POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Search By Submitted Date


Total Result : 142
Rancangan Penyuluhan Penerapan Prinsip Enam Tepat Dalam Menggunakan Fungisida Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) di Desa Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai.
1 hour ago
Fachri Faturrachman (Medan, 2026)

Fachri Faturrachman, NIRM. 01.01.22.512. Rancangan Penyuluhan Penerapan Prinsip Enam Tepat Dalam Menggunakan Fungisida Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) di Desa Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. Permasalahan berkurangnya luas panen tanaman cabai di Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai disebabkan oleh penyakit antraknosa yang menyerang tanaman cabai petani. Pengendalian penyakit antraknosa yang semakin sulit membuat minat petani dalam berbudidaya tanaman cabai menjadi menurun. Pengendalian yang semakin sulit terjadi dikarenakan petani tidak menerapkan prinsip enam tepat saat menggunakan fungisida untuk mengendalikan penyakit antraknosa. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan penyuluhan tentang prinsip enam tepat saat menggunakan fungisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah yang ada di Kecamatan Sei Bamban, menetapkan tujuan dan sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat efektivitas rancangan penyuluhan yang dirancang dan dite rapkan, serta untuk mengetahui jumlah petani yang mau menerapkan materi yang telah disuluhkan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Rural Rapid Appraisal (RRA), skala likert dan analisis perubahan sikap petani cabai merah. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efektivitas rancangan penyuluhan sebesar 81,3% dengan kategori sangat efektif. Adapun jumlah petani yang menerapkan prinsip enam tepat dalam menggunakan fungisida menapai 50% (17 orang), melebihi target sebesar 5,9% (2 orang). Rancangan penyuluhan terbukti efektif meningkatkan penerimaan dan penerapan prinsip enam tepat dalam menggunakan fungisida untuk mengendalikan penyakit antraknosa.

2026-10-12 08:10:04 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit di Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara masih belum optima
2 hours ago
Mhd. Alwi Habidana Batubara (Medan, 2026)

Mhd. Alwi Habidana Batubara, NIRM 01.02.22.371. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit di Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara masih belum optimal. Kondisi tersebut menyebabkan limbah Lidi kelapa sawit belum memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Pengkajian ini bertujuan untuk menyusun dan mengevaluasi rancangan penyuluhan tentang pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit menjadi anyaman piring bagi Kelompok Wanita Tani. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret s.d Mei 2026 di Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Metode pengkajian Mix Method meliputi Identifikasi Potensi Wilayah, penetapan tujuan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penetapan sasaran, penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi penerimaan rancangan penyuluhan. Sasaran penyuluhan berjumlah 48 orang anggota Kelompok Wanita Tani Nusa Indah, Teguh, Sentosa, dan Mawar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Kecamatan Kualuh Hulu memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang besar, tetapi pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit oleh Kelompok Wanita Tani masih rendah. Rancangan penyuluhan memperoleh tingkat penerimaan sebesar 86,85% dengan kategori sangat menerima. Setelah kegiatan penyuluhan dilaksanakan, tingkat niat sasaran terhadap pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit mencapai 83,93% dengan kategori menerima.

2026-10-12 07:10:18 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (Pbko) Dengan Menggunakan Atraktan Trap Pada Tanaman Kopi Robusta Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
3 hours ago
Silvi Hafni Sunardi (Medan, 2026)

Silvi Hafni Sunardi, Nirm 01.02.22.343. Rancangan Penyuluhan  Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) dengan Menggunakan Atraktan Trap Pada Tanaman Kopi Robusta. Hypothenemus hampei merupakan salah satu hama utama yang menyebabkan penurunan produksi dan mutu kopi robusta di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Petani masih mengandalkan pestisida kimia dan belum menerapkan teknologi atraktan trap, sehingga diperlukan rancangan penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan pengendalian PBKo menggunakan atraktan trap, mengkaji tingkat penerimaan sasaran terhadap rancangan penyuluhan, serta mengkaji persentase penerapan teknologi oleh petani. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Mei 2026 menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 50 petani kopi robusta yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori sangat efektif, yaitu materi 89,68%, metode 89,80%, media 82,76%, volume 89,90%, waktu 88,80%, lokasi 90,72%, dan biaya 90,50%. Pelaksanaan penyuluhan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani, dengan tingkat penerapan teknologi mencapai 36% atau sebanyak 18 responden.

Kata kunci : rancangan penyuluhan, PBKo, atraktan trap, kopi robusta, tingkat penerimaan

2026-10-12 06:10:39 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pemangkasan Produksi Untuk Meningkatkan Produktivitas Pada Tanaman Kopi Robusta Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
3 hours ago
Pusva Nirmala Hasibuan (Medan, 2026)

Pusva Nirmala Hasibuan, NIRM. 01.02.22.339. Penyuluhan pertanian merupakan proses pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku utama dalam mengadopsi inovasi teknologi guna mendukung pengembangan usahatani yang berkelanjutan. Salah satu teknologi budidaya yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman kopi robusta adalah penerapan pemangkasan produksi sesuai anjuran. Di kecamatan Marancar, kabupaten Tapanuli Selatan, produktivitas tanaman kopi robusta masih tergolong rendah karena penerapan pemangkasan produksi oleh pekebun belum dilakukan secara optimal. Rendahnya produktivitas tanaman kopi robusta di kecamatan Marancar, kabupaten Tapanuli Selatan, dipengaruhi oleh belum optimalnya penerapan pemangkasan produksi sesuai anjuran teknis budidaya. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk menyusun rancangan penyuluhan mengenai penerapan pemangkasan produksi guna meningkatkan produktivitas tanaman kopi robusta. Kajian dilaksanakan untuk menganalisis penetapan masalah, perumusan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penetapan sasaran, penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi tingkat penerimaan pekebun terhadap efektivitas rancangan penyuluhan dan jumlah pekebun yang menerapkan pemangkasan produksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun termasuk dalam kategori sangat efektif dengan tingkat efektivitas sebesar 87,52%. Aspek metode penyuluhan memperoleh nilai tertinggi sebesar 89,3%, sedangkan aspek lokasi memperoleh nilai terendah sebesar 86%, namun tetap berada pada kategori sangat efektif. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan jumlah pekebun yang menerapkan pemangkasan produksi menjadi 21 orang (52,5%) dari 40 sasaran, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 20 orang. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dinilai efektif dalam mendukung peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta penerapan pemangkasan produksi pada usahatani kopi robusta.

2026-10-12 06:10:05 Injuniar
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi limbah ampas kopi, menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, serta menganalisis peningkatan pengetahuan dan jumlah pekebun yang mau membuat ampas kopi menjadi sabun scrub di Desa Kalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.
5 hours ago
Juita Frida Butarbutar (Medan, 2026)

Juita Frida Butarbutar, NIRM 01.02.22.333, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi limbah ampas kopi, menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, serta menganalisis peningkatan pengetahuan dan jumlah pekebun yang mau membuat ampas kopi menjadi sabun scrub di Desa Kalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive dengan melibatkan 40 responden dari 8 kelompok tani menggunakan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert, pre-test dan post-test, serta penilaian praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Sidikalang memiliki potensi limbah ampas kopi sekitar 480 kg per bulan yang berasal dari 20 coffee shop aktif. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan mencapai 84,3% dengan kategori sangat setuju. Pengetahuan peserta meningkat dari 64,4% menjadi 88% atau sebesar 37%. Selain itu, sebanyak 15 pekebun dari 40 pekebun (37,5%) mau membuat sabun scrub dari ampas kopi setelah mengikuti penyuluhan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan diterima dengan sangat baik dan mampu meningkatkan pengetahuan serta kemauan pekebun. Pemanfaatan ampas kopi menjadi sabun scrub berpotensi dikembangkan sebagai usaha bernilai tambah untuk mendukung peningkatan pendapatan pekebun.

2026-10-12 04:10:41 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Hilirisasi Kelapa Sawit: Pengolahan Tandan Buah Segar (Tbs) Menjadi Dodol Di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan
5 hours ago
Fadillah Dinda Maharani (Medan, 2026)

Fadillah Dinda Maharani, NIRM. 01.02.22.327. Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kegiatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Namun, pemanfaatan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pekebun masih terbatas pada penjualan dalam bentuk segar sehingga nilai ekonomi yang diperoleh relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengevaluasi rancangan penyuluhan hilirisasi kelapa sawit melalui pengolahan TBS menjadi dodol di Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.  Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 menggunakan metode survei. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi terhadap 51 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi  perubahan perilaku pekebun yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun terdiri atas materi pengolahan TBS menjadi dodol, metode dem onstrasi cara dan kunjungan usahatani, media folder, volume dua kali pertemuan, lokasi rumah ketua kelompok tani, waktu pagi hari, dan biaya swadaya. Tingkat penerimaan rancangan penyuluhan memperoleh persentase rata-rata 83,05% dengan kategori sesuai. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan meningkatkan keterampilan pekebun terhadap pengolahan TBS menjadi dodol sebagai upaya hilirisasi produk perkebunan.

2026-10-12 04:10:21 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Briket di Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara
6 hours ago
Fachrurrozy Ahmad Ritonga (Medan, 2026)

Fachrurrozy Ahmad Ritonga, NIRM. 01.02.22.326. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Briket di Kecamatan Padang Bolak  Julu Kabupaten Padang Lawas Utara, Perkebunan kelapa sawit menghasilkan limbah pelepah dalam jumlah besar yang umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan sering ditumpuk di gawangan mati sehingga berpotensi menjadi sumber hama dan penyakit. Pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket merupakan salah satu bentuk hilirisasi yang dapat meningkatkan nilai tambah limbah sekaligus menyediakan sumber energi alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rancangan penyuluhan, tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta dampak penyuluhan pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket di Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian dilaksanakan pada Maret–April 2026 menggunakan metode kajian rancangan penyuluhan dan evaluasi penyuluhan. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive, sedangkan sasaran penelitian adalah satu kelompok tani yang mengusahakan tanaman kelapa sawit. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menilai rancangan penyuluhan dan perubahan perilaku petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun meliputi materi pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket, metode ceramah dan demonstrasi cara, media folder, video, serta benda sesungguhnya, dengan pelaksanaan sebanyak dua kali pertemuan. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori tinggi dan kegiatan penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, serta keterampilan petani dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket. Dengan demikian, penyuluhan yang dirancang efektif dalam mendukung pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit menjadi produk bernilai tambah dan ramah lingkungan.

2026-10-12 03:10:32 Injuniar
Rancangan Penyuluhan penerapan standar panen sesuai Good Agriculture Practice (GAP) pada pekebun kelapa sawit di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai.
6 hours ago
Dzaki Khoiri Jasir, (Medan, 2026)

Dzaki Khoiri Jasir, NIRM. 01.02.22.358. Rancangan Penyuluhan penerapan standar panen sesuai Good Agriculture Practice (GAP) pada pekebun kelapa sawit di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai..Penerapan standar pemanenan kelapa sawit sesuai Good Agricultural Practices (GAP) berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas tandan buah segar (TBS). Tetapi, masih ditemui pekebun yang belum mempraktikkan standar panen cocok GAP sehingga berakibat pada rendahnya mutu hasil panen. Riset ini bertujuan buat mengenali kemampuan daerah, menganalisis pencapaian tujuan penyuluhan bersumber pada prinsip SMART serta ABCD, menganalisis tingkatan penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, dan menganalisis tingkatan pengetahuan serta perilaku pekebun dalam pelaksanaan standar pemanenan kelapa sawit sesuai GAP di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai. Riset memakai tata cara survei dengan pendekatan Rapid Rural Appraisal( RRA). Responden riset berjumlah 74 pekebun kelapa sawit yang berasal dari 3 desa sentra penciptaan kelapa sawit. Informasi dikumpulkan lewat observasi, wawancara, serta kuesioner, setelah itu dianalisis secara deskriptif kuantitatif memakai persentase. Hasil riset menampilkan kalau Kecamatan Dolok Masihul mempunyai kemampuan yang besar dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit, tetapi masih ada kasus dalam aktivitas pemanenan yang belum cocok standar GAP. Tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan mencapai 81,5% dengan kategori menerima. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan pengetahuan pekebun dari 45% menjadi 71,6% serta meningkatkan sikap pekebun hingga mencapai 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pekebun terhadap penerapan standar pemanenan kelapa sawit sesuai GAP.

2026-10-12 03:10:06 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Perangkap Atraktan Etanol dan Metanol untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi
6 hours ago
Dini Anita Siringoringo. (Medan, 2026)

Dini Anita Siringoringo. NIRM 01.02.22.323. Rancangan Penyuluhan Penggunaan Perangkap Atraktan Etanol dan Metanol untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) (Hypothenemus hampei) merupakan hama utama yang menyebabkan penurunan produksi dan mutu kopi arabika di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Pengendalian menggunakan perangkap atraktan berbahan etanol dan metanol menjadi alternatif yang ramah lingkungan, namun belum pernah diterapkan oleh petani karena belum adanya kegiatan penyuluhan yang memperkenalkan teknologi tersebut. Pengkajian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, menyusun rancangan penyuluhan penggunaan perangkap atraktan etanol dan metanol, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengevaluasi perubahan pengetahuan dan sikap petani setelah penyuluhan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif terhadap 51 petani kopi arabika yang dipilih dari populasi 106 petani. Hasil menunjukkan tujuan penyuluhan tercapai, ditandai meningkatnya petani yang bersedia menerapkan teknologi dari 0 menjadi 18 orang (35,29%). Rancangan penyuluhan diterima dengan kategori sesuai dengan nilai keseluruhan 82,37%. Kegiatan penyuluhan meningkatkan pengetahuan petani dari 39,80% menjadi 94,90% dengan peningkatan pengetahuan 91,53%, serta membentuk sikap positif dengan persentase 80,54% (kategori menerima). 

2026-10-12 03:10:41 Injuniar
Pengkajian ini bertujuan untuk mendesain rancangan penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan pekebun, dan jumlah pekebun yang mau melakukan Pengolahan limbah pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kelurahan Padang Merbau
6 hours ago
Dara Fitri Chania (Medan, 2026)

Dara Fitri Chania, NIRM 01.02.22.322. Pengkajian ini bertujuan untuk mendesain rancangan penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan pekebun, dan jumlah pekebun yang mau melakukan Pengolahan limbah pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kelurahan Padang Merbau. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 dengan melibatkan 42 pekebun sebagai responden melalui pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA). Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test serta tingkat sikap pekebun. Rancangan penyuluhan yang disusun mencakup materi pengolahan pelepah sawit menjadi silase, metode demonstrasi cara dan kunjungan usaha tani, serta media folder dan media sesungguhnya yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sasaran. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan keseluruhan rancangan penyuluhan mencapai 82,14% dengan kategori sesuai. Pengetahuan pekebun meningkat sebesar 62,17% dari pre-test ke post-test dengan kategori baik, dan tingkat sikap pekebun mencapai 84,88% dengan kategori sangat setuju. Sebanyak 25 pekebun (59,52%) menyatakan mau melakukan inovasi tersebut, melampaui target awal sebesar 17 orang (40%). Rancangan penyuluhan yang telah disusun dinyatakan berhasil dan dapat dijadikan acuan pelaksanaan penyuluhan pertanian pada wilayah dengan kondisi serupa.

2026-10-12 03:10:13 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Kompos di Kecamatan Juhar Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Tujuan pengkajian ini adalah
7 hours ago
Beatric E.R. Sinambela (Medan, 2026)

Beatric E.R. Sinambela, NIRM 01.02.22.355. Rancangan  Penyuluhan Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Kompos di Kecamatan Juhar Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkatpenerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhanserta mengkaji pengetahuan dan tingkat sikap pekebun mengenai pengolahan limbah kulit kakao menjadi pupuk kompos. Pengkajian dilaksanakan di Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara pada bulan April sampai Mei 2026. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan. Selain itu, evaluasi penyuluhan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan memperoleh persentase sebesar 86,72% dan termasuk kategori sangat menerima. Selanjutnya, hasil evaluasi pengetahuan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan sebesar 68,65%. Hasil evaluasi sikap menunjukkan persentase sebesar 85,89% dengan kategori sangat setuju, yang menunjukkan adanya respons positif pekebun terhadap penerapan teknologi pengolahan limbah kulit kakao menjadi pupuk kompos di Kecamatan Juhar.

2026-10-12 02:10:33 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Feromon Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (Tbm) Di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
7 hours ago
Ari Rizki Halomoan Siagian (Medan, 2026)

Ari Rizki Halomoan Siagian, NIRM. 01.02.22.319. Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Feromon Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM) di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan pengkajian ini adalah (1) mengkaji rancangan penyuluhan pengendalian hama kumbang tanduk menggunakan perangkap feromon pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM), (2) mengkaji tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan (3) mengkaji dampak penyuluhan terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Pengkajian dilakukan bulan April 2026 di Desa Portibi Julu dan Desa Portibi Jae, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang petani kelapa sawit. Metode pengumpulan datanya dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, observasi, tes pra dan tes pasca, serta menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa (1) rencana pelatihan dibuat sesuai dengan kebutuhan para petani, mencakup isi materi, cara penyampaian, alat yang digunakan, jumlah peserta, tempat, jadwal, dan biaya pelatihan, (2) tingkat kesenangan para petani terhadap rencana pelatihan mencapai 88,53% dengan kriteria sangat efektif, dan (3) dampak dari pelatihan tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 20,43% menjadi 63,30%, sikap para petani mencapai 77,06% dengan kategori setuju, serta keterampilan mencapai 66,66% dengan kategori cukup terampil.

2026-10-12 02:10:00 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis Jacq.) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Tani Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
7 hours ago
Abilla Aulia Nevianda (Medan, 2026)

Abilla Aulia Nevianda, NIRM. 01.02.22.313. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis Jacq.) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Tani Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah bagaimana menyusun rancangan penyuluhan yang terukur dan teruji tingkat penerimaan sesuai indikator Rancangan Penyuluhan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Tani Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan kuesioner dan jenis penelitian pengkaji ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuatitatif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan skala likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan rancangan penyuluhan yang telah dibuat sudah disiapkan dengan lengkap. Penyampaian materinya dilakukan dengan metode demonstrasi cara, didukung oleh media seperti folder, audio-visual serta benda sesungguhnya. Seluruh aspek dalam penyuluhan, termasuk materi, metode, media, waktu, dan lokasi, mendapatkan penilaian positif dari pekebun dengan tingkat penerimaan mencapai 85,07% dengan kriteria sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang dibuat sudah sangat setuju dengan kebutuhan pekebun. Selain itu, kegiatan penyuluhan ini juga berhasil meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan para pekebun secara nyata. Pengetahuan meningkat sebesar 70,17%, sikap yaitu pekebun yang mau memanfaatkan limbah lidi kelapa sawit menjadi anyaman piring yaitu sebanyak 22 orang dan keterampilan memiliki proporsi yang sama. Tampak dari jumlah pekebun yang terampil, yang berawalnya tidak ada sama sekali, sekarang menjadi 22 orang atau naik sekitar 52,38% setelah mengikuti kegiatan penyuluhan

2026-10-12 02:10:42 Injuniar