POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1423
Persepsi Pekebun Dalam Pengolahan Kulit Kopi Arabika Menjadi Minuman Cascara Di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
13 hours ago
Rini Anggraini Siregar (Medan, 2025)

Rini Angraini Siregar, Nirm 01.02.21.222. Persepsi Pekebun dalam Pengolahan Kulit Kopi Arabika Menjadi Minuman Cascara di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi pekebun dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pekebun dalam pengolahan kulit kopi arabika menjadi minuman cascara di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi. Pengkajian ini dilaksanakan mulai pada bulan April sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi, observasi dan angket menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode penentuan sampel menggunakan proportional random sampling. Selanjutnya, metode analisis data menggunakan skala Likert dan analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan tingkat persepsi pekebun dalam pengolahan kulit kopi arabika menjadi minuman cascara sebesar 83,01% tergolong dalam kategori tinggi. Secara simultan, hasil uji F yang diperoleh adalah variabel bebas lingkungan sosial (X1), peran penyuluh (X2), karakteristik inovasi (X3), akses informasi (X4), pemasaran (X5), peran kelompok tani (X6) berpengaruh signifikan terhadap persepsi pekebun dalam pengolahan kulit kopi arabika menjadi minuman cascara secara simultan. Selanjutnya secara parsial faktor yang berpengaruh signifikan yaitu variabel bebas peran penyuluh (X2), karakteristik inovasi (X3), akses informasi (X4), pemasaran (X5), peran kelompok tani (X6), sedangkan variabel bebas yang tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi pekebun dalam pengolahan kulit kopi arabika menjadi minuman cascara di Kecamatan Sitinjo, yaitu lingkungan sosial (X1).

2026-06-29 07:06:06 Injuniar
Minat Pekebun Dalam Pemangkasan Tanaman Kopi Arabika (Coffea Arabica. L) Sigarar Utang Untuk Meningkatkan Produksi Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara
13 hours ago
Nicolas Napitupulu (Medan, 2025)

Nicolas Napitupulu, Nirm. 01.02.21.248. “Minat Pekebun Dalam Minat Pekebun Dalam Pemangkasan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica. L) Sigarar Utang Untuk Meningkatkan Produksi Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat minat dan faktor-faktor yang memengaruhi pekebun dalam pemangkasan tanaman kopi arabika (Coffea arabica. L) Sigarar Utang untuk meningkatkan produksi. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2025 sampai dengan bulan Mei 2025. teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reabilitasnya. Sementara teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun dalam pemangkasan tanaman kopi untuk meningkatkan produksi berada dikategori sedang dengan tingkat minat sebesar 67,38%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 1.572 + 0,276X1 + 1,053X2 + 0,207X3 – 10,679X4 – 2,939X5 + 0,303X6– 0,505X7 + e. Uji lanjut menggunakan thitung menunjukan bahwa faktor umur, Pendidikan formal, pengalaman, luas lahan, peran penyuluh, dan pekebun lainmemiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai thitung lebih besar daripada ttabel. Sedangkan faktor Pengalaman berpengaruh tidak signifikan dengan thitung lebih kecil daripada ttabel.

2026-06-29 07:06:32 Injuniar
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
13 hours ago
Muhammad Ari Shola (Medan, 2025)

Muhammad Ari Shola, NIRM 01.02.21.211. Strategi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi dilakukan untuk mengkaji faktor internal dan eksternal yang berpengaruh dalam pengembangan kopi serta merumuskan strategi yang tepat untuk diterapkan di lokasi pengkajian. Kajian ini menggunakan analisis SWOT dengan matriks IFAS dan EFAS. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan penyebaran daftar pertanyaan yang sebelumnya diuji validitas dan reliabilitasnya pada aspek pengetahuan serta sikap pekebun. Faktor internal yang menjadi kekuatan meliputi perilaku pekebun yang relatif baik, umur pekebun yang masih produktif, luas lahan yang cukup mendukung, pengalaman bertani yang memadai, serta kondisi lahan yang sesuai untuk budidaya kopi. Sementara itu, kelemahan utama yang teridentifikasi adalah tingkat pendidikan pekebun yang masih rendah. Dari sisi eksternal, terdapat peluang berupa harga jual kopi yang cukup menguntungkan, tingkat persaingan yang dapat mendorong peningkatan kualitas, serta dukungan kebijakan pemerintah. Namun, ancaman yang perlu diwaspadai adalah serangan hama dan penyakit tanaman kopi. Hasil analisis IFAS dan EFAS menempatkan strategi pengembangan pada posisi Kuadran I, yaitu strategi agresif yang menekankan pemanfaatan kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal. Berdasarkan hasil tersebut, dirumuskan sepuluh strategi utama yang dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan sentra kopi di Kecamatan Parbuluan secara berkelanjutan.

2026-06-29 07:06:42 Injuniar
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
13 hours ago
Mentari Weirasi (Medan, 2025)

Mentari Weirasi, NIRM. 01.02.21.245. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Sidikalang Kabupateen Dairi Provinsi Sumatera Utara. Tujuan  pengkajian ini adalah untuk mengkaji faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan sentra kopi arabika di daerah  pengkajian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret s.d Juni 2025. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal adalah melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Kemudian untuk merumuskan strategi menggunakan metode analisis SWOT. Adapun faktor internal yang menjadi kekuatan adalah perilaku petani, umur, pengalaman, kesesuaian lahan kopi arabika, sarana dan prasarana, dan faktor internal yang menjadi kelemahan adalah penggunaan bibit unggul, tingkat pendidikan, dan luas lahan. Faktor eksternal yang menjadi peluang adalah kebijakan pemerintah, pesaing dari daerah lain, harga jual kopi arabika, dan yang menjadi ancaman adalah serangan hama dan penyakit kopi. Selanjutnya untuk Strate$gi yang dilakukan dalam pe$nge$mbangan se$ntra kopi di Ke$camatan Sidikalang yang te$rdiri dari strate$gi SO- ST- WO- WT yang me$njadi strate$gi dalam pe$ngkajian ini adalah strate$gi SO (Strengths-Opportunities) atau dise$but juga de$ngan strate$gi agre$sif yaitu meningkatkan potensi petani muda yang produktif dalam penerapan budidaya modern, mengembangkan kawasan budidaya kopi arabika, mengadakan pelatihan Good Handling Practices (GHP) yaitu pada tahapan pascapanen hingga siap jual.

2026-06-29 07:06:03 Injuniar
Peran Penyuluh Dalam Percepatan Sertifikasi Ispo Pada Perkebunan Swadaya Di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara
14 hours ago
M. Rangga Azhari (Medan, 2025)

M. Rangga Azhari, Nirm 01.02.21.244. Peran Penyuluh Dalam Percepatan Sertifikasi ISPO Pada Perkebunan Swadaya Di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat percepatan sertifikasi ISPO di perkebunan kelapa sawit swadaya dan faktor-faktor yang memengaruhi peran penyuluh dalam percepatan sertifikasi ISPO di perkebunan kelapa sawit swadaya Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang pada Desember 2025 sampai dengan Mei 2025. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara  dan penyebaran kuesioner, sedangkan teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat percepatan sertifikasi ISPO di Kecamatan Bangun Purba Provinsi Sumatera Utara tergolong tinggi dengan persentase 79%. Faktor yang mempengaruhi peran penyuluh dalam Percepatan Sertifikasi ISPO Pada Perkebunan Swadaya Peran fasilitator (X3) menunjukkan pengaruh signifikan dengan tingkat signifikan 0.001<0,50 dan Peran motivator (X2) juga menunjukan pengaruh signifikan dengan tingkat signifikansi 0,002<0,050 dan kedua peran tersebut memiliki thitung bernilai positif. Peran edukator (X1), organisator (X5), dan inovator (X6) justru menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,050 tetapi ketiga peran tersebut memiliki thitung bernilai negatif. Peran dinamisator (X4) dan konsultan (X7) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan tingkat signifikansi lebih dari 0,050.

2026-06-29 06:06:04 Injuniar
Motivasi Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Menghasilkan Di Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan
15 hours ago
M. Aldin Syah, (Medan, 2025)

M. Aldin Syah, Nirm. 01.02.21.209. Motivasi Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Menghasilkan di Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun dalam penerapan pemupukan beimbang pada tanaman kelapa sawit menghasilkan. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 83,47%. Hasil analisis regresi linear berganda terhadap faktor- faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y= 41,177 - 0,016X1+ 0,005X2+ 0,010X3 + 0,00000009025X4 − 0,090X5 + 0,150X6 + 0,061X7 + 0,143X8 + e. Uji F (simultan) menunjukkan bahwa variabel-variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2), pengalaman berusahatani (X3),pendapatan (X4), luas lahan (X5), jumlah tanggungan keluarga (X6), ketersediaan sarana dan prasarana (X7), dan peran penyuluh (X8) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel terikat motivasi petani (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel umur, pendapatan, jumlah tanggungan keluarga, ketersediaan sarana dan prasaran, dan peran penyuluh, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi. sedangkan variabel pendidikan, pengalaman berusahatani, luas lahan tidak berpengaruh terhadap motivasi.

2026-06-29 05:06:02 Injuniar
Perilaku Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Ceri Kopi Arabika Menjadi Kompos Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara
15 hours ago
Ernestine Sri Artha Manik (Medan, 2025)

Ernestine Sri Artha Manik, Nirm 01.02.21.205. Perilaku Petani dalam Pemanfaatan Kulit Ceri Kopi Arabika menjadi Kompos di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat perilaku petani dalam pemanfaatan kulit ceri kopi arabika menjadi kompos di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat pada 16 April sampai dengan 24 Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan metode likert dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku petani dalam pemanfaatan kulit ceri kopi arabika menjadi kompos yaitu 70,02%. Hasil regresi linear berganda diperoleh persamaan berikut Y = 34,350 +0,005X1 +0,193X2 + 0,297X3 0,058X4 + 0,094X5 + e. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun adalah peran kelompok tani (X2), sumber informasi (X3), karakteristik inovasi (X4), dan peran penyuluhan (X5), dan intensitas kegiatan penyuluhan (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku petani dalam pemanfaatan kulit ceri kopi arabika menjadi kompos di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara.

2026-06-29 05:06:40 Injuniar
Persepsi Pekebun Dalam Pengolahan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Briket Arang Di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan
18 hours ago
Dwika Putri Maulina (Medan, 2025)

Dwika Putri Maulina, Nirm. 01.02.21.239, Persepsi Pekebun dalam Pengolahan Pelepah Kelapa Sawit menjadi Briket Arang di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat persepsi pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhinya terhadap pengolahan pelepah kelapa sawit menjadi briket arang. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 sampai dengan bulan Agustus 2025. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari wawancara, observasi, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan adalah skala Likert dan analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat persepsi pekebun dalam pengolahan pelepah kelapa sawit menjadi briket arang tergolong tinggi dengan tingkat persepsi sebesar 82%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi persepsi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y= 42,823+0,348X1+0,035X2+0,126X3 +0,196X4+0,181X5+ 0,281X6+ e. Uji lanjut menggunakan thiutng menunjukkan bahwa lingkungan sosial, karakteristik inovasi, peran kelompok tani, dan kosmopolitan memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai thiutng lebih besar daripada ttabel. Sedangkan peran penyuluh dan pemasaran tidak berpengaruh signifikan dengan thitung lebih kecil daripada ttabel.

2026-06-29 02:06:00 Injuniar
Persepsi Pekebun Kelapa Sawit Terhadap Minyak Sawit Merah (Red Palm Oil)
18 hours ago
Dini Aulia Tamba (Medan, 2025)

Dini Aulia Br. Tamba, NIRM. 01.02.21.238. Persepsi Pekebun Kelapa Sawit Terhadap Minyak Sawit Merah (Red Palm Oil) (Studi Kasus : Koperasi Pemasaran Pujakesuma Di Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang). Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi pekebun kelapa sawit terhadap minyak sawit merah (Red Palm Oil). Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang pada Maret sampai dengan Mei 2025. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan kuesioner menggunakan skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji statistik regresi linear berganda. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi pekebun kelapa sawit terhadap minyak sawit merah (Red Palm Oil) termasuk kategori negatif (40,32%). Persepsi negatif menunjukkan  bahwa Persepsi pekebun berdasarkan aspek penyerapan terhadap harga minyak sawit merah lebih murah dari minyak (48,35%), aspek pemahaman terhadap minyak sawit merah dapat menurunkan kadar kolesterol (43,28%) dan aspek penilaian terhadap kualitas minyak merah yang lebih baik dibanding minyak kemasan lain (36,21%). Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktorfaktor yang berpengaruh sangat signifikan terhadap persepsi pekebun kelapa sawit terhadap minyak sawit merah (Red Palm Oil) antara lain sumber informasi (X3), dan lingkungan sosial (X4). Variabel umur (X1) berpengaruh signifikan. Sedangkan variabel pendidikan (X2) berpengaruh tidak signifikan terhadap persepsi (Y). Hal ini menunjukkan bahwa iklan sebagai media penyuluhan di televisi lokal lewat lingkungan keluarga dapat mengubah persepsi pekebun yang negatif menjadi positif terhadap minyak sawit merah dan penerapan GAP tanaman kelapa sawit.

2026-06-29 02:06:40 Injuniar
Persepsi Pekebun Terhadap Manfaat Lubang Rorak Pada Tanaman Kopi Arabika (Coffea Arabica L) Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat
18 hours ago
Daniel Mendrofa (Medan, 2025)

Daniel Mendrofa, Nirm 01.02.21.202. Persepsi Pekebun Terhadap Manfaat Lubang Rorak Pada Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L) di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi pekebun dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi persepsi pekebun terhadap manfaat lubang rorak pada tanaman kopi arabika. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025 di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu. Jenis pengkajian yang digunakan Deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sementara metode analisis data menggunakan skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi pekebun terhadap manfaat lubang rorak berada dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 64,52%. hasil regresi linear Berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi persepsi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 36.173 - 0.213 X1 + 0.098 X2 + 0.073 X3 + 0.164 X4 - 5.384 X5 – 0.023 X6 + 0.339 X7 + e. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pesepsi pekebun terhadap manfaat lubang rorak pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu adalah umur, Pendidikan, luas lahan, pengalaman, dan interaksi sosial.

2026-06-29 02:06:43 Injuniar
Persepsi Pekebun Tentang Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (Ispo) Di Kecamatan Na Ix-X Kabupaten Labuhanbatu Utara
18 hours ago
Ahmah Sakir (Medan, 2025)

Ahmad Sakir, Nirm. 01.02.21.234. Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) merupakan kebijakan pemerintah untuk menjamin praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Namun, penerapan ISPO oleh pekebun rakyat masih rendah, sehingga pemahaman terhadap persepsi pekebun menjadi penting sebagai dasar kebijakan implementasi. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat persepsi pekebun tentang sertifikasi ISPO serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 60 responden pekebun sawit yang tergabung dalam kelompok tani penerima program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi pekebun terhadap sertifikasi ISPO berada dalam kategori tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan secara simultan terhadap persepsi pekebun adalah umur, pendidikan formal, luas lahan, pengalaman berkebun, peran penyuluh, akses informasi, dan keaktifan dalam organisasi pekebun. Di antara faktor tersebut, pendidikan, luas lahan, peran penyuluh, dan akses informasi memiliki berpengaruh signifikan secara parsial. Kesimpulan dari pengkajian ini adalah bahwa meskipun persepsi pekebun terhadap ISPO sudah tinggi, diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan implementasi dan penguatan kelembagaan petani agar sertifikasi ISPO dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.

2026-06-29 02:06:26 Injuniar