POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 368
Minat Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara
1 month ago
Siregar, Satria Darma (Medan, 2025)

Satria Darma Siregar, Nirm. 01.02.21.225. Minat Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji Minat dan faktor-faktor yang memengaruhi minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase 71,14%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan secara simultan antara lain Ketersediaan informasi (X1), Ketersediaan sarana dan prasarana (X2), Peran penyuluh (X3), Lingkungan sosial (X4), dan Bantuan pemerintah (X5). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan antara lain Ketersediaan informasi (X1), Ketersediaan sarana dan prasarana (X2), Peran penyuluh (X3), dan Lingkungan sosial (X4). Sedangkan variabel Bantuan pemerintah (X5) tidak berpengaruh signifikn terhadap minat petani (Y).

2026-04-21 07:04:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Dalam Penggunaan Benih Unggul Bersertifikat Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Izhari, Mhd Ridho (Medan, 2025)

M. Ridho Izhari, NIRM. 01.02.21.243. Minat Pekebun dalam Penggunaan Benih

Unggul Bersertifikat Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di

Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara.

Tujuan dari pengkajian ini adalah Untuk mengkaji tingkat minat dan faktor-faktor

yang memengaruhi minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat

tanaman kelapa sawit. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan

Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner

yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data

menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa

tingkat minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman

kelapa sawit tergolong sedang dengan persentase sebesar 67,13%. Selanjutnya hasil

analisis regresi linear berganda faktor–faktor yang berpengaruh signifikan terhadap

minat dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit secara

simultan antara lain pengalaman berusahatani (X1), kosmopolitan (X2), peran

penyuluh (X3), peran kelompok tani (X4), harga benih (X5) dan lingkungan sosial

(X6). Akan tetapi, secara parsial faktor faktor yang berpengaruh signifikan terhadap

minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit

antara lain pengalaman berusahatani (X1), kosmopolitan (X2), peran kelompok tani

(X4) dan lingkungan sosial (X6). Sedangkan peran penyuluh (X3) dan harga benih

(X5) tidak berpengaruh signifikan terhadap Y (minat pekebun).

2026-04-21 02:04:47 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Dalam Penggunaan Rorak Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Al Fath, Fuad Fazhri (Medan, 2025)

Fuad Fazri Al-Fath, NIRM. 01.02.21.241. Minat Pekebun dalam Penggunaan Rorak

pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan

Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat

minat dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat pekebun dalam penggunaan

rorak pada tanaman kopi arabika. Metode penelitian yang digunakan adalah

kuantitatif deskriptif. Pengkajian di laksanakan di Kecamatan Sipirok Kabupaten

Tapanuli Selatan pada bulan Maret 2025 - Mei 2025. Populasi kajian sebanyak 192

pekebun kopi arabika dari 6 kelompok tani di 3 desa yaitu Desa Bulu Mario, Aek

Sagala, dan Sampean sedangkan sampel kajian sebanyak 66 pekebun kopi arabika.

Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi,

wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik

analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Berdasarkan

pengkajian yang dilakukan diperoleh tingkat minat pekebun dalam penggunaan

rorak pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan

sebesar 79,77%. Sementara, hasil regresi linear berganda diperoleh persamaan Y=

2825 - 0,190X1 + 0,081X2 - 0,510X3 + 0,259X4 + 0,330X5 + 0,426X6 + 0,149X7

+ e. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat minat pekebun dalam penggunaan

rorak pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipirok adalah umur (X1),

pengalaman (X4), peran penyuluh (X5), peran kelompok tani (X6). Faktor – faktor

yang tidak berpengaruh adalah pendidikan (X2), luas lahan (X3) dan lingkungan

masyarakat (X7)

2026-04-21 02:04:29 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap Dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (Pbko) Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang
1 month ago
Pratama, Ferdy (Medan, 2025)

Ferdy Pratama, NIRM. 01.02.21.240. Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji tingkat minat pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhi Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengkajian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sementara metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun berada pada kategori sedang yaitu 63,93%, Hasil regresi linear berganda terhadap minat pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 10,374 + 0,075X1 + 0,340X2 – 0,550X3 – 0,291X4 + 0,488X5 + 0,249X6 + 0,164X7 + e. Uji F menunjukkan semua variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman bertani (X4), akses sumber informasi (X5), ketersediaan sarana prasarana (X6) dan peran penyuluh (X7) berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun (Y). Uji T atau parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun (Y) adalah pengalaman bertani (X4), akses sumber informasi (X5), ketersediaan sarana prasarana (X6) dan peran penyuluh (X7) sedangkan umur (X1), pendidikan (X2) dan luas lahan (X3) tidak berpengaruh signifikan.

2026-04-21 02:04:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius) Menggunakan Perangkap Keong Mas Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Adelia, Ditha (Medan, 2025)

Ditha Adelia, Nirm 01.01.21.240. Minat petani dalam pengendalian hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) menggunakan perangkap keong mas pada tanaman padi sawah di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat minat petani dalam menggunakan perangkap keong mas untuk mengendalikan hama wereng coklat dan untuk mengkaji variabel-variabel yang memengaruhi minat tersebut pada tanaman padi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, antara bulan Maret dan Mei 2025. Data dikumpulkan memakai kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebagai bagian dari teknik analisis deskriptif kuantitatif. Regresi linier berganda dan skala Likert digunakan dalam prosedur analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, 74,48% petani berminat menggunakan perangkap keong mas untuk mengurangi hama wereng coklat, yang termasuk dalam kategori tinggi. Faktor usia, pendidikan, luas lahan, dan fungsi penyuluh pertanian secara bersamaan memengaruhi tingkat minat petani. Pengalaman petani, pendapatan, informasi petani mempengaruhi minat petani, sedangkan secara parsial variabel umur dan pendidikan berpengaruh sangat nyata, luas lahan dan peran penyuluh pertanian berpengaruh sangat nyata, pendapatan berpengaruh sangat nyata, pengalaman petani dan informasi petani tidak berpengaruh terhadap minat petani.

2026-04-21 02:04:25 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Terhadap Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit (Tkks) Dan Palm Oil Mill Effluent (Pome) Sebagai Pupuk Organik Padat Di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
1 month ago
Lubis, Adam Sukhri (Medan, 2025)

Adam Sukhri Lubis. NIRM. 01.02.21.197. Minat Pekebun terhadap Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai Pupuk Organik Padat di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat minat pekebun dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun terhadap pemanfaatan TKKS dan POME sebagai pupuk organik padat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun terhadap pemanfaatan TKKS dan POME sebagai pupuk organik padat berada kategori sedang dengan persentase 60,78%. Analisis regresi linear berganda terhadap minat pekebun diperoleh hasil sebagai berikut Y = 23,636 + 0,395X1 + 0,004X2 + 1,789X3 – 0,072X4 – 0,340X5 + 0,333X6 + 0,607X7 + e. Uji F menunjukkan semua variabel bebas yaitu umur (X1), pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman (X4), modal (X5), sarana dan prasarana (X6), dan peran penyuluh (X7) secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat minat pekebun (Y). Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun adalah luas lahan, modal, sarana prasarana, dan peran penyuluh. Sedangkan faktor-faktor lain seperti umur, pendidikan, dan pengalaman memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel minat pekebun (Y).

2026-04-21 02:04:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Petani Terhadap Pengendalian Hama Kepik Penghisap Buah Kakao (Helopeltis Spp) Menggunakan Insektisida Nabati Pada Tanaman Kakao Di Kecamatan Sibiru-Biru Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatra Utara
3 months ago
Prasetyo, Muhammad Bayu (Medan, 2022)

Muhammad Bayu Prasetyo, NIRM 01.02.18.026. Motivasi Petani Terhadap Pengendalian Hama Kepik Penghisap Buah Kakao (Helopeltis sp) Menggunakan Insektisida Nabati Pada Tanaman Kakao. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat motivasi petani dalam pengendalian hama kepik penghisap buah kakao (Helopeltis sp) menggunakan insektisida nabati pada tanaman kakao. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang pada bulan April sampai dengan Juni 2022. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran kuisioner yang telah di uji validitas dan realibilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linier berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani dalam pengendalian hama kepik penghisap buah menggunakan insektisida nabati yaitu dengan presentase 82,5%. Sementara hasil regresi linier berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani terhadap pengendalian hama kepik penghisap buah (Helopeltis sp) menggunakan insektisida nabati pada tanaman kakao diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 5.127 + 0.095X1 – 0.235X2 – 0.358X3 + 0.092X4 + 0.465X5 + 0.370X6 + 0.488X7 + e. Secara simultan varabel umur, Pendidikan formal, luas lahan, pengalaman berusahatani, ketersediaan informasi, ketersediaan modal, dan peran penyuluh berpengaruh terhadap motivasi petani terhadap pengendalian hama kapik penghisap buah (Helopeltis sp) menggunakan insektisida nabati dengan nilai Fhitung (14.265) > Ftabel (2,18).

2026-02-12 09:02:05 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Generasi Milenial Dalam Berwirausaha Coffee Shop Di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara
3 months ago
Laia Fyna Priskila (Medan, 2022)

Fyna Priskila Laia, Nirm 01.02.18.017. Minat Generasi Milenial Ddalam Berwirausaha Coffee Shop di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk menentukan tingkat minat generasi milenial dalam berwirausaha coffee shop serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat generasi milenial dalam berwirausaha coffee shop di Kota Medan. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 12 April sampai dengan 12 Juni 2022. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah analisis kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden sebanyak 54 orang yang telah diuji validitas dan reliabilitas sebelumnya. Analisis data yang digunakan untuk melihat tingkat minat generasi milenial dalam berwirausaha coffee shop dengan menggunakan Skala Likert sedangkan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat generasi milenial dalam berwirausaha coffee shop menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat generasi milenial dalam berwirausaha coffee shop di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara yaitu kategori tinggi dengan persentase sebesar 81,21%. Kemudian hasil regresi linear berganda dengan membandingkan nilai thitung > ttabel menunjukkan adanya pengaruh antar variabel pendidikan non formal, lingkungan keluarga, pengalaman, modal dan kreativitas terhadap minat generasi milenial dalam berwirausaha coffee shop. Secara simultan variabel pendidikan non formal, lingkungan keluarga, pengalaman, modal dan kreativitas berpengaruh nyata terhadap minat generasi milenial dalam berwirausaha coffee shop. Secara parsial pendidikan non formal, lingkungan keluarga, pengalaman, modal dan kreativitas berpengaruh nyata terhadap minat generasi milenial dalam berwirausaha coffee shop.

2026-02-12 08:02:08 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Menggunakan Bibit Sambung Pucuk Tanaman Kakao Di Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal
3 months ago
Kurniawan Ahmad Syafril (Medan, 2022)

Ahmad Syafril Kurniawan, NIRM 01.02.18.003. Motivasi Pekebun dalam Menggunakan Bibit Sambung Pucuk Tanaman Kakao di Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi pekebun dalam menggunakan bibit sambung pucuk tanaman kakao serta mengkaji faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi pekebun dalam menggunakan bibit sambung pucuk tanaman kakao di Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal.. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah analisis kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden sebanyak 58 orang yang telah diuji validitas dan reliabilitas sebelumnya. Analisis data yang digunakan untuk melihat tingkat motivasi pekebun dalam menggunakan bibit sambung pucuk tanaman kakao menggunakan Skala Likert sedangkan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi pekebun dalam menggunakan bibit sambung pucuk tanaman kakao menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam menggunakan bibit sambung pucuk pada tanaman kakao di Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal (77,9%) tergolong tinggi. Secara simultan luas lahan, hasil prouksi, pendapatan, harga kakao, pendidikan dan peran penyuluh berpengaruh nyata terhadap motivasi pekebun dalam menggunakan bibit sambung pucuk pada tanaman kakao. Secara parsial hasil produksi dan pendapatan berpengaruh nyata terhadap motivasi pekebun dalam menggunakan bibit sambung pucuk pada tanaman kakao. Sedangkan luas lahan, harga kakao, pendidikan dan peran penyuluh tidak berpengaruh terhadap motivasi pekebun dalam menggunakan bibit sambung pucuk pada tanaman kakao.

2026-02-12 08:02:06 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Generasi Muda Menjadi Petani Milenial Pada Usaha Tani Kakao Di Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat
3 months ago
Irawaty Febby (Medan, 2022)

Febby Irawati, NIRM 01.02.18.016. Minat Generasi Muda Menjadi Petani Milenial Pada Usaha Tani Kakao. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat minat generasi muda dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat minat generasi muda menjadi petani milenial pada usaha tani kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat pada bulan April sampai Juni 2022. Sampel ditentukan dengan teknik proportional random sampling dengan jumlah responden 94 orang. Sampel di peroleh dari 3 desa di Kecamatan Gebang, yaitu Desa Sangga Lima, Air Hitam dan Dogang. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat generasi muda menjadi petani milenial pada usaha tani kakao 70,17 persen jika dimasukkan kedalam garis kontinum berada pada kategori tinggi, sementara hasil persamaan regresi linier berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi minat generasi muda menjadi petani milenial pada usaha tani kakao diperoleh persamaan sebagai berikut Y= -17,802 + 0,190X1 + 1,638X2 + 0,105X3 – 0,559X4 + 0,724X5 + 0,073X6+e. Uji lanjut menggunakan thitung menunjukkan bahwa faktor Pendidikan Formal, Ketersediaan Modal, Lingkungan Sosial, Pendapatan dan Dukungan Pemerintah memiliki pengaruh yang cukup signifikan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel. Sedangkan faktor peran penyuluh tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat generasi muda menjadi petani milenial di Kecamatan Gebang dengan nilai thitung lebih kecil dari ttabel.

2026-02-12 08:02:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Pemanfaatan Lahan Tidur Menjadi Lahan Pertanian Di Kecamatan Kota Baharu Kabupaten Aceh Singkil
4 months ago
Siswandar Yudi (Medan, 2025)

Yudi Siswandar, NIRM.RPL.01.01.22.634. Minat Petani dalam Pemanfaatan Lahan

Tidur Menjadi Lahan Pertanian di Kecamatan Kota Baharu Kabupaten Aceh

Singkil. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk menganalisis tingkat minat petani

dalam pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan pertanian di Kecamatan Kota Baharu

dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat petani dalam pemanfaatan

lahan tidur menjadi lahan pertanian di Kecamatan Kota Baharu Kabupaten Aceh

Singkil. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan November tahun 2023 sampai

dengan Desember tahun 2024. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri

dari metode observasi, wawancara dan kuesioner yang telah diuji validitas dan

reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif

kuantitatif dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa

tingkat minat petani dalam pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan pertanian di

Kecamatan Kota Baharu Kabupaten Aceh Singkil termasuk kategori sangat tinggi

dengan persentase 83,22%. Hasil uji regresi linear berganda atas faktor-faktor yang

mempengaruhi minat petani dalam pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan

pertanain diperoleh persamaan Y = 15,621 + 0,154X1 + 0,253X2 -0,243X3 +

0,642X4. Hasil uji secara parsial menunjukkan bahwa usia, ketersediaan informasi,

ketersediaan sarana dan prasarana, dan kondisi lahan berpengaruh nyata terhadap

minat petani dalam pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan pertanian.

2026-02-05 09:02:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Petani Dalam Penggunaan Kapur Pertanian Pada Lahan Bekas Erupsi Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo
4 months ago
Sembiring, Luther (Medan, 2025)

Luther Sembiring, NIRM.RPL.01.01.22.613. Motivasi Petani dalam Penggunaan

Kapur Pertanian pada Lahan Bekas Erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten

Karo. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk menganalisis tingkat motivasi petani

dalam penggunaan kapur pertanian pada lahan bekas erupsi di Kecamatan Naman

Teran Kabupaten Karo dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi

petani dalam penggunaan kapur pertanian pada lahan bekas erupsi di Kecamatan

Naman Teran Kabupaten Karo. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan November

tahun 2023 sampai dengan Desember tahun 2024. Metode pengumpulan data yang

digunakan terdiri dari metode observasi, wawancara dan kuesioner yang telah diuji

validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis

deskriptif kuantitatif dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan

bahwa tingkat motivasi petani dalam penggunaan kapur pertanian pada lahan bekas

erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo termasuk kategori sangat tinggi

dengan persentase 80,42%. Hasil uji regresi linear berganda atas faktor-faktor yang

mempengaruhi motivasi petani dalam penggunaan kapur pertanian pada lahan

bekas erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo diperoleh persamaan Y

= 12,523 + 0,075X1 + 0,1388X2 +0,004X3 - 0,084X4 + 0,427X5. Hasil uji secara

parsial menunjukkan bahwa luas lahan, pendapatan, pendidikan, dan sarana dan

prasarana berpengaruh nyata terhadap motivasi petani dalam penggunaan kapur

pertanian pada lahan bekas erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo.

2026-02-02 03:02:44 admin@polbangtanmedan.ac.id