) yang baik dan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani dalam melakukan budidaya Aren (Arenga pinnata) yang baik. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal. Medote pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sampel ditentukan dengan teknik proportional random sampling sebanyak 46 responden. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regeresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat persepsi petani dalam budidaya aren yang baik sebesar 83,72 %. Faktor-faktor yang pengaruh terhadap persepsi petani dalam melakukan budidaya Aren yang baik yaitu ketersediaan saprodi dan ketersediaan modal dan faktor-faktor yang tidak berpengaruh terhadap persepsi petani dalam melakukan budidaya aren yang baik yaitu pengalaman berusahatani, luas lahan, akses informasi, peran penyuluh dan jumlah tanggungan.

2022-04-14 03:04:20 admin@polbangtanmedan.ac.id
Dampak Alih Fungsi Lahan Karet Menjadi Lahan Kelapa Sawit Terhadap Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka
4 years ago
Muhammad Jumhar Azhari (Medan, 2021)

Muhammad Jumhar Azhari, Nirm 01.4.3.17.0564. Dampak alih fungsi lahan karet menjadi lahan sawit terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat dampak alih fungsi lahan dan faktor-faktor yang mempengaruhi dampak alih fungsi lahan karet menjadi lahan sawit terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2021 di Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sedangkan analisis data menggunakan skala Likert dan pengolahan data menggunakan metode regresi linier berganda. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 68 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dampak alih fungsi lahan dan faktor-faktor yang mempengaruhi dampak alih fungsi lahan karet menjadi lahan sawit terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat adalah 87,82% kategori sangat tinggi. Secara simultan pendidikan non formal, pengalaman berusahatani, luas lahan, tingkat harga, tingkat pendapatan, pengeluaran, jumlah tanggungan dan akses informasi. Secara parsial pengalaman bertani, tingkat pendapatan, jumlah tanggungan keluarga dan akses informasi

2022-04-18 03:04:59 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Precooling Dan Suhu Penyimpanan Terhadap Karakteristik Fisik Pada Terong (Solanum Melongena)
4 years ago
Maya Sari (Jakarta Selatan, 2020)

Buah dan sayuran merupakan salah satu makanan yang sangat diperlukan oleh tubuh karena banyak mengandung nutrisi. Sebelum sampai di tangan konsumen, buah dan sayur telah melewati beberapa proses dari on-farm hingga off-farm yaitu, budidaya, panen, pasca panen, distribusi, pengolahan, dan pasar. Mutu merupakan indikator yang penting bagi konsumen dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi. Untuk itu, dalam rangka menjaga kualitas mutu secara fisik, kimia dan biologis buah dan sayuran, perlu dilakukan penanganan pasca panen. Salah satu penanganan pasca panen yang sederhana dengan biaya kecil yaitu precooling. Precooling merupakan penanganan pasca panen dengan tujuan mengeluarkan panas yang terbawa oleh komoditas saat di panen dari lapang/kebun. Panas yang terbawa dari lapang perlu segera dikeluarkan karena bisa mempercepat terjadinya penurunan mutu buah dan sayuran. Alur proses pascapanen sampai ke konsumen yang memakan waktu yang cukup lama dikarenakan lokasi konsumen atau pasar yang jauh dari kebun/ladang, maka teknik penyimpanan saat transport perlu diperhatikan. Perlakuan lama precooling yang dilakukan yaitu 10 menit, 20 menit dan non precooling (sebagai control). Selanjutnya dilakukan variasi penyimpanan suhu, yaitu 7 0C, 15 0C dan 28 0C. Komoditas yang digunakan yaitu terong (Solanum melongena) dengan penyimpanan selama 11 hari. Karakteristik yang diamati selama penyimpanan yaitu kekerasan, susut bobot dan kadar air. Perlakuan lama precooling berpengaruh terhadap perubahan kekerasan pada terong, sementara suhu penyimpanan berpengaruh terhadap perubahan kekerasan, susut bobot dan kadar air pada terong. Perlakuan terbaik untuk mempertahankan kesegaran terong adalah dengan perlakuan precooling 20 menit dan dilanjutkan penyimpanan pada suhu 15 0C.

 

 

2022-04-18 04:04:50 admin@polbangtanmedan.ac.id