POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Search By Submitted Date


Total Result : 112
Rancangan Penyuluhan Penerapan Konservasi Tanah Secara Vegetatif Pada Sawah Terasering Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Longsor Di Nagari Batipuh Baruah Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
1 day ago
Zelvia Angelita (Medan, 2026)

Zelvia Angelita, NIRM 01.01.22.504. Rancangan Penyuluhan Penerapan Konservasi Tanah Secara Vegetatif Pada Sawah Terasering Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Longsor di Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, 2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD 3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan, 4) Menyusun rancangan penyuluhan meliputi materi, metode, media, waktu, lokasi, volume dan biaya, 5) Menganalisis jumlah petani yang menerapkan konservasi tanah secara vegetatif di Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nagari Batipuh Baruah memiliki potensi pengembangan konservasi tanah secara vegetatif pada sawah terasering, meskipun masih menghadapi risiko erosi dan longsor serta penerapan konservasi oleh petani belum optimal; (2) tujuan penyuluhan yang disusun berdasarkan prinsip SMART dan ABCD berhasil tercapai, ditunjukkan oleh 22 orang petani yang menerapkan konservasi tanah secara vegetatif; (3) sasaran penyuluhan ditetapkan sebanyak 40 orang petani sawah terasering dengan karakteristik yang sesuai; (4) rancangan penyuluhan memperoleh tingkat efektivitas sebesar 80,54% dengan kategori efektif sehingga layak diterapkan; dan (5) sebanyak 22 orang petani menerapkan kombinasi rumput vetiver dan rumput banto sesuai rekomendasi penyuluhan, sehingga target penerapan sebanyak 20 orang petani berhasil terlampaui.

2026-08-20 07:08:45 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pestisida Nabati Daun Balakka Untuk Pengendalian Hama Kutu Daun Pada Tanaman Cabai Merah Di Kecamatan Padang Bolak
1 day ago
Yanti Susanti (Medan, 2026)

Yanti Susanti, NIRM. 01.01.22.503. Budidaya cabai merah di Desa Padang Bujur, Kecamatan Padang Bolak terhambat serangan kutu daun (Aphis gossypii). Akibat keterbatasan pengetahuan, petani masih bergantung pada pestisida kimia, padahal potensi lokal daun balakka (Phyllanthus emblica L.) sebagai pestisida nabati sangat melimpah. Penelitian kuantitatif deskriptif ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan pertanian sistematis berbasis SMART dan ABCD, menganalisis karakteristik sasaran, tingkat penerimaan petani, serta mengevaluasi jumlah penerapan inovasi tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur berkuesioner terhadap sampel 30 petani cabai merah yang merupakan pengurus dan anggota kelompok tani, lalu dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa prioritas masalah utama adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengekstraksi daun balakka serta tingginya ketergantungan pada pestisida kimia sintetis. Rumusan tujuan penyuluhan telah berhasil disusun secara terukur untuk meningkatkan kemauan petani menerapkan inovasi sesuai petunjuk dengan sasaran terfokus pada 30 petani di Desa Padang Bujur. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan tingkat penerimaan petani terhadap komponen rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya) mencapai angka 86,18% dengan kriteria sangat sesuai atau sang at menerima. Evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan tingkat adopsi inovasi yang positif, di mana jumlah petani yang menerapkan pestisida nabati daun balakka mencapai 12 orang (40,00%), secara signifikan berhasil melampaui target perencanaan awal sebanyak 10 orang (33,33%).

2026-08-20 07:08:05 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi (Oryza Sativa L.) Untuk Memperbaiki Struktur Tanah Pada Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum Annuum L.) Di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat
1 day ago
Wulansari Anggraini (Medan, 2026)

Wulansari Anggraini, NIRM. 01.01.22.536. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi (Oryza sativa L.) Untuk Memperbaiki Struktur Tanah Pada Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah 1) Mengindentifikasi potensi dan masalah wilayah penyuluhan pertanian, 2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, 3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah (IPW), 4) Menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu dan biaya) serta, 5) Mengetahui jumlah petani yang melaksanakan pembuatan dan pengaplikasian biochar sekam padi pada tanaman cabai merah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan 1) Identifikasi potensi dan masalah menggunakan metode RRA menunjukkan adanya limbah sekam padi yang tidak dimanfaatkan dengan penurunan kualitas tanah, 2) Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan kemauan petani dalam pemanfaatan biochar sekam padi dilahan usahatani cabai merah dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 10 orang (27,8%) menjadi 12 orang (33,33%), 3) Sasaran penyuluhan yaitu pengurus dan anggota kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman cabai merah, 4) Hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Secanggang sebesar 83,68% dan kriteria sangat setuju, 5) Jumlah petani yang melakukan pembuatan dan pengaplikasian biochar sekam padi yaitu sebanyak 12 orang (33,33%).

2026-08-20 07:08:59 Injuniar
Pemberdayaan Petani Dalam Pemanfaatan Sekam Menjadi Briket Dengan Sistem Participatory Action Research (Par)
1 day ago
Williyana Harahap (Medan, 2026)

Williyana Harahap, NIRM 01.01.22. Pemanfaatan limbah sekam padi di Desa Lantosan II, Kecamatan Padang Bolak Julu masih belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, padahal limbah tersebut dapat diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani sebelum dan sesudah program pemberdayaan serta menganalisis efektivitas pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam meningkatkan ketiga aspek tersebut. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling jenuh terhadap 26 anggota Kelompok Tani Horas II. Kegiatan pemberdayaan dilakukan melalui tahapan PAR yang meliputi penyiapan sosial, identifikasi masalah, perencanaan, aksi berupa pelatihan dan praktik pembuatan briket, serta refleksi. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kuesioner skala Likert, serta lembar unjuk kerja, kemudian dianalisis menggunakan Paired Sample t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah pemberdayaan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Nilai rata-rata N-Gain pengetahuan sebesar 0,61 (kategori sedang), sikap sebesar 0,61 (kategori sedang), dan keterampilan sebesar 0,75 (kategori tinggi). Dengan demikian, pendekatan PAR efektif meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan sekam padi menjadi briket sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi

2026-08-20 06:08:42 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Keong Mas Sebagai Bahan Baku Pupuk Organik Cair (Poc) Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang
1 day ago
Widhya Tamara (Medan, 2026)

Penerapan pertanian berkelanjutan memerlukan upaya peningkatan penggunaan pupuk organik serta pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar petani. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan adalah keong mas, yang selama ini dikenal sebagai hama tanaman padi sawah, namun berpotensi dijadikan bahan baku pupuk organik cair (POC). Pengkajian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan pertanian tentang pemanfaatan keong mas sebagai bahan baku POC pada tanaman padi sawah serta mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang disusun. Pengkajian dilaksanakan di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang menggunakan pendekatan  kuantitatif dengan jenis pengkajian deskriptif. Tahapan pengkajian meliputi identifikasi potensi wilayah (IPW), perumusan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penentuan sasaran, penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi penerimaan petani. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 39 petani. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, waktu, lokasi, dan biaya memperoleh tingkat penerimaan petani sebesar 86,7% dengan kategori sangat efektif. Selain itu, diperoleh sebanyak 22 petani (56,4%) bersedia memanfaatkan keong mas sebagai bahan baku POC. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dapat diterima sangat baik oleh petani dan berpotensi mendukung penerapan pertanian berkelanjutan.

2026-08-20 06:08:53 Injuniar
Efektivitas Penyuluhan Dengan Sistem Kerja Training And Visit Terhadap Penggunaan Pestisida Nabati Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera Frugiperda) Pada Tanaman Jagung (Zea Mays L.)
1 day ago
Vania Aulia Gunawan (Medan, 2026)

Vania Aulia Gunawan, NIRM 01.01.22.501. Efektivitas Penyuluhan Dengan Sistem Kerja Training and Visit Terhadap Penggunaan Pestisida Nabati Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda) Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.). Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani sebelum dan sesudah penyuluhan melalui Sistem Kerja Training and Visit, menganalisis efektivitas penerapannya, serta mengetahui tingkat adopsi petani terhadap penggunaan pestisida nabati. Penelitian dilaksanakan pada Maret – Mei 2026 di Kelompok Tani Banda Cubadak, Nagari Kapelgam Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, tes (pre-test dan post-test), serta observasi terhadap 30 petani jagung. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test, uji N-gain, dan analisis tingkat adopsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Kerja Training and Visit efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Nilai N-gain pengetahuan sebesar 0,69 (sedang), sikap 0,62 (sedang), dan keterampilan 0,80 (tinggi). Tingkat adopsi petani terhadap penggunaan pestisida nabati mencapai 79,73% dan termasuk kategori tinggi

2026-08-20 06:08:45 Injuniar
Penggunaan Pupuk Organik Cair Keong Mas (Pomacea Canaliculate) Berbasis Asam Amino Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L) Di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi
1 day ago
Trivina Wahyuni Harefa (Medan, 2026)

Produksi pakcoy (Brassica rapa L) di Kota Gunungsitoli mengalami penurunan drastis sebesar 41,10% dalam kurun waktu 2023–2025, yang disebabkan oleh degradasi kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus, banjir, serta kelangkaan pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Asam Amino Keong Mas terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy, menyusun rancangan penyuluhan, serta mengukur tingkat penerimaan rancangan penyuluhan pertanian dan penerapan petani terhadap inovasi Pupuk Organik Cair (POC) Asam Amino Keong Mas. Kajian teknis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan lima taraf konsentrasi POC (0, 20, 40, 60, dan 80 ml/L) dan lima ulangan, menghasilkan 25 satuan percobaan dengan total 400 tanaman dan 100 tanaman sampel. Kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner skala Likert, melibatkan 41 petani dari tiga kelompok tani aktif di Desa Binaka yang ditentukan secara sensus. Hasil kajian teknis menunjukkan bahwa pemberian Pupuk organik cair (POC) Keong Mas berbasis Asam amino berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot segar tanaman pakcoy. Konsentrasi terbaik diperoleh pada perlakuan P4 (80 ml/L) dengan tinggi tanaman 29,04 cm, jumlah daun 18,00 helai, dan bobot segar 348,80 g/tanaman. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 85,85% dengan kategori Sangat Menerima, sedangkan tingkat penerapan petani mencapai 85,63% dengan kategori Sangat Baik, dan sebanyak 20 dari 41 petani (49%) telah menggunakan POC pada lahan usahatani mereka sehingga target penyuluhan tercapai. Pupuk organik cair (POC) Keong Mas berbasis Asam amino terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan pakcoy sekaligus berpotensi menjadi solusi pemulihan kesuburan tanah melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan.

2026-08-20 04:08:00 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Dan Pengaplikasikan Pestisida Nabati Dari Kunyit Untuk Mengatasi Hama Thrips Untuk Cabe Merah ( Capsicum Anuum L) Di Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota
1 day ago
Thoriq Al Fadhil (Medan, 2026)

Thoriq Al Fadhil ,Nirm 01.01.22.500 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan petani, menganalisis tujuan dan sasaran penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta menyusun rancangan penyuluhan pembuatan dan pengaplikasian pestisida nabati dari kunyit untuk mengatasi hama thrips pada tanaman cabai merah di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner terhadap 32 pengurus kelompok tani yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama petani adalah tingginya serangan hama thrips, ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta rendahnya pemanfaatan kunyit sebagai pestisida nabati. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya berada pada kategori sangat setuju, sehingga rancangan penyuluhan dinilai layak diterapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengendalian hama thrips secara ramah lingkungan.

2026-08-20 04:08:30 Injuniar
Efektivitas Penyuluhan Berbasis Media Sosial Dalam Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat (Nilaparvata Lugens) Pada Tanaman Padi
1 day ago
Sintia Alya Putriani Pulungan (Medan, 2026)

Hama wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) merupakan salah satu hama utama tanaman padi yang dapat menurunkan produktivitas dan menyebabkan kerugian bagi petani. Di Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, pengendalian hama ini masih banyak mengandalkan pestisida kimia. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan yang  dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam pengendalian hama wereng batang coklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani sebelum dan sesudah penyuluhan berbasis media sosial serta menganalisis efektivitas penyuluhan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 di Kecamatan Sei Bamban dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan pre-test dan post-test. Responden berjumlah 30 petani yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif, menggunakan uji paired sample t-test, dan analisis efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani setelah penyuluhan. Rata-rata pengetahuan meningkat dari 6,93 menjadi 9,27, sedangkan sikap meningkat dari 68,5% menjadi 92,75% dengan nilai signifikansi 0,000. Keterampilan petani juga meningkat hingga berada pada kategori terampil. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis media sosial efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam pengendalian hama wereng batang coklat.

2026-08-20 04:08:29 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Alternate Wetting And Drying (Awd) Dalam Pengelolaan Air Padi Sawah Di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang
1 day ago
Selly Dion Maretti Sibarani (Medan, 2026)

Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi masalah penyuluhan pertanian di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) dalam pengelolaan air padi sawah sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) berdasarkan karakteristik demografi, sosial, dan ekonomi petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan penerapan AWD dalam pengelolaan air padi sawah yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang bersedia menerapkan teknologi AWD dalam pengelolaan air padi sawah di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis data menggunakan skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian menunjukkan petani masih menerapkan sistem penggenangan air secara terus-menerus, memiliki pengetahuan yang rendah mengenai teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD), serta belum optimal dalam pengelolaan air irigasi pada usahatani padi sawah; (2) penetapan tujuan penyuluhan telah disusun sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD sehingga tujuan yang dirumuskan jelas, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu yang jelas; (3) sasaran penyuluhan berjumlah 47 orang petani yang telah sesuai dengan karakteristik demografi, sosial, dan ekonomi sebagai sasaran penyuluhan; (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan memperoleh persentase sebesar 86,6% dengan kategori sangat efektif; dan (5) jumlah petani yang bersedia menerapkan teknologi AWD meningkat dari 20 orang menjadi 25 orang sebesar 53,2% dari total 47 responden setelah pelaksanaan penyuluhan.

2026-08-20 03:08:30 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Serangan Hama Thrips Sp. Menggunakan Yellow Sticky Trap Pada Tanaman Cabai Merah Keriting Di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah
1 day ago
Rona Maulindia (Medan, 2026)

Rona Maulindia. NIRM. 01.01.22.532. Rencana Penyuluhan Pengendalian Serangan Hama Thrips sp. Menggunakan Yellow Sticky Trap untuk Tanaman Cabai Merah Keriting di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. Serangan hama Thrips sp. dan besarnya ketergantungan petani pada pestisida kimia menjadi salah satu masalah yang memengaruhi pertumbuhan serta hasil cabai merah keriting. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah itu adalah dengan memanfaatkan yellow sticky trap, tetapi penggunaan oleh petani masih tergolong rendah. Rancangan penyuluhan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi daerah dan permasalahan pertanian, menganalisis penetapan tujuan serta sasaran penyuluhan, menilai tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan mengetahui jumlah petani yang menerapkan pengendalian hama Thrips sp. dengan yellow sticky trap. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati, mewawancarai, dan menggunakan kuesioner. Target penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis data memakai metode Rapid Rural Appraisal (RRA), skala Likert, dan analisis deskriptif. Hasil desain penyuluhan menunjukkan bahwa (1) Kecamatan Bandar memiliki potensi untuk mengembangkan usaha tani cabai merah keriting, namun masih menghadapi masalah tingginya serangan hama Thrips sp. dan belum optimalnya penggunaan limbah botol plastik sebagai bahan pembuatan yellow sticky trap, (2) tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan jumlah petani yang melakukan pengendalian dengan yellow sticky trap dari 0 orang (0%) menjadi 15 orang (50%), (3) sasaran penyuluhan adalah petani cabai merah keriting yang terdaftar dalam kelompok tani, (4) tingkat keefektifan desain penyuluhan mencapai 86,32% dengan kategori sangat efektif dan (5) jumlah petani yang melaksanakan pengendalian menggunakan yellow sticky trap sebanyak 15 orang (50%).

2026-08-20 03:08:25 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pertanian Tumpang Sari Tanaman Cabai Di Lahan Jagung Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat
1 day ago
Risna Banurea (Medan, 2026)

Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan teknologi tumpang sari tanaman cabai di lahan jagung berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang menerapkan teknologi tumpang sari tanaman cabai di lahan jagung. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dilakukan menggunakan metode rancangan penyuluhan dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) identifikasi masalah di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu memiliki potensi pengembangan tumpang sari cabai di lahan jagung, namun penerapannya masih rendah karena petani cenderung menerapkan pola tanam monokultur dan memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai teknik budidaya tumpang sari, (2) sasaran penyuluhan berjumlah 35 orang petani jagung, (3) tujuan penyuluhan pertanian yang ingin dicapai adalah petani mau menerapkan teknologi tumpang sari cabai di lahan jagung sesuai anjuran dari 0 orang (0%) menjadi 15 orang (37,5%), (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan sebesar 86,01% dengan kategori sangat setuju, (5) sebanyak 3 orang (8,57%) telah menerapkan teknologi tumpang sari jagung dan cabai, 4 orang (11,43%) menyatakan bersedia menerapkan pada musim tanam berikutnya, sedangkan 28 orang (80,00%) belum bersedia menerapkannya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan memberikan respons positif terhadap rancangan kegiatan, namun diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan adopsi teknologi di tingkat petani.

2026-08-20 02:08:23 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Dan Pemanfaatanbokashi Dari Limbah Eceng Gondokuntuk Meningkatkan Kesuburan Tanah Pada Tanaman Melon (Cucumis Melo L) Di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai
3 days ago
Riski Gunawan Siregar (Medan, 2026)

Riski Gunawan Siregar, NIRM. 01.01.22.496. Rancangan Penyuluhan Pembuatan dan Pemanfaatan Bokashi dari Limbah Eceng Gondok untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan pengkajian ini adalah (1) mengidentifikasi potensi dan permasalahan wilayah, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) menetapkan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya, serta (5) mengetahui jumlah petani yang membuat dan memanfaatkan bokashi eceng gondok. Pengkajian dilaksanakan pada Maret sampai Mei 2026 di Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin. Kajian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 30 petani melon sebagai responden yang ditentukan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis data menggunakan metode Rapid Rural Appraisal, prinsip SMART dan ABCD, analisis deskriptif, serta skala Likert. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa eceng gondok tersedia cukup melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal, sedangkan kondisi kesuburan tanah pada lahan melon masih rendah. Tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan jumlah petani yang membuat dan memanfaatkan bokashi dari 0 orang menjadi 15 orang atau 50%. Sasaran penyuluhan adalah petani melon yang tergabung dalam lima kelompok tani di Desa Nagur. Tingkat penerimaan petani terhadap keseluruhan rancangan penyuluhan mencapai 81,38% dan termasuk kategori sangat setuju. Setelah penyuluhan, sebanyak 15 petani atau 50% telah membuat dan mengaplikasikan bokashi, 3 petani atau 10% telah membuat tetapi belum mengaplikasikannya, dan 12 petani atau 40% belum menerapkan. Dengan demikian, tujuan rancangan penyuluhan telah tercapai.

2026-08-18 08:08:15 Injuniar
Prototipe Aplikasi Saku Brigade Berbasis Aplikasi Web Untuk Brigade Pangan
3 days ago
Riki Rahmadani (Medan, 2026)

Perkembangan teknologi digital pertanian mendorong kebutuhan sistem pengelolaan keuangan yang transparan, terstruktur, dan mudah diakses. Pada Brigade Pangan, pencatatan keuangan manual berpotensi menyebabkan kehilangan data, keterlambatan pelaporan, serta rendahnya keterbukaan informasi antar anggota. Penelitian ini bertujuan merancang prototipe aplikasi pencatatan keuangan berbasis web sesuai kebutuhan Brigade Pangan, menganalisis kualitas aplikasi berdasarkan standar ISO/IEC 25010, serta mengetahui implikasi penerapannya terhadap efektivitas pengelolaan keuangan. Metode perancangan  sistem menggunakan prototype dengan tahapan communication, quick plan, modelling quick design, construction of prototype, serta deployment delivery and feedback. Aplikasi Saku Brigade dikembangkan menggunakan Google Apps Script, Google Sheets, Google Drive, JavaScript, HTML, dan CSS, dengan penerapan Role-Based Access Control dan arsitektur multi-tenant. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kebutuhan pengguna, black-box testing, dan Uji Kualitas ISO/IEC 25010. Hasil menunjukkan prototipe Saku Brigade berhasil menyediakan fitur mutasi kas, rekap kerja alat, kas alat, data alsintan, analisis usaha tani, berkas data, log aktivitas, dan pengaturan pengguna. Uji black box terhadap 34  skenario menunjukkan seluruh fungsi valid dengan keberhasilan 100%. Uji kualitas menunjukkan aplikasi memenuhi functional suitability, performance efficiency, compatibility, interaction capability, reliability, security, maintainability, flexibility, dan safety. Dengan demikian, Saku Brigade layak digunakan karena meningkatkan efektivitas pencatatan, pelaporan, transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan, meskipun fitur offline perlu dikembangkan.

2026-08-18 08:08:59 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengaplikasian Racun Tikus Orgnaik Dari Umbi Gadung Pada Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat
3 days ago
Rasmaliana Padang (Medan, 2026)

Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi masalah penyuluhan pertanian di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pengaplikasian racun tikus organik dari umbi gadung pada tanaman jagung berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang menerapkan racun tikus organik dari umbi gadung pada tanaman jagung. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dilakukan menggunakan metode rancangan penyuluhan dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian tingginya serangan hama tikus pada tanaman jagung dan rendahnya pemanfaatan racun tikus organik dari umbi gadung sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan, (2) tujuan penyuluhan yang ditetapkan yaitu meningkatkan jumlah petani yang menerapkan racun tikus organik dari umbi gadung sebanyak 15 orang (42,8%), (3) sasaran penyuluhan berjumlah 35 orang petani jagung yang sebagian besar berada pa a usia produktif, memiliki pengalaman berusahatani yang cukup baik, dan tergabung dalam kelompok tani aktif, (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan sebesar 85,80% dengan kategori sangat setuju, (5) jumlah petani yang menerapkan racun tikus organik dari umbi gadung sebanyak 17 orang (48,57%), sehingga  menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berhasil mendorong penerapan teknologi pengendalian hama tikus pada tanaman jagung

2026-08-18 07:08:23 Injuniar