POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Search By Submitted Date


Total Result : 126
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Ceri Kopi Arabika Menjadi Pupuk Organik Cair Di Desa Sait Buttu Saribu Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun
15 hours ago
Lily Hardanti, (Medan, 2026)

Lily Hardanti, NIRM. 01.02.22.335. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya limbah kulit ceri kopi arabika yang mencapai 40–50% dari total hasil panen di Kecamatan Pematang Sidamanik yang belum dimanfaatkan secara optimal, serta mahalnya harga pupuk kimia yang menjadi beban utama petani. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi potensi wilayah, menganalisis penetapan tujuan dan sasaran penyuluhan menggunakan prinsip SMART-ABCD, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta menganalisis jumlah petani yang melaksanakan pemanfaatan limbah kulit ceri kopi menjadi pupuk organik cair. Penelitian dilaksanakan di Desa Sait Buttu Saribu dengan melibatkan 46 responden dari Kelompok Tani Karya Putra dan Kelompok Wanita Tani Simanja menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert, observasi lembar ceklis, dan kunjungan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan seluruh kegiatan penyuluhan mencapai 82,98% berkriteria sesuai, dengan indikator metode menjadi tertinggi sebesar 87,90% berkriteria sangat sesuai. Jumlah petani yang melaksanakan pembuatan pupuk organik cair meningkat dari target 14 orang (30%) menjadi 23 orang (50%), menunjukkan keberhasilan rancangan penyuluhan

yang disusun.

2026-09-23 07:09:52 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Hilirisasi Kelapa Sawit: Pengolahan Tandan Buah Segar (Tbs) Menjadi Dodol Di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan
15 hours ago
Fadillah Dinda Maharani (Medan, 2026)

Fadillah Dinda Maharani, NIRM. 01.02.22.327. Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan y kegiatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Namun, pemanfaatan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pekebun masih terbatas pada penjualan dalam bentuk segar sehingga nilai ekonomi yang diperoleh relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan  mengevaluasi rancangan penyuluhan hilirisasi kelapa sawit melalui pengolahan TBS menjadi dodol di Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 menggunakan metode survei. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi terhadap 51 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi perubahan perilaku pekebun yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun terdiri atas materi pengolahan TBS menjadi dodol, metode demonstrasi cara dan kunjungan usahatani, media folder, volume dua kali pertemuan, lokasi rumah ketua kelompok tani, waktu pagi hari, dan biaya swadaya. Tingkat penerimaan rancangan penyuluhan memperoleh persentase rata-rata 83,05% dengan kategori sesuai. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan meningkatkan keterampilan pekebun terhadap pengolahan TBS menjadi dodol sebagai upaya hilirisasi produk perkebunan.

2026-09-23 07:09:24 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Feromon Nanas Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang
15 hours ago
Arbi Ferdiansyah Marpaung (Medan, 2026)

Arbi Ferdiansyah Marpaung, NIRM.01.02.22.353.Tanaman kelapa sawit belum menghasilkan sering mengalami gangguan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman akibat kerusakan pada bagian pupus dan pelepah muda. Kajian ini bertujuan menyusun dan mengevaluasi rancangan penyuluhan pengendalian hama kumbang tanduk menggunakan perangkap Feromon nanas pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Metode kajian yang digunakan adalah kajian evaluatif dengan pendekatan rancangan penyuluhan pertanian melalui tahapan identifikasi masalah, penetapan tujuan, penentuan sasaran, penyusunan materi, metode, media, lokasi, waktu, biaya, serta evaluasi penerapan teknologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 45 pekebun kelapa sawit. Hasil kajian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun memperoleh tingkat penerimaan sebesar 88% dengan kategori sangat efektif. Tujuan penyuluhan tercapai dengan adanya penerapan pengendalian hama kumbang tanduk menggunakan perangkap Feromon nanas oleh 22 orang pekebun atau sebesar 49% dari total responden. Penerapan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan mampu mendorong pekebun dalam mengadopsi teknologi pengendalian hama yang lebih efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan

2026-09-23 07:09:29 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengelolaan Administrasi Kelompok Tani Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
16 hours ago
Annisa Fitria Asti (Medan, 2026)

Annisa Fitria Asti, NIRM 01.02.22.352. Rancangan Penyuluhan Pengelolaan Administrasi Kelompok Tani di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.Kelompok tani di Kecamatan Stabat menghadapi kendala dalam pengelolaan administrasi yang tertib, sehingga menurunkan kepercayaan anggota dan menghambat optimalisasi fungsi kelompok. Penelitian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, dan penerapan administrasi kelompok tani secara efektif dan berkelanjutan. Penelitian deskriptif kuantitatif dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 dengan 39 pengurus kelompok tani sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, dengan instrumen yang telah diuji validitas (Pearson Product Moment) dan reliabilitas (Cronbach Alpha). Analisis data menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerimaan rancangan penyuluhan sebesar 84,67% (kategori Sangat Menerima), dengan rincian aspek materi 86,37%, metode 82,36%, media 83,60%, volume 85,47%, lokasi 86,06%, waktu 84,41%, dan biaya 85,13%. Penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan pengurus sebesar 13,72% (N-Gain 0,459, kategori sedang), sikap 89,08%, keterampilan 73,33%, sementara penerapan administrasi baru mencapai 61,5%. Hasil ini mengindikasikan bahwa rancangan penyuluhan efektif dalam mendukung penguatan kelembagaan kelompok tani, meskipun penerapan administrasi masih perlu ditingkatkan. Disarankan pengurus kelompok tani menerapkan administrasi secara berkelanjutan, penyuluh melakukan pendampingan rutin, BPP memprioritaskan program ini dalam programa penyuluhan, serta peneliti selanjutnya mengkaji pengumpulan data kelompok tani berbasis teknologi terbaru

2026-09-23 06:09:03 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Biochar Dari Limbah Tongkol Jagung
16 hours ago
Nilam Abelia (Medan, 2026)

Nilam Abelia, NIRM 01.01.22.524, Rancangan Penyuluhan Pembuatan Biochar dari Limbah Tongkol jagung. Limbah tongkol jagung di Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya dibakar atau dibiarkan di lahan. Kondisi tersebut menyebabkan limbah belum memiliki nilai tambah, sementara tanah di wilayah penelitian memiliki pH 5,0–5,5 yang tergolong masam sehingga memerlukan pembenah tanah. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemanfaatan limbah tongkol jagung sebagai biochar, menyusun rancangan penyuluhan, serta mengetahui tingkat validasi rancangan penyuluhan pembuatan biochar. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2026 di Kecamatan Batang Masumai menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua metode pembuatan biochar, yaitu metode tradisional dan single drum kiln yang masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi kadar air, pH, tekstur, dan warna biochar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), sedangkan validasi rancangan penyuluhan dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode single drum kiln menghasilkan biochar dengan kualitas lebih baik dibandingkan metode tradisional, ditunjukkan oleh kadar air sebesar 4,10% dan hasil uji ANOVA yang menunjukkan pengaruh nyata terhadap kadar air (Sig. 0,041). Rancangan penyuluhan yang disusun memperoleh tingkat validasi sebesar 79,27% dengan kategori efektif, sedangkan penilaian sikap petani mencapai 80,33% dengan kategori setuju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar dari limbah tongkol jagung berpotensi mendukung pembenahan tanah sekaligus menjadi materi penyuluhan yang layak diterapkan kepada petani.

2026-09-23 06:09:06 Injuniar
Penerapan Pupuk Organik Cair Urine Kambing, Limbah Kulit Nanas Dan Pisang Terhadap Pertumbuhan Tanaman Semangka (Citrullus Lanatus) Di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai
17 hours ago
Natasya Ramadhana (Medan, 2026)

Natasya Ramadhana, NIRM 01.01.22.523, Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk anorganik yang berpotensi menurunkan kesuburan tanah serta belum optimalnya pemanfaatan limbah organik, seperti urine kambing, limbah kulit nanas, dan kulit pisang, sebagai pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian POC berbahan urine kambing, limbah kulit nanas, dan kulit pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka (Citrullus lanatus), menentukan dosis perlakuan terbaik, serta mengetahui tingkat penerimaan dan penerapan petani terhadap inovasi tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 di Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial yang terdiri atas lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan meliputi P0 (kontrol), P1 (50 ml + 20 ml), P2 (100 ml + 35 ml), P3 (150 ml + 50 ml), dan P4 (200 ml + 65 ml). Parameter yang diamati meliputi panjang sulur, jumlah daun, umur berbunga, berat buah, panjang buah, dan diameter buah pada umur panen 55 hari setelah tanam. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%, sedangkan efektivitas penyuluhan dianalisis melalui pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil tanaman semangka. Perlakuan P4 memberikan pertumbuhan vegetatif dan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, serta mendorong penerapan teknologi POC oleh petani. Dengan demikian, POC berbahan urine kambing, limbah kulit nanas, dan kulit pisang berpotensi menjadi alternatif pupuk organik yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam budidaya tanaman semangka.

2026-09-23 05:09:40 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Prinsip Enam Tepat Dalam Menggunakan Fungisida Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum L) Di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai
17 hours ago
Fachri Faturrachman (Medan, 2026)

Fachri Faturrachman, NIRM. 01.01.22.512. Rancangan Penyuluhan Penerapan Prinsip Enam Tepat Dalam Menggunakan Fungisida Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) di Desa Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. Permasalahan berkurangnya luas panen tanaman cabai di Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai disebabkan oleh penyakit antraknosa yang menyerang tanaman cabai petani. Pengendalian penyakit antraknosa yang semakin sulit membuat minat petani dalam berbudidaya tanaman cabai menjadi menurun. Pengendalian yang semakin sulit terjadi dikarenakan petani tidak menerapkan prinsip enam tepat saat menggunakan fungisida untuk mengendalikan penyakit antraknosa. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan penyuluhan tentang prinsip enam tepat saat menggunakan fungisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah yang ada di Kecamatan Sei Bamban, menetapkan tujuan dan sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat efektivitas rancangan penyuluhan yang dirancang dan diterapkan, serta untuk mengetahui jumlah petani yang mau menerapkan materi yang telah disuluhkan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Rural Rapid Appraisal (RRA), skala likert dan analisis perubahan sikap petani cabai merah. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efektivitas rancangan penyuluhan sebesar 81,3% dengan kategori sangat efektif. Adapun jumlah petani yang menerapkan prinsip enam tepat dalam menggunakan fungisida menapai 50% (17 orang), melebihi target sebesar 5,9% (2 orang). Rancangan penyuluhan terbukti efektif meningkatkan penerimaan dan penerapan prinsip enam tepat dalam menggunakan fungisida untuk mengendalikan penyakit antraknosa.

2026-09-23 05:09:17 Injuniar
Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Menjadi Teh Kaskara Dengan Penambahan Varian Aromatik Kayu Manis Dan Cengkeh Di Ladang Langit Coffee Farm Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara
1 day ago
Mona Mastari Sitohang (Medan, 2026)

Mona Mastari Sitohang, NIRM 01.04.22.245. Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Menjadi Teh Kaskara dengan Penambahan Varian Aromatik Kayu Manis dan Cengkeh di Ladang Langit Coffee Farm Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pengolahan limbah kulit buah kopi menjadi teh kaskara, pengaruh kayu manis dan cengkeh terhadap karakteristik organoleptik serta penerimaan panelis, dan menganalisis kelayakan usaha teh kaskara. Penelitian dilaksanakan di Ladang Langit Coffee Farm, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan tujuh perlakuan dan 30 panelis sebagai responden. Parameter meliputi warna, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan limbah kulit buah kopi berhasil diolah melalui tahapan sortasi, pencucian, pengeringan, penghalusan, pencampuran bahan aromatik, pengemasan, dan penyeduhan. Hasil uji organoleptik menunjukkan penambahan kayu manis dan cengkeh memengaruhi tingkat kesukaan panelis, dengan perlakuan terbaik pada formulasi 10 gram kaskara dan 2 gram cengkeh dalam 250 ml air berdasarkan warna, aroma, dan rasa. Varian aromatik kayu manis dan cengkeh berpengaruh terhadap karakteristik sensori. Produk aromatik cenderung lebih disukai daripada kaskara tanpa aromatik, sehingga meningkatkan daya terima produk. Analisis biaya menunjukkan usaha teh kaskara layak dikembangkan karena memberikan keuntungan, memiliki nilai R/C Ratio lebih besar dari satu, serta Break Even Point (BEP) tercapai pada setiap perlakuan.

2026-09-22 07:09:14 Injuniar
Studi Mutu Crude Palm Oil (Cpo) Berdasarkan Variasi Waktu Penundaan Pengolahan Brondolan Sawit Varietas Dxp Ppks 540 Di Kebun Hapesong Pt. Perkebunan Nusantara Iv Regional 1
1 day ago
Khairul Aswin Simatupang (Medan, 2026)

Khairul Aswin Simatupang, Nirm 01.04.22.269. Penundaan engolahan brondolan kelapa sawit setelah panen berpotensi menurunkan mutu Crude palm oil (CPO) akibat meningkatnya kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu CPO yang dihasilkan dari brondolan kelapa sawit varietas DxP PPKS 540 fraksi 3 pada berbagai waktu penundaan pengolahan serta menentukan batas maksimum penundaan yang masih memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 01-2901-2006). Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri atas lima taraf perlakuan waktu tunda pengolahan, yaitu 0, 6, 12, 18, dan 24 jam, dengan tiga kali ulangan pada setiap perlakuan. Parameter yang dievaluasi meliputi kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoran pada crude palm oil (CPO). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa ariasi waktu tunda pengolahan memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap seluruh parameter mutu CPO yang diamati. Peningkatan durasi penundaan pengolahan diikuti oleh kenaikan kadar ALB, kadar air, dan kadar kotoran. Perlakuan tanpa penundaan (0 jam) menghasilkan mutu CPO terbaik dengan nilai ALB sebesar 1,31±0,01%, kadar air 0,10±0,01%, dan kadar kotoran 0,13±0,01%. Mengacu pada ketentuan SNI 01-2901-2006, CPO yang dihasilkan dari penundaan pengolahan hingga 18 jam masih memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Sebaliknya, penundaan selama 24 jam menyebabkan kadar ALB melampaui batas maksimum yang diperkenankan. Temuan ini mengindikasikan bahwa waktu tunda pengolahan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kualitas CPO, sehingga brondolan sawit perlu segera diolah setelah panen dengan waktu penundaan yang direkomendasikan tidak lebih dari 18 jam.

2026-09-22 07:09:17 Injuniar
Pengaruh Sistem Ancak Panen Tetap Dan Premi Panen Terhadap Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit (Studi Kasus Di Pt Lonsum Sibulan Estate)
1 day ago
Juan Ebenezer Sembiring (Medan, 2026)

Juan Ebenezer Sembiring, NIRM.01.04.22.268. Pengaruh Sistem Ancak Panen Tetap dan Premi Panen terhadap Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT LONSUM Sibulan Estate). Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji produktivitas pemanen dan mengakaji pengaruh sistem ancak panen tetap dan premi panen terhadap produktivitas pemanen. Pengkajian ini dilaksanakan di PT Lonsum Sibulan Estate Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan Desember 2025 sampai dengan April 2026. Metode pengkajian yang digunakan adalah Mixed Method Design dengan model Explanatory Sequential Mixed Method. Pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara dengan informan. Pengambilan sampel pada pengkajian ini dengan teknik sampling total, dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Metode analisis data dengan analisis uji asumsi klasik dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa produktivitas pemanen tinggi yaitu 1.793,98 kg/hari diatas basis tugas perusahaan 1.500 kg/hari. Sementara hasil regresi linear berganda pengaruh sistem ancak panen tetap dan premi panen terhadap produktivitas pemanen diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 891,726 + 141,210 X1 + 0,0002 X2. Uji F menggunakan f-hitung menunjukkan bahwa faktor sistem ancak tetap dan premi panen memiliki pengaruh signifikan dengan nilai f-hitung lebih besar daripada f-tabel. Sedangkan, menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor sistem ancak tetap dan premi panen berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel

2026-09-22 07:09:00 Injuniar
E Val Uas I Kondi S I Ke Ragaan Tanaman Kelapa Sawit Yang Terserang Hama Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros L.) Di Ppks Kebun Sei Aek Pancur
1 day ago
Fahri Aditiansyah (Medan, 2026)

Fahri Aditiansyah, Nirm. 01.04.22.237. Evaluasi Kondisi Keragaan Tanaman Kelapa Sawit yang Terserang Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) di PPKS Kebun Sei Aek Pancur. Pengkajian ini bertujuan untuk (1) mengkaji tingkat dan intensitas serangan hama kumbang tanduk pada tanaman kelapa sawit, dan (2) mengkaji perbandingan pertumbuhan vegetatif tanaman kelapa sawit berdasarkan intensitas serangan hama kumbang tanduk di PPKS Kebun Sei Aek Pancur, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Kajian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 s.d. Maret 2026 menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive pada 3 (tiga) blok pengamatan dengan variasi umur tanaman, yaitu blok AP 30 S (tahun tanam 2017, ± 9 tahun), AP 35 S (tahun tanam 2020, ± 6 tahun), dan AP 38 S (tahun tanam 2022, ± 4 tahun), dengan total 134 tanaman sampel. Parameter yang diamati meliputi persentase tanaman terserang, intensitas serangan berdasarkan skor 0–5, serta parameter pertumbuhan vegetatif tanaman (tinggi tanaman, jumlah pelepah, jumlah daun, dan kondisi titik tumbuh). Analisis data menggunakan uji One-Way ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil kajian menunjukkan bahwa persentase tanaman terserang berkisar antara 46% (berat) hingga 90% (sangat berat), sedangkan intensitas serangan berada pada kategori ringan hingga sedang (22%–44%). Perbandingan pertumbuhan vegetatif menunjukkan pola yang konsisten, yaitu semakin tinggi kategori intensitas serangan, semakin rendah nilai parameter pertumbuhan tanaman. Serangan kumbang tanduk berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah pelepah pada ketiga blok, serta jumlah daun pada blok AP 35 S dan AP 38 S, dengan kelompok serangan berat secara konsisten menunjukkan nilai pertumbuhan terendah pada uji lanjut DMRT. Kerusakan titik tumbuh pada kelompok serangan berat mencapai skor 2,42–2,83 dari skor maksimum 3, mengindikasikan gangguan pertumbuhan vegetatif yang signifikan.

2026-09-22 07:09:18 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Konservasi Tanah Secara Vegetatif Pada Sawah Terasering Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Longsor Di Nagari Batipuh Baruah Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
1 month ago
Zelvia Angelita (Medan, 2026)

Zelvia Angelita, NIRM 01.01.22.504. Rancangan Penyuluhan Penerapan Konservasi Tanah Secara Vegetatif Pada Sawah Terasering Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Longsor di Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, 2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD 3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan, 4) Menyusun rancangan penyuluhan meliputi materi, metode, media, waktu, lokasi, volume dan biaya, 5) Menganalisis jumlah petani yang menerapkan konservasi tanah secara vegetatif di Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nagari Batipuh Baruah memiliki potensi pengembangan konservasi tanah secara vegetatif pada sawah terasering, meskipun masih menghadapi risiko erosi dan longsor serta penerapan konservasi oleh petani belum optimal; (2) tujuan penyuluhan yang disusun berdasarkan prinsip SMART dan ABCD berhasil tercapai, ditunjukkan oleh 22 orang petani yang menerapkan konservasi tanah secara vegetatif; (3) sasaran penyuluhan ditetapkan sebanyak 40 orang petani sawah terasering dengan karakteristik yang sesuai; (4) rancangan penyuluhan memperoleh tingkat efektivitas sebesar 80,54% dengan kategori efektif sehingga layak diterapkan; dan (5) sebanyak 22 orang petani menerapkan kombinasi rumput vetiver dan rumput banto sesuai rekomendasi penyuluhan, sehingga target penerapan sebanyak 20 orang petani berhasil terlampaui.

2026-08-20 07:08:45 Injuniar