POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Search By Submitted Date


Total Result : 97
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Drone Dalam Pengendalian Hama Padi Sawah Di Desa Suka Damai Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai
33 minutes ago
Paisal Herdiansyah (Medan, 2026)

Paisal Herdiansyah NIRM 01.01.22.492. Rancangan Penyuluhan Penggunaan Drone Dalam Pengendalian Hama Padi Sawah Di Desa Suka Damai, Kecamatan Sei bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini bertujuan, untuk (1) menganalisis efektivitas dan efisiensi penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah,(2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD serta sasaran penyuluhan, (3) Menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap efektivitas rancangan penyuluhan penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah,(4) Mengetahui jumlah petani yang mau menggunakan drone dalam pengendalian hama padi sawah di Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Kajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2026 di Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban,Kabupaten Serdang Bedagai. Jenis kajian eksperimen lapangan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi penggunaan drone dalam pengendalian hama,dan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah yang dianalisis menggunakan skala Likert. Analisis kajian teknis dengan rumus mortalitas dan kuesioner, validitas dan realibilitas menggunakan SPSS 25. Dan analisis penerimaan penyuluhan menggunakan skala Likert, Hasil kajian menunjukan efektivitas hama 83,7%, dan sebaran droplet merata, rancangan penyuluhan disusun dengan materi penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah menggunakan metode ceramah, diskusi, demonstrasi cara, dengan media video dan folder. Hasil penerimaan menunjukan bahwa rancangan penyuluhan memperoleh skor 3984 dari skor maksimum 4752 atau sebesar 83,83% dengan kategori sangat setuju. Jumlah petani yang mau menggunakan drone dalam pengendalian hama padi sawah meningkat menjadi 12 orang (54,55%) dari target awal yang direncanakan sebanyak 10 orang (45%). Hasil tersebut menunjukan bahwa kegiatan penyuluhan yang dilakukan telah efektif dalam meningkatkan penerimaan dan partisipasi petani terhadap penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah.

2026-08-18 07:08:21 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pupuk Organik Cair (Poc) Dari Limbah Cair Tahu Di Kecamatan Bandarkabupaten Bener Meriah
4 hours ago
Nurul Hazzah (Medan, 2026)

Nurul Hazzah NIRM 01.01.22.491, Rancangan Penyuluhan Penerapan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Cair Tahu di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah.Pemanfaatan pupuk organik cair (POC) dari limbah cair tahu merupakan salah satu alternatif untuk mendukung budidaya tanaman hortikultura. Tanaman hortikultura membutuhkan ketersediaan hara untuk meningkatkan perkembangan serta produktivitas tumbuhan. Rancangan penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui potensi wilayah serta permasalahan pertanian, menetapkan tujuan serta sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan mengetahui jumlah petani yang mampu mempraktikkan POC. Pengumpulan informasi melalu wawancara dan kuesioner.penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis rancangan penyuluhan menggunakan metode Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi potensi wilayah dengan dengan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) terdapat limbah cair tahu yang belum dimanfaatkan. Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam mempraktikkan POC pada lahan usahatani hortikultura dalam satu musim tanam. Sasaran penyuluhan adalah seluruh anggota dan ketua kelompok wanita tani yang membudidayakan tanaman hortikultura. Hasil validasi menunjukkan tingkat efektivitas rancangan penyuluhan sebesar 88,39% dengan kategori sangat efektif. Jumlah petani yang menerapkan POC meningkat dari 20 orang (41,67%) menjadi 25 orang (52,08%).

2026-08-18 03:08:14 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (Pgpr) Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L) Di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi
4 hours ago
Noya Elirosa Manurung (Medan, 2026)

Noya Elirosa Manurung, NIRM. 01.01.22.490. Rancangan Penyuluhan Penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai pengendalian penyakit antraknosa sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan penggunaan PGPR berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian penggunaan PGPR sebagai pengendalian penyakit antraknosa yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang bersedia menerapkan penggunaan PGPR sebagai pengendalian penyakit antraknosa pada tanaman cabai merah di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian adalah kajian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa (1) Identifikasi potensi masalah menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) menunjukkan tingginya serangan penyakit antraknosa, masih tingginya penggunaan fungisida kimia, serta belum adanya penerapan PGPR oleh petani, (2) tujuan penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan sikap petani agar mau membuat dan menggunakan PGPR sebagai pengendalian penyakit antraknosa pada tanaman cabai merah dalam satu musim tanam, (3) sasaran penyuluhan adalah pengurus kelompok tani tanaman cabai merah di Kecamatan Sitinjo, (4) hasil validasi menunjukkan rancangan penyuluhan memiliki tingkat keefektifan sebesar 85,09% dengan kategori sangat efektif, dan (5) jumlah petani yang bersedia menerapkan PGPR setelah penyuluhan sebanyak 18 orang (50%).

2026-08-18 03:08:34 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Melalui Penggunaan Benih Unggul Padi Bersertifikat Di Desa Binjai Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai
4 hours ago
Nazathul Ain (Medan, 2026)

Nazathul Ain, NIRM. 01.01.22.489. Rancangan Penyuluhan Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) melalui Penggunaan Benih Unggul Padi Bersertifikat di Desa Binjai Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan penyuluhan, menganalisis tujuan, sasaran, dan rancangan penyuluhan, mengevaluasi tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah petani yang menggunakan benih unggul padi bersertifikat. Kajian evaluatif ini dilaksanakan pada Maret–Mei 2026 di Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, diskusi, serta penyebaran kuesioner. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rendahnya penggunaan benih unggul padi bersertifikat disebabkan oleh kebiasaan petani memanfaatkan benih turunan, terbatasnya pengetahuan mengenai manfaat benih bersertifikat, serta masih rendahnya keyakinan terhadap keuntungan yang diperoleh dari penggunaannya. Kegiatan penyuluhan ditujukan kepada petani padi sawah yang belum menggunakan benih bersertifikat. Rancangan penyuluhan disusun dengan materi penggunaan benih unggul padi bersertifikat melalui metode ceramah, diskusi, pemutaran video, dan kunjungan rumah yang didukung oleh media folder serta video. Evaluasi menunjukkan skor penerimaan sebesar 80,7% dengan kategori sangat efektif. Jumlah petani yang menggunakan benih unggul padi bersertifikat meningkat menjadi 16 orang (38%), melampaui target 15 orang (36%), sehingga penyuluhan dinilai efektif meningkatkan penerimaan dan penggunaan benih unggul padi bersertifikat.

Kata Kunci: benih unggul padi b

2026-08-18 03:08:19 Injuniar
Efektivitas Metode Ceramah Dan Demonstrasi Plot Sistem Tanam Jajar Legowo 4:1
4 hours ago
Nadiyah Hartami, (Medan, 2026)

Nadiyah Hartami, NIRM 01.01.22.488. Efektivitas Metode Ceramah dan Demonstrasi Plot Sistem Tanam Jajar Legowo 4:1. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani padi terhadap penggunaan sistem tanam jajar legowo, serta membandingkan efektivitas metode ceramah dan demonstrasi plot sebagai metode penyuluhan. Pengkajian dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan Maret sampai dengan Mei 2026. Metode pengkajian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain nonequivalent control group design. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test, Efektivitas Penyuluhan (EP), dan Efektivitas Perubahan Perilaku (EPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode penyuluhan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani secara signifikan berdasarkan uji Paired Sample t-Test (p<0,05). Nilai Efektivitas Perubahan Perilaku (EPP) pada metode ceramah untuk aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara berurutan sebesar 74,1%, 73,3%, dan 80,3%, sedangkan pada metode demonstrasi plot sebesar 90,6%, 80,2%, dan 91,4%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi plot lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani mengenai sistem tanam jajar legowo 4:1 dibandingkan metode ceramah.

2026-08-18 03:08:23 Injuniar
Penerapan Bokashi Eceng Gondok Pada Budidaya Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Untuk Meningkatkan Produksi Di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara
4 hours ago
Mutia Ramadhani (Medan, 2026)

Mutia Ramadhani, Nirm.01.01.22.522. Penerapan Bokashi Eceng Gondok pada Budidaya Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) untuk Meningkatkan Produksi di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) yakni gulma air yang berpeluang dimanfaatkan selaku bahan baku pupuk organik bokashi guna mendukung budidaya tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian ini mempunyai tujuan guna menganalisis pengaruh pemberian bokashi eceng gondok kepada pertumbuhan serta produksi tanaman sawi serta mengevaluasi pengetahuan, sikap, dan penerapan petani terhadap teknologi tersebut. Penelitian dijalankan di bulan Maret–Mei 2026 di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kajian teknis memakai Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan lima perlakuan dosis bokashi eceng gondok (0, 5, 10, 15, dan 20 ton/ha) serta lima ulangan. Parameter yang dicermati mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, serta bobot basah. Kajian penyuluhan dilaksanakan terhadap 31 petani melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara. Temuan penelitian memperlihatkan yakni pemberian bokashi eceng gondok berdampak sangat nyata kepada tinggi tanaman, jumlah daun, serta bobot basah tanaman sawi. Perlakuan terbaik diperoleh di dosis 20 ton/ha dengan jumlah daun 11,20 helai dan bobot basah 184,00 g/tanaman. Hasil evaluasi menunjukkan 100% responden berada pada kategori sangat mengetahui, sikap petani tergolong sangat efektif (88,58%), dan tingkat penerapan mencapai 48,39%. Dengan demikian, bokashi eceng gondok berpotensi meningkatkan produksi sawi dan mendukung pertanian berkelanjutan.

2026-08-18 03:08:34 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Perangkap Atraktan Berbahan Keong Mas Dalam Pengendalian Hama Walang Sangit Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Angkola Muaratais
5 hours ago
Minta Surya Rezki Harahap (Medan, 2026)

Minta Surya Rezki Harahap, NIRM. 01.01.22.486. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Perangkap Atraktan Berbahan Keong Mas dalam Pengendalian Hama Walang Sangit pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Angkola Muaratais. Tujuan pengkajian ini yaitu (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (2) menetapkan tujuan penyuluhan pemanfaatan perangkap atraktan berbahan keong mas dalam pengendalian hama walang sangit sesuai prinsip SMART dan ABCD, (3) menetapkan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan pertanian, serta (5) mengetahui jumlah petani yang menerapkan pemanfaatan perangkap atraktan berbahan keong mas dalam pengendalian hama walang sangit pada tanaman padi sawah. Pengkajian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan rancangan penyuluhan pertanian dengan pengukuran Skala Likert.Hasil pengkajian menunjukkan bahwa (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan adanya potensi pemanfaatan keong mas sebagai bahan atraktan dalam pengendalian hama walang sangit pada tanaman padi sawah, (2) tujuan penyuluhan ditetapkan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD untuk meningkatkan penerimaan petani terhadap pemanfaatan perangkap atraktan berbahan keong mas, (3) sasaran penyuluhan yaitu petani yang melakukan budidaya tanaman padi sawah di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (4) hasil evaluasi rancangan penyuluhan menunjukkan tingkat penerimaan petani sebesar 83,32% dengan kriteria sangat efektif, dan (5) jumlah petani yang menerapkan pemanfaatan perangkap atraktan berbahan keong mas sebanyak 18 orang dari 36 responden (50%).

2026-08-18 02:08:23 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius F.) Menggunakan Pestisida Nabati Ekstrak Daun Sirsak Pada Tanaman Padi Di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat
5 hours ago
Mhd. Ipan Afrizal (Medan, 2026)

Muhammad Ipan Afrizal, NIRM 01.01.22.520. Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa oratorius F.) Menggunakan Pestisida Nabati Ekstrak Daun Sirsak pada Tanaman Padi di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Salah satu alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan adalah penggunaan pestisida nabati berbahan ekstrak daun sirsak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan dan jumlah petani yang telah membuat serta mengaplikasikan pestisida nabati. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 di Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sebanyak 30 orang petani ditetapkan sebagai sampel penelitian melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian, penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 91,79% dan termasuk dalam kriteria sangat setuju. Dari 30 petani yang mengikuti kegiatan penyuluhan, terdapat 15 orang (50,00%) yang telah membuat dan mengaplikasikan pestisida nabati, sedangkan 15 orang lainnya (50,00%) belum melaksanakan kegiatan tersebut. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan memperoleh penerimaan yang sangat baik, namun tingkat penerapan pestisida nabati oleh petani masih perlu ditingkatkan.

2026-08-18 02:08:54 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kutu Kebul Menggunakan Biopestisida Nabati Pada Tanaman Cabai Di Nagari Luak Kapau Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat
5 hours ago
Luffi Pelita Sari (Medan, 2026)

Tanaman cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya di Nagari Luak Kapau mengalami penurunan akibat serangan hama kutu kebul (Bemisia tabaci). Pengendalian hama kutu kebul yang hingga saat ini masih didominasi oleh penggunaan pestisida kimia berpotensi menimbulkan dampak yang kurang baik bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan biopestisida nabati. Penelitian ini bertujuan menyusun dan menganalisis rancangan penyuluhan mengenai pengendalian hama kutu kebul menggunakan biopestisida nabati, yang meliputi identifikasi masalah, perumusan tujuan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penetapan sasaran penyuluhan, penilaian tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah petani yang menerapkan inovasi setelah kegiatan penyuluhan. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 di Nagari Luak Kapau, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan dengan menggunakan metode survei. Sebanyak 42 orang petani dipilih sebagai responden melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan analisis garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan memperoleh skor sebesar 13.570 dari skor maksimum 15.960 atau sebesar 85,78% sehingga termasuk dalam kategori sangat efektif. Penilaian terhadap aspek materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan juga menunjukkan kategori sangat efektif. Setelah kegiatan penyuluhan dilaksanakan, sebanyak 17 orang petani (40,48%) telah menerapkan pengendalian hama kutu kebul menggunakan biopestisida nabati, sedangkan 25 orang petani (59,52%) belum menerapkannya. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa rancangan penyuluhan yang telah disusun efektif dan layak dijadikan acuan dalam meningkatkan penerapan biopestisida nabati sebagai salah satu upaya pengendalian hama kutu kebul pada tanaman cabai.

2026-08-18 02:08:04 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman Refugia Sebagai Pengendalian Hama Terpadu (Pht) Di Kecamatan Banda Mulia Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh
5 hours ago
Laila Kusumah (Medan, 2026)

Laila Kusumah, NIRM.01.01.22.484 Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman Refugia sebagai Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di Kecamatan Bnada Mulia. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi wilayah menyusun rancangan penyuluhan, serta menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan dan tingkat penerapan tanaman refugia. Kajian dilaksanakan di Desa  Paya Rahat dan Desa Matang Seping, Kecamatan Banda Mulia, pada Maret hingga Mei 2026. Pendekatan yang digunakan adalah rancangan penyuluhan pertanian berbasis Rapid Rural Appraisal (RRA). Sasaran penyuluhan adalah 36 pengurus kelompok tani dari 12 kelompok tani, dipilih secara purposive sampling. Instrumen penerimaan berupa kuesioner Skala Likert 4 poin (64 butir valid) dan instrumen penerapan berupa daftar ceklis observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan garis kontinum. Hasil identifikasi wilayah menunjukkan potensi sumber daya alam, manusia, dan kelembagaan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan refugia. Rancangan penyuluhan mencakup tujuh komponen: materi, metode (ceramah, diskusi, demonstrasi cara, kunjungan usahatani), media (folder dan benda sesungguhnya), volume (3 kali pertemuan), lokasi, waktu, dan biaya. Tingkat penerimaan petani mencapai 83,81% (kategori Sangat Efektif). Tingkat penerapan mencapai 50% (18 dari 36 petani), melampaui target 42% yang ditetapkan. Penyuluhan pertanian berbasis RRA yang mengintegrasikan metode demonstrasi cara terbukti efektif mendorong pener

2026-08-18 02:08:47 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Pestisida Nabati Untuk Pengendalian Hama Thrips Sp. Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) Di Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan
5 hours ago
Kevin Pratama (Medan, 2026)

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan penggunaan pestisida nabati untuk pengendalian hama Thrips sp. pada tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) di Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan, serta mengetahui tingkat efektivitas rancangan penyuluhan yang telah disusun dan tingkat penerapan petani terhadap inovasi yang diberikan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2026 di Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 33 orang pengurus kelompok tani dari total populasi 125 petani. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan pengukuran tingkat efektivitas berdasarkan skor persentase hasil penilaian responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan telah disusun berdasarkan potensi wilayah dan permasalahan yang dihadapi petani, meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu dan biaya. Tingkat efektivitas rancangan penyuluhan memperoleh persentase sebesar 85,23% dengan kategori sangat efektif. Selain itu, jumlah petani yang menerapkan penggunaan pestisida nabati meningkat dari target 20 orang (61%) menjadi 21 orang (63%), sehingga menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun efektif dalam meningkatkan penerimaan dan penerapan inovasi oleh petani.

2026-08-18 02:08:09 Injuniar
Efektivitas Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh
5 hours ago
Karisma Yanti (Medan, 2026)

Karisma Yanti, Nirm. 01.01.22.516. Efektivitas Pupuk Kandang Ayam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh. Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya di Kecamatan Blangkejeren masih belum optimal akibat rendahnya kandungan bahan organik tanah dan penggunaan pupuk anorganik yang masih dominan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman secara berkelanjutan yaitu melalui pemanfaatan pupuk organik berupa pupuk kandang ayam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, menentukan dosis pupuk kandang ayam yang paling efektif, serta mengetahui tingkat penerimaan dan penerapan petani terhadap teknologi penggunaan pupuk kandang ayam melalui kegiatan penyuluhan pertanian. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Maret–Juni 2026 di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh. Kajian teknis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan lima perlakuan dosis pupuk kandang ayam, yaitu P0 (kontrol), P1 (10 ton/ha atau 25 g/polybag), P2 (12 ton/ha atau 30 g/polybag), P3 (14 ton/ha atau 35 g/polybag), dan P4 (16 ton/ha atau 40 g/polybag). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan berat basah umbi, sedangkan kajian penyuluhan dilakukan terhadap 25 responden petani untuk mengetahui tingkat penerimaan dan penerapan teknologi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam memberikan respons positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Perlakuan terbaik diperoleh pada P1 dengan dosis 10 ton/ha (25 g/polybag), yang menunjukkan pertumbuhan vegetatif lebih baik serta menghasilkan berat basah umbi tertinggi sebesar 173,332 gram. Hasil evaluasi penyuluhan menunjukkan tingkat efektivitas penyuluhan sebesar 78,86% dengan kategori efektif, sedangkan tingkat penerapan petani terhadap teknologi penggunaan pupuk kandang ayam mencapai 87,20% dengan kategori sangat menerima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pupuk kandang ayam dosis 10 ton/ha (25 g/polybag) efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah serta dapat diterapkan sebagai alternatif teknologi budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

2026-08-18 02:08:30 Injuniar
Efektivitas Penggunaan Pupuk Organik Cair Kipahit (Tithonia Diversifolia) Dan Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L) Di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan
5 hours ago
Julia Ilhamiah (Medan, 2026)

Julia Ilhamiah, Nirm. 01.01.22.482. Efektivitas Penggunaan Pupuk Organik Cair Kipahit (Tithonia diversifolia) dan Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk (1) Untuk mengetahui pengaruh efektivitas penggunaan pupuk organik cair kipahit (Tithonia diversifolia) dan kelor (Morenga oleifera) terhadap pertumbuhan mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. (2) Untuk mengetahui dosis terbaiki dari pupuk organik cair kipahit (Tithonia diversifolia) dan kelor (Morenga oleifera) terhadap pertumbuhan mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. (3) Untuk mengetahui tingkat penerimaan petai terhadap desain rancangan penyuluhan (materi, metode, media) tentang efektivitas penggunaan pupuk organik cair kipahit (Tithonia diversifolia) dan kelor (Morenga oleifera) terhadap pertumbuhan mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. (4) Untuk mengetahui tingkat evaluasi penyuluhan (pengetahuan, sikap) petani terhadap efektivitas penggunaan pupuk organik cair kipahit (Tithonia diversifolia) dan kelor (Morenga oleifera) terhadap pertumbuhan mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. Pengkajian teknis menggunakan metode eksperimental (RAK) Non faktorial yang terdiri dari empat empat perlakuan dan 6 pengulangan konsentarsi P0 kontrol, P1 100 ml/L air, P2 150 ml/ L, P3 300 ml/L air. Pada P3 menunjukan hasil berpengaruh nyata pada setiap parameter pengematan yaitu tinggi tanaman, lebar daun, jumlah buah, panjang buah dan bobot basah buah mentimun. Sedangkan kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2026. Analisis data kajian menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan SPSS 25. Dan pada analisis penerimaan penyuluhan menggunakan skala likert. Hasil pengkajian menunjuksan (1) penggunaan pupuk organik cair kipahit dan kelor memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan mentimun pada parameter pengamatan tinggi tanaman, lebar daun, jumlah buah, panjang buah dan bobot buah. (2) Pada P3 menunjukan hasil terbaik untuk pertumbuhan mentimun. (3) tingkat penerimaan terhadap materi, metode da media penyuluhan secara keseluruhan mencapai 83,13 % yang dikategorikan sangat menerima. (4) evaluasi penyuluhan menunjukan adanya peingkatan pengetahuan petani mencapai 75,81 % dan pada tingkat penerapan patani 89,88 %. Dengan demikian penggunaan pupuk organik cair berpotensi terhadap pertumbuhan mentimun dan mendukung pertanian berkelanjutan.

2026-08-18 02:08:26 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Perangkap Lecoatrap Dalam Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius F.) Pada Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Di Kecamatan Panti
6 hours ago
Helda Fitria (Medan, 2026)

Helda Fitria, NIRM. 01.01.22.514. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian di Kecamatan Panti, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan penerapan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan serangan hama walang sangit pada tanaman padi sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD di Kecamatan Panti, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan penerapan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan serangan hama walang sangit pada tanaman padi berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografi, sosial dan ekonomi di Kecamatan Panti, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian penerapan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan serangan hama walang sangit pada tanaman padi (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya penyuluhan pertanian) di Kecamatan Panti, (5) mengetahui jumlah petani yang mau menerapkan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan serangan hama walang sangit pada tanaman padi di Kecamatan Panti. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan skala likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian berdasarkan penetapan masalah yaitu rendahnya kemauan petani untuk menerapkan perangkap lecoatrap dalam mengendalikan hama walang sangit pada tanaman padi, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan sikap petani menerapkan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan hama walang sangit pada tanaman padi sesuai petunjuk sebanyak 20 orang (66,7%), (3) sasaran penyuluhan yaitu satu pengurus dan 2 anggota kelompok tani dari 10 kelompok tani di Nagari Panti Selatan, (4) hasil analisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan di Kecamatan Panti sebesar 87,5% dengan kriteria sangat menerima, (5) jumlah petani yang menerapkan perangkap lecoatrap yaitu sebanyak 20 orang (66,7%).

2026-08-18 01:08:25 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemanfaatan Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Ulat Grayak Pada Tanaman Jagung Di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat
6 hours ago
Hayati Maidah Padang (Medan, 2026)

Hayati Maidah Padang. NIRM 01.01.22.480. Pengkajian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan pertanian pemanfaatan pestisida nabati untuk mengendalikan ulat grayak pada tanaman jagung di Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya serangan ulat grayak, ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sintetis, serta rendahnya kemauan petani dalam menggunakan pestisida nabati. Pengkajian dilaksanakan pada April sampai Mei 2026 di Desa Parpulungan dengan jumlah sasaran sebanyak 42 orang petani dari Kelompok Tani Dalanta Maju dan Kelompok Tani Ulang Mahangke. Jenis pengkajian yang digunakan adalah penelitian evaluatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, diskusi, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui potensi wilayah, sasaran penyuluhan, tingkat penerimaan petani, dan jumlah petani yang menerapkan pestisida nabati. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa Desa Parpulungan memiliki potensi lahan jagung seluas 150 ha, tingkat serangan ulat grayak sebesar 42%, serta ketersediaan bahan baku pestisida nabati berupa daun sirsak dan serai wangi. Rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya memperoleh tingkat penerimaan sebesar 84,37% dengan kategori sangat efektif. Setelah kegiatan penyuluhan, jumlah petani yang memanfaatkan pestisida nabati meningkat dari 0 orang menjadi 15 orang atau 36% dari total sasaran. Dengan demikian, rancangan penyuluhan pemanfaatan pestisida nabati dinilai efektif dalam mendorong petani untuk mulai menerapkan pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, meskipun masih diperlukan pendampingan berkelanjutan agar penerapannya semakin luas

2026-08-18 01:08:35 Injuniar