POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 84
Faktor Internal Dan Eksternal Hubungannya Dengan Sikap Petani Dalam Penerapan Pengendalian Penyakit Busuk Buah Pada Tanaman Kakao Di Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara
2 years ago
Waruwu, Meyman, Syukur (Medan, 2017)

Meyman Syukur Waruwu, Nirm 01.43.13.0285, Faktor Internal Dan Eksternal Hubungannya Dengan Sikap Petani Dalam Penerapan Pengendalian Penyakit Busuk Buah Pada Tanaman Kakao di Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara Provinsi Sumatera Utara dibawah bimbingan Dr. Puji Hartati, M.Ed selaku Pembimbing I dan Mawar Indah P. STP, M.Si selaku Pembimbing II. Penyakit tanaman adalah gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh mikro organisme (virus, bakteri protozoa, jamur, cacing nematoda). Sejalan dengan latar belakang, penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji : 1) untuk mengetahui sikap petani terhadap pengendalian Penyakit buah pada tanaman kakao 2) untuk mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal dengan sikap petani dalam pengendalian penyakit busuk buah pada tanaman kakao. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 03 April sampai dengan 31 Mei 2017. Populasi di dalam penelitian ini adalah kelompoktani kakao di Kecamatan Afulu yang berjumlah 207 orang, sampel sebanyak 37 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode pemberian skor dan metode analisis Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap petani dalam pengendalian penyakit busuk buah pada tanaman kakao di Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 71%. Faktor Internal (pendidikan petani, umur petani, kemampuan petani) Tidak ada hubungan yang signifikan dengan sikap petani, Faktor Eksternal (kemampuan penyuluh) terdapat hubungan yang signifikan dengan sikap petani dalam pengendalian penyakit busuk buah pada tanaman kakao.

2022-05-23 06:05:43 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Masyarakat Tentang Keamanan Pangan Produk Olahan Pertanian Di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh
2 years ago
Arifah (Medan, 2022)

Arifah, NIRM. 01.1.3.17.0579. Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan tiga cemaran, yaitu cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakian, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi. pengkajian ini dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah pada bulan Maret sampai dengan Mei 2021. Metode pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan dianalisis dengan menggunakan aplikasi Statistical Package of the Social Sciences (SPSS). Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa sikap masyarakat tentang keamanan pangan produk olahan pertanian tergolong sangat tinggi yaitu 83,3%, sementara hasil regresi linear terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi sikap masyarakat tentang keamanan pangan produk olahan pertanian diperoleh persamaan Y= 1,576 + 0,292X1 + 0,127X2 + 0,053X3. Uji lanjut t-hitung menunjukkan bahwa faktor perilaku konsumsi dan budaya berpengaruh sangat nyata terhadap sikap keamanan pangan masyarakat. Sedangkan faktor usia, pendidikan, pekerjaan, dan lingkungan tidak memiliki pengaruh nyata dengan nilai t-hitung lebih kecil daripada t-tabel. 

2022-04-22 02:04:33 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keputusan Petani Beralih Fungsi Lahan Dari Tanaman Karet Ke Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
3 years ago
Dayu (Medan, 2021)

Faktor-faktor yang berhubungan dengan keputusan petani beralih fungsi lahan dari tanaman karet ke tanaman kelapa sawit. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat keputusan petani dan mengkaji apa saja faktor-faktor yang berhubungan dengan keputusan petani beralih fungsi lahan dari tanaman karet ke tanaman kelapa sawit. Pengkajian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Maret-23 Mei 2021 di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara analisis data menggunakan skala likert dan korelasi rank spearman. Hasil pengkajian menunjukan tingkat keputusan petani beralih fungsi lahan dari tanaman karet ke tanaman kelapa sawit sangat tinggi yaitu 87,07%, sementara hasil uji korelasi rank spearman menunjukan bahwa faktor pengalaman berusaha tani, harga TBS, tekanan sosial, dan luas lahan berhubungan signifikan dengan keputusan petani beralih fungsi lahan dari tanaman karet ke tanaman kelapa sawit, sedangkan faktor pendapatan, pengetahuan, kegiatan penyuluhan, dan kosmopolitan tidak berhubungan singnifikan dengan keputusan petani beralih fungsi lahan dari tanaman karet ke tanaman kelapa sawit.

2022-02-07 04:02:35 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Petani Dalam Melakukan Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Menghasilkan Di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir
3 years ago
Yulianto, M. Aditia (Medan, 2021)

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Minat Petani Dalam Melakukan Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Menghasilkan Di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji minat petani dalam melakukan pemeliharaan tanaman kelapa sawit menghasilkan, dan mengkaji faktor faktor yang mempengaruhi minat petani dalam melakukan pemeliharaan tanaman kelapa sawit menghasilkan. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir pada tanggal 01 April Sampai 23 Mei 2021. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan adalah Skala Likert dan Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat minat Petani dalam melakukan pemeliharaan tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) menghasilkan di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir adalah 82,35% dengan kategori tinggi. Kemudian hasil Regresi Linier Berganda menggunakan SPSS versi 25 dengan membandingkan nilai thitung > ttabel dan Sig < 0,05 menunjukkan ada berpengaruh nyata antara luas lahan, lingkungan keluarga, peran pemerintah dan lingkungan masyarakat terhadap minat petani dalam melakukan pemeliharaan tanaman kelapa sawit menghasilkan. Sedangkan umur, pendidikan formal, dan sarana prasarana tidak berpengaruh terhadap minat petani dalam melakukan pemeliharaan tanaman kelapa sawit menghasilkan di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir.

2022-01-31 09:01:25 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Petani Dalam Penggunaan Pohon Pelindung Pada Tanaman Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir
3 years ago
Harianja, Ayu (Medan, 2021)

Ayu Harianja, Nirm 01.4.3.17.0464, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Petani dalam Penggunaan Pohon Pelindung pada Tanaman Kopi (Coffea arabica L) di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir. Tujuan dari pengkajian ini adalah mendeskripsikan pengetahuan petani dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan petani dalam penggunaan pohon pelindung pada tanaman kopi. Pengkajian dilakukan di Kecamatan Onan Runggu pada 13 April 23 Mei 2021. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi, wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa faktor pendidikan nonformal, media informasi, keaktifan berkelompok tani, peran penyuluh, dan kosmopolitan mempengaruhi pengetahuan petani, sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan petani dalam penggunaan pohon pelindung pada tanaman kopi diperoleh persamaan sebagai berikut Y= (12,888) + (0,010)X1 + (0,037)X2 + (0,771)X3 + (0,003)X4 +(0,198)X5 + (0,000)X6 + (0,582)X7 + (0,275)X8 + (0,354)X9 (0,078)X10 dan nilai

Fhitung (14,044) > Ftabel (2,04) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 (α) yang berarti bahwa seluruh variabel secara bersama-sama seluruh variabel berpengaruh terhadap pengetahuan petani. Uji lanjut menggunakan thitung menunjukkan bahwa variabel umur, pendidikan formal, pendidikan non formal, media informasi, peran kelompok tani, peran penyuluh, dan kosmopolitan memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai thitung > ttabel.

2022-01-26 10:01:54 admin@polbangtanmedan.ac.id