POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Search By Submitted Date


Total Result : 79
Rancanganpenyuluhanpembuatandanaplikasi Mikroorganisme Lokal (Mol) Dari Hama Keong Mas(Pomaceacanaliculata)Pada Tanamanpadi Sawah Di Kecamatanangkolamuaratais Kabupaten Tapanuli Selatan
20 hours ago
Diva Rifanny Lubis (Medan, 2026)

Diva Rifanny Lubis, NIRM. 01.01.22.477. Rancangan Penyuluhan

Pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata) pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Hama Keong Mas berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografis, sosial dan ekonomi di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Hama Keong Mas (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya penyuluhan pertanian) di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (5) mengetahui jumlah petani yang melaksanakan pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Hama Keong Mas di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan terdapatnya hama keong mas yang tidak dimanfaatkan, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan sikap petani membuat dan mengaplikasikan Mikroorganisme lokal (MOL) di lahan usaha tani padi dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 15 orang (50%), (3) sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman padi, (4) hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Angkola Muaratais sebesar 79,77% dan kriteria efektif, (5) jumlah petani yang melakukan pembuatan dan pengaplikasian Mikroorganisme Lokal (MOL) yaitu sebanyak 15 orang

(50%%).

2026-08-14 09:08:44 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Perlakuan Teknik Seed Preeming air Kelapa kabupaten Serdang BedagaiPada Benih Semangka di Kec. Sei Bamban n
20 hours ago
Dani Febriansyah (Medan, 2026)

Dani Febriansyah, NIRM. 01.01.22.509. Rancangan Penyuluhan Perlakuan Teknik Seed Priming Air Kelapa Pada Benih Tanaman Semangka (Citrullus lanatus) Di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah 1) Mengindentifikasi permasalahan penyuluhan pertanian, 2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pertanian sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, 3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan pertanian berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah (IPW), 4) Menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu dan biaya) dan 5) Mengetahui jumlah petani yang melaksanakan perlakuan teknik seed priming air kelapa pada benih tanaman semangka. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner, sementara untuk metode analisis data menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan 1) Identifikasi permasalahan menggunakan metode RRA menunjukkan adanya pertumbuhan benih yang tidak seragam, 2) Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan kemauan petani dalam penerapan perlakuan teknik seed priming air kelapa pada benih tanaman semangka dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 20 orang (66,7%), 3) Sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman semangka, 4) Hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Sei Bamban sebesar 86,83% dan kriteria sangat setuju, 5) Jumlah petani yang melakukan penerapan perlakuan teknik seed priming air kelapa pada benih tanaman semangka yaitu sebanyak 20 orang (66,7%).

2026-08-14 09:08:17 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Inovasi Penggunaan Mulsa Plastik Untuk Menanggulangi Gulma Pada Tanaman Padi Gogo Di Kecamatan Siempatrube Kabupaten Pakpak Bharat
21 hours ago
Bakti Dameria S (Medan, 2026)

Bakti Dameria S, NIRM : 01.01.22.473. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan inovasi penggunaan mulsa plastik terhadap pengendalian gulma pada tanaman padi gogo. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat pada bulan Januari sampai Maret 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 39 orang petani. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan rendahnya produksi padi gogo di Kecamatan Siempat Rube, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan sikap petani menerapkan mulsa plastik Setuju anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 20 orang (51,28%), (3) sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman padi gogo, (4) hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Siempat Rube sebesar (81,42) % dan kriteria sangat setuju, (5) jumlah petani yang menerapkan mulsa plastik yaitu sebanyak 20 orang (51,28%).

2026-08-14 08:08:31 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penyusunan Administrasi Kelompok Tani Pemula Untuk Meningkatkan Kinerja Kelompok Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
21 hours ago
Aulia Manda Br Ginting (Medan, 2026)

Aulia Manda Br Ginting, NIRM 01.01.22.507. Rancangan Penyuluhan Penyusunan Administrasi Kelompok Tani untuk Meningkatkan Kinerja Kelompok di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis permasalahan penyuluhan pertanian di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat, (2) merumuskan tujuan penyuluhan penyusunan administrasi kelompok tani pemula berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) mengidentifikasi sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi, (4) menganalisis tingkat penerimaan pengurus kelompok tani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya, serta (5) mengetahui jumlah kelompok tani pemula yang bersedia menerapkan penyusunan administrasi kelembagaan kelompok tani di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner, serta dianalisis menggunakan Skala Likert dalam metode rancangan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani pemula di Kecamatan Sei Bingai belum memiliki administrasi kelembagaan yang tertib dan sistematis, dengan administrasi yang dirancang meliputi buku daftar anggota, buku notulen rapat, dan buku inventaris. Sasaran penyuluhan adalah pengurus kelompok tani yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori sangat setuju sehingga dinilai layak untuk diterapkan, dan setelah penyuluhan terdapat 18 kelompok tani pemula yang bersedia menyusun administrasi kelembagaan secara tertib.

2026-08-14 08:08:01 Injuniar
Efektivitas Penggunaan Pupuk Hayati Bakteri Fotosintetik (Psb) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea L.) Di Kecamatan Babussalam Kabupaten Aceh Tenggara
21 hours ago
Al Insyirah (Medan, 2026)

Al Insyirah, NIRM. 01.01.22.506, Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dapat menurunkan kesuburan tanah sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pupuk hayati berbasis Photosynthetic Bacteria (PSB). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan PSB terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.), menentukan formulasi PSB terbaik, serta mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mengenai pembuatan dan pengaplikasian PSB. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2026 di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara. Kajian teknis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Kajian penyuluhan dilakukan terhadap 33 petani menggunakan metode survei melalui observasi, wawancara, kuesioner, serta pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PSB berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah tanaman sawi hijau. Perlakuan P5 (PSB berbahan ikan nila + NPK 16-16-16) memberikan hasil terbaik pada seluruh parameter pengamatan. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 89% dengan kategori sangat efektif. Kegiatan penyuluhan juga meningkatkan pengetahuan petani dari nilai rata-rata pre-test 5,96 menjadi 12,78 pada post-test serta tingkat penerapan teknologi PSB mencapai 84% dengan kategori sangat efektif. Dengan demikian, PSB dengan protein ikan nila layak direkomendasikan sebagai alternatif pupuk hayati untuk mendukung budidaya sawi hijau secara berkelanjutan.

2026-08-14 08:08:25 Injuniar
Pemanfaatan Inovasi Light Trap Tenaga Surya Dalam Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Opt) Padi Sawah Di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang
21 hours ago
Akha Zilan Putra Asto (Medan, 2026)

Penggunaan Light Trap berenergi surya adalah salah satu inovasi teknologi yang ramah lingkungan, yang dapat dijadikan alternatif dalam mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada pertanian padi sawah. Proyek ini bertujuan untuk memahami bagaimana proyek tersebut berjalan, hasil bantuan yang diberikan kepada petani, peningkatan pengetahuan dan sikap petani, kinerja Light Trap tenaga surya dalam mengendalikan OPT, serta membandingkan biaya operasional menggunakan Light Trap dengan biaya penggunaan pestisida nabati. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Sambi Rejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mulai dari bulan Maret sampai Mei tahun 2026. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi cara, demonstrasi plot, pendampingan, pemantauan, dan pengevaluasian terhadap 23 petani yang menjadi anggota Kelompok Tani Makmur.Hasil dari proyek tersebut menunjukkan bahwa semua tahapan kegiatan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan sebelumnya. Pendampingan yang dilakukan berhasil membuat petani lebih paham cara membuat, memasang, menggunakan, dan merawat Light Trap tenaga surya. Kegiatan penyuluhan berdampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap petani yang lebih positif terhadap penggunaan teknologi pengendalian hama yang ramah lingkungan. Dari segi teknis, penggunaan dua unit Light Trap di lahan percobaan dengan luas sekitar 10 rante mampu menangkap total 440 ekor hama, dengan rata-rata 220 ekor per lokasi pengamatan, sehingga berhasil mengurangi tingkat kerusakan tanaman hingga 20%. Dari segi ekonomi, Light Trap tenaga surya lebih murah untuk dioperasikan karena menggunakan energi matahari dan hanya perlu perawatan alat saja, sehingga lebih hemat dibandingkan menggunakan pestisida nabati yang harus diterapkan berkalikali. Dengan demikian, light trap berenergi surya bisa menjadi teknologi yang efektif, hemat biaya, dan ramah lingkungan untuk membantu meningkatkan hasil panen padi serta mendorong penggunaan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

2026-08-14 08:08:29 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Sistem Pola Tanam Segitiga Sama Sisi Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara
23 hours ago
Yola Nirwana (Medan, 2026)

Yola Nirwana, NIRM. 01.02.22.381. Rancangan Penyuluhan Sistem Pola Tanam Segitiga Sama Sisi pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara. Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama di Indonesia yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Permasalahan budidaya di Kecamatan Laut Tador adalah masih diterapkannya pola tanam segiempat yang kurang optimal dibandingkan pola tanam segitiga sama sisi dalam meningkatkan populasi tanaman dan produktivitas lahan. Tujuan pengkajian ini adalah mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian, menetapkan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, menetapkan sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap pekebun setelah penyuluhan. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis rancangan penyuluhan dan Skala Likert. Hasil menunjukkan bahwa identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA masih menemukan pekebun yang menerapkan pola tanam segiempat. Tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pekebun dari tidak ada menjadi 28 orang (0%–60%). Sasaran penyuluhan berjumlah 47 pekebun yang didominasi usia produktif, berpendidikan SLTA/SMA, berpengalaman berusahatani, memiliki luas lahan 0,5–1 ha, dan mayoritas memiliki lahan milik sendiri. Tingkat penerimaan rancangan penyuluhan mencapai 86,26% dengan kategori sangat efektif. Peningkatan pengetahuan responden mencapai 83,72%, sedangkan 70,71% atau 32 pekebun menerima sistem pola tanam segitiga sama sisi.

2026-08-14 06:08:34 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Organik Cair (Poc) Di Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupaten Batu Bara
23 hours ago
Wardatul Husniah Nasution (Medan, 2026)

Wardatul Husniah Nasution, NIRM. 01.02.22.346. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupaten Batu Bara. Tujuan penelitian ini adalah menyusun rancangan penyuluhan yang tingkat penerimaannya terukur dalam pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi Pupuk Organik Cair (POC) serta menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara pada bulan April sampai Mei 2026. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan sebesar 86,49% dengan kategori sangat menerima. Tingkat pengetahuan petani berada pada kategori baik sebesar 76,9%, tingkat sikap berada pada kategori sangat setuju sebesar 86,21%, sedangkan tingkat keterampilan petani didominasi kategori terampil sebesar 66,7%. Berdasarkan hasil tersebut, rancangan penyuluhan pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi Pupuk Organik Cair (POC) layak diterapkan sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan limbah kulit kakao di Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupaten Batu Bara.

2026-08-14 06:08:02 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat Sebagai Upaya Hilirisasi Produk Perkebunan Di Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan
1 day ago
Tiara Kartika Dewi (Medan, 2026)

Tiara Kartika Dewi, NIRM 01.02.22.379, Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat sebagai Upaya Hilirisasi Produk Perkebunan di Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan (5) menganalisis tingkat sikap petani dalam menerapkan pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocopeat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan skala Likert. Hasil identifikasi potensi wilayah melalui metode Rapid Rural Appraisal (RRA) menunjukkan bahwa limbah sabut kelapa di Kecamatan Sei Kepayang Barat belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan jumlah petani yang bersedia memanfaatkan limbah sabut kelapa dari 12 orang (25%) menjadi 42 orang (87,22%). Sasaran penyuluhan adalah petani kelapa yang tergabung dalam kelompok tani, memiliki luas lahan ≥1 ha, serta menjadi pemasok bahan baku industri pengolahan kopra. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan mencapai 87,06% dengan kategori sangat menerima, sedangkan tingkat sikap petani dalam menerapkan pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat mencapai 87,22% dengan kategori sangat setuju.

2026-08-14 04:08:09 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (Pbko) Dengan Menggunakan Atraktan Trap Pada Tanaman Kopi Robusta Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
1 day ago
Silvi Hafni Sunardi (Medan, 2026)

, Nirm 01.02.22.343. Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) dengan Menggunakan Atraktan Trap Pada Tanaman Kopi Robusta. Hypothenemus hampei merupakan salah satu hama utama yang menyebabkan penurunan produksi dan mutu kopi robusta di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Petani masih mengandalkan pestisida kimia dan belum menerapkan teknologi atraktan trap, sehingga diperlukan rancangan penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan pengendalian PBKo menggunakan atraktan trap, mengkaji tingkat penerimaan sasaran terhadap rancangan penyuluhan, serta mengkaji persentase penerapan teknologi oleh petani. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Mei 2026 menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 50 petani kopi robusta yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori sangat efektif, yaitu materi 89,68%, metode 89,80%, media 82,76%, volume 89,90%, waktu 88,80%, lokasi 90,72%, dan biaya 90,50%. Pelaksanaan penyuluhan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani, dengan tingkat penerapan teknologi mencapai 36% atau sebanyak 18 responden.

2026-08-14 03:08:44 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Inovasi Sanitasi Kebun Berbasis Rorak Untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao Di Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang
1 day ago
Shevyra Nazwa Sayyidinna (Medan, 2026)

Shevyra Nazwa Sayyidinna, NIRM. 01.02.22.376. Rancangan Penyuluhan Inovasi Sanitasi Kebun Berbasis Rorak untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao di Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang. Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang memiliki nilai ekonomi penting bagi pekebun. Namun, produktivitas kakao di Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang masih menghadapi kendala akibat serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) yang dipengaruhi oleh rendahnya penerapan sanitasi kebun. Kondisi tersebut ditandai dengan masih banyaknya kulit buah pasca panen kakao yang dibuang sembarangan dan dibiarkan menumpuk di kebun sehingga berpotensi menjadi sumber perkembangan dan penyebaran hama. Rancangan penyuluhan ini bertujuan untuk menganalisis penetapan masalah, penetapan tujuan penyuluhan, penetapan sasaran penyuluhan, tingkat penerimaan pekebun terhadap efektivitas rancangan penyuluhan, serta jumlah pekebun yang menerapkan inovasi sanitasi kebun berbasis rorak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Kajian ini menggunakan pendekatan evaluatif, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan Skala Likert. Hasil kajian menunjukkan bahwa sasaran penyuluhan ditetapkan sebanyak 38 orang pekebun kakao di Desa Candi Rejo dan Desa Kuala Dekah. Tingkat penerimaan pekebun terhadap efektivitas rancangan penyuluhan termasuk dalam kategori sangat efektif dengan persentase rata-rata sebesar 83,7%. Jumlah pekebun yang menerapkan inovasi sanitasi kebun berbasis rorak mencapai 17 orang (44,74%) dari target 16 orang, sehingga tujuan penyuluhan yang telah ditetapkan berhasil tercapai.

2026-08-14 03:08:46 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Sebagai Bahan Kerajinan Piring Di Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara
1 day ago
Raihan Azhar (Medan, 2026)

Raihan Azhar, NIRM. 01.02.22.340. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit sebagai Bahan Kerajinan Piring di Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi, (4) menganalisis tingkat penerimaan anggota kelompok wanita tani terhadap efektivitas rancangan penyuluhan pertanian (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya), (5) mengetahui persentase anggota kelompok wanita tani yang mau memanfaatkan limbah lidi kelapa sawit sebagai bahan kerajinan piring. Metode pengumpulan digunakan observasi lapangan dan kuesioner serta skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Kecamatan Talawi memiliki potensi besar di sektor perkebunan, didukung oleh kondisi iklim dan tanah yang mendukung pertumbuhan kelapa sawit sebagai komoditas unggulan. Masalah yang didapati adalah limbah lidi kelapa sawit yang belum dimanfaatkan karena minimnya kemauan masyarakat tani untuk memanfaatkannya. (2) tujuan yang direncanakan tercapai yaitu, anggota KWT mau memanfaatkan limbah lidi kelapa sawit sebagai bahan kerajinan piring sesuai yang dianjurkan dari 0 orang (0%) menjadi 18 orang (60%), dengan capaian sebanyak 24 orang (79,29%). (3) sasaran pada kegiatan penyuluhan sebanyak 30 orang dengan kriteria umur yang dikategorikan produktif, pendidikan terakhir rata–rata cukup tinggi yaitu didominasi SMA, memiliki luas lahan ≥1 ha, dan rata-rata memiliki lahan milik sendiri. (4) rancangan penyuluhan yang sudah disusun dikategorikan efektif dengan persentase 78,41%. (5) persentase anggota KWT yang mau memanfaatkan limbah lidi kelapa sawit sebagai bahan kerajinan piring cukup tinggi yaitu sebesar 79,29%

2026-08-14 02:08:55 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pemangkasan Produksi Untuk Meningkatkan Produktivitas Pada Tanaman Kopi Robusta Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
1 day ago
Pusva Nirmala Hasibuan (Medan, 2026)

Pusva Nirmala Hasibuan, NIRM. 01.02.22.339. Penyuluhan pertanian merupakan proses pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku utama dalam mengadopsi inovasi teknologi guna mendukung pengembangan usahatani yang berkelanjutan. Salah satu teknologi budidaya yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman kopi robusta adalah penerapan pemangkasan produksi sesuai anjuran. Di kecamatan Marancar, kabupaten Tapanuli Selatan, produktivitas tanaman kopi robusta masih tergolong rendah karena penerapan pemangkasan produksi oleh pekebun belum dilakukan secara optimal. Rendahnya produktivitas tanaman kopi robusta di kecamatan Marancar, kabupaten Tapanuli Selatan, dipengaruhi oleh belum optimalnya penerapan pemangkasan produksi sesuai anjuran teknis budidaya. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk menyusun rancangan penyuluhan mengenai penerapan pemangkasan produksi guna meningkatkan produktivitas tanaman kopi robusta. Kajian dilaksanakan untuk menganalisis penetapan masalah, perumusan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penetapan sasaran, penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi tingkat penerimaan pekebun terhadap efektivitas rancangan penyuluhan dan jumlah pekebun yang menerapkan pemangkasan produksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun termasuk dalam kategori sangat efektif dengan tingkat efektivitas sebesar 87,52%. Aspek metode penyuluhan memperoleh nilai tertinggi sebesar 89,3%, sedangkan aspek lokasi memperoleh nilai terendah sebesar 86%, namun tetap berada pada kategori sangat efektif. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan jumlah pekebun yang menerapkan pemangkasan produksi menjadi 21 orang (52,5%) dari 40 sasaran, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 20 orang. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dinilai efektif dalam mendukung peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta penerapan pemangkasan produksi pada usahatani kopi robusta.

2026-08-14 02:08:09 Injuniar