POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 87
Efektivitas Yellow Trap Menggunakan Beberapa Limbah Kulit Buah Sebagai Atraktan Alami Perangkap Imago Ulat Kantong (Pteroma Pendula) Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)
1 month ago
Dian Aulia (Medan, 2026)

Dian Aulia, NIRM 01.04.22.235. Ulat kantong (Pteroma pendula) merupakan salah satu hama utama pada tanaman kelapa sawit yang dapat menurunkan produktivitas tanaman. Pengendalian yang masih bergantung pada insektisida kimia mendorong perlunya alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas yellow trap dalam menangkap imago ulat kantong serta menentukan jenis limbah kulit buah yang paling efektif sebagai atraktan alami. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 - Januari 2026 di PT Nusantara IV Regional I Kebun Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, kulit durian, mangga, nanas, nangka, dan pisang. Pengamatan dilakukan selama 21 hari dan data dianalisis menggunakan ANOVA serta uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yellow trap yang dikombinasikan dengan limbah kulit buah efektif dalam menangkap imago ulat kantong. Perlakuan kulit pisang (P5) memberikan hasil tangkapan tertinggi dengan rata-rata 3,42 ekor per perangkap, diikuti kulit nangka (2,50 ekor), nanas (1,75 ekor), mangga (1,67 ekor), durian (0,67 ekor), dan kontrol (0,33 ekor). Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa perlakuan kulit pisang memberikan pengaruh terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Tingginya daya tarik kulit pisang diduga berasal dari kandungan senyawa ester volatil yang mampu menarik imago ulat kantong. Penggunaan limbah kulit buah juga mampu mempertahankan keanekaragaman serangga non-target pada kategori sedang, sehingga berpotensi menjadi metode pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan pada perkebunan kelapa sawit.

2026-07-29 08:07:54 admin@polbangtanmedan.ac.id
Evaluasi Mutu Fisik Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Proses Seleksi Benih Berdasarkan Standar Nasional Indonesia SNI 8211:2023 Di PPKS Kebun Sei Aek Pancur
1 month ago
Calista Ayuningtyas Rachmad (Medan, 2026)

Calista Ayuningtyas Rachmad 01.04.22.261. Benih kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang bermutu merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas perkebunan dan keberhasilan budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu fisik benih kelapa sawit hasil seleksi berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8211:2023, khususnya pada parameter berat minimum benih sebesar ≥0,8 gram, serta menganalisis karakteristik fisik benih berdasarkan panjang, lebar, dan berat pada beberapa varietas. Penelitian dilaksanakan di Divisi Produksi Satuan Usaha Strategis Bahan Tanaman (SUS BHT), Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Kebun Sei Aek Pancur, Sumatera Utara, pada Desember 2025 s/d Februari 2026. Sampel penelitian terdiri atas 2.700 benih hasil seleksi dari varietas DxP Yangambi, DxP Sungai Pancur 1 (Dumpy), dan DxP Simalungun. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji One Sample t-test, dan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat benih seluruh varietas sebesar 2,4312 gram dan secara signifikan lebih tinggi dibandingkan standar minimum SNI 8211:2023 (p<0,05). Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa parameter berat, panjang, dan lebar benih tidak berbeda nyata antar varietas (p>0,05). Distribusi frekuensi dan analisis korelasi juga menunjukkan pola yang relatif seragam dengan hubungan linear positif yang sangat kuat antara panjang dan lebar benih (R²=0,9807). Dengan demikian, benih kelapa sawit hasil seleksi di PPKS Kebun Sei Aek Pancur telah memenuhi standar mutu fisik berdasarkan SNI 8211:2023 dan memiliki karakteristik fisik yang relative homogen antar varietas.

2026-07-29 08:07:14 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Tanaman Refugia Terhadap Kehadiran Musuh Alami Di PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Rambutan
1 month ago
Arsyila Fitria Rusdinnah (Medan, 2026)

Arsyila Fitria Rusdinnah, Nirm. 01.04.22.232. Efektivitas Tanaman Refugia Terhadap Kehadiran Musuh Alami Di PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Rambutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tanaman refugia terhadap kehadiran musuh alami serta mengidentifikasi jenis musuh alami pada perkebunan kelapa sawit. Jenis metode yang dipakai di penelitian ini yakni pendekatan kuantitatif dengan survei lapangan dan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan terdiri atas kontrol, Turnera subulata, dan Turnera ulmifolia dengan delapan ulangan. Pengamatan dilakukan pagi (08.00-11.00) serta sore hari (15.00-17.00) menggunakan teknik sweep net selama 7 hari.   Penelitian menggunakan analisis indeks keanekaragaman Shannon-Wiener serta uji ANOVA dan DMRT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa T. subulata secara signifikan meningkatkan kelimpahan musuh alami dengan nilai rata-rata tertinggi 3,11 individu, dibandingkan dengan T. ulmifolia (1,20 individu) dan kontrol (0,27 individu). Indeks keanekaragaman juga menunjukkan nilai tertinggi pada T. subulata (P1) sebesar 3,31, diikuti oleh T. ulmifolia (P2) sebesar 2,97 dan kontrol(P0) sebesar 1,76. Arthropoda yang diidentifikasi selama penelitian terdiri dari predator, parasitoid, penyerbuk, hama, dan dekomposer dari delapan ordo serangga. Hasil ini menunjukkan bahwa T. subulata merupakan tanaman refugia yang paling efektif pada mendukung arthropoda musuh alami dan meningkatkan kualitas ekosistem.

2026-07-29 07:07:20 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Pengaplikasian Berbagai Dosis Fungisida Dengan Bahan Aktif Mankozeb Terhadap Pengendalian Penyakit Bercak Daun Pada Pembibitan Utama Kelapa Sawit Di PT Sinar Gunung Sawit Raya
1 month ago
Alfira Kurniati (Medan, 2026)

Alfira Kurniati, NIRM. 01.04.22.230. Efektivitas Pengaplikasian Berbagai Dosis Fungisida dengan Bahan Aktif Mankozeb terhadap Pengendalian Penyakit Bercak Daun pada Pembibitan Utama Kelapa Sawit di PT Sinar Gunung Sawit Raya. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai dosis fungisida bahan aktif mankozeb terhadap pengendalian penyakit bercak daun dan pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit pada pembibitan utama di PT Sinar Gunung Sawit Raya. Pengkajian ini dilaksanakan mulai dari Desember 2025 s.d Februari 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 6 (enam) perlakuan yaitu, dosis M0 (kontrol), M1 (1 gram/liter), M2 (1,5 gram/liter), M3 (2 gram/liter), M4 (2,5 gram/liter), dan M5 (3 gram/liter) dengan 4 (empat) ulangan. Parameter yang diamati meliputi frekuensi serangan, intensitas serangan tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat efektivitas pada setiap perlakuan dosis yang diberikan dengan tingkat efektivitas pada perlakuan M0 (0% tidak efektif), M1 (26,1% kurang efektif), serta perlakuan M2 (48,8%), M3 (56,6%), M4 (58%), dan M5 (50,8%) memiliki tingkat efektivitas pada kategori cukup efektif serta pengaplikasian berbagai dosis fungisida memberikan perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit, dengan dosis optimum yaitu 2 gram/liter (M3).

 

2026-07-29 07:07:53 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Desain Perangkap Terhadap Pengendalian Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) Pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit Di PT Sinar Gunung Sawit Raya
1 month ago
Alfin Prayoga (Medan, 2026)

Alfin Prayoga, NIRM. 01.04.22.229. Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman belum menghasilkan (TBM) kelapa sawit yang dapat merusak titik tumbuh dan menurunkan produktivitas tanaman, sehingga diperlukan metode pengendalian yang efektif, ramah lingkungan, dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas berbagai desain perangkap terhadap hasil tangkapan kumbang tanduk dan serangga nontarget, lama ketahanan atraktan alami, serta biaya operasional pada tanaman belum menghasilkan kelapa sawit di PT Sinar Gunung Sawit Raya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan empat perlakuan, yaitu Vane Trap, Bucket Trap, Multi Funnel Trap, dan Frame Net Trap, masing-masing diulang enam kali. Atraktan alami yang digunakan berupa sari buah nanas dan air fermentasi bonggol pisang. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Multi Funnel Trap merupakan desain perangkap paling efektif dengan total tangkapan 93 ekor kumbang tanduk (rata-rata 15,50 ekor) serta menangkap 248 individu serangga non-target. Ketahanan atraktan alami berbeda pada setiap desain perangkap dan dipengaruhi oleh bentuk serta posisi wadah atraktan. Multi Funnel Trap juga memiliki biaya operasional terendah sehingga direkomendasikan sebagai alternatif pengendalian kumbang tanduk yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan pada tanaman belum menghasilkan kelapa sawit. 

2026-07-29 07:07:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Pengendalian Hama Rayap Tanah (Coptotermes Curvignathus) Pada Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan Menggunakan Fipronil Pada Divisi 6 PT. Abdi Budi Mulia Labuhanbatu Selatan
2 months ago
Elena Dwi Putri Pakpahan (Medan, 2024)

Elena Dwi Putri Pakpahan, Nirm. 01.04.20.145. Efektivitas Pengendalian Hama Rayap Tanah (Coptotermes Curvignathus) pada Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan Menggunakan Fipronil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas setiap dosis fipronil dalam mengendalikan hama rayap pada tanaman kelapa sawit menghasilkan dan untuk menganalisis perbedaan waktu dan biaya yang dikeluarkan dalam setiap dosis yang digunakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 hingga Januari 2024. Metode pengumpulan data dilakukan melalui sensus tanaman kelapa sawit yang terserang hama rayap dan menghitung jumlah rayap mati pada tanaman kelapa sawit yang terserang setelah perlakuan. Data sekunder didapat dari kantor perusahaan. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik rancangan percobaan non faktorial menggunakan uji analisis varian (Anova) taraf 0.05 membandingkan perlakuan pada setiap dosis 3 ml, 6 ml an 9 ml per 3 liter air. Kemudian dilakukan perhitungan biaya pada setiap dosisnya. Hasil penelitian menunjukan setiap dosis berpengaruh tidak nyata dengan kata lain, percobaan tidak mendeteksi adanya perbedaan yang nyata dari perlakuan artinya setiap dosis bisa digunakan dalam mengendalikan hama rayap tanah yang menyerang tanaman kelapa sawit menghasilkan kategori serangan ringan ke sedang. Biaya paling murah ditunjukan pada dosis 3 ml yaitu Rp1.200/pokok untuk harga dosis dengan total biaya pengendalian Rp86.792/pokok.

2026-07-14 02:07:34 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Pengendalian Hama Ulat Kantung (Metisa Plana) Pada Tanaman Kelapa Sawit Menggunakan Sprayer Dan High Pressure Sprayer Di PT. Asam Jawa
2 months ago
Rizkina Rikeniate (Medan, 2024)

Rizkina Rikeniate, Nirm 010420166, Efektivitas Pengendalian Hama Ulat Kantung (Metisa plana) Pada Tanaman Kelapa Sawit Menggunakan Sprayer dan High Pressure Sprayer Di PT. Asam Jawa. Pengkajian ini di lakukan sendiri di PT. Asam Jawa dengan tujuan untuk mengkaji perbedaan efektiviitas pengendalian hama ulat kantung (Metisa plana) pada tanaman kelapa sawit menggunakan Sprayer dan High Pressure Sprayer dan ntuk mengkaji faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas pengendalian hama ulat kantung (Metisa plana) menggunakan Sprayer dan High Pressure Sprayer (HPS) di PT. Asam Jawa. Adapun parameter pengamatan dalam penelitian ini yaitu mengamati hama ulat kantung yang mati, curah hujan dan vigor tanaman. Pengkajian ini dilakukan pada bulan November 2023 sampai bulan Januari 2024 dengan menggunakan metode deskriptif pendekatan kuantitatif. Metode analisis data menggunakan uji independent sampel t-test dengan bantuan SPSS 22. Hasil pengkajian menunjukan bahwa adanya perbedaan hasil signifikan yang menunjukan bahwa ada perbedaan rata-rata efektivitas pengendalian hama ulat kantung menggunakan Sprayer sebesar 80,52% dan High Pressure Sprayer (HPS) sebesar 87,14% yang dimana selisih penggunaan HPS sebesar 6,6% lebih tinggi daripada Sprayer dan faktor yang mempengaruhi efektivitas Sprayer dan High Pressure Sprayer (HPS) yaitu curah hujan dan keterampilan pekerja.

2026-07-13 08:07:07 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Penggunaan Legume Cover Crop (LCC) Dan Plant Cover Crop (PCC) Pada TBM Kelapa Sawit Di PT. Asam Jawa Kabupaten Labuhanbatu Selatan
2 months ago
Muhammad Rihandi (Medan, 2024)

Muhammad Rihandi, Nim 01.04.20.156. Melakukan penelitian tentang Efektivitas Penggunaan Legume Cover Crop (LCC) dan Plant Cover Crop (PCC) pada TBM Kelapa Sawit di PT. Asam Jawa Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan Legune Cover Crop (lCC) dan Plant Cover Crop (PCC) terhadap kesuburan tanah, dan pertumbuhan vegetatif TBM kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Asam Jawa Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara pada bulan Desember 2023 sampai dengan Maret 2024. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi dan dokumentasi, sementara metode analisis data  menggunakan Uji Independent Sample T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji- T didapat nilai signifikasi < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antara penggunaan LCC dan PCC pada tanaman kelapa sawit. Hasil analisa laboratorium menunjukkan bahwa kesuburan tanah pada TBM menggunakan LCC lebih subur daripada menggunakan PCC, hal ini bisa dilihat dari kandungan unsur hara N, P, K dan C-organik lebih tinggi pada TBM menggunakan LCC. Selain itu pada pengamatan pertumbuhan vegetatif  tanaman, jumlah helai daun pada pelepah ke 17 dan jumlah pelepah lebih banyak TBM menggunakan LCC daripada TBM menggunakan PCC.

 

2026-07-13 08:07:47 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Metode Penyuluhan Ceramah Dan Pemutaran Film Dalam Perubahan Pengetahuan Dan Sikap Petani Tentang Panen Dan Pascapanen Tanaman Padi (Oryza sativa L.)
2 months ago
Mutiara Chairunnissa (Medan, 2024)

Mutiara Chairunnissa, NIRM 01.01.20.156. Efektivitas Metode Penyuluhan Ceramah dan Pemutaran Film dalam Perubahan Pengetahuan dan Sikap Petani tentang Panen dan Pascapanen Tanaman Padi (Oryza sativa L.). Tujuan pengkajian ini menganalisis peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap petani dan menganalisis perbandingan efektivitas metode ceramah dan pemutaran film tentang panen dan pascapanen tanaman padi. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara pada bulan April-Mei 2024. Metode pengkajian yang digunakan yaitu metode quasi-eksperimental dengan menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang terdiri dari 20 petani pada masing-masing kelompok. Teknik pengumpulan data menggunakan pre-posttest dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis yang digunakan yaitu mengukur nilai rata-rata peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap petani, serta melihat perbandingan menggunakan nilai Efektivitas Penyuluhan (EP) dan Efektivitas Perubahan Perilaku (EPP) serta Uji Independent T-test sehingga diperoleh perbedaan rata-rata 2 kelompok. Hasil pengkajian menunjukkan peningkatan pengetahuan petani sebesar 22,5% dan perubahan sikap petani sebesar 11,7% dengan metode ceramah, peningkatan pengetahuan petani sebesar 42,4% dan perubahan sikap petani sebesar 17,8% dengan metode pemutaran film. Diperoleh nilai EP dengan metode ceramah pada aspek pengetahuan sebesar 14,9% dan aspek sikap sebesar 11,6% (kurang efektif), sedangkan nilai EP dengan metode pemutaran film pada aspek pengetahuan sebesar 28% dan pada aspek sikap sebesar 17,7% (kurang efektif). Nilai EPP dengan metode ceramah pada aspek pengetahuan sebesar 44,14% (cukup efektif) dan aspek sikap sebesar 27,1% (kurang efektif), sedangkan nilai EPP dengan metode pemutaran film pada aspek pengetahuan sebesar 82,3% dengan kategori efektif dan aspek sikap sebesar 41,9% (cukup efektif).

2026-06-25 07:06:19 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Program Food Estate Dalam Meningkatkan Produktivitas Bawang Merah (Allium Cepa Var. aggregatum L) Di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara
2 months ago
Gidion Sihombing (Medan, 2024)

Gidion Sihombing, Nirm. 01.01.20.150. Efektivitas Program Food Estate Dalam Meningkatkan Produktivitas Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum L) di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis efektivitas program Food Estate dalam meningkatkan produktivitas bawang merah (Allium cepa var. aggregatum L) di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. (2) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas program Food Estate dalam meningkatkan produktivitas bawang merah (Allium cepa var. aggregatum L) di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan pada bulan Februari sampai Juni 2024. Metode pengkajian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, pengumpulan data dengan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sampel pengkajian sebanyak 85 petani yang merupakan anggota kelompok tani yang  berada di Desa Ria Ria Kecamatan Pollung, dengan penarikan sampel pengkajian dilakukan dengan proportional random sampling. Untuk menganalisis tingkat efektivitas program Food Estate digunakan teknik penentuan skor model Likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program Food Estate digunakan model analisis linear berganda. Hasil pengkajian secara keseluruhan didapatkan hasil analisis tingkat efektivitas program Food Estate yaitu sebesar 73,21% pada kategori tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap efektivitas program Food Estate adalah sosialisasi, produktivitas, motivasi dan sarana prasarana.

 

 

2026-06-25 03:06:50 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Bioinsektisida Bacillus Thuringiensis Terhadap Hama Ulat Kantung (Metisa Plana) Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Pt Umada Kebun Pernantian
3 months ago
Christanta P Yitzak (Medan, 2025)

Yitzak Christanta P, NIRM 01.04.21.227. Ulat kantung (Metisa plana) merupakan salah satu hama yang dapat menurunkan tingkat produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan insektisida kimia berdampak negatif terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif ramah lingkungan seperti bioinsektisida Bacillus thuringiensis. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh bioinsektisida Bacillus thuringiensis terhadap mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik serta mengetahui efektivitas bioinsektisida Bacillus thuringiensis dalam mengendalikan hama ulat kantung. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Penangkaran Sycanus PT Umada Kebun Pernantian, dimulai dari bulan Oktober 2024 sampai dengan bulan Maret 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan yaitu kontrol (tanpa perlakuan), tiga dosis bioinsektisida Bacillus thuringiensis (10g/L, 15g/L dan 20 g/L) serta satu perlakuan sebagai pembanding menggunakan insektisida kimia (3 ml/L). Masing-masng ulangan terdiri dari lima ekor hama ulat kantung yang diamati selama 7 hari. Parameter yang diamati meliputi mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik hama ulat kantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bioinsektisida Bacillus thuringiensis memberikan pengaruh terhadap mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik hama ulat kantung. Penggunaan dosis bioinsektisida Bacillus thuringiensis pada dosis tertinggi (20 g/L) efektif dalam mengendalikan hama ulat kantung walaupun cara kerjanya tidak secepat insektisida kimia.

2026-05-21 04:05:20 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Penggunaan Orynettrap Dan Ferotrap Dalam Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit
3 months ago
Junaidi, Fakhrurrozi Maulana (Medan, 2025)

Pakhrurrozy Maulana Junaidi, NIRM 01.04.21.189. “Efektivitas Penggunaan Orynettrap dan Ferotrap Dalam Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa sawit ( Studi Kasus di PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara)“. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dua jenis perangkap, yaitu Orynettrap dan Ferotrap, dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) pada tanaman kelapa sawit fase belum menghasilkan (TBM). Serangan kumbang tanduk yang tinggi menjadi salah satu kendala utama dalam menjaga produktivitas tanaman, khususnya pada tahap awal pertumbuhan. Penelitian dilaksanakan di Divisi 5 PT SMART Tbk, Kebun Padang Halaban, Kabupaten Labuhanbatu Utara, selama periode Desember 2024 hingga Februari 2025. Metode yang digunakan adalah observasi langsung di lapangan dengan pendekatan mixed methods. Perlakuan yang diuji meliputi penggunaan Orynettrap (perangkap berbahan jaring dipadukan dengan feromon) dan Ferotrap (perangkap ember dilengkapi dengan feromon). Parameter yang diamati mencakup jumlah tangkapan imago O. rhinoceros L. serta efisiensi biaya operasional masing-masing jenis perangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ferotrap memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi dalam menangkap imago O. rhinoceros L. serta lebih efisien secara ekonomi dibandingkan Orynettrap. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan Ferotrap dapat menjadi alternatif strategi pengendalian hama yang lebih optimal pada areal TBM kelapa sawit.

2026-05-21 01:05:28 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Bioinsektisida Bacillus Thuringiensis Terhadap Hama Ulat Kantung (Metisa Plana) Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Pt Umada Kebun Pernantian
4 months ago
P, Yitzak Christanta (Medan, 2025)

Yitzak Christanta P, NIRM 01.04.21.227. Ulat kantung (Metisa plana) merupakan salah satu hama yang dapat menurunkan tingkat produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan insektisida kimia berdampak negatif terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif ramah lingkungan seperti bioinsektisida Bacillus thuringiensis. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh bioinsektisida Bacillus thuringiensis terhadap mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik serta mengetahui efektivitas bioinsektisida Bacillus thuringiensis dalam mengendalikan hama ulat kantung. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Penangkaran Sycanus PT Umada Kebun Pernantian, dimulai dari bulan Oktober 2024 sampai dengan bulan Maret 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan yaitu kontrol (tanpa perlakuan), tiga dosis bioinsektisida Bacillus thuringiensis (10g/L, 15g/L dan 20 g/L) serta satu perlakuan sebagai pembanding menggunakan insektisida kimia (3 ml/L). Masing-masng ulangan terdiri dari lima ekor hama ulat kantung yang diamati selama 7 hari. Parameter yang diamati meliputi mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik hama ulat kantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bioinsektisida Bacillus thuringiensis memberikan pengaruh terhadap mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik hama ulat kantung. Penggunaan dosis bioinsektisida Bacillus thuringiensis pada dosis tertinggi (20 g/L) efektif dalam mengendalikan hama ulat kantung walaupun cara kerjanya tidak secepat insektisida kimia.

2026-05-04 07:05:42 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Volume Air Siraman Dan Pemberian Pupuk Npk Emcote 15.15.6.4 Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery Di Pt. Abdi Budi Mulia
4 months ago
Tarigan, Salni Pagit Dewita (Medan, 2025)

Salni Pagit Dewita Tarigan, Nirm 01.04.21.222. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh volume air siraman yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery, mengkaji pengaruh Pemberian pupuk NPK dengan taraf yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery, dan mengkaji kombinasi manakah yang optimal antara volume air siraman dan dosis pupuk NPK untuk pertumbuhan yang efektif bibit kelapa sawit pada fase pre nursery. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 – Februari 2025. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor pertama volume air siraman terdiri dari 6 taraf A1 (50 ml), A2 (100 ml), ,A3 (150 ml),, A4 (200 ml), A5 (250 ml), A6 (300 ml). Faktor kedua yaitu pemberian pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu P1 (5 gr), P2 (10 gr), P3 (15 gr). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Parameter diamati meliputi tingg tanaman, panjang daun, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, berat basah akar, berat kering akar. Data dianalisismenggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan Volume mir siraman 100 ml/tanaman dan perlakuan pemberian pupuk NPK 5 gr/polybag merupakan perlakuan terbaik. Selanjutnya interaksi antara perlakuan volume air siraman dan pemberian pupuk NPK 100 ml/tanaman dan 5 gr/polybag merupakan kombinasi perlakuan terbaik.

2026-05-04 03:05:38 admin@polbangtanmedan.ac.id