POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 357
Motivasi Pekebun Dalam Menggunakan Benih Unggul Bersertifikat Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineessis Jacq) Di Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya
2 months ago
Nur Yasin, Ahmad (Medan, 2024)

Ahmad Nur Yasin, NIRM. RPL. 01.02.22.383, Motivasi Pekebun Dalam Menggunakan Benih Unggul Bersertifikat Pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis motivasi dan factor-faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun dalam menggunakan benih unggul bersertifikat pada tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya pada bulan Januari sampai dengan Juni 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripstif kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 118 orang dengan sampel sebanyak 54 orang yang ditentukan dengan Purposive Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi pekebun dalam menggunakan benih unggul bersertifikat pada tanaman kelapa sawit berada pada kategori tinggi sebesar 73,89%. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh nyata terhadap motivasi pekebun dalam menggunakan benih unggul bersertifikat pada tanaman kelapa sawit antara lain pendidikan nonformal, pengalaman, pendapatan, luas lahan, sedangkan yang tidak berpengaruh nyata adalah pendidikan formal, tingkat hasil produktifitas, dan tingkat kesesuaian dengan budaya setempat.

2026-05-26 04:05:02 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Kelompok Wanita Tani (Kwt) Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Produk Kreatif Anyaman Lidi Di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat
2 months ago
Irwanti, Wina Pandiangan (Medan, 2025)

Wina Irwanti Br Pandiangan, NIRM. 01.02.21.229 Minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini adalah mengkaji tingkat minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan angket menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode penentuan sampel menggunakan proportional random sampling. Selanjutnya, metode analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat Kelompok Wanita Tani dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi sebesar 81,98% dengan kategori tinggi. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi di Kecamatan Hinai yaitu pendidikan nonformal, penerimaan, pemasaran, harga jual, sarana dan prasarana dan lingkungan masyarakat.

2026-05-18 08:05:40 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Pemanenan Tandan Buah Segar (Tbs) Kelapa Sawit Sesuai Standar Panen Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
2 months ago
Erika, Tasya Sona (Medan, 2025)

Tasya Erika Sona, Nirm. 01.02.21.227. Motivasi Pekebun dalam Pemanenan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit sesuai Standar Panen di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan oleh pekebun di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Salah satu tahapan penting dalam budidaya kelapa sawit adalah pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) yang apabila tidak dilakukan sesuai standar dapat menurunkan kualitas hasil panen dan berdampak pada pendapatan pekebun. Oleh karena itu, motivasi pekebun memegang peranan penting dalam mendorong penerapan standar panen yang tepat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor faktor yang memengaruhi motivasi pekebun dalam menerapkan pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen. Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Stabat pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen tergolong tinggi dengan persentase sebesar 77,81%. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel variabel bebas umur (X1), pendidikan formal (X2), luas lahan (X3), pengalaman usahatani (X4), pendapatan(X5), intensitas penyuluhan (X6) serta sarana dan prasarana (X7) berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel (X1), (X2), (X5) dan (X7) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). Sedangkan variabel (X3), (X4) dan (X6) tidak berpengaruh signifikan terhadap (Y).

Kata kunci : Motivasi, Pekebun, Tandan Buah Segar

2026-05-18 08:05:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pengrajin Dalam Pemanfaatan Limbah Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Lidi Di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara
2 months ago
Riendra Prasetya (Medan, 2025)

Riendra Prasetya, Nirm. 01.02.21.255. Limbah pelepah kelapa sawit merupakan salah satu sumber biomassa yang berlimpah namun pemanfaatannya  masih terbatas, khususnya di Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah melalui pengolahan menjadi lidi sawit, yang memiliki potensi nilai ekonomi sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular. Meski demikian, tingkat motivasi pengrajin dalam memanfaatkan limbah ini relatif rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat motivasi pengrajin serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi lapangan. Penentuan  sampel dilakukan dengan metode snowball sampling terhadap 43 responden di beberapa desa di Kecamatan Marbau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi pengrajin berada pada kategori sedang. Faktor yang paling berpengaruh terhadap motivasi adalah ketersediaan bahan baku, jaminan pasar, dan tingkat kosmopolitan. Rendahnya motivasi disebabkan oleh keterbatasan akses bahan baku, minimnya interaksi dan jaringan antar pengrajin, serta belum adanya jaminan pasar yang kuat dan berkelanjutan. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit sebagai sumber pendapatan alternatif. Sebagai upaya peningkatan, diperlukan strategi pemberdayaan melalui penyuluhan intensif, pembentukan komunitas pengrajin, serta dukungan kebijakan dan pasar yang stabil. Dengan demikian, pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit dapat menjadi usaha yang berkelanjutan, memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, sekaligus berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

2026-05-18 05:05:35 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Dalam Penggunaan Benih Unggul Bersertifikat Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara
2 months ago
M. Ridho Izhari (Medan, 2025)

M. Ridho Izhari, NIRM. 01.02.21.243. Minat Pekebun dalam Penggunaan Benih Unggul Bersertifikat Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah Untuk mengkaji tingkat minat dan faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit tergolong sedang dengan persentase sebesar 67,13%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor–faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit secara simultan antara lain pengalaman berusahatani (X1), kosmopolitan (X2), peran penyuluh (X3), peran kelompok tani (X4), harga benih (X5) dan lingkungan sosial (X6). Akan tetapi, secara parsial faktor faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit antara lain pengalaman berusahatani (X1), kosmopolitan (X2), peran kelompok tani (X4) dan lingkungan sosial (X6). Sedangkan peran penyuluh (X3) dan harga benih (X5) tidak berpengaruh signifikan terhadap Y (minat pekebun).

2026-05-18 03:05:45 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Dalam Penggunaan Rorak Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara
2 months ago
Fuad Fazri Al-Fath (Medan, 2025)

Fuad Fazri Al-Fath, NIRM. 01.02.21.241. Minat Pekebun dalam Penggunaan Rorak pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat minat dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat pekebun dalam penggunaan rorak pada tanaman kopi arabika. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pengkajian di laksanakan di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan pada bulan Maret 2025 - Mei 2025. Populasi kajian sebanyak 192 pekebun kopi arabika dari 6 kelompok tani di 3 desa yaitu Desa Bulu Mario, Aek Sagala, dan Sampean sedangkan sampel kajian sebanyak 66 pekebun kopi arabika. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan diperoleh tingkat minat pekebun dalam penggunaan rorak pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan sebesar 79,77%. Sementara, hasil regresi linear berganda diperoleh persamaan Y= 2825 - 0,190X1 + 0,081X2 - 0,510X3 + 0,259X4 + 0,330X5 + 0,426X6 + 0,149X7 + e. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat minat pekebun dalam penggunaan rorak pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipirok adalah umur (X1), pengalaman (X4), peran penyuluh (X5), peran kelompok tani (X6). Faktor – faktor yang tidak berpengaruh adalah pendidikan (X2), luas lahan (X3) dan lingkungan masyarakat (X7).

2026-05-18 03:05:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Kelompok Wanita Tani (Kwt) Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Produk Kreatif Anyaman Lidi Di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat
3 months ago
Pandiangan Irwanti Wina (Medan, 2025)

Wina Irwanti Br Pandiangan, NIRM. 01.02.21.229 Minat Kelompok Wanita Tani

(KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif

anyaman lidi di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini

adalah mengkaji tingkat minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dan mengkaji

faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam

pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi.

Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode

pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan angket menggunakan

kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode penentuan sampel

menggunakan proportional random sampling. Selanjutnya, metode analisis data

menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian

menunjukkan bahwa tingkat minat Kelompok Wanita Tani dalam pemanfaatan

limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi sebesar 81,98%

dengan kategori tinggi. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda

menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani

(KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif

anyaman lidi di Kecamatan Hinai yaitu pendidikan nonformal, penerimaan,

pemasaran, harga jual, sarana dan prasarana dan lingkungan masyarakat.

2026-04-28 02:04:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Pemanenan Tandan Buah Segar (Tbs) Kelapa Sawit Sesuai Standar Panen Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
3 months ago
Erika Sona Tasya (Medan, 2025)

Tasya Erika Sona, Nirm. 01.02.21.227. Motivasi Pekebun dalam Pemanenan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit sesuai Standar Panen di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan oleh pekebun di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Salah satu tahapan penting dalam budidaya kelapa sawit adalah pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) yang apabila tidak dilakukan sesuai standar dapat menurunkan kualitas hasil panen dan berdampak pada pendapatan pekebun. Oleh karena itu, motivasi pekebun memegang peranan penting dalam mendorong penerapan standar panen yang tepat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor faktor yang memengaruhi motivasi pekebun dalam menerapkan pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen. Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Stabat pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen tergolong tinggi dengan persentase sebesar 77,81%. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel variabel bebas umur (X1), pendidikan formal (X2), luas lahan (X3), pengalaman usahatani (X4), pendapatan(X5), intensitas penyuluhan (X6) serta sarana dan prasarana (X7) berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel (X1), (X2), (X5) dan (X7) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). Sedangkan variabel (X3), (X4) dan (X6) tidak berpengaruh signifikan terhadap (Y).

2026-04-28 02:04:33 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Kelompok Wanita Tani (Kwt) Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Produk Kreatif Anyaman Lidi Di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat
3 months ago
Pandiangan, Wina Irwanti (Medan, 2025)

Wina Irwanti Br Pandiangan, NIRM. 01.02.21.229 Minat Kelompok Wanita Tani

(KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif

anyaman lidi di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini

adalah mengkaji tingkat minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dan mengkaji

faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam

pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi.

Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode

pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan angket menggunakan

kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode penentuan sampel

menggunakan proportional random sampling. Selanjutnya, metode analisis data

menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian

menunjukkan bahwa tingkat minat Kelompok Wanita Tani dalam pemanfaatan

limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi sebesar 81,98%

dengan kategori tinggi. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda

menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani

(KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif

anyaman lidi di Kecamatan Hinai yaitu pendidikan nonformal, penerimaan,

pemasaran, harga jual, sarana dan prasarana dan lingkungan masyarakat.

2026-04-22 09:04:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Pemanenan Tandan Buah Segar (Tbs) Kelapa Sawit Sesuai Standar Panen Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
3 months ago
Sona, Tasya Erika (Medan, 2025)

Tasya Erika Sona, Nirm. 01.02.21.227. Motivasi Pekebun dalam Pemanenan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit sesuai Standar Panen di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan oleh pekebun di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Salah satu tahapan penting dalam budidaya kelapa sawit adalah pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) yang apabila tidak dilakukan sesuai standar dapat menurunkan kualitas hasil panen dan berdampak pada pendapatan pekebun. Oleh karena itu, motivasi pekebun memegang peranan penting dalam mendorong penerapan standar panen yang tepat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor faktor yang memengaruhi motivasi pekebun dalam menerapkan pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen. Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Stabat pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen tergolong tinggi dengan persentase sebesar 77,81%. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel variabel bebas umur (X1), pendidikan formal (X2), luas lahan (X3), pengalaman usahatani (X4), pendapatan(X5), intensitas penyuluhan (X6) serta sarana dan prasarana (X7) berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel (X1), (X2), (X5) dan (X7) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). Sedangkan variabel (X3), (X4) dan (X6) tidak berpengaruh signifikan terhadap (Y).

2026-04-22 09:04:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Petani Dalam Penerapan Tanaman Pelindung Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal
3 months ago
Surya Falah Hasibuan (Medan, 2025)

Surya Falah Hasibuan, NIRM 01.02.21.260. Motivasi Petani Dalam Penerapan Tanaman Pelindung pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan dari pengkajian ini untuk mengkaji tingkat motivasi petani dan faktor-faktor yang memengaruhi motivasi petani dalam menerapkan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi petani dalam penerapan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika dengan persentase sebesar 85,4% dengan kategori sangat tinggi. Sedangkan variabel (X2), (X4) dan (X7) tidak berpengaruh terhadap (Y). Selanjutnya pada hasil analisis regresi linear berganda faktor faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam menerapkan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika berpengaruh secara simultan antara lain umur (X1), pendidikan non formal (X3), pendapatan (X4), pengalaman usahatani (X5), peran penyuluh (X6), akses informasi (X7), bantuan pemerintah (X8). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam menerapakan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabiak antara lain luas lahan (X2), pendapatan (X4), akses informasi (X7) tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi (Y).

2026-04-22 02:04:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara
3 months ago
Satria Darma Siregar (Medan, 2025)

Satria Darma Siregar, Nirm. 01.02.21.225. Minat Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji Minat dan faktor-faktor yang memengaruhi minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase 71,14%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan secara simultan antara lain Ketersediaan informasi (X1), Ketersediaan sarana dan prasarana (X2), Peran penyuluh (X3), Lingkungan sosial (X4), dan Bantuan pemerintah (X5). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan antara lain Ketersediaan informasi (X1), Ketersediaan sarana dan prasarana (X2), Peran penyuluh (X3), dan Lingkungan sosial (X4). Sedangkan variabel Bantuan pemerintah (X5) tidak berpengaruh signifikn terhadap minat petani (Y).

2026-04-21 07:04:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap Dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKO) Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang
3 months ago
Ferdy Pratama (Medan, 2025)

Ferdy Pratama, NIRM. 01.02.21.240. Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji tingkat minat pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhi Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengkajian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sementara metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun berada pada kategori sedang yaitu 63,93%, Hasil regresi linear berganda terhadap minat pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 10,374 + 0,075X1 + 0,340X2 – 0,550X3 – 0,291X4 + 0,488X5 + 0,249X6 + 0,164X7 + e. Uji F menunjukkan semua variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman bertani (X4), akses sumber informasi (X5), ketersediaan sarana prasarana (X6) dan peran penyuluh (X7) berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun (Y). Uji T atau parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun (Y) adalah pengalaman bertani (X4), akses sumber informasi (X5), ketersediaan sarana prasarana (X6) dan peran penyuluh (X7) sedangkan umur (X1), pendidikan (X2) dan luas lahan (X3) tidak berpengaruh signifikan.

2026-04-21 02:04:52 admin@polbangtanmedan.ac.id