POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Search By Submitted Date


Total Result : 142
Kajian Karakteristik Crude Palm Oil Dari Pemanenan Fraksi 2 Dan 3 Tandan Buah Segar Di PT. Smart TBK. Padang Halaban Estate
1 day ago
Laskar Mahardika Fauzi (Medan, 2026)

Laskar Mahardika Fauzi, NIRM. 01.04.22.271. Karakteristik Mutu Crude Palm Oil Pada Fraksi Panen 2 Dan 3. Mutu Crude Palm Oil (CPO) dipengaruhi oleh tingkat kematangan Tandan Buah Segar (TBS) saat panen. Di PT SMART Tbk. Padang Halaban Estate, pemanenan dilakukan pada fraksi 2 dan fraksi 3 yang sama-sama memenuhi standar kematangan, namun karakteristik mutu CPO yang dihasilkan dari kedua fraksi tersebut belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan mutu CPO yang dihasilkan dari pemanenan TBS fraksi 2 dan fraksi 3. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 14 sampel, terdiri atas tujuh sampel fraksi 2 dan tujuh sampel fraksi 3. Analisis mutu dilakukan berdasarkan SNI 01-2901-2006 dan standar PORIM, sedangkan analisis data menggunakan Independent Sample t-Test dan Mann-Whitney U Test pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter mutu CPO, yaitu FFA, kadar air, kadar kotoran, DOBI, dan karoten, memenuhi standar yang berlaku. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) antara fraksi 2 dan fraksi 3. Namun, secara deskriptif fraksi 3 cenderung menghasilkan nilai DOBI dan karoten yang lebih tinggi. Dengan demikian, pemanenan fraksi 2 maupun fraksi 3 sama-sama mampu menghasilkan CPO yang memenuhi standar mutu, meskipun fraksi 3 memiliki kecenderungan menghasilkan kualitas minyak yang lebih baik.

2026-10-23 04:10:59 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbandingan Kinerja Dan Biaya Operasional Aplikasi Herbisida Pratumbuh Metode Drone Dan Konvensional Pada Tebu (Saccharum officinarum L.) Plant Cane Di PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Kebun Sei Semayang
1 day ago
Iwan Era Syahputra (Medan, 2026)

Iwan Era Syahputra, Nirm. 01.04.22.240. Perbandingan Kinerja dan Biaya Operasional Aplikasi Herbisida Pratumbuh Metode Drone dan Konvensional pada Tebu (Saccharum officinarum L.) Plant Cane di PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Kebun Sei Semayang. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja dan biaya operasional aplikasi herbisida pratumbuh metode drone sprayer dan konvensional pada tebu plant cane. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptifkomparatif berdasarkan data operasional actual Rayon AMT 2025/2026. Sampel ditentukan melalui sampel jenuh, yaitu 38 hari operasi yang terdiri atas 20 hari operasi drone sprayer dan 18 hari operasi konvensional. Indikator kinerja meliputi kapasitas kerja aktual dan kebutuhan tenaga kerja per hektare. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan kapasitas kerja drone sprayer sebesar 10,93 ha/hari, lebih tinggi dibandingkan konvensional 2,71 ha/hari. Kebutuhan tenaga kerja drone sprayer sebesar 0,2506 HOK/ha, lebih rendah dibandingkan konvensional 1,3160 HOK/ha. Kedua indikator berbeda signifikan dengan p < 0,001. Biaya operasional drone sprayer sebesar Rp804.043/ha, lebih tinggi dibandingkan konvensional Rp758.908/ha. Titik impas tercapai jika tarif jasa drone turun menjadi Rp216.838/ha atau biaya garap konvensional naik menjadi Rp252.942/ha.

2026-10-23 03:10:41 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Penggunaan Kotoran Burung Puyuh Dan Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang Pada Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang
1 day ago
Abdul Malik (Medan, 2026)

Abdul Malik, NIRM. 01.01.22.470. Efektivitas Penggunaan Kotoran Burung Puyuh dan Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang pada Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan menentukan dosis perlakuan terbaik kotoran burung puyuh serta pupuk organik cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun, serta mengetahui tingkat penerimaan, pengetahuan, sikap, dan penerapan petani terhadap kegiatan penyuluhan. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Mei 2026 di Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan dua ulangan. Faktor pertama adalah kotoran burung puyuh (0, 5, 10, 15, dan 20 ton/ha) dan faktor kedua POC bonggol pisang (0, 500, 600, dan 700 ml/L air). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kotoran burung puyuh dan POC bonggol pisang berpengaruh sangat nyata terhadap panjang buah, diameter buah, berat buah per tanaman, dan berat buah per plot. Kombinasi terbaik diperoleh pada P3K3 (15 ton/ha kotoran burung puyuh dan 700 ml/L POC bonggol pisang) dengan berat buah per tanaman 2,515 kg dan berat buah per plot 70,35 kg. Hasil penyuluhan menunjukkan tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian sebesar 82,12%, peningkatan pengetahuan dari 48,86% menjadi 84,57%, tingkat sikap 82,17%, dan tingkat penerapan teknologi 28,57%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kombinasi kotoran burung puyuh dosis 15 ton/ha dan POC bonggol pisang 700 ml/L air merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan produksi tanaman mentimun. Kegiatan penyuluhan juga dikategorikan efektif sampai dengan sangat efektif dalam meningkatkan penerimaan, pengetahuan, sikap, dan penerapan teknologi oleh petani.

2026-10-23 02:10:55 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi Sebagai Pembenah Tanah Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan
2 days ago
Risti Rahmadayani (Medan, 2026)

Risty Rahmadayani, NIRM. 01.01.22.497. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi Sebagai Pembenah Tanah Pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan. Rendahnya produktivitas padi sawah sering dikaitkan dengan menurunnya kesuburan tanah, sementara limbah sekam padi yang berpotensi menjadi pembenah tanah justru belum dimanfaatkan. Di Desa Sorimanaon, sekam padi mencapai 400–600 kg per hari dan hanya dibakar atau ditumpuk, serta seluruh petani belum pernah mengolahnya menjadi biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sekam padi dan teknik pembuatan biochar yang sesuai, menyusun rancangan penyuluhan, serta mengukur tingkat validasinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Rapid Rural Appraisal, melibatkan 40 petani padi sawah, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta kuesioner yang dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekam padi tersedia melimpah dan berkelanjutan sebagai bahan baku biochar, dengan teknik pirolisis sederhana menggunakan kawat ram sebagai teknik yang paling sesuai karena murah, mudah, dan dapat diterapkan tanpa keahlian khusus. Rancangan penyuluhan disusun atas sembilan komponen berbasis prinsip SMART dan ABCD. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan mencapai 84,62% (kategori sangat efektif), dan target penerapan tercapai penuh, yaitu 15 dari 40 petani (37,5%) menerapkan biochar di lahannya.

2026-10-22 11:10:22 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Modifikasi Tepung Keladi Menggunakan Ragi Tape Pada Petani Keladi
2 days ago
Nur Nadia Febrianti Fatihah Putri (Medan, 2026)

Nur Nadia Febrianti Fatihah Putri, NIRM 01.01.22.525, melakukan kajian tentang pengaruh lama fermentasi dan konsentrasi ragi tape terhadap karakteristik tepung keladi (Colocasia esculenta L.) termodifikasi serta efektivitas program penyuluhan bagi petani di Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Keladi merupakan komoditas umbi lokal potensial yang belum dimanfaatkan optimal oleh petani di wilayah tersebut. Kajian ini bertujuan mengkaji pengaruh lama fermentasi dan konsentrasi ragi tape terhadap karakteristik tepung keladi termodifikasi, serta merancang dan menguji validitas program penyuluhan bagi petani. Metode yang digunakan meliputi eksperimen RAL faktorial 2×2 (lama fermentasi 24 dan 48 jam; konsentrasi ragi 1% dan 2%) dengan kontrol, dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Duncan, serta validasi rancangan penyuluhan kepada 40 petani dan anggota KWT secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan lama fermentasi dan konsentrasi ragi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air tepung (10,08–10,69%, memenuhi SNI), namun perlakuan T2K2 (ragi 2%, fermentasi 48 jam) paling disukai panelis berdasarkan uji organoleptik. Rancangan penyuluhan berupa demonstrasi cara dan ceramah dengan media poster dan benda sesungguhnya terbukti sangat efektif (skor 83,6%), meningkatkan pengetahuan petani dari 48,5% menjadi 90,5%. Tepung keladi modifikasi ragi tape berpotensi menjadi inovasi pangan lokal yang layak disebarluaskan melalui penyuluhan pertanian.

2026-10-22 11:10:06 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penerapan Trichoderma sp. Sebagai Pengendali Hayati Penyakit Layu Bakteri Pada Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum) Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
2 days ago
Agnes Sianturi (Medan, 2026)

Agnes Sianturi, NIRM. 01.01.22.267. Rancangan Penyuluhan Penerapan Trichoderma sp. sebagai Pengendali Hayati Penyakit Layu Bakteri pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masalah penyuluhan pertanian, menganalisis tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, menetapkan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik petani, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah petani yang menerapkan Trichoderma sp. Penelitian menggunakan kajian evaluatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Parbuluan memiliki potensi pengembangan budidaya kentang, namun masih menghadapi tingginya serangan penyakit layu bakteri dan rendahnya kemauan petani menerapkan Trichoderma sp. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan mencapai 83,23%  dengan kategori Sangat Setuju. Rancangan penyuluhan berhasil meningkatkan jumlah petani yang menerapkan Trichoderma sp. dari target awal 15 orang (46,87%) menjadi 19 orang (59,37%), sehingga dinilai efektif dalam meningkatkan kemauan petani menerapkan pengendalian hayati penyakit layu bakteri pada tanaman kentang.

2026-10-22 11:10:28 admin@polbangtanmedan.ac.id
Implementasi Pupuk Organik Cair Daun Gamal Untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat
2 days ago
Pandu Arasy Baihaqi (Medan, 2026)

Pandu Arasy Baihaqi, Nirm. 01.01.22.526. Implementasi Pupuk Organik Cair Daun Gamal Untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena L.) di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh pemberian POC daun gamal terhadap produksi tanaman terung (2) Mengetahui dosis terbaik POC daun gamal dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman terung (3) Mengetahui tingkat penerimaan petani dalam penyuluhan tentang pemanfaatan POC daun gamal pada tanaman terung dan (4) Mengetahui perubahan perilaku petani setelah dilaksanakan kegiatan penyuluhan. Penelitian teknis menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari lima perlakuan dan lima pengulangan. Sedangkan kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada petani. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2025. Analisis data kajian teknis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT, sedangkan analisis tingkat penerimaan penyuluhan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemberian POC daun gamal berpengaruh sangat nyata terhadap produksi tanaman terung pada seluruh parameter pengamatan, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang buah, dan berat buah (2) Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan P3 dengan konsentrasi 15% POC daun gamal per 1 liter air yang menghasilkan produksi tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. (3) penerimaan petani dalam pelaksanaan penyuluhan mencapai 84,46% dengan kategori Sangat Efektif. Adapun penilaian terhadap materi penyuluhan sebesar 88,67%, metode penyuluhan sebesar 83,70%, dan media penyuluhan sebesar 84,12% yang seluruhnya berada pada kategori Sangat Efektif (4) Evaluasi perubahan perilaku petani menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani setelah kegiatan penyuluhan sebesar 84 % dengan kategori Sangat Mengetahui, serta sikap petani terhadap inovasi mencapai 87,20% dengan kategori Sangat Setuju. Selain itu, jumlah petani yang menerapkan POC daun gamal meningkat dari 0% menjadi 50% atau sebanyak 15 orang petani, sehingga dikategorikan efektif.

 

2026-10-22 09:10:40 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pembuatan dan Pengaplikasian MOL Nasi Basi Sebagai Bioaktivator Dan Penyubur Tanah Pada Tanaman Padi Di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan
2 days ago
Yeni Rahmasari (Medan, 2026)

Yeni Rahmasari, NIRM. 01.01.22.537. Rancangan Penyuluhan Pembuatan dan Pengaplikasian MOL nasi basi Sebagai Bioaktivator dan Penyubur Tanah Pada Tanaman Padi di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Tujuan Rancangan Penyuluhan ini adalah (1) Mengidentifikasi permasalahan pertanian di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan, (2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pembuatan dan pengaplikasian MOL nasi basi sebagai bioaktivator dan penyubur tanah sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan, (3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan pembuatan dan pengaplikasian MOL Nasi basi sebagai Bioaktivator dan Penyubur Tanah berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografis, sosial dan ekonomi di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara  Kota Padangsidimpuan, (4) Menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pembuatan dan pengaplikasian MOL nasi basi sebagai bioaktivator dan penyubur tanah (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya penyuluhan pertanian) di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan, (5) Mengetahui Jumlah petani yang melaksanakan pembuatan dan pengaplikasian MOL nasi basi sebagai bioaktivator dan penyubur tanah di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) Indentifikasi permasalahan menunjukkan rendahnya C-organik tanah akibat peemupukan kimia secara terus menerus dan potensi nasi basi yang belum di manfaatkan, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap petani membuat dan mengaplikasikan mol nasi basi di lahan usaha tani padi dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 15 orang (50%), (3) sasaran penyuluhan yaitu pengurus dan anggota kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman padi, (4) hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat kesesuaian rancangan penyuluhan di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara sebesar 84,14% dan kriteria sangat sesuai, (5) jumlah petani yang melakukan pembuatan dan pengaplikasian mol nasi basi yaitu sebanyak 18 orang (60%).

2026-10-22 08:10:54 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pengaplikasian Racun Tikus Organik Dari Umbi Gadung Pada Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat
2 days ago
Rasmaliana Padang (Medan, 2026)

Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi masalah penyuluhan pertanian di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pengaplikasian racun tikus organik dari umbi gadung pada tanaman jagung berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang menerapkan racun tikus organik dari umbi gadung pada tanaman jagung. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dilakukan menggunakan metode rancangan penyuluhan dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian tingginya serangan hama tikus pada tanaman jagung dan rendahnya pemanfaatan racun tikus organik dari umbi gadung sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan, (2) tujuan penyuluhan yang ditetapkan yaitu meningkatkan jumlah petani yang menerapkan racun tikus organik dari umbi gadung sebanyak 15 orang (42,8%), (3) sasaran penyuluhan berjumlah 35 orang petani jagung yang sebagian besar berada pada usia produktif, memiliki pengalaman berusahatani yang cukup baik, dan tergabung dalam kelompok tani aktif, (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan sebesar 85,80% dengan kategori sangat setuju, (5) jumlah petani yang menerapkan racun tikus organik dari umbi gadung sebanyak 17 orang (48,57%), sehingga menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berhasil mendorong penerapan teknologi pengendalian hama tikus pada tanaman jagung.

2026-10-22 07:10:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit di Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara masih belum optima
1 week ago
Mhd. Alwi Habidana Batubara (Medan, 2026)

Mhd. Alwi Habidana Batubara, NIRM 01.02.22.371. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit di Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara masih belum optimal. Kondisi tersebut menyebabkan limbah Lidi kelapa sawit belum memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Pengkajian ini bertujuan untuk menyusun dan mengevaluasi rancangan penyuluhan tentang pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit menjadi anyaman piring bagi Kelompok Wanita Tani. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret s.d Mei 2026 di Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Metode pengkajian Mix Method meliputi Identifikasi Potensi Wilayah, penetapan tujuan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penetapan sasaran, penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi penerimaan rancangan penyuluhan. Sasaran penyuluhan berjumlah 48 orang anggota Kelompok Wanita Tani Nusa Indah, Teguh, Sentosa, dan Mawar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Kecamatan Kualuh Hulu memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang besar, tetapi pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit oleh Kelompok Wanita Tani masih rendah. Rancangan penyuluhan memperoleh tingkat penerimaan sebesar 86,85% dengan kategori sangat menerima. Setelah kegiatan penyuluhan dilaksanakan, tingkat niat sasaran terhadap pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit mencapai 83,93% dengan kategori menerima.

2026-10-12 07:10:18 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (Pbko) Dengan Menggunakan Atraktan Trap Pada Tanaman Kopi Robusta Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
1 week ago
Silvi Hafni Sunardi (Medan, 2026)

Silvi Hafni Sunardi, Nirm 01.02.22.343. Rancangan Penyuluhan  Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) dengan Menggunakan Atraktan Trap Pada Tanaman Kopi Robusta. Hypothenemus hampei merupakan salah satu hama utama yang menyebabkan penurunan produksi dan mutu kopi robusta di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Petani masih mengandalkan pestisida kimia dan belum menerapkan teknologi atraktan trap, sehingga diperlukan rancangan penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan pengendalian PBKo menggunakan atraktan trap, mengkaji tingkat penerimaan sasaran terhadap rancangan penyuluhan, serta mengkaji persentase penerapan teknologi oleh petani. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Mei 2026 menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 50 petani kopi robusta yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori sangat efektif, yaitu materi 89,68%, metode 89,80%, media 82,76%, volume 89,90%, waktu 88,80%, lokasi 90,72%, dan biaya 90,50%. Pelaksanaan penyuluhan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani, dengan tingkat penerapan teknologi mencapai 36% atau sebanyak 18 responden.

Kata kunci : rancangan penyuluhan, PBKo, atraktan trap, kopi robusta, tingkat penerimaan

2026-10-12 06:10:39 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pemangkasan Produksi Untuk Meningkatkan Produktivitas Pada Tanaman Kopi Robusta Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
1 week ago
Pusva Nirmala Hasibuan (Medan, 2026)

Pusva Nirmala Hasibuan, NIRM. 01.02.22.339. Penyuluhan pertanian merupakan proses pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku utama dalam mengadopsi inovasi teknologi guna mendukung pengembangan usahatani yang berkelanjutan. Salah satu teknologi budidaya yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman kopi robusta adalah penerapan pemangkasan produksi sesuai anjuran. Di kecamatan Marancar, kabupaten Tapanuli Selatan, produktivitas tanaman kopi robusta masih tergolong rendah karena penerapan pemangkasan produksi oleh pekebun belum dilakukan secara optimal. Rendahnya produktivitas tanaman kopi robusta di kecamatan Marancar, kabupaten Tapanuli Selatan, dipengaruhi oleh belum optimalnya penerapan pemangkasan produksi sesuai anjuran teknis budidaya. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk menyusun rancangan penyuluhan mengenai penerapan pemangkasan produksi guna meningkatkan produktivitas tanaman kopi robusta. Kajian dilaksanakan untuk menganalisis penetapan masalah, perumusan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penetapan sasaran, penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi tingkat penerimaan pekebun terhadap efektivitas rancangan penyuluhan dan jumlah pekebun yang menerapkan pemangkasan produksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun termasuk dalam kategori sangat efektif dengan tingkat efektivitas sebesar 87,52%. Aspek metode penyuluhan memperoleh nilai tertinggi sebesar 89,3%, sedangkan aspek lokasi memperoleh nilai terendah sebesar 86%, namun tetap berada pada kategori sangat efektif. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan jumlah pekebun yang menerapkan pemangkasan produksi menjadi 21 orang (52,5%) dari 40 sasaran, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 20 orang. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dinilai efektif dalam mendukung peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta penerapan pemangkasan produksi pada usahatani kopi robusta.

2026-10-12 06:10:05 Injuniar