POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1406
Persepsi Petani Terhadap Integrasi Lebah Madu Dalam Penyerbukan Kopi Arabika Di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh
5 days ago
Tiara Ayuni (Medan, 2025)

Tiara Ayuni, Nirm. 01.02.21.262. Persepsi Petani Terhadap Integrasi Lebah Madu dalam Penyerbukan Kopi Arabika di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi petani dan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan Juni 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika tergolong tinggi dengan persentase 78,00%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika secara simultan antara lain umur (X1), pendidikan (X2), pengalaman (X3), pendapatan (X4), luas lahan (X5), akses informasi (X6), lingkungan sosial (X7). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh dan signifikan terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika antara lain pengalaman (X3), pendapatan (X4), luas lahan (X5) dan akses lnformasi (X6). Sedangkan variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2) dan lingkungan sosial (X7) tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi (Y). 

2026-07-22 09:07:05 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Melakukan Pruning Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara
5 days ago
Arif Lingga Marpaung (Medan, 2025)

Arif Lingga Marpaung, Nirm. 01.02.21.201. Motivasi Pekebun dalam Melakukan Pruning pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji Motivasi dan faktor-faktor yang memengaruhi . Motivasi Pekebun dalam Melakukan Pruning pada Tanaman Kelapa Sawit. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa motivasi pekebun dalam melakukan pruning pada tanaman kelapa sawit tergolong sebesar 83,67% dengan kategoti tinggi. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam melakukan pruning pada tanaman kelapa sawit secara simultan antara lain Pendapatan (X1), Pengalaman usahatani (X2), harga jual (X3), risiko usahatani (X4), ketersediaan modal (X5), ), dan peran penyuluh (X6). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam melakukan pruning pada tanaman kelapa sawit antara lain pengalaman berusahatani (X2), risiko usahatani (X4) ketersediaan modal (X5), dan peran penyuluh (X6). Sedangkan variabel pendapatan (X1) dan harga jual (X3) tidak berpengaruh signifikn terhadap persepsi (Y).

2026-07-22 07:07:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Kelapa Sawit Dalam Pengendalian Hama Tikus Menggunakan Musuh Alami Burung Hantu (Tyto Alba) Di Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara
5 days ago
Dayu Kesuma (Medan, 2025)

Dayu Kesuma, Nirm. 01.02.21.237. Pengendalian hama tikus menggunakan musuh alami burung hantu Tyto alba merupakan pengendalian hama terpadu (PHT) yang berkelanjutan. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat minat petani dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani kelapa Sawit dalam Pengendalian hama tikus menggunakan musuh alami burung hantu (Tyto alba) Di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Metode pengkajian ini merupakan metode pengkajian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Untuk mengetahui tingkat minat petani digunakan skala likert, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani yaitu: umur, luas Lahan, Pendidikan, Pengalaman Bertani, Pendapatan, Lingkungan Sosial, Peran Penyuluhan, Sarana dan Prasarana menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat petani kelapa Sawit dalam pengendalian hama tikus menggunakan musuh alami burung hantu (Tyto alba) Di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara tergolong sedang dengan persentase (58,7%). Secara parsial, variabel yang sangat berpengaruh signifikan peran penyuluh, variabel yang berpengaruh signifikan umur, luas lahan, pengalaman bertani, pendapatan, sarana dan prasarana sedangkan yang tidak berpengaruh signifikan adalah variabel pendidikan dan lingkungan sosial. 

2026-07-22 07:07:45 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Tanaman Pelindung Pada Budidaya Kopi Arabika Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
5 days ago
Nurul Mu’afiy Salsabila (Medan, 2025)

Nurul Mu’afiy Salsabila, Nirm. 01.02.20.185. Kopi Arabika merupakan komoditas pertanian unggulan yang banyak dibudidayakan di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Salah satu praktik budidaya yang direkomendasikan dalam Good Agricultural Practices (GAP) adalah penggunaan tanaman pelindung. Tanaman pelindung memiliki manfaat penting dalam menciptakan mikroklimat ideal, mengurangi intensitas cahaya langsung, mempertahankan kelembapan tanah, serta mencegah erosi. Namun, implementasi penggunaan tanaman pelindung di lapangan belum optimal karena perbedaan persepsi di kalangan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap penggunaan tanaman pelindung dalam budidaya kopi Arabika. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil menunjukkan tingkat persepsi petani sangat tinggi (86,14%).  Persamaan regresi sebagai berikut Y = 71,284-0,018X10,025X2-0,047X3+1,565X4+0,155X5+0,054X6–0,736X7+ e. Uji F (simultan) menunjukkan bahwa variabel umur (X1), pendidikan formal (X2), pengalaman bertani (X3), luas lahan (X4), karakteristik inovasi (X5) peran penyuluh (X6) dan akses informasi (X7) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani (Y). Uji t menunjukkan pengalaman bertani (X3), luas lahan (X4), karakteristik inovasi (X5) dan akses informasi (X7) berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani (Y), sementara umur (X1), pendidikan formal (X2) dan peran penyuluh (X6) berpengaruh tidak signifikan terhadap persepsi petani (Y).

 

 

2026-07-22 07:07:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi Di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan
5 days ago
Zarmiadi (Medan, 2025)

Zarmiadi. NIRM. RPL 01.01.22.587. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang pada tanaman padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang pada tanaman padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang pada tanaman padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman padi sawah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemupukan berimbang pada tanaman padi sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 81,63%, 81,81%, 78,36%, 89,63%, 89,69%, 83,63%, 81,63%, 79,09%, 77,27%, Tingkat  penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 82,30%.

2026-07-22 07:07:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius) Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu
5 days ago
Irwan Susandi (Medan, 2025)

Hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan produktivitas padi sawah di Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu. Serangan hama ini mengakibatkan bulir padi menjadi hampa dan berkualitas rendah, sehingga berdampak pada hasil panen dan pendapatan petani. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan strategi penyuluhan pertanian yang efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani terkait teknik pengendalian hama yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang program penyuluhan pertanian berbasis kebutuhan petani dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Kajian ini menganalisis potensi wilayah, tujuan penyuluhan, serta tingkat penerimaan petani terhadap aspek-aspek penyuluhan, meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 83 responden yang merupakan petani padi sawah di wilayah penelitian. Analisis data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas untuk mengukur efektivitas penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai aspek penyuluhan dinilai efektif oleh petani, dengan tingkat respons tujuan penyuluhan (76,72%), sasaran penyuluhan (78,51%), materi penyuluhan (77,93%), metode penyuluhan (77,11%), media penyuluhan (78,94%), volume penyuluhan (78,75%), lokasi penyuluhan (78,55%), waktu penyuluhan (79,57%), dan biaya penyuluhan (80,34%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa program penyuluhan yang dirancang mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam pengendalian hama walang sangit. Diperlukan dukungan lebih lanjut dalam hal keberlanjutan penyuluhan, baik dari segi pendanaan maupun peningkatan akses terhadap teknologi pertanian yang lebih modern.

 

2026-07-22 04:07:16 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang Tanaman Jagung Di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun
5 days ago
Rohansen Sipayung (Medan, 2026)

Rohansen Sipayung. NIRM: RPL 01.01.22.576. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang Tanaman Jagung di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang tanaman jagung di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang tanaman jagung di Kecamatan Silou Kahean, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang tanaman jagung di Kecamatan Silou Kahean. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun pada bulan November 2023 sampai dengan bulan Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman jagung yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemupukan berimbang pada tanaman jagung sesuai anjuran dari 10% menjadi 35%, materi yang digunakan yaitu “pemupukan berimbang pada tanaman jagung”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 80,82%, 88,39%, 88,39%, 86,60%, 83,95%, 80,96%, 81,98. Dan tingkat penerimaan seluruh kegiatan penyuluhan yaitu, 84,44%.

2026-07-22 04:07:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Power Theresher Dalam Pemanenan Kedelai Di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu
6 days ago
Subandi (Medan, 2025)

Subandi, Nirm RPL 01.01.22.581. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Power Theresher Dalam Pemanenan Kedelai di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengkaji tingkat Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Power Theresher Dalam Pemanenan Kedelai di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau pada bulan Desember 2024 sampai dengan Januari 2025. Teknik pengumpulan data yaitu dokuemntasi, observasi, wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah 55 orang. Selanjutnya teknik analisis data skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa faktor-faktor Yang Mempengaruhi persepsi petani terhadap penggunaan power theresher Dalam pemanenan Kedelai di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau dalam kategori tinggi dengan persentase 83,35 persen. Kemudian hasil persamaan regresi linear berganda yakni Y = 8.510 + 0.161X1- 0.492X2 + e. Secara parsial, variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani adalah peran penyuluh. Sedangkan variabel karakteristik petani tidak berpengaruh signifikan.

2026-07-21 09:07:19 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera Frugiperda) Dengan Pestisida Nabati Pada Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu
6 days ago
Firdaus (Medan, 2025)

Firdaus, NIRM. RPL 01.01.22.551. Faktor- Faktor yang Memengaruhi Perilaku Petani dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda) Dengan Pestisida Nabati Pada Tanaman Kedelai (Glycine max L) di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengkaji tingkat perilaku Petani Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda) Dengan Pestisida Nabati Pada Tanaman Kedelai (Glycine max L) di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu pada bulan Desember 2024 sampai dengan Januari 2025. Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi, observasi, wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah 57 orang. Selanjutnya teknik analisis data skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa faktor- faktor Yang Memengaruhi Perilaku Petani Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda) Dengan Pestisida Nabati Pada Tanaman Kedelai (Glycine max L) di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu dalam kategori tinggi dengan persentase 73,87 persen. Kemudian hasil persamaan regresi linear berganda yakni Y= 5.153 + 0,092X1 - 0,-057X2+ 0,824X3+ e. Secara parsial, variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani adalah peran penyuluh. Sedangkan variabel karakteristik petani dan sarana dan prasarana tidak berpengaruh signifikan. 

 

2026-07-21 09:07:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Bertanam Bawang Merah Di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan
1 week ago
Lina Marhayah (Medan, 2024)

Kegiatan Tugas Akhir dilaksanakan pada tanggal 28 Maret sampai dengan 31 Mei 2022 Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan. Tugas Akhir ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam bertanam bawang merah. Responden yang menjadi sampel dalam penelitian berjumlah 55 orang yang dipilih dengan mempertimbangkan beberapa kriteria yang telah ditetapkan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi menggunakan panduan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis statistik dengan menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan Tingkat Motivasi Petani dalam bertanam bawang merah di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan, termasuk dalam kategori tinggi dengan rekpitulasi nilai yang dihasilkan sebesar (73,30%). Secara bersamaan (simultan) variabel Umur (X1), Pendidikan (X2), Pengalaman Berusatani (X3), Jumlah Anggota Keluarga (X4), dan Luas Lahan (X5) memiliki dampak yang signifikan terhadap Motivasi Petani dalam bertanam bawang merah di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan, seperti yang dinyatakan dengan nilai F Hitung sebesar (4,639) yang melibihi F tabel (2,12). Secara individual (parsial), variabel Umur (X1), Pengalaman Berusatani (X3), dan Jumlah Anggota Keluarga (X4) yang terlihat pada Ttabel melebihi Thitung (1,673) berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam bertanam bawang merah di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan. Sedangkan variabel Pendidikan (X2), dan Luas Lahan (X5) tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam bertanam bawang merah di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan yang terlihat Ttabel lebih kecil dari Thitung (1,673).

2026-07-20 09:07:51 Injuniar
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Petani Dalam Penggunaan Pupuk Organik Sekam Padi Pada Budidaya Cabai Merah Di Kecamatan Angkola Selatan
1 week ago
Dame Hadomuan Siregar (Medan, 2023)

Dame Hadomuan Siregar. NIRM. RPL.01.01.21.328. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Petani Dalam Penggunaan Pupuk Organik dari Sekam Padi di Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani dalam penggunaan pupuk organik dari sekam padi di Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani dalam penggunaan pupuk organik dari sekam padi di Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan. Medote penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dilakukan dengan survei, wawancara,dan kuesioner. Pelaksanaan pengkajian dilakukan di 8 desa Kecamatan Angkola selatan Kabupaten Tapanuli selatan. Pemilihan lokasi pengkajian secara sengaja dengan alasan tertentu. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2023. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling sebanyak 72 responden dari perwakilan 10 kelompok tani cabe merah. sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat persepsi petani Dalam Penggunaan Pupuk Organik dari Sekam Padi di Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan menggunakan skala likert dengan ketentuan total nilai yang diperoleh dibagi nilai maksimum dikali 100% dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani dalam budidaya cabe merah menggunakan analisis regresi linier berganda. diketahui hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat persepsi petani dalam penggunaan pupuk dari sekam padi untuk budidaya cabe merah secarav organik sebesar 67,04%, dengan kategori tinggi. Secara parsial variabel yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani dalam budidaya cabe organik di kecamatan Angkola selatan adalah Pendapatan petani(X5), Interkasi Sosial Petani(X6) dan Peran Penyuluh(X7).

2026-07-20 07:07:12 Injuniar
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Panen Kelapa Sawit di Afdeling III dan V Kebun Rambutan PT. Perkebunan Nusantara III.
1 week ago
Mega Kristiani Nainggolan (Medan, 2023)

Mega Kristiani Nainggolan, Nirm. 01.04.19.088. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Panen Kelapa Sawit di Afdeling III dan V Kebun Rambutan PT. Perkebunan Nusantara III. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit berdasarkan tahun tanam 2016 dan 2018 dan faktor -faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. Pengkajian ini dilaksanakan mulai Oktober 2022 sampai dengan Februari 2023. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara dan kuesioner. Metode penentuan sampel, yaitu metode sensus dengan jumlah sampel 46 orang. Selanjutnya metode analisis data menggunakan deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit lebih tinggi daripada produktivitas basis tugas yang ditetapkan perusahaan. Hasil analisis regresi linear berganda terhadap faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja panen diperoleh persamaan sebagai berikut Y = -132263,455- 72,155X1 + 66,861 X2 + 128,021 X3 + 204,402X4 + 50,799X5+e. Uji F (simultan) menunjukkan b ahwa variabel variabel bebas umur (X1), pendidikan formal (X2), pengalaman kerja (X3), jumlah tanggungan (X4) dan pendapatan (X5) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan faktor faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen (Y) adalah umur, pengalaman kerja dan pendapatan. Sedangkan variabel pendidikan formal dan jumlah tanggungan tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen.

2026-07-17 04:07:02 Injuniar