POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1404
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Petani Dalam Diversifikasi Pangan Untuk Mengatasi Krisis Pangan Beras Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara
6 hours ago
Padang, Santiasa (Medan, 2023)

Santiasa Padang, Nirm RPL 01.01.21.308. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan beras di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah mengetahui tingkat persepsi petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan beras di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Juli 2023. Metode pengkajian ini yaitu  deskripsi kuantitatif dan metode pengumpul data yaitu metode wawancara menggunakan kuesioner, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persentase persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan beras tergolong sangat tinggi yaitu 86,26%. Secara simultan, variabel karakteristik petani, aksesibilitas informasi, lingkungan sosial dan peran penyuluh mempengaruhi persepsi petani dalam diversifikasi pangan. Secara parsial variabel yang berpengaruh sangat nyata terhadap persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan beras yaitu karakteristik petani, aksesibilitas informasi, lingkungan sosial dan peran penyuluh.

2026-05-25 07:05:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Respon Petani Pada Budidaya Padi Sawah(Oryzasativa) Dengan Sistem Tanam Jajar Legowo 4 : 1 Di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara
7 hours ago
Damanik, Bilmar (Medan, 2023)

Bilmar Damanik, RPL.01.01.21.326 Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Respon Petani Pada Budidaya Padi Sawah (Oryza sativa) Dengan Sistem Tanam Jajar Legowo 4 :1 Di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat respon petani dalam budidaya padi sawah (oryza sativa) dengan sistem tanam jajar legowo 4 :1. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun pada Bulan Maret sampai Mei 2023 Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat respon petani dalam budidaya padi sawah (oryza sativa) dengan sistem tanam jajar legowo 4 :1 tergolong sangat tinggi yaitu dengan persentase 81.1%. Sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang Memengaruhi respon petani dalam budidaya padi sawah (oryza sativa) dengan sistem tanam jajar legowo 4 :1 diperoleh persamaan Y = 87,344 – 1,278 X1 + 1.398X2 - 1,301 X3 + 0,688X4 + 0,012X5 + e. Seacara simultan diperoleh variabel bebas karakteristik petani, motivasi petani, peran kelompok tani, peran penyuluh dan lingkungan berpengaruh secara signifikan terhadap respon petani pada budidaya padi sawah dengan sistem tanam jajar legowo 4:1 di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun dengan nilai Fhitung(47.127)>Ftabel.

2026-05-25 06:05:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Bioinsektisida Bacillus Thuringiensis Terhadap Hama Ulat Kantung (Metisa Plana) Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Pt Umada Kebun Pernantian
4 days ago
Christanta P Yitzak (Medan, 2025)

Yitzak Christanta P, NIRM 01.04.21.227. Ulat kantung (Metisa plana) merupakan salah satu hama yang dapat menurunkan tingkat produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan insektisida kimia berdampak negatif terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif ramah lingkungan seperti bioinsektisida Bacillus thuringiensis. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh bioinsektisida Bacillus thuringiensis terhadap mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik serta mengetahui efektivitas bioinsektisida Bacillus thuringiensis dalam mengendalikan hama ulat kantung. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Penangkaran Sycanus PT Umada Kebun Pernantian, dimulai dari bulan Oktober 2024 sampai dengan bulan Maret 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan yaitu kontrol (tanpa perlakuan), tiga dosis bioinsektisida Bacillus thuringiensis (10g/L, 15g/L dan 20 g/L) serta satu perlakuan sebagai pembanding menggunakan insektisida kimia (3 ml/L). Masing-masng ulangan terdiri dari lima ekor hama ulat kantung yang diamati selama 7 hari. Parameter yang diamati meliputi mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik hama ulat kantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bioinsektisida Bacillus thuringiensis memberikan pengaruh terhadap mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik hama ulat kantung. Penggunaan dosis bioinsektisida Bacillus thuringiensis pada dosis tertinggi (20 g/L) efektif dalam mengendalikan hama ulat kantung walaupun cara kerjanya tidak secepat insektisida kimia.

2026-05-21 04:05:20 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Uji Organoleptik Dan Sifat Fisikokimia Margarin Berbahan Baku Minyak Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Dengan Tambahan Minyak Kelapa
4 days ago
Hutauruk, Maria Goretha Wella (Medan, 2025)

Wella Maria Goretha Hutauruk, Nirm 01.04.21.197. Analisis Uji organoleptic Dan Sifat Fisikokimia Margarin Berbahan Baku Minyak Kelaoa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan Tambahan Minyak Kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji uji organoleptik dan sifat fisikokimia margarin berbahan baku minyak kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan penambahan minyak kelapa. Minyak kelapa sawit merupakan komoditas utama penghasil minyak nabati di Indonesia, sedangkan minyak kelapa dikenal memiliki aroma khas serta kandungan asam lemak jenuh rantai sedang yang dapat memengaruhi cita rasa dan tekstur produk akhir. Margarin dalam penelitian ini dibuat dengan empat perlakuan dengan perbandingan formulasi minyak kelapa sawit dan minyak kelapa 70:30, 50:50, 30:70, dan 0:100. Data disajikan dengan mean ± stdev, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Uji organoleptik dilakukan dengan menilai warna, bau, dan rasa menggunakan uji hedonik skala 1–9 oleh panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi dengan proporsi 50% minyak kelapa sawit dan 50% minyak kelapa memberikan hasil terbaik dari segi warna, bau, dan rasa. Kemudian margarin diuji untuk mengetahui kadar air, kadar lemak, kandungan vitamin A dan D, serta angka lempeng total dan hasilnya dibandingan dengan SNI 3541:2014. Parameter yang memenuhi 3541:2014 yaitu kadar air, kadar lemak, dan angka lempeng total. Sementara parameter yang belum memenuhi SNI 3541:2014 yaitu vitamin A dan D. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua minyak nabati lokal tersebut berpotensi menghasilkan margarin dengan karakteristik sensori yang baik dan lebih sehat.

2026-05-21 04:05:51 admin@polbangtanmedan.ac.id
Implementasi Kebijakan Responsif Gender Dalam Mendukung Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Di Pt Umada Kebun Pernantian Kabupaten Labuhanbatu Utara
4 days ago
Sisilia, Tarigan Tamara (Medan, 2025)

Kesetaraan gender merupakan aspek penting dalam mendukung keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit, terutama pada dimensi sosial  dan kelembagaan. PT Umada Kebun Pernantian sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ini melibatkan pekerja perempuan dalam kegiatan operasional, nnamun belum memiliki kebijakan yang sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan dan perlindungan perempuan. Fasilitas seperti klinik kebun dan penitipan anak telah tersedia, serta prinsip kesetaraan upah mulai n  diterapkan. Meski demikian, belum terdapat SOP kesetaraan gender, anggaran berbasis gender, forum pekerja perempuan, maupun jaminan kerja pasca melahirkan. Selain itu, akses perempuan terhadap pelatihan dan keterlibatan dalam manajemen juga masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode SWOT. Hasil menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi strategi agresif (kuadran I), yang membuka peluang penguatan kebijakan melalui pemanfaatan kekuatan internal dan dukungan eksternal seperti regulasi pemerintah dan sertifikasi ISPO. Strategi yang dikembangkan diarahkan pada peningkatan kapasitas kelembagaan dan integrasi isu gender dalam sistem kerja perusahaan sebagai bagian dari upaya menciptakan tata kelola perkebunan yang inklusif dan berkelanjutan.

2026-05-21 03:05:22 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Volume Air Siraman Dan Pemberian Pupuk Npk Emcote 15.15.6.4 Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery Di Pt. Abdi Budi Mulia
4 days ago
Tarigan, Dewita Pagit Salni (Medan, 2025)

Salni Pagit Dewita Tarigan, Nirm 01.04.21.222. Penelitian ini bertujuan engkaji

pengaruh volume air siraman yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit kelapa

sawit pada fase pre nursery, mengkaji pengaruh Pemberian pupuk NPK  engan

taraf yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery,

dan mengkaji kombinasi manakah yang optimal antara volume air siraman dan

dosis pupuk NPK untuk pertumbuhan yang efektif bibit kelapa sawit pada fase pre

nursery. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 – Februari 2025.

Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor pertama volume

air siraman terdiri dari 6 taraf A1 (50 ml), A2 (100 ml), ,A3 (150 ml),, A4 (200 ml),

A5 (250 ml), A6 (300 ml). Faktor kedua yaitu pemberian pupuk NPK terdiri dari 3

taraf yaitu P1 (5 gr), P2 (10 gr), P3 (15 gr). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Parameter

diamati meliputi tingg tanaman, panjang daun, jumlah daun, diameter batang,

panjang akar, berat basah akar, berat kering akar. Data  dianalisismenggunakan  sidik

ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil  penelitian

ini menunjukan bahwa perlakuan Volume mir siraman 100 ml/tanaman  dan  perlakuan pemberian pupuk NPK 5 gr/polybag merupakan perlakuan terbaik.

Selanjutnya interaksi antara perlakuan volume air siraman dan pemberian pupuk

NPK 100 ml/tanaman dan 5 gr/polybag merupakan kombinasi perlakuan terbaik.

2026-05-21 03:05:36 admin@polbangtanmedan.ac.id
Potensi Pakisan Pada Tanaman Kelapa Sawit Sebagai Tanaman Konservasi Predator Sycanus Sp. Di Ptpn Iv Regional 1 Kebun Bandar Selamat
4 days ago
Patricia Putri (Medan, 2025)

Putri Patricia, NIRM 01.04.21.190. Potensi Pakisan pada Tanaman Kelapa Sawit Sebagai Tanaman Konservasi Predator Sycanus sp. di PTPN IV Regional 1 Kebun  andar Selamat. Sycanus sp. merupakan musuh alami yang dapat mengendalikan hama ulat pemakan daun pada tamanan kelapa sawit (Setothosea asigna). Oleh sebab itu, vegetasi alami yang mendukung keberadaan Sycanus sp. di perkebunan seperti pakisan perlu diberdayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pakisan sebagai tanaman konservasi yang mendukung keberadaan predator alami Sycanus sp. pada tanaman kelapa sawit di PTPN IV Regional 1 Kebun Bandar Selamat. Latar belakang penelitian ini didasari oleh perlunya pendekatan pengendalian hayati yang ramah lingkungan dalam mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta optimalisasi vegetasi alami seperti pakisan yang selama ini dianggap sebagai gulma. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data primer melalui observasi lapangan terhadap jenis vegetasi, populasi, dan stadia Sycanus sp. yang ditemukan pada berbagai jenis pakisan dan lokasi tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakisan yang paling dominan adalah Nephrolepis biserrata dan Diplazium esculentum. Ditemukan pula bahwa populasi Sycanus sp. tersebar lebih banyak pada LDP0 dengan area dataran dan dominasi Nephrolepis biserrata dan Diplazium esculentum. Sebaran stadia Sycanus sp. menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan jenis pakis dan kondisi habitat. Faktor-faktor seperti ketersediaan mangsa, suhu, kelembaban, serta kepadatan vegetasi turut memengaruhi keberadaan Sycanus sp. Temuan ini menunjukkan bahwa pakisan dapat berperan penting dalam konservasi predator alami dan mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

2026-05-21 02:05:54 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Penggunaan Orynettrap Dan Ferotrap Dalam Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit
4 days ago
Junaidi, Fakhrurrozi Maulana (Medan, 2025)

Pakhrurrozy Maulana Junaidi, NIRM 01.04.21.189. “Efektivitas Penggunaan Orynettrap dan Ferotrap Dalam Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa sawit ( Studi Kasus di PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara)“. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dua jenis perangkap, yaitu Orynettrap dan Ferotrap, dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) pada tanaman kelapa sawit fase belum menghasilkan (TBM). Serangan kumbang tanduk yang tinggi menjadi salah satu kendala utama dalam menjaga produktivitas tanaman, khususnya pada tahap awal pertumbuhan. Penelitian dilaksanakan di Divisi 5 PT SMART Tbk, Kebun Padang Halaban, Kabupaten Labuhanbatu Utara, selama periode Desember 2024 hingga Februari 2025. Metode yang digunakan adalah observasi langsung di lapangan dengan pendekatan mixed methods. Perlakuan yang diuji meliputi penggunaan Orynettrap (perangkap berbahan jaring dipadukan dengan feromon) dan Ferotrap (perangkap ember dilengkapi dengan feromon). Parameter yang diamati mencakup jumlah tangkapan imago O. rhinoceros L. serta efisiensi biaya operasional masing-masing jenis perangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ferotrap memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi dalam menangkap imago O. rhinoceros L. serta lebih efisien secara ekonomi dibandingkan Orynettrap. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan Ferotrap dapat menjadi alternatif strategi pengendalian hama yang lebih optimal pada areal TBM kelapa sawit.

2026-05-21 01:05:28 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sifat Kimia Tanah Serapan Hara Daun Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kopi Arabika (Coffea Arabica) Pada Lahan Dengan Rorak Dan Tanpa Rorak
5 days ago
Setiawan, Joko (Medan, 2025)

Joko Setiawan, NIRM 01.04.21.212 melakukan penelitian tentang Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica) Pada Lahan yang Menggunakan Rorak dan Tidak Menggunakan Rorak (Studi Kasus Kebun Kopi Arabika di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Gayo Kabupaten Bener Meriah). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat kimia tanah, pertumbuhan, dan hasil tanaman kopi Arabika pada lahan yang menggunakan rorak dan yang tidak menggunakan rorak. Penelitian dilakukan di kebun IP2SIP Gayo menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 50 tanaman sampel dari Kebun 1 dan Kebun 2. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, Unsur N, P, K, dan C-organik, diameter batang, diameter buah dan berat buah, luas daun, serta kandungan unsur hara daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan yang menggunakan rorak memiliki sifat kimia tanah yang meliputi pH tanah, N,P,K dan C-Organik yang lebih stabil, serta pertumbuhan tanaman yang lebih baik ditandai dengan diameter batang, luas daun dan hasil kopi buah kopi arabika yaitu berat buah dan diameter buah yang lebih besar dibanding lahan yang tidak menggunakan rorak. Selain itu, serapan hara daun seperti unsur N,P,K juga lebih tinggi pada tanaman di lahan yang menggunakan rorak. Oleh sebab itu dalam budidaya kopi arabika sebaiknya penggunaan rorak digunakan supaya produktivitas tanaman kopi arabika dapat optimal.

2026-05-20 02:05:29 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Beberapa Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Benih Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis Muell. Arg) Klon Bpm 24 Pada Persemaian Di Pt Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir Kabupaten Simalungun
5 days ago
Sihombing, Paulinus Christofer (Medan, 2025)

Christofer Paulinus Sihombing, Nirm 01.04.21.175. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai kombinasi media tanam terhadap pertumbuhan benih tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) klon BPM 24 di persemaian PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir, Kabupaten Simalungun. Penelitian dilakukan dari Oktober 2024 hingga Maret 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang mencakup beberapa media tanam, yaitu pasir, tanah, pupuk kompos, arang sekam, dan cocopeat dan dikombinasikan menjadi 8 taraf perlakuan. Parameter yang dianalisis meliputi usia munculnya plumula, persentase perkecambahan, tinggi tanaman, diameter batang, serta berat basah dan kering batang, panjang akar, dan berat basah serta kering akar. Hasil penelitian menampilkan bahwa media tanam memberikan dampak signifikan terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan. Perlakuan media tanam yang mengombinasikan cocopeat, pasir, dan kompos (M5) menunjukkan hasil terbaik dalam pertumbuhan benih tanaman karet, terlihat dari rata-rata tertinggi yang berbeda signifikan dicapai pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, berat bsah dan kering batang, panjang akar, serta berat basah dan kering akar. Dengan demikian, pemilihan media tanam yang tepat dapat menjadi strategi kunci untuk meningkatkan keberhasilan pada tahap persemaian karet.

2026-05-20 02:05:17 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbedaan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (Zpt) Alami Dan Sintetik Pada Perbanyakan Stek Tanaman Mucuna Bracteata Di Pt Smart Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara
5 days ago
Siregar, Fitriana Desy (Medan, 2025)

Desy Fitriana Siregar, Nirm 01.04.21.176. Perbedaan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Alami dan Sintetik pada Perbanyakan Stek Tanaman Mucuna bracteata di PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji perbedaan pemberian ZPT dan dosis yang optimal pada perbanyakan stek tanaman Mucuna bracteata. Pengkajian ini dilaksanakan di PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara pada bulan Desember 2024 sampai dengan Maret 2025. Pengkajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 9 (sembilan) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan. Perlakuan berupa Z0 (kontrol), ZA1 (10cc/100ml air), ZA2 (20cc/100ml air), ZA3 (30cc/100ml air), ZA4 (40cc/100 ml air), ZS1 (0,2cc/1.000 ml air), ZS2 (0,4 cc/ 1.000ml air), ZS3 (0,6 cc/ 1.000ml air), ZS4 (0,8cc/1.000ml air). Parameter yang diamati yaitu jumlah daun, tinggi tanaman, panjang sulur, panjang akar, dan bobot basah akar. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey pada taraf signifikansi 5%. Hasil pengkajian terdapat perbedaan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) alami dan sintetik pada perbanyakan stek tanaman Mucuna bracteata di PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara. Dosis Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang optimal pada perbanyakan stek tanaman Mucuna bracteata sebesar 10 cc/100 ml air untuk ZPT alami dan 0,4cc/1.000ml untuk ZPT sintetik.

2026-05-20 02:05:36 admin@polbangtanmedan.ac.id