POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 368
Motivasi Pekebun Dalam Menerapkan Good Agriculture Practices (Gap) Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara
4 days ago
Manurung, Yeny Widianata (Medan, 2026)

Yeny Widianata Manurung, Nirm. 01.02.20.194. Motivasi Pekebun dalam Menerapkan Good Agriculture Practices (GAP) pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun dalam penerapan Good Agriculture Practices (GAP). Pengkajian ini dilaksanakan pada April sampai dengan bulan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat motivasi pekebun dalam menerapkan GAP tanaman kopi arabika tergolong tinggi dengan persentase sebesar 81,04%. Selanjutnya hasil analisis regresi linier berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam menerapkan GAP secara simultan antara lain pendapatan(X1), pengalaman berusahatani (X2), pendidikan formal (X3), jumlah tanggungan keluarga (X4), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), dan ketersediaan sarana produksi (X7). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam menerapkan GAP antara lain pengalaman berusahatani (X2), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), dan ketersediaan sarana produksi (X7). Sedangkan variabel bebas pendapatan (X1), pendidikan formal (X3), dan jumlah tanggungan (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi (Y).

2026-06-04 04:06:51 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Generasi Muda Menjadi Petani Milenial Pada Sektor Perkebunan Kopi Di Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun
5 days ago
Angel, Elleliana Marta (Medan, 2024)

Elleliana Marta Angel, NIRM 01.02.20.174. Minat Generasi Muda Menjadi Petani Milenial Pada Sektor Perkebunan Kopi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat minat generasi muda dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat minat generasi muda menjadi petani milenial pada sektor perkebunan kopi. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun pada bulan April sampai Juni 2024. Sampel ditentukan dengan teknik accidental sampling dengan jumlah responden 93 orang dari 3 desa di Kecamatan Panei, yaitu Desa Simantin Pane Dame, Bangun Rakyat dan Bangun Sitolu Bah. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat generasi muda menjadi petani milenial pada sektor perkebunan kopi 77,57% berada pada kategori tinggi, sementara hasil persamaan regresi linier berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi minat generasi muda menjadi petani milenial pada sektor perkebunan kopi diperoleh persamaan sebagai berikut Y = -3.649 + 0.044X1 + 0.382X2 + 0,354X3 + 0,774X4 + 0,356X5 + e. Uji lanjut menggunakan thitung menunjukkan bahwa faktor ketersediaan modal, lingkungan sosial, dan dukungan pemerintah memiliki pengaruh yang cukup signifikan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel.

 

 

 

2026-06-03 08:06:15 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Penggunaan Bibit Bersertifikat Pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara
5 days ago
Manalu, Juniar Albet (Medan, 2024)

Albert Juniar Manalu, NIRM. 01.02.20.166 Motivasi Pekebun Dalam Penggunaan Bibit Bersertifikat Pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun dalam penggunaan bibit bersertifikat. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan April 2024 sampai dengan bulan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari wawancara dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam penggunaan bibit bersertifikat tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 82,2%. Hasil analisis regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y= 40,052 - 0,003X1 + 0,073X2 + 0,085X3 + 0,0000002637X4 + 0,482X5 + 0,108X6 + 0,031X7 + 0,071X8 + 0,090X9 + 0,084X10 + e. Uji F (simultan) menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel (X3), (X4), (X5), (X7), (X8), (X9) dan (X10) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). Sedangkan variabel (X1), (X2) dan (X6) tidak berpengaruh terhadap (Y).

2026-06-03 08:06:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Dalam Penggunaan Tanaman Pelindung Untuk Tanaman Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara
5 days ago
Sihombing, Melisa (Medan, 2024)

 

Melisa Sihombing, NIRM 01.02.20.149, Tujuan dari pengkajian ini adalahuntukmenganalisis Minat Pekebun Dalam Penggunaan Tanaman Pelindung Untuk Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Pengkajian ini dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara pada bulan April sampai dengan Mei 2024. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara teknik analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat Minat Pekebun Dalam Penggunaan Tanaman Pelindung Untuk Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara.dalam kategori sedang yaitu 67,45 persen, sementara hasil regresi linear terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kinerja penyuluh pertaniandiperoleh dengan persamaan Y= 4.871 + 0,587X1 + 2.626X2 + 0,285X3 + 0,845X4 − 0,193X5 − 0,207X6 + 0,234X6 + e. Uji lanjut menggunakan t hitung menunjukkan bahwa faktor Pendidikan, Luas Lahan, Pengalaman Bertani, Pengetahuan Pekebun dan Peran Penyuluh berpengaruh secara nyata sedangkan kelompok tani dan tidak memiliki pengaruh nyata.

Kata kunci : Minat, Kopi Arabika, Tanaman Pelindung, Regresi Linier Berganda, Kecamatan Sipoholon

2026-06-03 03:06:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Terhadap Intercropping (Tumpang Sari) Pada Lahan Tbm Kelapa Sawit Dikecamatan Sirapit Kabupaten Langkat
5 days ago
Sihotang, Afriandi (Medan, 2024)

Afriandi Sihotang, NIRM.01.02.20.135. Minat Pekebun Terhadap Intercropping (Tumpang Sari) pada lahan TBM Kelapa Sawit di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat. Tujuan dari Pengkajian ini adalah mengkaji tingkat minat pekebun terhadap intercropping (tumpang sari) pada lahan TBM kelapa sawit dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun terhadap intercropping (tumpang sari) pada lahan TBM kelapa sawit. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat pada bulan April sampai dengan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan kuesioner yang telah di uji validitas dan reabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linier berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun terhadap intercropping (tumpang sari) pada lahan TBM kelapa sawit tergolong tinggi yaitu 80 persen, sementara hasil regresi linier berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun terhadap intercropping (tumpang sari) pada lahan TBM kelapa sawit diperoleh persamaan berikut Y = 16,683 + 0,111X1 + 0,256X2 + 0,658X3 + 0,106X4 + 0,224X5 + e. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor karakteristik pekebun, pengetahuan, kosmopolitan, lingkungan sosial dan peran penyuluh memiliki pengaruh yang signifikan.

2026-06-03 03:06:35 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Kopi Dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Menjadi Pupuk Organik Di Kecamatan Bies Kabupaten Aceh Tengah
6 days ago
Siagian, Khourunisa (Medan, 2024)

Khoirunnisa Siagian, NIRM. 01.02.20.146. Minat Petani Kopi dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Menjadi Pupuk Organik di Kecamatan Bies Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji tingkat minat petani dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat petani dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Menjadi Pupuk Organik di Kecamatan Bies Kabupaten Aceh Tengah. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2024. Metode pengkajian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sementara analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat petani berada pada kategori sedang yaitu 66,59%, Hasil regresi linear berganda diperoleh persamaan berikut Y = 9,328 – 0,60 X1 + 0.185 X2 + 0.471 X3 + 0,169 X4 + 0,366 X5 + 0,432 X6 + 0,329 X7 + 0,925 X8 + e. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun adalah pengalaman (X4), akses informasi (X5), peran penyuluh (X6), kegiatan penyuluhan (X7) serta sarana dan prasarana (X8), sedangkan variabel umur (X1), pendidikan (X2), dan luas lahan (X3) berpengaruh tidak signifikan terhadap minat petani

2026-06-02 02:06:31 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Pengolahan Primer Ceri Kopi Arabika Menjadi Green Bean Di Kecamatan Bies Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh
6 days ago
Au'lia, Nurul (Medan, 2024)

Nurul Au’lia, NIRM 01.02.20.154 Minat Petani dalam Pengolahan Primer Ceri Kopi Arabika menjadi Green Bean di Kecamatan Bies Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat minat dan faktor-faktor yang memengaruhi petani dalam pengolahan primer ceri kopi arabika menjadi green bean. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2024. Teknik pengumpulan data yaitu metode wawancara menggunakan kuesioner yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya. Sementara teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat minat petani dalam pengolahan primer ceri kopi arabika menjadi green bean tergolong tinggi dengan tingkat minat sebesar 83,2%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi minat petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 35,083 + 0,652X1 + 0,790X2 + 1,924X3 + 3,013X4 + 1,733X5 + 1,453X6 + 1,917X7 + e. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor pengalaman, luas lahan, dukungan lingkungan, pemasaran, dan aktivitas kelompok tani memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel. Sedangkan faktor umur dan pendidikan tidak berpengaruh dengan t-hitung lebih kecil daripada t-tabel.

2026-06-02 01:06:26 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Menggunakan Benih Unggul Bersertifikat Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineessis Jacq) Di Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya
1 week ago
Nur Yasin, Ahmad (Medan, 2024)

Ahmad Nur Yasin, NIRM. RPL. 01.02.22.383, Motivasi Pekebun Dalam Menggunakan Benih Unggul Bersertifikat Pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis motivasi dan factor-faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun dalam menggunakan benih unggul bersertifikat pada tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya pada bulan Januari sampai dengan Juni 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripstif kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 118 orang dengan sampel sebanyak 54 orang yang ditentukan dengan Purposive Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi pekebun dalam menggunakan benih unggul bersertifikat pada tanaman kelapa sawit berada pada kategori tinggi sebesar 73,89%. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh nyata terhadap motivasi pekebun dalam menggunakan benih unggul bersertifikat pada tanaman kelapa sawit antara lain pendidikan nonformal, pengalaman, pendapatan, luas lahan, sedangkan yang tidak berpengaruh nyata adalah pendidikan formal, tingkat hasil produktifitas, dan tingkat kesesuaian dengan budaya setempat.

2026-05-26 04:05:02 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Kelompok Wanita Tani (Kwt) Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Produk Kreatif Anyaman Lidi Di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat
3 weeks ago
Irwanti, Wina Pandiangan (Medan, 2025)

Wina Irwanti Br Pandiangan, NIRM. 01.02.21.229 Minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini adalah mengkaji tingkat minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan angket menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode penentuan sampel menggunakan proportional random sampling. Selanjutnya, metode analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat Kelompok Wanita Tani dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi sebesar 81,98% dengan kategori tinggi. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi di Kecamatan Hinai yaitu pendidikan nonformal, penerimaan, pemasaran, harga jual, sarana dan prasarana dan lingkungan masyarakat.

2026-05-18 08:05:40 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Pemanenan Tandan Buah Segar (Tbs) Kelapa Sawit Sesuai Standar Panen Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
3 weeks ago
Erika, Tasya Sona (Medan, 2025)

Tasya Erika Sona, Nirm. 01.02.21.227. Motivasi Pekebun dalam Pemanenan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit sesuai Standar Panen di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan oleh pekebun di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Salah satu tahapan penting dalam budidaya kelapa sawit adalah pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) yang apabila tidak dilakukan sesuai standar dapat menurunkan kualitas hasil panen dan berdampak pada pendapatan pekebun. Oleh karena itu, motivasi pekebun memegang peranan penting dalam mendorong penerapan standar panen yang tepat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor faktor yang memengaruhi motivasi pekebun dalam menerapkan pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen. Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Stabat pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen tergolong tinggi dengan persentase sebesar 77,81%. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel variabel bebas umur (X1), pendidikan formal (X2), luas lahan (X3), pengalaman usahatani (X4), pendapatan(X5), intensitas penyuluhan (X6) serta sarana dan prasarana (X7) berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel (X1), (X2), (X5) dan (X7) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). Sedangkan variabel (X3), (X4) dan (X6) tidak berpengaruh signifikan terhadap (Y).

Kata kunci : Motivasi, Pekebun, Tandan Buah Segar

2026-05-18 08:05:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Petani Dalam Menerapkan Tanaman Pelindung Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara
3 weeks ago
Falah, Surya Hasibuan (Medan, 2025)

Surya Falah Hasibuan, NIRM 01.02.21.260. Motivasi Petani Dalam Penerapan Tanaman Pelindung pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan dari pengkajian ini untuk mengkaji tingkat motivasi petani dan faktor-faktor yang memengaruhi motivasi petani dalam menerapkan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi petani dalam penerapan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika dengan persentase sebesar 85,4% dengan kategori sangat tinggi. Sedangkan variabel (X2), (X4) dan (X7) tidak berpengaruh terhadap (Y). Selanjutnya pada hasil analisis regresi linear berganda faktor faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam menerapkan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika berpengaruh secara simultan antara lain umur (X1), pendidikan non formal (X3), pendapatan (X4), pengalaman usahatani (X5), peran penyuluh (X6), akses informasi (X7), bantuan pemerintah (X8). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam menerapakan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabiak antara lain luas lahan (X2), pendapatan (X4), akses informasi (X7) tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi (Y).

2026-05-18 07:05:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara
3 weeks ago
Darma, Siregar Satria (Medan, 2025)

Satria Darma Siregar, Nirm. 01.02.21.225. Minat Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji Minat dan faktor-faktor yang memengaruhi minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase 71,14%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan secara simultan antara lain Ketersediaan informasi (X1), Ketersediaan sarana dan prasarana (X2), Peran penyuluh (X3), Lingkungan sosial (X4), dan Bantuan pemerintah (X5). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan antara lain Ketersediaan informasi (X1), Ketersediaan sarana dan prasarana (X2), Peran penyuluh (X3), dan Lingkungan sosial (X4). Sedangkan variabel Bantuan pemerintah (X5) tidak berpengaruh signifikn terhadap minat petani (Y).

2026-05-18 06:05:07 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pengrajin Dalam Pemanfaatan Limbah Pelepah Kelapa Sawitmenjadi Lidi Di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara
3 weeks ago
Prasetya Riendra (Medan, 2025)

Riendra Prasetya, Nirm. 01.02.21.255. Limbah pelepah kelapa sawit merupakan salah satu sumber biomassa yang berlimpah namun pemanfaatannya  masih terbatas, khususnya di Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah melalui pengolahan menjadi lidi sawit, yang memiliki potensi nilai ekonomi sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular. Meski demikian, tingkat motivasi pengrajin dalam memanfaatkan limbah ini relatif rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat motivasi pengrajin serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi lapangan. Penentuan  sampel dilakukan dengan metode snowball sampling terhadap 43 responden di beberapa desa di Kecamatan Marbau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi pengrajin berada pada kategori sedang. Faktor yang paling berpengaruh terhadap motivasi adalah ketersediaan bahan baku, jaminan pasar, dan tingkat kosmopolitan. Rendahnya motivasi disebabkan oleh keterbatasan akses bahan baku, minimnya interaksi dan jaringan antar pengrajin, serta belum adanya jaminan pasar yang kuat dan berkelanjutan. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit sebagai sumber pendapatan alternatif. Sebagai upaya peningkatan, diperlukan strategi pemberdayaan melalui penyuluhan intensif, pembentukan komunitas pengrajin, serta dukungan kebijakan dan pasar yang stabil. Dengan demikian, pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit dapat menjadi usaha yang berkelanjutan, memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, sekaligus berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

2026-05-18 05:05:35 admin@polbangtanmedan.ac.id