POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 76
Analisis Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Pada Topografi Datar Dan Bergelombang Di Kebun Rambong Sialang Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai
1 week ago
Robiyatul Armala (Medan, 2024)

Robiyatul Armala, Nirm 01.04.20.167. Analisis Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Topografi Datar Dan Bergelombang Di Kebun Rambong Sialang Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian yang dilakukan oleh Robiyatul Armala pada tanggal 1 April 2020 bertujuan untuk membandingkan produktivitas dan karakter agronomi tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) antara lahan dengan topografi datar dan bergelombang di Kebun Rambong Sialang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode penelitian meliputi survei pendahuluan dan survei utama dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer mencakup karakter agronomi seperti tinggi tanaman, diameter batang, panjang pelepah, dan berat tandan kelapa sawit. Data sekunder meliputi data produktivitas dari tahun 2020 hingga 2023, data kesesuaian lahan, dan data topografi lahan. Untuk menganalisis perbedaan produktivitas antara topografi datar dan bergelombang serta karakter agronomi pada kedua jenis topografi tersebut, data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji independent sample T-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas kelapa sawit pada lahan datar lebih tinggi dibandingkan dengan lahan bergelombang, dengan selisih mencapai 3,09 ton/ha/tahun. Selain itu, terdapat perbedaan karakter agronomi tanaman kelapa sawit antara topografi datar dan bergelombang.

2026-07-16 09:07:37 Injuniar
Analisis Komparatif Pemangkasan Pelepah Yang Berbeda Terhadap Losses , Kualitas, Dan Morfologi Buah Kelapa Sawit Di Pt Pp Lonsum Indonesia Tbk Kebun Rambong Sialang Kabupaten Serdang Bedagai
1 week ago
Muhammad Zahwa (Medan, 2024)

Muhammad Zahwa, Nirm 01.04.20.157. Melakukan pengkajian tentang Analisis Komparatif Pemangkasan Yang Berbeda Terhadap Losses, Kualitas Dan Morfologi Buah Kelapa Sawit Di PT.PP. Lonsum Indonesia Tbk, Kebun Rambong Sialang Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan jumlah losses, Kualitas tandan buah, dan ketebalan daing buah pada tanaman kelapa sawit dengan kondisi pemangkasan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara pada bulan Oktober 2023 sampai dengan Januari 2024. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi dan dokumentasi, sementara metode analisis data menggunakan uji-t Independent sample test. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan hasil uji-t didapat nilai signifikansi ≤ 0,05 dan nilai t hitung > t tabel yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata losses brondolan antara blok yang telah dipruning dengan blok yang belum dipruning. Selain itu hasil pengkajian juga menunjukan adanya perbedaan pada parameter kualitas tandan buah kelapa sawit antara blok yang telah dipruning dengan blok yang belum dipruning berdasarkan hasil uji-t didapat nilai signifikansi ≤ 0,05 dan nilai t hitung > t tabel yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata . Namun pada parameter ketebalan buah hasil pengkajian menunjukan tidak adanya perbedaan ketebalan buah antara blok yang telah dipruning dengan blok yang belum dipruning.

2026-07-16 09:07:44 Injuniar
Analisis Mutu Fisik Buah Hasil Panen Dan Losses Brondolan Kelapa Sawit Pada Topografi Berbeda (Studi Kasus di PT. SMART Tbk Padang Halaban Estate Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhanbatu Utara)
2 weeks ago
Hariyanto (Medan, 2024)

Hariyanto, NIRM. 01.04.20.149 Analisis Mutu Fisik Buah Hasil Panen dan Losses Brondolan Kelapa Sawit pada Topografi Berbeda (Studi kasus di PT. SMART Tbk Padang Halaban Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhanbatu Utara). Masalah mutu fisik buah dan losses brondolan kelapa sawit di PT. SMART Padang Halaban Labuhanbatu Utara menghadapi tantangan yang kompleks terkait mutu fisik buah kelapa sawit dan losses di berbagai topografi. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis jumlah rata-rata mutu fisik buah kelapa sawit pada topografi berbeda dan menganalisis jumlah rata-rata losses brondolan kelapa sawit pada topografi berbeda. Pengkajian dilakukan mulai dari Oktober 2023 sampai dengan Februari 2024 yang berlokasi di PT. SMART Tbk Padang Halaban Estate Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhanbatu Utara. Setiap topografi diambil 2 blok sampel pada topografi datar dan miring. Pengkajian melakukan observasi lapangan dengan titik pengamatan di batang pohon, pasar pikul, piringan dan TPH. Analisis data hasil pengkajian yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Jumlah rata-rata buah matang pada topografi datar yaitu 536 tandan/blok/rotasi panen. Pada topografi miring adalah 464,5 tandan/blok/rotasi panen. Hasil panen buah mentah yang dipanen 5,3 tandan/blok/rotasi panen pada topografi miring dan hasil panen buah mentah pada topografi datar yaitu 0,3 tandan/blok/rotasi panen. Jumlah rata-rata losses brondolan yang ditemukan pada beberapa titik dibatang pokok, pasar pikul, piringan pada topografi datar sebanyak 80 butir dengan berat 1,326 Kg/blok/rotasi panen atau 0,010 persen, lebih kecil bila dibandingkan dengan topografi miring sebanyak 180 butir dengan berat 2,995 Kg/blok/rotasi panen atau 0,026 persen. Kegiatan pemanenan kelapa sawit harus memperhatikan mutu fisik  buah kelapa sawit sehingga dapat menghasilkan kualitas buah kelapa sawit yang tinggi. Cara kerja panen harus sesuai dengan Standar Operational Prosedure (SOP) perusahaan pada topografi yang berbeda.

2026-07-14 03:07:19 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Premi Pemanen Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis jacq) Di Divisi Vi Kebun Aek Loba PT Socfin Indonesia
2 weeks ago
Muliadi (Medan, 2024)

Muliadi, Nirm 01.04.20.158. Premi pemanen merupakan tambahan upah atau gaji untuk pemanen, premi panen diberikan kepada pemanen apabila jumlah janjang yang dipanen melebihi basis panen. Kurangnya tenaga kerja, curah hujan yang tinggi serta hari libur dapat mengganggu rotasi panen yang mengakibatkan produksi tidak stabil sehingga pendapatan premi pemanen juga tidak menentu. Oleh karena itu dilakukan pengkajian tentang Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Premi Pemanen kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq) di Divisi VI Kebun Aek Loba PT Socfin Indonesia. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan premi pemanen kelapa sawit. Pengkajian ini dilakukan pada bulan Oktober 2023 sampai Juni 2024 di Divisi VI Kebun Aek Loba PT Socfin Indonesia. Metode pengumpulan data dengan mengambil data sekunder dari arsip perusahaan berupa data rotasi panen 6/7, curah hujan, tenaga kerja, hari kerja, denda panen dan premi panen sebanyak 30 bulan. Metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan premi yaitu rotasi panen 6/7 dan tenaga kerja, dedangkan faktor yang tidak berpengaruh signifikan yaitu curah hujan, hari kerja, dan denda panen.

2026-07-13 08:07:11 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Uji Organoleptik Dan Sifat Fisikokimia Margarin Berbahan Baku Minyak Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Dengan Tambahan Minyak Kelapa
2 months ago
Hutauruk, Maria Goretha Wella (Medan, 2025)

Wella Maria Goretha Hutauruk, Nirm 01.04.21.197. Analisis Uji organoleptic Dan Sifat Fisikokimia Margarin Berbahan Baku Minyak Kelaoa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan Tambahan Minyak Kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji uji organoleptik dan sifat fisikokimia margarin berbahan baku minyak kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan penambahan minyak kelapa. Minyak kelapa sawit merupakan komoditas utama penghasil minyak nabati di Indonesia, sedangkan minyak kelapa dikenal memiliki aroma khas serta kandungan asam lemak jenuh rantai sedang yang dapat memengaruhi cita rasa dan tekstur produk akhir. Margarin dalam penelitian ini dibuat dengan empat perlakuan dengan perbandingan formulasi minyak kelapa sawit dan minyak kelapa 70:30, 50:50, 30:70, dan 0:100. Data disajikan dengan mean ± stdev, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Uji organoleptik dilakukan dengan menilai warna, bau, dan rasa menggunakan uji hedonik skala 1–9 oleh panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi dengan proporsi 50% minyak kelapa sawit dan 50% minyak kelapa memberikan hasil terbaik dari segi warna, bau, dan rasa. Kemudian margarin diuji untuk mengetahui kadar air, kadar lemak, kandungan vitamin A dan D, serta angka lempeng total dan hasilnya dibandingan dengan SNI 3541:2014. Parameter yang memenuhi 3541:2014 yaitu kadar air, kadar lemak, dan angka lempeng total. Sementara parameter yang belum memenuhi SNI 3541:2014 yaitu vitamin A dan D. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua minyak nabati lokal tersebut berpotensi menghasilkan margarin dengan karakteristik sensori yang baik dan lebih sehat.

2026-05-21 04:05:51 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Efektivitas Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan
2 months ago
Sriani (Medan, 2025)

Sriani, Nirm. 01.02.21.226. Analisis Efektivitas Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan mengidentifikasi implementasi Program PSR, efektivitas Program PSR, dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat efektivitas Program PSR di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan pada bulan Desember sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PSR dilihat dari segi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) masih belum efektif. Efektivitas Program PSR ditinjau dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Pelaksanaan Program PSR di Kecamatan Silangkitang masih belum berjalan optimal karena masih terdapat beberapa kendala di 2 (dua) Desa, yang menyebabkan pelaksanaan Program PSR terhambat. Faktor pendukung efektivitas Program PSR adalah administrasi yang baik, kualitas sumber daya manusia, dukungan pemerintah. Faktor penghambat efektivitas Program PSR adalah dana yang belum terealisasi secara optimal, isu keberlanjutan, administrasi yang lambat, dan pendampingan oleh penyuluh, dinas dan tim pendamping belum optimal.

2026-05-18 07:05:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Uji Organoleptik Dan Sifat Fisikokimia Margarin Berbahan Baku Minyak Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Dengan Tambahan Minyak Kelapa
2 months ago
Hutauruk, Wella Maria Goretha (Medan, 2025)

Wella Maria Goretha Hutauruk, Nirm 01.04.21.197. Analisis Uji organoleptic Dan Sifat Fisikokimia Margarin Berbahan Baku Minyak Kelaoa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan Tambahan Minyak Kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji uji organoleptik dan sifat fisikokimia margarin berbahan baku minyak kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan penambahan minyak kelapa. Minyak kelapa sawit merupakan komoditas utama penghasil minyak nabati di Indonesia, sedangkan minyak kelapa dikenal memiliki aroma khas serta kandungan asam lemak jenuh rantai sedang yang dapat memengaruhi cita rasa dan tekstur produk akhir. Margarin dalam penelitian ini dibuat dengan empat perlakuan dengan perbandingan formulasi minyak kelapa sawit dan minyak kelapa 70:30, 50:50, 30:70, dan 0:100. Data disajikan dengan mean ± stdev, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Uji organoleptik dilakukan dengan menilai warna, bau, dan rasa menggunakan uji hedonik skala 1–9 oleh panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi dengan proporsi 50% minyak kelapa sawit dan 50% minyak kelapa memberikan hasil terbaik dari segi warna, bau, dan rasa. Kemudian margarin diuji untuk mengetahui kadar air, kadar lemak, kandungan vitamin A dan D, serta angka lempeng total dan hasilnya dibandingan dengan SNI 3541:2014. Parameter yang memenuhi 3541:2014 yaitu kadar air, kadar lemak, dan angka lempeng total. Sementara parameter yang belum memenuhi SNI 3541:2014 yaitu vitamin A dan D. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua minyak nabati lokal tersebut berpotensi menghasilkan margarin dengan karakteristik sensori yang baik dan lebih sehat.

2026-05-04 06:05:23 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Aplikasi Dosis Feromon Fermentasi Sari Buah Nanas Dan Bonggol Pisang Sebagai Pemikat Oryctes Rhinoceros L . Pada Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit Di Pt Bina Jaya Abadi
2 months ago
Ilham, M (Medan, 2025)

M.Ilham, Nirm 01.04.21.214. Analisis Aplikasi Dosis Feromon Fermentasi Sari Buah Nanas dan Bonggol Pisang Sebagai Pemikat Oryctes rhinoceros L. pada Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit di PT Bina Jaya Abadi. Tujuan pengkajian ini untuk melihat efektivitas pengendalian hama kumbang tanduk dengan metode pengendalian pestisida nabati dari tujuh perlakuan dosis yang berbeda dengan pengulangan empat kali. Parameter yang diamati meliputi hasil jumlah kumbang tanduk terperangkap dan jangka waktu daya tahan feromon alami. Pengkajian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan berlandaskan literatur penelitian terdahulu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan pendekatan gabungan varian teknik analisis data yaitu menggunakan analisis sidik ragam (Analysis of Variance) untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat perbedaan yang nyata maka diuji pada taraf 5% dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dan sedangkan teknik analisis deskriptif merupakan analisis statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah dikumpulkan. Uji lanjut Duncan's Multiple Range Test (DMRT) mengindikasikan bahwa perlakuan P0 berbeda nyata dengan perlakuan P1 dan lainnya. Perlakuan P6 menunjukan hasil tertinggi dalam jumlah kumbang tanduk terperangkap dengan rataan 8.50 pada 7 HSP, 8.00 pada 14 HSP, dan 9.50 pada 21 HSP. Pada daya tahan perlakuan dengan dosis lebih tinggi P6 dapat bertahan 10 hari, P5 dan P4 dapat bertahan 8 hari, P3 dapat bertahan 7 hari, P2 dan P1 dapat bertahan 6 hari. Data ini dapat menjadi acauan untuk menentukan waktu rotasi pergantian bahan feromon secara lebih efisien dan tepat guna dan merupakan alternatif yang ramah lingkungan.

2026-05-04 03:05:06 admin@polbangtanmedan.ac.id
Adopsi Petani Dalam Penggunaan Alat Tanam Jagung (Corn Seeder) Di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara
3 months ago
Nababan, Rumata (Medan, 2025)

Rumata Nababan, Nirm. 01.01.21.261. Adopsi Petani dalam Penggunaan Alat Tanam Jagung (Corn Seeder) di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi petani dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Pengkajian ini di laksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 76 orang dengan teknik Systematis Sampling. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat adopsi petani digunakan skala likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani yaitu dengan variabel karakteristik inovasi, pengalaman berusahatani, karakteristik lahan, ketersediaan sumberdaya, dan sumber informasi menggunakan SPSS 26 dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) tergolong sangat tinggi (80,67%). Secara parsial, variabel yang berpengaruh sangat nyata terhadap adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) adalah pengalaman berusahatani dan ketersediaan sumberdaya.

2026-04-20 06:04:48 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Penerapan Good Agriculture Practice (Gap) Pada Tanaman Jagung: Studi Kasus Di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara
3 months ago
Manullang, Nikita Angel (Medan, 2025)

Nikita Angel Manullang, Nirm 01.01.21.219. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat penerapan Good Agriculture Practices (GAP) dalam budidaya jagung; (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi GAP; dan (3) mengkaji secara komprehensif praktik budidaya jagung dari awal tanam hingga pascapanen serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutannya di Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan desain sequential explanatory, yang diawali analisis kuantitatif dan dilanjutkan dengan pendalaman kualitatif. Sampel sebanyak 148 responden diambil menggunakan teknik sampel jenuh, di mana seluruh populasi yang memenuhi kriteria dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Analisis data kuantitatif menggunakan regresi linear berganda, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan Nvivo melalui visualisasi concept map. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi GAP berada pada kategori tinggi dengan skor 78,41%. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel karakteristik petani (X1), peran penyuluh (X2), sarana dan prasarana (X3), karakteristik wilayah (X4), dan sifat inovasi (X5) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap adopsi GAP (Fhitung = 22,846 > Ftabel = 2,28; sig. = 0,000). Secara parsial, variabel peran penyuluh (X2), sarana dan prasarana (X3), karakteristik wilayah (X4), dan sifat inovasi (X5) berpengaruh nyata, sedangkan karakteristik petani (X1) tidak berpengaruh nyata (thitung = 1,238 < ttabel = 1,97; sig. = 0,218). Variabel karakteristik wilayah (X4) memberikan kontribusi paling dominan terhadap adopsi GAP dengan sumbangan relatif sebesar 41,7% dan sumbangan efektif sebesar 31,1%. Secara kualitatif, ditemukan bahwa praktik GAP yang diterapkan petani merupakan hasil adaptasi antara tradisi lokal dan teknologi modern, yang dipengaruhi oleh topografi, akses sarana, dan keterbatasan pelatihan teknis, dengan beberapa aspek belum optimal, seperti pembumbunan dan pengendalian hama. Faktor keberlanjutan dipengaruhi oleh penyuluhan, sarana, serta penyesuaian inovasi terhadap kondisi lokal.

2026-04-20 02:04:10 admin@polbangtanmedan.ac.id