POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 90
Efektivitas Pengendalian Hama Tikus (Rattus sp.) Menggunakan Rodentisida Pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit Di PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk Dolok Estate
1 week ago
Irma Veronica Naibaho (Medan, 2026)

Irma Veronica Naibaho, NIRM 01.04.22.239. Hama tikus (Rattus sp.) merupakan organisme pengganggu tanaman utama pada perkebunan kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi signifikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas rodentisida berbahan aktif brodifakum 0,005 BB dalam mengendalikan hama tikus dan menganalisis biaya pengendalian di PT PP. London Sumatra Indonesia Tbk. Dolok Estate. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga Februari 2026 di Blok 25112003 Divisi 02, menggunakan dua plot pengamatan: Plot 1 (lahan bekas jagung, 14,52 Ha, 2.076 pokok) dan Plot 2 (lahan bekas replanting kelapa sawit, 16,11 Ha, 2.304 pokok). Parameter yang diamati meliputi persentase umpan hilang sebagai indikator tingkat aktivitas tikus dengan ambang batas 20% sesuai SOP perusahaan. Analisis statistik menggunakan uji Independent Sample T-Test dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rodentisida terbukti efektif menekan populasi tikus secara kumulatif, dengan rata-rata persentase umpan hilang menurun dari 29,5% (Oktober) menjadi 21,8% (Februari) di Plot 1, dan dari 21,5% menjadi 21,8% di Plot 2. Uji tTest menunjukkan perbedaan signifikan tingkat serangan antara kedua plot (t=2,126; Sig.=0,039 < 0,05), dengan Plot 1 mencatatkan rata-rata 29,70% dan Plot 2 sebesar 21,57%. Total biaya pengendalian per bulan adalah Rp 38.675.163 (Plot 1) dan Rp 42.784.453 (Plot 2), atau setara Rp 2.663.578 dan Rp 2.655.769 per hektar per bulan. Komponen biaya terbesar adalah rodentisida (74-77%) diikuti tenaga kerja (22-23%). Disimpulkan bahwa brodifakum efektif sebagai antikoagulan generasi kedua dengan efek kumulatif yang meningkat seiring konsistensi aplikasi. 

2026-10-26 02:10:35 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Penggunaan Kotoran Burung Puyuh Dan Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang Pada Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang
1 week ago
Abdul Malik (Medan, 2026)

Abdul Malik, NIRM. 01.01.22.470. Efektivitas Penggunaan Kotoran Burung Puyuh dan Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang pada Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan menentukan dosis perlakuan terbaik kotoran burung puyuh serta pupuk organik cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun, serta mengetahui tingkat penerimaan, pengetahuan, sikap, dan penerapan petani terhadap kegiatan penyuluhan. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Mei 2026 di Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan dua ulangan. Faktor pertama adalah kotoran burung puyuh (0, 5, 10, 15, dan 20 ton/ha) dan faktor kedua POC bonggol pisang (0, 500, 600, dan 700 ml/L air). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kotoran burung puyuh dan POC bonggol pisang berpengaruh sangat nyata terhadap panjang buah, diameter buah, berat buah per tanaman, dan berat buah per plot. Kombinasi terbaik diperoleh pada P3K3 (15 ton/ha kotoran burung puyuh dan 700 ml/L POC bonggol pisang) dengan berat buah per tanaman 2,515 kg dan berat buah per plot 70,35 kg. Hasil penyuluhan menunjukkan tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian sebesar 82,12%, peningkatan pengetahuan dari 48,86% menjadi 84,57%, tingkat sikap 82,17%, dan tingkat penerapan teknologi 28,57%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kombinasi kotoran burung puyuh dosis 15 ton/ha dan POC bonggol pisang 700 ml/L air merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan produksi tanaman mentimun. Kegiatan penyuluhan juga dikategorikan efektif sampai dengan sangat efektif dalam meningkatkan penerimaan, pengetahuan, sikap, dan penerapan teknologi oleh petani.

2026-10-23 02:10:55 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Penyuluhan Dengan Sistem Kerja Training And Visit Terhadap Penggunaan Pestisida Nabati Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera Frugiperda) Pada Tanaman Jagung (Zea Mays L.)
2 months ago
Vania Aulia Gunawan (Medan, 2026)

Vania Aulia Gunawan, NIRM 01.01.22.501. Efektivitas Penyuluhan Dengan Sistem Kerja Training and Visit Terhadap Penggunaan Pestisida Nabati Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda) Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.). Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani sebelum dan sesudah penyuluhan melalui Sistem Kerja Training and Visit, menganalisis efektivitas penerapannya, serta mengetahui tingkat adopsi petani terhadap penggunaan pestisida nabati. Penelitian dilaksanakan pada Maret – Mei 2026 di Kelompok Tani Banda Cubadak, Nagari Kapelgam Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, tes (pre-test dan post-test), serta observasi terhadap 30 petani jagung. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test, uji N-gain, dan analisis tingkat adopsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Kerja Training and Visit efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Nilai N-gain pengetahuan sebesar 0,69 (sedang), sikap 0,62 (sedang), dan keterampilan 0,80 (tinggi). Tingkat adopsi petani terhadap penggunaan pestisida nabati mencapai 79,73% dan termasuk kategori tinggi

2026-08-20 06:08:45 Injuniar
Efektivitas Penyuluhan Berbasis Media Sosial Dalam Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat (Nilaparvata Lugens) Pada Tanaman Padi
2 months ago
Sintia Alya Putriani Pulungan (Medan, 2026)

Hama wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) merupakan salah satu hama utama tanaman padi yang dapat menurunkan produktivitas dan menyebabkan kerugian bagi petani. Di Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, pengendalian hama ini masih banyak mengandalkan pestisida kimia. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan yang  dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam pengendalian hama wereng batang coklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani sebelum dan sesudah penyuluhan berbasis media sosial serta menganalisis efektivitas penyuluhan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 di Kecamatan Sei Bamban dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan pre-test dan post-test. Responden berjumlah 30 petani yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif, menggunakan uji paired sample t-test, dan analisis efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani setelah penyuluhan. Rata-rata pengetahuan meningkat dari 6,93 menjadi 9,27, sedangkan sikap meningkat dari 68,5% menjadi 92,75% dengan nilai signifikansi 0,000. Keterampilan petani juga meningkat hingga berada pada kategori terampil. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis media sosial efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam pengendalian hama wereng batang coklat.

2026-08-20 04:08:29 Injuniar
Efektivitas Metode Ceramah Dan Demonstrasi Plot Sistem Tanam Jajar Legowo 4:1
2 months ago
Nadiyah Hartami, (Medan, 2026)

Nadiyah Hartami, NIRM 01.01.22.488. Efektivitas Metode Ceramah dan Demonstrasi Plot Sistem Tanam Jajar Legowo 4:1. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani padi terhadap penggunaan sistem tanam jajar legowo, serta membandingkan efektivitas metode ceramah dan demonstrasi plot sebagai metode penyuluhan. Pengkajian dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan Maret sampai dengan Mei 2026. Metode pengkajian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain nonequivalent control group design. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test, Efektivitas Penyuluhan (EP), dan Efektivitas Perubahan Perilaku (EPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode penyuluhan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani secara signifikan berdasarkan uji Paired Sample t-Test (p<0,05). Nilai Efektivitas Perubahan Perilaku (EPP) pada metode ceramah untuk aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara berurutan sebesar 74,1%, 73,3%, dan 80,3%, sedangkan pada metode demonstrasi plot sebesar 90,6%, 80,2%, dan 91,4%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi plot lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani mengenai sistem tanam jajar legowo 4:1 dibandingkan metode ceramah.

2026-08-18 03:08:23 Injuniar
Efektivitas Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh
2 months ago
Karisma Yanti (Medan, 2026)

Karisma Yanti, Nirm. 01.01.22.516. Efektivitas Pupuk Kandang Ayam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh. Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya di Kecamatan Blangkejeren masih belum optimal akibat rendahnya kandungan bahan organik tanah dan penggunaan pupuk anorganik yang masih dominan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman secara berkelanjutan yaitu melalui pemanfaatan pupuk organik berupa pupuk kandang ayam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, menentukan dosis pupuk kandang ayam yang paling efektif, serta mengetahui tingkat penerimaan dan penerapan petani terhadap teknologi penggunaan pupuk kandang ayam melalui kegiatan penyuluhan pertanian. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Maret–Juni 2026 di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh. Kajian teknis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan lima perlakuan dosis pupuk kandang ayam, yaitu P0 (kontrol), P1 (10 ton/ha atau 25 g/polybag), P2 (12 ton/ha atau 30 g/polybag), P3 (14 ton/ha atau 35 g/polybag), dan P4 (16 ton/ha atau 40 g/polybag). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan berat basah umbi, sedangkan kajian penyuluhan dilakukan terhadap 25 responden petani untuk mengetahui tingkat penerimaan dan penerapan teknologi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam memberikan respons positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Perlakuan terbaik diperoleh pada P1 dengan dosis 10 ton/ha (25 g/polybag), yang menunjukkan pertumbuhan vegetatif lebih baik serta menghasilkan berat basah umbi tertinggi sebesar 173,332 gram. Hasil evaluasi penyuluhan menunjukkan tingkat efektivitas penyuluhan sebesar 78,86% dengan kategori efektif, sedangkan tingkat penerapan petani terhadap teknologi penggunaan pupuk kandang ayam mencapai 87,20% dengan kategori sangat menerima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pupuk kandang ayam dosis 10 ton/ha (25 g/polybag) efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah serta dapat diterapkan sebagai alternatif teknologi budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

2026-08-18 02:08:30 Injuniar
Efektivitas Penggunaan Pupuk Organik Cair Kipahit (Tithonia Diversifolia) Dan Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L) Di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan
2 months ago
Julia Ilhamiah (Medan, 2026)

Julia Ilhamiah, Nirm. 01.01.22.482. Efektivitas Penggunaan Pupuk Organik Cair Kipahit (Tithonia diversifolia) dan Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk (1) Untuk mengetahui pengaruh efektivitas penggunaan pupuk organik cair kipahit (Tithonia diversifolia) dan kelor (Morenga oleifera) terhadap pertumbuhan mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. (2) Untuk mengetahui dosis terbaiki dari pupuk organik cair kipahit (Tithonia diversifolia) dan kelor (Morenga oleifera) terhadap pertumbuhan mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. (3) Untuk mengetahui tingkat penerimaan petai terhadap desain rancangan penyuluhan (materi, metode, media) tentang efektivitas penggunaan pupuk organik cair kipahit (Tithonia diversifolia) dan kelor (Morenga oleifera) terhadap pertumbuhan mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. (4) Untuk mengetahui tingkat evaluasi penyuluhan (pengetahuan, sikap) petani terhadap efektivitas penggunaan pupuk organik cair kipahit (Tithonia diversifolia) dan kelor (Morenga oleifera) terhadap pertumbuhan mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. Pengkajian teknis menggunakan metode eksperimental (RAK) Non faktorial yang terdiri dari empat empat perlakuan dan 6 pengulangan konsentarsi P0 kontrol, P1 100 ml/L air, P2 150 ml/ L, P3 300 ml/L air. Pada P3 menunjukan hasil berpengaruh nyata pada setiap parameter pengematan yaitu tinggi tanaman, lebar daun, jumlah buah, panjang buah dan bobot basah buah mentimun. Sedangkan kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2026. Analisis data kajian menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan SPSS 25. Dan pada analisis penerimaan penyuluhan menggunakan skala likert. Hasil pengkajian menunjuksan (1) penggunaan pupuk organik cair kipahit dan kelor memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan mentimun pada parameter pengamatan tinggi tanaman, lebar daun, jumlah buah, panjang buah dan bobot buah. (2) Pada P3 menunjukan hasil terbaik untuk pertumbuhan mentimun. (3) tingkat penerimaan terhadap materi, metode da media penyuluhan secara keseluruhan mencapai 83,13 % yang dikategorikan sangat menerima. (4) evaluasi penyuluhan menunjukan adanya peingkatan pengetahuan petani mencapai 75,81 % dan pada tingkat penerapan patani 89,88 %. Dengan demikian penggunaan pupuk organik cair berpotensi terhadap pertumbuhan mentimun dan mendukung pertanian berkelanjutan.

2026-08-18 02:08:26 Injuniar
Efektivitas Penggunaan Pupuk Hayati Bakteri Fotosintetik (PSB) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea L.) Di Kecamatan Babussalam Kabupaten Aceh Tenggara
2 months ago
Al Insyirah (Medan, 2026)

Al Insyirah, NIRM. 01.01.22.506, Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dapat menurunkan kesuburan tanah sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pupuk hayati berbasis Photosynthetic Bacteria (PSB). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan PSB terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.), menentukan formulasi PSB terbaik, serta mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mengenai pembuatan dan pengaplikasian PSB. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2026 di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara. Kajian teknis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Kajian penyuluhan dilakukan terhadap 33 petani menggunakan metode survei melalui observasi, wawancara, kuesioner, serta pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PSB berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah tanaman sawi hijau. Perlakuan P5 (PSB berbahan ikan nila + NPK 16-16-16) memberikan hasil terbaik pada seluruh parameter pengamatan. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 89% dengan kategori sangat efektif. Kegiatan penyuluhan juga meningkatkan pengetahuan petani dari nilai rata-rata pre-test 5,96 menjadi 12,78 pada post-test serta tingkat penerapan teknologi PSB mencapai 84% dengan kategori sangat efektif. Dengan demikian, PSB dengan protein ikan nila layak direkomendasikan sebagai alternatif pupuk hayati untuk mendukung budidaya sawi hijau secara berkelanjutan.

2026-08-14 08:08:25 Injuniar
Evaluasi Sifat Fisika Dan Kimia Tanah Serta Rekomendasi Pemulihan Kesuburan Lahan Pra-Replanting Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di PT Abdi Budi Mulia Kebun Teluk Panji I Divisi III
3 months ago
Yasir Hadi Irfan (Medan, 2026)

Yasir Hadi Irfan, 01.04.22.255. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan prareplanting kelapa sawit untuk mengevaluasi sifat fisik dan kimia tanah sebagai dasar penentuan kesesuaian lahan serta penyusunan rekomendasi pemulihan areal pra-replanting. Budidaya kelapa sawit dalam jangka panjang disertai penggunaan pupuk anorganik secara intensif berpotensi menurunkan kualitas tanah sehingga dapat menjadi faktor pembatas bagi pertanaman berikutnya. Penelitian bertujuan mengevaluasi sifat fisik dan kimia tanah, menentukan kelas kesesuaian lahan aktual dan potensial, serta merumuskan rekomendasi pemulihan lahan di PT Abdi Budi Mulia Teluk Panji I Estate. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel tanah terganggu dan tidak terganggu diambil pada kedalaman ±20 cm dari lima blok tanam, masing-masing terdiri atas sembilan titik sampel yang ditentukan secara diagonal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, analisis laboratorium, dan data sekunder perusahaan. Parameter yang dianalisis meliputi berat isi, tekstur, C-organik, N-total, P-tersedia, K dapat dipertukarkan, pH tanah, dan rasio C/N. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan pencocokan terhadap kriteria kesesuaian lahan kelapa sawit berdasarkan faktor pembatas terberat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat isi tanah tergolong sedang dengan tekstur lempung berpasir hingga lempung liat berpasir. Sifat kimia tanah menunjukkan C-organik sedang–sangat tinggi, N-total rendah–sedang, P-tersedia sangat rendah–rendah, K dapat dipertukarkan rendah–sedang, pH asam–agak asam, serta rasio C/N tinggi–sangat tinggi. Seluruh blok termasuk kelas kesesuaian lahan aktual S3 (cukup sesuai) dengan tekstur terutama kelas lempung berpasir dan ketersediaan hara, terutama fosfor, sebagai faktor pembatas utama. Upaya Pemulihan lahan direkomendasikan melalui penggunaan tanaman penutup tanah dan pemupukan berimbang untuk meningkatkan ketersediaan hara dan kesesuaian lahan pada siklus tanam berikutnya. 

2026-07-31 08:07:41 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Penggunaan Light Trap Dengan Berbagai Warna Lampu Terhadap Daya Tarik Kumbang Malam (Apogonia sp.) Pada Pembibitan Kelapa Sawit Di PT Sinar Gunung Sawit Raya
3 months ago
Widya Ningtiyas (Medan, 2026)

Widya Ningtiyas, NIRM.01.04.22.254. Kumbang malam (Apogonia sp.) merupakan salah satu hama penting pada pembibitan kelapa sawit yang dapat menyebabkan kerusakan daun dan menghambat pertumbuhan bibit. Salah satu alternatif pengendalian yang ramah lingkungan adalah penggunaan light trap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan light trap dengan berbagai warna cahaya lampu terhadap jumlah tangkapan Apogonia sp., perbedaan daya tarik terhadap jantan dan betina, serta mengidentifikasi serangga non-target yang tertangkap pada pembibitan kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di pembibitan utama (main nursery) PT Sinar Gunung Sawit Raya menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan lima perlakuan warna lampu, yaitu kontrol  (P0), kuning (P1), hijau (P2), ungu (P3), dan biru (P4). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna lampu berpengaruh nyata terhadap jumlah tangkapan Apogonia sp. Lampu ungu (P3) menghasilkan tangkapan tertinggi sebanyak 202 ekor, sedangkan lampu biru menghasilkan tangkapan terendah sebanyak 75 ekor. Jumlah kumbang jantan yang tertangkap lebih tinggi dibandingkan betina pada seluruh perlakuan. Serangga non-target yang tertangkap berjumlah 849 individu yang terdiri atas 7 ordo, 15 famili, dan 21 jenis, dengan nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang (H' = 1,89–2,23). Berdasarkan hasil penelitian, lampu ungu merupakan warna lampu yang paling efektif untuk pemantauan dan pengendalian Apogonia sp. pada pembibitan kelapa sawit.

 

2026-07-31 08:07:16 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Pengendalian Hama Ulat Kantong (Metisa plana) Berdasarkan Tingkat Mortalitas Setelah Aplikasi Insektisida Menggunakan Drone Di PT Smart Tbk Padang Halaban Estate
3 months ago
Titania Dwi May Sandra (Medan, 2026)

Titania Dwi May Sandra, NIRM. 01.04.22.281. Melakukan pengkajian tentang “Efektivitas Pengendalian Hama Ulat Kantong (Metisa plana) Berdasarkan Tingkat Mortalitas Setelah Aplikasi Insektisida Menggunakan Drone di PT SMART Tbk Padang Halaban Estate”. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan, tingkat mortalitas, dan efektivitas pengendalian hama ulat kantong setelah aplikasi insektisida menggunakan drone. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai Januari 2026 di PT SMART Tbk Padang Halaban Estate, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain onegroup pretest-posttest. Data diperoleh melalui sensus lapangan pada 26 titik sampel dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, dan uji Wilcoxon. Hasil pengkajian menunjukkan populasi awal ulat kantong sebanyak 249 ekor dengan tingkat serangan 69,2%. Setelah aplikasi insektisida menggunakan drone, mortalitas hama mencapai 95,98% atau sebanyak 239 ekor mati dan tersisa 10 ekor. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p<0,05). Pengendalian hama ulat kantong menggunakan drone terbukti efektif dalam menekan populasi Metisa plana. 

2026-07-31 07:07:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Kairomix Dalam Menarik Kumbang Elaiedobius Kamerunicus Mengunjungi Bunga Betina Kelapa Sawit Varietas Socfindo Di PT. ABM Kebun Teluk Panji
3 months ago
Teguh Awirsa Tanjung (Medan, 2026)

Teguh Awirsa Tanjung, Nirm 01.04.22.253. Efektivitas Kairomix Dalam Menarik Kumbang Elaeidobius Kamerunicus Mengunjungi Bunga  Betina Kelapa Sawit Varietas Socfindo  Di PT. ABM Kebun Teluk Panji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas atraktan Kairomix dalam menarik kumbang Elaeidobius kamerunicus mengunjungi bunga betina fase reseptif serta mengidentifikasi jenis serangga lain yang tertarik oleh aroma tersebut. Penelitian dilaksanakan di PT. Abdi Budi Mulia (PT. ABM) Kebun Teluk Panji pada Februari 2026. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total 24 sampel dimana 12 pohon dengan perlakuan kairomix dan 12 pohon sebagai kontrol. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Kairomix secara konsisten meningkatkan jumlah kunjungan elaeidobius kamerunicus secara signifikan berkisar antara 12.907 hingga 13.612 ekor per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol yang hanya berkisar antara 5.038 hingga 5.135 ekor per hari. Hasil uji Independent Sample t-Test mengonfirmasi perbedaan yang sangat nyata dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Selain kumbang Elaeidobius kamerunicus, serangga lain yang ditemukan saat pengamatan yaitu Kalisao (Telostylinus lineolatus), lalat kaki panjang (famili Dolichopodidae), lalat tentara hitam (Hermetia illucens), dan kepik pembunuh (famili Reduviidae). Namun hasil penelitian juga menunjukkan bahwa  jenis serangga yang ditemukan pada perlakuan kairomix dan kontrol  sama, yang mengindikasikan bahwa kairomix tidak berdampak pada keragaman jenis serangga, melainkan lebih berfungsi untuk meningkatkan daya tarik terhadap serangga utama yaitu Elaeidobius kamerunicus

2026-07-31 07:07:37 admin@polbangtanmedan.ac.id
Evaluasi Faktor-Faktor Penyebab Losses Brondolan Pada Panen Kelapa Sawit Di Lahan Gambut Dan Lahan Mineral PT Bumilanggeng Perdanatrada
3 months ago
Muhammad Bintang (Medan, 2026)

Muhammad Bintang, NIRM. 01.04.22.273. Evaluasi Faktor-Faktor Penyebab Losses Brondolan pada Panen Kelapa Sawit di Lahan Gambut dan Lahan Mineral PT Bumilanggeng Perdanatrada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya losses brondolan pada panen kelapa sawit, menganalisis perbedaan tingkat losses antara lahan gambut dan lahan mineral, serta menentukan faktor yang paling dominan memengaruhi terjadinya losses pada masing-masing tipe lahan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai Januari 2026 di Divisi 3 Semeru Estate PT Bumilanggeng Perdanatrada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis deskriptif, uji komparatif Mann–Whitney, dan analisis regresi Zero Inflated Negative Binomial (ZINB). Sampel penelitian terdiri atas 398 pokok tanaman yang meliputi 206 pokok pada lahan gambut dan 192 pokok pada lahan mineral. Parameter yang diamati meliputi kondisi piringan, kondisi pasar pikul, tinggi tanaman, kondisi pelepah, curah hujan, jenis lahan, dan jumlah losses brondolan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan mineral losses brondolan dipengaruhi oleh kondisi piringan yang kurang optimal, kondisi pasar pikul, tinggi tanaman yang kurang ideal, kondisi pelepah, serta curah hujan yang tinggi. Sementara itu, pada lahan gambut losses dipengaruhi oleh kondisi pelepah, karakteristik lahan yang basah, serta curah hujan yang bervariasi. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat losses brondolan pada lahan gambut dan lahan mineral. Namun, berdasarkan analisis regresi Zero Inflated Negative Binomial (ZINB), lahan mineral memiliki kecenderungan tingkat losses yang lebih rendah dibandingkan lahan gambut setelah mempertimbangkan variabel lain secara simultan. Faktor dominan yang memengaruhi losses brondolan berbeda pada masing-masing tipe lahan, yaitu curah hujan pada lahan gambut dan kondisi piringan pada lahan mineral.

2026-07-31 04:07:37 admin@polbangtanmedan.ac.id