POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 145
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Petani Dalam Diversifikasi Pangan Untuk Mengatasi Krisis Pangan Beras Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara
2 weeks ago
Padang, Santiasa (Medan, 2023)

Santiasa Padang, Nirm RPL 01.01.21.308. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan beras di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah mengetahui tingkat persepsi petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan beras di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Juli 2023. Metode pengkajian ini yaitu  deskripsi kuantitatif dan metode pengumpul data yaitu metode wawancara menggunakan kuesioner, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persentase persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan beras tergolong sangat tinggi yaitu 86,26%. Secara simultan, variabel karakteristik petani, aksesibilitas informasi, lingkungan sosial dan peran penyuluh mempengaruhi persepsi petani dalam diversifikasi pangan. Secara parsial variabel yang berpengaruh sangat nyata terhadap persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan beras yaitu karakteristik petani, aksesibilitas informasi, lingkungan sosial dan peran penyuluh.

2026-05-25 07:05:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Respon Petani Pada Budidaya Padi Sawah(Oryzasativa) Dengan Sistem Tanam Jajar Legowo 4 : 1 Di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara
2 weeks ago
Damanik, Bilmar (Medan, 2023)

Bilmar Damanik, RPL.01.01.21.326 Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Respon Petani Pada Budidaya Padi Sawah (Oryza sativa) Dengan Sistem Tanam Jajar Legowo 4 :1 Di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat respon petani dalam budidaya padi sawah (oryza sativa) dengan sistem tanam jajar legowo 4 :1. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun pada Bulan Maret sampai Mei 2023 Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat respon petani dalam budidaya padi sawah (oryza sativa) dengan sistem tanam jajar legowo 4 :1 tergolong sangat tinggi yaitu dengan persentase 81.1%. Sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang Memengaruhi respon petani dalam budidaya padi sawah (oryza sativa) dengan sistem tanam jajar legowo 4 :1 diperoleh persamaan Y = 87,344 – 1,278 X1 + 1.398X2 - 1,301 X3 + 0,688X4 + 0,012X5 + e. Seacara simultan diperoleh variabel bebas karakteristik petani, motivasi petani, peran kelompok tani, peran penyuluh dan lingkungan berpengaruh secara signifikan terhadap respon petani pada budidaya padi sawah dengan sistem tanam jajar legowo 4:1 di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun dengan nilai Fhitung(47.127)>Ftabel.

2026-05-25 06:05:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara
3 weeks ago
Siregar, Atikah Sri (Medan, 2025)

Sri A’tikah Siregar, Nirm. 01.01.21.265. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat keputusan petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo. Pelaksanaan pada bulan Maret-Mei 2025. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta wawancara, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Jumlah sampel dalam pengkajian ini sebanyak 80 orang. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit tergolong tinggi dengan persentase 79,42%. Sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit diperoleh persamaan Y= 13.696 + 0.256X1 + 0.362X2 + 0.151X3 + 0.465X4 + 0.537X5+ e. Secara parsial, variabel karakteristik petani, ekonomi, lingkungan sosial dan perubahan iklim berpengaruh nyata terhadap keputusan petani.

2026-05-13 03:05:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga Di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
3 weeks ago
Harahap, Saskia Wahdini (Medan, 2025)

Saskia Wahdini Harahap, Nirm. 01.01.21.230. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Agrowisata memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi pedesaan, namun partisipasi petani dalam pengembangannya masih terbatas. Agrowisata Paloh Naga, hanya 75 dari 310 petani yang terlibat aktif, menunjukkan perlunya pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang memotivasi petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode sensus terhadap 75 petani yang terlibat aktif dalam agrowisata. Data dikumpulkan melalui kuesioner Skala Likert dan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan SEM-PLS untuk menguji pengaruh lima variabel bebas (lingkungan sosial, kerjasama, sarana prasarana, dukungan pemerintah, dan pendapatan) terhadap motivasi petani. Tingkat motivasi petani berada pada kategori sedang dengan persentase 52,74%. Lingkungan sosial (β=0,242; p=0,004), kerjasama (β=0,282; p=0,002), dan dukungan pemerintah (β=0,374; p=0,000) berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani. Dukungan pemerintah memberikan kontribusi terbesar dengan sumbangan relatif 39,07%. Sebaliknya, sarana prasarana dan pendapatan tidak berpengaruh signifikan. Model penelitian mampu menjelaskan 76,8% variabilitas motivasi petani (R²=0,768). Pengembangan agrowisata berkelanjutan memerlukan penguatan kerjasama, peningkatan lingkungan sosial yang kondusif, dan optimalisasi peran pemerintah sebagai fasilitator utama pengembangan agrowisata pedesaan.

2026-05-13 03:05:01 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung (Zea Mays L) Menjadi Briket Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
3 weeks ago
Bima Rizaldi Restu (Medan, 2025)

Restu Bima Rizaldi, Nirm. 01.01.21.259. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung Menjadi Briket di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk melihat tingkat minat dan faktor- faktor yang mempengaruhinya terhadap pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya dan wawancara. Sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat minat petani terhadap pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket tergolong tinggi dengan minat sebesar 70,2%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 30,279 + - 0,045X1 + 0,086X2 + 0,006X3 + -0,059X4 + -0,100X5 + 0,053X6 Secara simultan variabel pendidikan, teknologi, pengalaman, modal, pendapatan dan pemasaran berpengaruh terhadap minat petani. Secara parsial variabel teknologi, modal, pendapatan, serta pemasaran berpengaruh signifikan terhadap minat petani, sedangkan variabel pendidikan dan pengalaman tidak berpengaruh signifikan terhadap minat petani.

2026-05-13 02:05:22 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) Di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
3 weeks ago
Mulyani Pitri (Medan, 2025)

Pitri Mulyani, Nirm 01.01.21.223. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada bulan April sampai dengan Juni 2025. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam budidaya bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues. Metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan analisis regresi linear berganda. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 73 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 71,26% pada kategori tinggi, sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani diperoleh persamaan sebagai berikut. Y= 2,647 + 0,002 X1 + 0,258 X2 + 0,212 X3+ 0,503 X4. Secara simultan variabel karakteristik petani, penguasaan teknologi, modal, dan organisme pengganggu tanaman secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel perilaku petani dalam budidaya bawang merah, secara parsial variabel penguasaan teknologi dan serangan organisme pengganggu tanaman berpengaruh sangat nyata, variabel modal berpengaruh nyata, sedangkan variabel karakteristik petani berpengaruh tidak nyata terhadap perilaku petani dalam budidaya bawang merah.

2026-05-12 09:05:55 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Adopsi Petani Dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (Csa) Di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara
3 weeks ago
Nabilla, Nurdiana (Medan, 2025)

Nurdiana Nabila, Nirm. 01.01.21.221. Faktor-faktor yang Memengaruhi Adopsi Petani dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (CSA) di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA) dan faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA). Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan April sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam pengkajian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah pengisian kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat adopsi petani digunakan teknik penentuan skor model Likert dan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani digunakan model analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program CSA di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai termasuk kategori sangat tinggi yaitu dengan persentase 86,95%. Dari hasil regresi linear terhadap faktorfaktor yang memengaruhi adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA) diperoleh persamaan Y= −11,506 − 0,368 X1 + 0,323 X2+ 0,261 X3 + 0,705 X4+ 0,156 X5 + 0,534X6 + 0,372X7. Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA) adalah umur (X1), tingkat pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman berusahatani (X4), peran penyuluh (X6), dan kosmopolitan (X7). Sedangkan faktor karakteristik inovasi (X5) berpengaruh tidak nyata.

2026-05-12 09:05:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Adaptasi Petani Padi Sawah Terhadap Perubahan Sistem Irigasi Oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3a) Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
4 weeks ago
Robby, Muhammad (Medan, 2025)

Perubahan sistem irigasi oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) diKecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, menuntut petani padi sawah untuk melakukan berbagai bentuk adaptasi guna mempertahankan produktivitas pertanian mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat adaptasi petani serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap 83 responden yang ditentukan dengan metode proportionate stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adaptasi petani berada pada kategori tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap adaptasi petani meliputi dukungan sosial, motivasi, pengalaman bertani, akses informasi, dan penyesuaian pola tanam. Sementara itu, kepemilikan lahan tidak memberikan pengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sosial dan akses informasi dalam meningkatkan kemampuan adaptasi petani terhadap perubahan  sistem irigasi. Oleh karena itu, penguatan dukungan sosial dan kegiatan penyuluhan pertanian menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan pertanian berbasis irigasi.

2026-05-11 03:05:06 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung (Zea Mays L) Menjadi Briket Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
1 month ago
Rizaldi, Restu Bima (Medan, 2025)

Restu Bima Rizaldi, Nirm. 01.01.21.259. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat

Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung Menjadi Briket di Kecamatan

Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini

adalah untuk melihat tingkat minat dan faktor- faktor yang mempengaruhinya

terhadap pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket. Pengkajian ini

dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan

data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, kuesioner, wawancara dan

dokumentasi yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya dan wawancara.

Sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear

berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat minat petani terhadap

pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket tergolong tinggi dengan minat

sebesar 70,2%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang

mempengaruhi minat petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 30,279 + -

0,045X1 + 0,086X2 + 0,006X3 + -0,059X4 + -0,100X5 + 0,053X6 Secara simultan

variabel pendidikan, teknologi, pengalaman, modal, pendapatan dan pemasaran

berpengaruh terhadap minat petani. Secara parsial variabel teknologi, modal,

pendapatan, serta pemasaran berpengaruh signifikan terhadap minat petani,

sedangkan variabel pendidikan dan pengalaman tidak berpengaruh signifikan

terhadap minat petani.

2026-04-27 04:04:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara
1 month ago
Siregar, Sri Atikah (Medan, 2025)

Sri A’tikah Siregar, Nirm. 01.01.21.265. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat keputusan petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo. Pelaksanaan pada bulan Maret-Mei 2025. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta wawancara, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Jumlah sampel dalam pengkajian ini sebanyak 80 orang. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit tergolong tinggi dengan persentase 79,42%. Sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit diperoleh persamaan Y= 13.696 + 0.256X1 + 0.362X2 + 0.151X3 + 0.465X4 + 0.537X5+ e. Secara parsial, variabel karakteristik petani, ekonomi, lingkungan sosial dan perubahan iklim berpengaruh nyata terhadap keputusan petani.

2026-04-20 07:04:08 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga Di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
1 month ago
Harahap, Saskia Wahdini (Medan, 2025)

Saskia Wahdini Harahap, Nirm. 01.01.21.230. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan

Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Agrowisata memiliki potensi besar dalam

menggerakkan ekonomi pedesaan, namun partisipasi petani dalam

pengembangannya masih terbatas. Agrowisata Paloh Naga, hanya 75 dari 310

petani yang terlibat aktif, menunjukkan perlunya pemahaman mendalam tentang

faktor-faktor yang memotivasi petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis

motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam

pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli

Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode

sensus terhadap 75 petani yang terlibat aktif dalam agrowisata. Data dikumpulkan

melalui kuesioner Skala Likert dan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis

menggunakan SEM-PLS untuk menguji pengaruh lima variabel bebas (lingkungan

sosial, kerjasama, sarana prasarana, dukungan pemerintah, dan pendapatan)

terhadap motivasi petani. Tingkat motivasi petani berada pada kategori sedang

dengan persentase 52,74%. Lingkungan sosial (β=0,242; p=0,004), kerjasama

(β=0,282; p=0,002), dan dukungan pemerintah (β=0,374; p=0,000) berpengaruh

signifikan terhadap motivasi petani. Dukungan pemerintah memberikan kontribusi

terbesar dengan sumbangan relatif 39,07%. Sebaliknya, sarana prasarana dan

pendapatan tidak berpengaruh signifikan. Model penelitian mampu menjelaskan

76,8% variabilitas motivasi petani (R²=0,768). Pengembangan agrowisata

berkelanjutan memerlukan penguatan kerjasama, peningkatan lingkungan sosial

yang kondusif, dan optimalisasi peran pemerintah sebagai fasilitator utama

pengembangan agrowisata pedesaan.

2026-04-20 07:04:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) Di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
1 month ago
Mulyani, Pitri (Medan, 2025)

Pitri Mulyani, Nirm 01.01.21.223. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada bulan April sampai dengan Juni 2025. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam budidaya bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues. Metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan analisis regresi linear berganda. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 73 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 71,26% pada kategori tinggi, sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani diperoleh persamaan sebagai berikut. Y= 2,647 + 0,002 X1 + 0,258 X2 + 0,212 X3+ 0,503 X4. Secara simultan variabel karakteristik petani, penguasaan teknologi, modal, dan organisme pengganggu tanaman secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel perilaku petani dalam budidaya bawang merah, secara parsial variabel penguasaan teknologi dan serangan organisme pengganggu tanaman berpengaruh sangat nyata, variabel modal berpengaruh nyata, sedangkan variabel karakteristik petani berpengaruh tidak nyata terhadap perilaku petani dalam budidaya bawang merah.

2026-04-20 03:04:11 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Adopsi Petani Dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (Csa) Di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Nabilla, Nurdiana (Medan, 2025)

Nurdiana Nabila, Nirm. 01.01.21.221. Faktor-faktor yang Memengaruhi Adopsi

Petani dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (CSA) di

Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan dari penelitian ini

adalah mengetahui tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate

Smart Agriculture (CSA) dan faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam

keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA). Penelitian ini

dilaksanakan di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan

April sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam

pengkajian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang

dilakukan adalah pengisian kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Metode

analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat adopsi petani digunakan teknik

penentuan skor model Likert dan untuk mengetahui faktor-faktor yang

memengaruhi adopsi petani digunakan model analisis regresi linear berganda. Hasil

pengkajian menunjukkan tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program CSA

di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai termasuk kategori sangat

tinggi yaitu dengan persentase 86,95%. Dari hasil regresi linear terhadap faktorfaktor

yang memengaruhi adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate

Smart Agriculture (CSA) diperoleh persamaan Y= −11,506 − 0,368 X1 + 0,323 X2+

0,261 X3 + 0,705 X4+ 0,156 X5 + 0,534X6 + 0,372X7. Faktor-faktor yang

berpengaruh secara nyata terhadap adopsi petani dalam keberlanjutan program

Climate Smart Agriculture (CSA) adalah umur (X1), tingkat pendidikan (X2), luas

lahan (X3), pengalaman berusahatani (X4), peran penyuluh (X6), dan kosmopolitan

(X7). Sedangkan faktor karakteristik inovasi (X5) berpengaruh tidak nyata

2026-04-20 03:04:35 admin@polbangtanmedan.ac.id