POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Search By Submitted Date


Total Result : 140
Rancangan Penyuluhan Pemangkasan Pemeliharaan Tanaman Kopi Sesuai Good Agricultural Practices (GAP) Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan
1 day ago
Dina Syakinah Simamora (Medan, 2026)

Dina Syakinah Simamora, NIRM. 01.02.22.357. Rancangan Penyuluhan Pemangkasan Pemeliharaan Tanaman Kopi Sesuai Good Agricultural Practices (GAP) Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Rancangan penyuluhan bertujuan (1) menganalisis penetapan masalah di Kecamatan Sipirok; (2) mengetahui penetapan tujuan penyuluhan pemangkasan pemeliharaan tanaman kopi sesuai GAP berdasarkan prinsip SMART dan ABCD; (3) mengetahui penetapan sasaran berdasarkan karakteristik; (4) menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya); (5) mengevaluasi tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan; (6) mengetahui jumlah pekebun yang melaksanakan pemangkasan pemeliharaan sesuai GAP. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data  melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Pengukuran menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan (1) identifikasi wilayah menggunakan metode RRA pada Kecamatan Sipirok memiliki potensi besar pada sektor pertanian kopi, namun pekebun belum menerapkan pemangkasan pemeliharaan tanaman kopi secara optimal; (2) tujuan penyuluhan ditetapkan sebesar 55%; (3) Sasaran berjumlah 66 orang dengan kriteria usia produktif, pendidikan rata-rata SMA, sebagian besar lahan milik sendiri, luas lahan >1 ha, dan tergabung dalam kelompok tani; (4) Rancangan penyuluhan memperoleh kategori sangat efektif dengan persentase 88,48%; (5) Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 43,03%, sikap pada kategori sangat setuju sebesar 85,30%, serta 35 orang terampil dalam pemangkasan. (6) jumlah pekebun menerapkan pemangkasan pemeliharaan sesuai GAP sebesar 31,82%. 

2026-10-26 09:10:53 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pruning Dalam Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
1 day ago
Muhammad Naufal Aqilah (Medan, 2026)

Muhammad Naufal Aqilah, NIRM. 01.02.22.372. Rancangan Penyuluhan Penerapan Pruning dalam Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi wilayah, menganalisis penetapan tujuan dan sasaran penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta menganalisis sikap petani terhadap penerapan pruning dalam peningkatan produktivitas kelapa sawit di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan dalam identifikasi potensi wilayah Adalah Mixed Method. Penentuan sasaran dilakukan secara purposive terhadap 67 orang petani kelapa sawit yang tergabung dalam kelompok tani. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan skala Likert dan garis kontinum untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan serta sikap petani terhadap penerapan pruning. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Kecamatan Stabat memiliki potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan kelembagaan petani yang mendukung pengembangan usaha tani kelapa sawit. Rancangan penyuluhan yang disusun meliputi materi penerapan pruning, metode diskusi, demonstrasi cara dan kunjugan usaha tani media folder dan media sesungguhnya, volume penyuluhan dua kali pertemuan, lokasi di lahan petani, waktu pelaksanaan berdasarkan kesepakatan bersama, serta biaya secara swadaya. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori tinggi sehingga rancangan yang disusun dinilai sesuai dengan kebutuhan petani. Sikap petani terhadap penerapan pruning juga menunjukkan kategori positif yang mengindikasikan adanya kesiapan petani untuk menerapkan teknik pruning dalam upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit.

2026-10-26 04:10:07 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Trichoderma sp. & Paenibacillus polymyxa Dalam Pengendalian Ganoderma boninense Pada Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit Di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara
1 day ago
Irwan Ginting (Medan, 2026)

Penyakit Penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense merupakan ancaman utama terhadap keberlanjutan produksi kelapa sawit di Indonesia. Aplikasi agen hayati seperti Trichoderma sp. dan Paenibacillus polymyxa menjadi alternatif pengendalian yang potensial dan ramah lingkungan. Namun, tingkat adopsi inovasi ini di kalangan petani rakyat masih sangat rendah akibat minimnya pengetahuan dan keterampilan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi masalah penyakit BPB, merumuskan rancangan penyuluhan yang terstruktur, menganalisis tingkat penerimaan petani, serta mengevaluasi tingkat adopsi teknologi pengendalian hayati di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2026 menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 30 responden yang ditarik secara purposive dari lima kelompok tani. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, serta Rural Rapid Appraisal (RRA), yang kemudian dianalisis menggunakan interpretasi skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan dengan kombinasi metode demonstrasi cara, diskusi, dan kunjungan usaha tani yang didukung media folder dan benda sesungguhnya sangat diterima oleh petani. Tingkat penerimaan secara keseluruhan mencapai 83% (kategori efektif). Lebih lanjut, pelaksanaan penyuluhan berhasil memotivasi 66,66% responden untuk secara mandiri memproduksi dan mengaplikasikan agen hayati tersebut di lahan usahatani mereka. Disimpulkan bahwa rancangan penyuluhan yang sistematis efektif dalam meningkatkan kapasitas petani untuk mengendalikan penyakit busuk pangkal batang.

2026-10-26 04:10:05 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penerapan Jarak Tanam Kelapa Sawit Sesuai Good Agricultural Practices (GAP) Di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara
1 day ago
Riyan Hidayatullah Simbolon (Medan, 2026)

Riyan Hidayatullah Simbolon, NIRM 01.02.22.374. Rancangan Penyuluhan Penerapan Jarak Tanam Kelapa Sawit Sesuai Good Agricultural Practices (GAP) dalam Mendukung Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Pulo Jantan Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, penerapan teknik budidaya kelapa sawit rakyat masih belum sepenuhnya sesuai dengan standar Good Agricultural Practices (GAP), khususnya dalam pengaturan jarak tanam yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Kondisi ini menjadi perhatian dalam mendukung keberhasilan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), sehingga diperlukan rancangan penyuluhan yang tepat untuk meningkatkan pemahaman dan kemauan petani dalam menerapkan jarak tanam sesuai GAP.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, menganalisis tujuan dan sasaran penyuluhan, mengukur tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui kemauan petani dalam menerapkan jarak tanam kelapa sawit sesuai GAP. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan tujuan penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan jumlah petani yang mau menerapkan jarak tanam sesuai GAP sebanyak 16 orang (40%). Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 87,19% dengan kategori sangat efektif. Evaluasi sikap menunjukkan 58,98% petani sangat mau, 38,46% mau, dan 2,56% cukup mau menerapkan jarak tanam sesuai GAP. Dengan demikian, rancangan penyuluhan dinilai sangat efektif dalam meningkatkan kemauan petani mendukung Program PSR.

2026-10-26 04:10:19 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penerapan Atraktan Elaeidobius kamerunicus Dalam Meningkatkan Produksi Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Di Kecamatan Na IX – X Kabupaten Labuhanbatu Utara
1 day ago
Ahmad Taufik Hidayat Nasution (Medan, 2026)

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas perkebunan unggulan yang produksi tandan buah segarnya (TBS) sangat dipengaruhi oleh keberhasilan proses penyerbukan. Rendahnya populasi dan aktivitas serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus menyebabkan proses penyerbukan belum optimal yang ditandai dengan munculnya buah partenokarpi, sehingga berdampak pada penurunan produksi TBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, menyusun rancangan penyuluhan pertanian mengenai penerapan atraktan Elaeidobius kamerunicus, menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah pekebun yang bersedia menerapkan atraktan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 49 pekebun sebagai responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya memperoleh tingkat penerimaan sebesar 83,44% dengan kategori efektif. Evaluasi perubahan perilaku menunjukkan sebanyak 29 orang (59,18%) pekebun bersedia menerapkan atraktan, melebihi target yang ditetapkan yaitu 26 orang (53%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun telah sesuai dengan kebutuhan pekebun dan berpotensi meningkatkan penerapan atraktan sebagai upaya mendukung peningkatan produksi tandan buah segar kelapa sawit.

2026-10-26 03:10:06 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Taksasi Dan Realisasi Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Dalam Upaya Peningkatan Akurasi Produksi Di PT. Nusa Pusaka Kencana Kebun Bahilang
1 day ago
Sasi Rizka Nabila (Medan, 2026)

Sasi Rizka Nabila, NIRM. 01.04.22.279. Analisis Taksasi dan Realisasi Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dalam Upaya Peningkatan Akurasi Produksi di PT. Nusa Pusaka Kencana Kebun Bahilang. Taksasi panen merupakan kegiatan penting dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit karena menjadi dasar perencanaan tenaga kerja, armada angkut, dan kapasitas pabrik. Namun, hasil taksasi sering berbeda dengan realisasi panen aktual akibat faktor kematangan buah, kehilangan hasil saat panen, cuaca, dan ketelitian petugas taksasi. PT. Nusa Pusaka Kencana Kebun Bahilang menerapkan teknik buffer dengan sensus sampel 6,5% dari populasi tanaman, sehingga perlu dikaji apakah penambahan jumlah sampel dapat meningkatkan akurasi. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat akurasi taksasi menggunakan sampel 6,5% dan 7,5% terhadap realisasi panen, serta menganalisis tingkat akurasi produksi berdasarkan kedua sampel tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025–Januari 2026 di Blok A07a dan A08a menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan inferensial, meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan taksasi dengan sampel 7,5% memiliki akurasi lebih tinggi (94,29– 95,26%) dibandingkan sampel 6,5% (76,76–81,19%) dan tidak berbeda nyata dengan realisasi panen, sehingga layak digunakan sebagai dasar perencanaan produksi meskipun memerlukan waktu pelaksanaan sedikit lebih lama.

 

2026-10-26 02:10:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Pengendalian Hama Tikus (Rattus sp.) Menggunakan Rodentisida Pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit Di PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk Dolok Estate
1 day ago
Irma Veronica Naibaho (Medan, 2026)

Irma Veronica Naibaho, NIRM 01.04.22.239. Hama tikus (Rattus sp.) merupakan organisme pengganggu tanaman utama pada perkebunan kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi signifikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas rodentisida berbahan aktif brodifakum 0,005 BB dalam mengendalikan hama tikus dan menganalisis biaya pengendalian di PT PP. London Sumatra Indonesia Tbk. Dolok Estate. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga Februari 2026 di Blok 25112003 Divisi 02, menggunakan dua plot pengamatan: Plot 1 (lahan bekas jagung, 14,52 Ha, 2.076 pokok) dan Plot 2 (lahan bekas replanting kelapa sawit, 16,11 Ha, 2.304 pokok). Parameter yang diamati meliputi persentase umpan hilang sebagai indikator tingkat aktivitas tikus dengan ambang batas 20% sesuai SOP perusahaan. Analisis statistik menggunakan uji Independent Sample T-Test dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rodentisida terbukti efektif menekan populasi tikus secara kumulatif, dengan rata-rata persentase umpan hilang menurun dari 29,5% (Oktober) menjadi 21,8% (Februari) di Plot 1, dan dari 21,5% menjadi 21,8% di Plot 2. Uji tTest menunjukkan perbedaan signifikan tingkat serangan antara kedua plot (t=2,126; Sig.=0,039 < 0,05), dengan Plot 1 mencatatkan rata-rata 29,70% dan Plot 2 sebesar 21,57%. Total biaya pengendalian per bulan adalah Rp 38.675.163 (Plot 1) dan Rp 42.784.453 (Plot 2), atau setara Rp 2.663.578 dan Rp 2.655.769 per hektar per bulan. Komponen biaya terbesar adalah rodentisida (74-77%) diikuti tenaga kerja (22-23%). Disimpulkan bahwa brodifakum efektif sebagai antikoagulan generasi kedua dengan efek kumulatif yang meningkat seiring konsistensi aplikasi. 

2026-10-26 02:10:35 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Hazard Identification, Risk Assessment And Control (HIRAC) Dan Pengendalian Risiko Kerja Karyawan Panen Terhadap Upaya Peningkatan Produktivitas Di PT Nusa Pusaka Kencana
1 day ago
Aprie Maharani Lumban Gaol (Medan, 2026)

Aprie Maharani Lumban Gaol, NIRM. 01.04.22.257. Pengaruh Hazard Identification, Risk Assessment and Control (HIRAC) dan Pengendalian Risiko Kerja Karyawan Panen terhadap Upaya Peningkatan Produktivitas di PT Nusa Pusaka Kencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Hazard Identification, Risk Assessment and Control (HIRAC) terhadap pengendalian risiko kerja dan produktivitas tenaga kerja pemanen, serta mengetahui peran pengendalian risiko kerja sebagai variabel mediasi pada tenaga kerja pemanen di PT Nusa Pusaka Kencana Kebun Bahilang. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025–Januari 2026 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 49 orang tenaga kerja pemanen yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear sederhana, uji t, analisis jalur, dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan HIRAC berpengaruh signifikan terhadap pengendalian risiko kerja (t = 3,358; sig. = 0,002). Pengendalian risiko kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas pemanen (t = 3,635; sig. = 0,001). Penerapan HIRAC juga berpengaruh signifikan terhadap produktivitas pemanen (t = 3,541; sig. = 0,001). Hasil uji Sobel menunjukkan bahwa pengendalian risiko kerja mampu memediasi pengaruh penerapan HIRAC terhadap produktivitas pemanen (t = 2,422). Dengan demikian, penerapan HIRAC yang efektif dapat meningkatkan pengendalian risiko kerja dan produktivitas tenaga kerja pemanen di PT Nusa Pusaka Kencana Kebun Bahilang.

2026-10-26 01:10:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Kajian Karakteristik Crude Palm Oil Dari Pemanenan Fraksi 2 Dan 3 Tandan Buah Segar Di PT. Smart TBK. Padang Halaban Estate
4 days ago
Laskar Mahardika Fauzi (Medan, 2026)

Laskar Mahardika Fauzi, NIRM. 01.04.22.271. Karakteristik Mutu Crude Palm Oil Pada Fraksi Panen 2 Dan 3. Mutu Crude Palm Oil (CPO) dipengaruhi oleh tingkat kematangan Tandan Buah Segar (TBS) saat panen. Di PT SMART Tbk. Padang Halaban Estate, pemanenan dilakukan pada fraksi 2 dan fraksi 3 yang sama-sama memenuhi standar kematangan, namun karakteristik mutu CPO yang dihasilkan dari kedua fraksi tersebut belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan mutu CPO yang dihasilkan dari pemanenan TBS fraksi 2 dan fraksi 3. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 14 sampel, terdiri atas tujuh sampel fraksi 2 dan tujuh sampel fraksi 3. Analisis mutu dilakukan berdasarkan SNI 01-2901-2006 dan standar PORIM, sedangkan analisis data menggunakan Independent Sample t-Test dan Mann-Whitney U Test pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter mutu CPO, yaitu FFA, kadar air, kadar kotoran, DOBI, dan karoten, memenuhi standar yang berlaku. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) antara fraksi 2 dan fraksi 3. Namun, secara deskriptif fraksi 3 cenderung menghasilkan nilai DOBI dan karoten yang lebih tinggi. Dengan demikian, pemanenan fraksi 2 maupun fraksi 3 sama-sama mampu menghasilkan CPO yang memenuhi standar mutu, meskipun fraksi 3 memiliki kecenderungan menghasilkan kualitas minyak yang lebih baik.

2026-10-23 04:10:59 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbandingan Kinerja Dan Biaya Operasional Aplikasi Herbisida Pratumbuh Metode Drone Dan Konvensional Pada Tebu (Saccharum officinarum L.) Plant Cane Di PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Kebun Sei Semayang
4 days ago
Iwan Era Syahputra (Medan, 2026)

Iwan Era Syahputra, Nirm. 01.04.22.240. Perbandingan Kinerja dan Biaya Operasional Aplikasi Herbisida Pratumbuh Metode Drone dan Konvensional pada Tebu (Saccharum officinarum L.) Plant Cane di PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Kebun Sei Semayang. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja dan biaya operasional aplikasi herbisida pratumbuh metode drone sprayer dan konvensional pada tebu plant cane. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptifkomparatif berdasarkan data operasional actual Rayon AMT 2025/2026. Sampel ditentukan melalui sampel jenuh, yaitu 38 hari operasi yang terdiri atas 20 hari operasi drone sprayer dan 18 hari operasi konvensional. Indikator kinerja meliputi kapasitas kerja aktual dan kebutuhan tenaga kerja per hektare. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan kapasitas kerja drone sprayer sebesar 10,93 ha/hari, lebih tinggi dibandingkan konvensional 2,71 ha/hari. Kebutuhan tenaga kerja drone sprayer sebesar 0,2506 HOK/ha, lebih rendah dibandingkan konvensional 1,3160 HOK/ha. Kedua indikator berbeda signifikan dengan p < 0,001. Biaya operasional drone sprayer sebesar Rp804.043/ha, lebih tinggi dibandingkan konvensional Rp758.908/ha. Titik impas tercapai jika tarif jasa drone turun menjadi Rp216.838/ha atau biaya garap konvensional naik menjadi Rp252.942/ha.

2026-10-23 03:10:41 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Penggunaan Kotoran Burung Puyuh Dan Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang Pada Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang
4 days ago
Abdul Malik (Medan, 2026)

Abdul Malik, NIRM. 01.01.22.470. Efektivitas Penggunaan Kotoran Burung Puyuh dan Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang pada Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan menentukan dosis perlakuan terbaik kotoran burung puyuh serta pupuk organik cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun, serta mengetahui tingkat penerimaan, pengetahuan, sikap, dan penerapan petani terhadap kegiatan penyuluhan. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Mei 2026 di Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan dua ulangan. Faktor pertama adalah kotoran burung puyuh (0, 5, 10, 15, dan 20 ton/ha) dan faktor kedua POC bonggol pisang (0, 500, 600, dan 700 ml/L air). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kotoran burung puyuh dan POC bonggol pisang berpengaruh sangat nyata terhadap panjang buah, diameter buah, berat buah per tanaman, dan berat buah per plot. Kombinasi terbaik diperoleh pada P3K3 (15 ton/ha kotoran burung puyuh dan 700 ml/L POC bonggol pisang) dengan berat buah per tanaman 2,515 kg dan berat buah per plot 70,35 kg. Hasil penyuluhan menunjukkan tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian sebesar 82,12%, peningkatan pengetahuan dari 48,86% menjadi 84,57%, tingkat sikap 82,17%, dan tingkat penerapan teknologi 28,57%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kombinasi kotoran burung puyuh dosis 15 ton/ha dan POC bonggol pisang 700 ml/L air merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan produksi tanaman mentimun. Kegiatan penyuluhan juga dikategorikan efektif sampai dengan sangat efektif dalam meningkatkan penerimaan, pengetahuan, sikap, dan penerapan teknologi oleh petani.

2026-10-23 02:10:55 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi Sebagai Pembenah Tanah Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan
5 days ago
Risti Rahmadayani (Medan, 2026)

Risty Rahmadayani, NIRM. 01.01.22.497. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi Sebagai Pembenah Tanah Pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan. Rendahnya produktivitas padi sawah sering dikaitkan dengan menurunnya kesuburan tanah, sementara limbah sekam padi yang berpotensi menjadi pembenah tanah justru belum dimanfaatkan. Di Desa Sorimanaon, sekam padi mencapai 400–600 kg per hari dan hanya dibakar atau ditumpuk, serta seluruh petani belum pernah mengolahnya menjadi biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sekam padi dan teknik pembuatan biochar yang sesuai, menyusun rancangan penyuluhan, serta mengukur tingkat validasinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Rapid Rural Appraisal, melibatkan 40 petani padi sawah, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta kuesioner yang dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekam padi tersedia melimpah dan berkelanjutan sebagai bahan baku biochar, dengan teknik pirolisis sederhana menggunakan kawat ram sebagai teknik yang paling sesuai karena murah, mudah, dan dapat diterapkan tanpa keahlian khusus. Rancangan penyuluhan disusun atas sembilan komponen berbasis prinsip SMART dan ABCD. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan mencapai 84,62% (kategori sangat efektif), dan target penerapan tercapai penuh, yaitu 15 dari 40 petani (37,5%) menerapkan biochar di lahannya.

2026-10-22 11:10:22 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Modifikasi Tepung Keladi Menggunakan Ragi Tape Pada Petani Keladi
5 days ago
Nur Nadia Febrianti Fatihah Putri (Medan, 2026)

Nur Nadia Febrianti Fatihah Putri, NIRM 01.01.22.525, melakukan kajian tentang pengaruh lama fermentasi dan konsentrasi ragi tape terhadap karakteristik tepung keladi (Colocasia esculenta L.) termodifikasi serta efektivitas program penyuluhan bagi petani di Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Keladi merupakan komoditas umbi lokal potensial yang belum dimanfaatkan optimal oleh petani di wilayah tersebut. Kajian ini bertujuan mengkaji pengaruh lama fermentasi dan konsentrasi ragi tape terhadap karakteristik tepung keladi termodifikasi, serta merancang dan menguji validitas program penyuluhan bagi petani. Metode yang digunakan meliputi eksperimen RAL faktorial 2×2 (lama fermentasi 24 dan 48 jam; konsentrasi ragi 1% dan 2%) dengan kontrol, dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Duncan, serta validasi rancangan penyuluhan kepada 40 petani dan anggota KWT secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan lama fermentasi dan konsentrasi ragi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air tepung (10,08–10,69%, memenuhi SNI), namun perlakuan T2K2 (ragi 2%, fermentasi 48 jam) paling disukai panelis berdasarkan uji organoleptik. Rancangan penyuluhan berupa demonstrasi cara dan ceramah dengan media poster dan benda sesungguhnya terbukti sangat efektif (skor 83,6%), meningkatkan pengetahuan petani dari 48,5% menjadi 90,5%. Tepung keladi modifikasi ragi tape berpotensi menjadi inovasi pangan lokal yang layak disebarluaskan melalui penyuluhan pertanian.

2026-10-22 11:10:06 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penerapan Trichoderma sp. Sebagai Pengendali Hayati Penyakit Layu Bakteri Pada Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum) Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
5 days ago
Agnes Sianturi (Medan, 2026)

Agnes Sianturi, NIRM. 01.01.22.267. Rancangan Penyuluhan Penerapan Trichoderma sp. sebagai Pengendali Hayati Penyakit Layu Bakteri pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masalah penyuluhan pertanian, menganalisis tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, menetapkan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik petani, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah petani yang menerapkan Trichoderma sp. Penelitian menggunakan kajian evaluatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Parbuluan memiliki potensi pengembangan budidaya kentang, namun masih menghadapi tingginya serangan penyakit layu bakteri dan rendahnya kemauan petani menerapkan Trichoderma sp. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan mencapai 83,23%  dengan kategori Sangat Setuju. Rancangan penyuluhan berhasil meningkatkan jumlah petani yang menerapkan Trichoderma sp. dari target awal 15 orang (46,87%) menjadi 19 orang (59,37%), sehingga dinilai efektif dalam meningkatkan kemauan petani menerapkan pengendalian hayati penyakit layu bakteri pada tanaman kentang.

2026-10-22 11:10:28 admin@polbangtanmedan.ac.id