POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 422
Pengaruh Hazard Identification, Risk Assessment And Control (HIRAC) Dan Pengendalian Risiko Kerja Karyawan Panen Terhadap Upaya Peningkatan Produktivitas Di PT Nusa Pusaka Kencana
1 week ago
Aprie Maharani Lumban Gaol (Medan, 2026)

Aprie Maharani Lumban Gaol, NIRM. 01.04.22.257. Pengaruh Hazard Identification, Risk Assessment and Control (HIRAC) dan Pengendalian Risiko Kerja Karyawan Panen terhadap Upaya Peningkatan Produktivitas di PT Nusa Pusaka Kencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Hazard Identification, Risk Assessment and Control (HIRAC) terhadap pengendalian risiko kerja dan produktivitas tenaga kerja pemanen, serta mengetahui peran pengendalian risiko kerja sebagai variabel mediasi pada tenaga kerja pemanen di PT Nusa Pusaka Kencana Kebun Bahilang. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025–Januari 2026 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 49 orang tenaga kerja pemanen yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear sederhana, uji t, analisis jalur, dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan HIRAC berpengaruh signifikan terhadap pengendalian risiko kerja (t = 3,358; sig. = 0,002). Pengendalian risiko kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas pemanen (t = 3,635; sig. = 0,001). Penerapan HIRAC juga berpengaruh signifikan terhadap produktivitas pemanen (t = 3,541; sig. = 0,001). Hasil uji Sobel menunjukkan bahwa pengendalian risiko kerja mampu memediasi pengaruh penerapan HIRAC terhadap produktivitas pemanen (t = 2,422). Dengan demikian, penerapan HIRAC yang efektif dapat meningkatkan pengendalian risiko kerja dan produktivitas tenaga kerja pemanen di PT Nusa Pusaka Kencana Kebun Bahilang.

2026-10-26 01:10:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbandingan Kinerja Dan Biaya Operasional Aplikasi Herbisida Pratumbuh Metode Drone Dan Konvensional Pada Tebu (Saccharum officinarum L.) Plant Cane Di PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Kebun Sei Semayang
1 week ago
Iwan Era Syahputra (Medan, 2026)

Iwan Era Syahputra, Nirm. 01.04.22.240. Perbandingan Kinerja dan Biaya Operasional Aplikasi Herbisida Pratumbuh Metode Drone dan Konvensional pada Tebu (Saccharum officinarum L.) Plant Cane di PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Kebun Sei Semayang. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja dan biaya operasional aplikasi herbisida pratumbuh metode drone sprayer dan konvensional pada tebu plant cane. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptifkomparatif berdasarkan data operasional actual Rayon AMT 2025/2026. Sampel ditentukan melalui sampel jenuh, yaitu 38 hari operasi yang terdiri atas 20 hari operasi drone sprayer dan 18 hari operasi konvensional. Indikator kinerja meliputi kapasitas kerja aktual dan kebutuhan tenaga kerja per hektare. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan kapasitas kerja drone sprayer sebesar 10,93 ha/hari, lebih tinggi dibandingkan konvensional 2,71 ha/hari. Kebutuhan tenaga kerja drone sprayer sebesar 0,2506 HOK/ha, lebih rendah dibandingkan konvensional 1,3160 HOK/ha. Kedua indikator berbeda signifikan dengan p < 0,001. Biaya operasional drone sprayer sebesar Rp804.043/ha, lebih tinggi dibandingkan konvensional Rp758.908/ha. Titik impas tercapai jika tarif jasa drone turun menjadi Rp216.838/ha atau biaya garap konvensional naik menjadi Rp252.942/ha.

2026-10-23 03:10:41 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbedaan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (Zpt) Alami Dan Sintetik Pada Perbanyakan Stek Tanaman Mucuna Bracteata Di Pt Smart Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara
1 month ago
Desy Fitriana Siregar (Medan, 2025)

Desy Fitriana Siregar, Nirm 01.04.21.176. Perbedaan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Alami dan Sintetik pada Perbanyakan Stek Tanaman Mucuna bracteata di PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji perbedaan pemberian ZPT dan dosis yang optimal pada perbanyakan stek tanaman Mucuna bracteata. Pengkajian ini dilaksanakan di PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara pada bulan Desember 2024 sampai dengan Maret 2025. Pengkajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 9 (sembilan) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan. Perlakuan berupa Z0 (kontrol), ZA1 (10cc/100ml air), ZA2 (20cc/100ml air), ZA3 (30cc/100ml air), ZA4 (40cc/100 ml air), ZS1 (0,2cc/1.000 ml air), ZS2 (0,4 cc/ 1.000ml air), ZS3 (0,6 cc/ 1.000ml air), ZS4 (0,8cc/1.000ml air). Parameter yang diamati yaitu jumlah daun, tinggi tanaman, panjang sulur, panjang akar, dan bobot basah akar. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey pada taraf signifikansi 5%. Hasil pengkajian terdapat perbedaan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) alami dan sintetik pada perbanyakan stek tanaman Mucuna bracteata di PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara. Dosis Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang optimal pada perbanyakan stek tanaman Mucuna bracteata sebesar 10 cc/100 ml air untuk ZPT alami dan 0,4cc/1.000ml untuk ZPT sinteti

2026-09-28 04:09:55 Injuniar
Pengkajian Penerapan Beberapa Metode Pemupukan Pada Tanaman Kopi Arabika (Coffea Arabica) Di Instalasi Pengujian Dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (Ip2sip) Gayo
1 month ago
Danu Kurniawan (Medan, 2025)

Danu Kurniawan, Nirm 01.04.21.203. Melakukan penelitian tentang Pengkajian Penerapan Beberapa Metode Pemupukan Pada Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica) di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Gayo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan beberapa metode pemupukan pada tanaman kopi Arabika (Coffea arabica) di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Gayo. Metode pemupukan yang dikaji meliputi pemupukan secara konvensional, rekomendasi puslitkoka dan biourine dan biokompos. Pengkajian dilakukan dengan pendekatan deskriftif kuantitatif yang mencakup aspek teknis, ekonomi dan dampak lingkungan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dan studi literatur penelitian terdahulu. Aspek teknis dianalisis berdasarkan peroses  pengerjaan dan kemampuan tenaga kerja. Aspek ekonomi dianalisis berdasarkan jumlah total biaya pemupukan terendah dan aspek dampak lingkungan dianalisis berdasarkan nilai dampak positif tertinggi dan nilai dampak negatif terendah. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa jika dilihat dalam aspek teknis maka, metode pemupukan konvensional dan rekomendasi puslitkoka memiliki nilai kelayakan tertinggi untuk pelaksanaan kegiatan pemupukan kopi Arabika dan jika dilihat pada aspek ekonomi dan dampak lingkungan maka, metode pemupukan biourine dan biokompos memiliki nilai kelayakan tertinggi untuk diterapkan di perkebunan kopi dalam melaksanakan kegiatan pemupukan kopi Arabika. Hasil pengkajian ini diharapkan dapat menjadi pemilihan alternatif terbaik bagi perusahaan perkebunan terutama bagi Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Gayo dalam menentukan metode pemupukan untuk melaksanakan kegiatan pemupukan tanaman kopi Arabika

2026-09-28 03:09:12 Injuniar
Pengaruh Beberapa Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Benih Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis Muell. Arg) Klon Bpm 24 Pada Persemaian Di Pt Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir Kabupaten Simalungun
1 month ago
Christofer Paulinus Sihombing (Medan, 2025)

Christofer Paulinus Sihombing, Nirm 01.04.21.175. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai kombinasi media tanam terhadap pertumbuhan benih tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) klon BPM 24 di persemaian PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir, Kabupaten Simalungun. Penelitian dilakukan dari Oktober 2024 hingga Maret 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang mencakup beberapa media tanam, yaitu pasir, tanah, pupuk kompos, arang sekam, dan cocopeat dan dikombinasikan menjadi 8 taraf perlakuan. Parameter yang dianalisis meliputi usia munculnya plumula, persentase perkecambahan, tinggi tanaman, diameter batang, serta berat basah dan kering batang, panjang akar, dan berat basah serta kering akar. Hasil penelitian menampilkan bahwa media tanam memberikan dampak signifikan terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan. Perlakuan media tanam yang mengombinasikan cocopeat, pasir, dan kompos (M5) menunjukkan hasil terbaik dalam pertumbuhan benih tanaman karet, terlihat dari rata-rata tertinggi yang berbeda signifikan dicapai pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, berat bsah dan kering batang, panjang akar, serta berat basah dan kering akar. Dengan demikian, pemilihan media tanam yang tepat dapat menjadi strategi kunci untuk meningkatkan keberhasilan pada tahap persemaian karet.

2026-09-28 03:09:21 Injuniar
Penerapan Pupuk Organik Cair Urine Kambing, Limbah Kulit Nanas Dan Pisang Terhadap Pertumbuhan Tanaman Semangka (Citrullus Lanatus) Di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai
1 month ago
Natasya Ramadhana (Medan, 2026)

Natasya Ramadhana, NIRM 01.01.22.523, Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk anorganik yang berpotensi menurunkan kesuburan tanah serta belum optimalnya pemanfaatan limbah organik, seperti urine kambing, limbah kulit nanas, dan kulit pisang, sebagai pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian POC berbahan urine kambing, limbah kulit nanas, dan kulit pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka (Citrullus lanatus), menentukan dosis perlakuan terbaik, serta mengetahui tingkat penerimaan dan penerapan petani terhadap inovasi tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 di Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial yang terdiri atas lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan meliputi P0 (kontrol), P1 (50 ml + 20 ml), P2 (100 ml + 35 ml), P3 (150 ml + 50 ml), dan P4 (200 ml + 65 ml). Parameter yang diamati meliputi panjang sulur, jumlah daun, umur berbunga, berat buah, panjang buah, dan diameter buah pada umur panen 55 hari setelah tanam. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%, sedangkan efektivitas penyuluhan dianalisis melalui pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil tanaman semangka. Perlakuan P4 memberikan pertumbuhan vegetatif dan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, serta mendorong penerapan teknologi POC oleh petani. Dengan demikian, POC berbahan urine kambing, limbah kulit nanas, dan kulit pisang berpotensi menjadi alternatif pupuk organik yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam budidaya tanaman semangka.

2026-09-23 05:09:40 Injuniar
Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Menjadi Teh Kaskara Dengan Penambahan Varian Aromatik Kayu Manis Dan Cengkeh Di Ladang Langit Coffee Farm Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara
1 month ago
Mona Mastari Sitohang (Medan, 2026)

Mona Mastari Sitohang, NIRM 01.04.22.245. Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Menjadi Teh Kaskara dengan Penambahan Varian Aromatik Kayu Manis dan Cengkeh di Ladang Langit Coffee Farm Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pengolahan limbah kulit buah kopi menjadi teh kaskara, pengaruh kayu manis dan cengkeh terhadap karakteristik organoleptik serta penerimaan panelis, dan menganalisis kelayakan usaha teh kaskara. Penelitian dilaksanakan di Ladang Langit Coffee Farm, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan tujuh perlakuan dan 30 panelis sebagai responden. Parameter meliputi warna, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan limbah kulit buah kopi berhasil diolah melalui tahapan sortasi, pencucian, pengeringan, penghalusan, pencampuran bahan aromatik, pengemasan, dan penyeduhan. Hasil uji organoleptik menunjukkan penambahan kayu manis dan cengkeh memengaruhi tingkat kesukaan panelis, dengan perlakuan terbaik pada formulasi 10 gram kaskara dan 2 gram cengkeh dalam 250 ml air berdasarkan warna, aroma, dan rasa. Varian aromatik kayu manis dan cengkeh berpengaruh terhadap karakteristik sensori. Produk aromatik cenderung lebih disukai daripada kaskara tanpa aromatik, sehingga meningkatkan daya terima produk. Analisis biaya menunjukkan usaha teh kaskara layak dikembangkan karena memberikan keuntungan, memiliki nilai R/C Ratio lebih besar dari satu, serta Break Even Point (BEP) tercapai pada setiap perlakuan.

2026-09-22 07:09:14 Injuniar
Pemberdayaan Petani Dalam Pemanfaatan Sekam Menjadi Briket Dengan Sistem Participatory Action Research (PAR)
2 months ago
Williyana Harahap (Medan, 2026)

Williyana Harahap, NIRM 01.01.22. Pemanfaatan limbah sekam padi di Desa Lantosan II, Kecamatan Padang Bolak Julu masih belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, padahal limbah tersebut dapat diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani sebelum dan sesudah program pemberdayaan serta menganalisis efektivitas pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam meningkatkan ketiga aspek tersebut. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling jenuh terhadap 26 anggota Kelompok Tani Horas II. Kegiatan pemberdayaan dilakukan melalui tahapan PAR yang meliputi penyiapan sosial, identifikasi masalah, perencanaan, aksi berupa pelatihan dan praktik pembuatan briket, serta refleksi. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kuesioner skala Likert, serta lembar unjuk kerja, kemudian dianalisis menggunakan Paired Sample t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah pemberdayaan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Nilai rata-rata N-Gain pengetahuan sebesar 0,61 (kategori sedang), sikap sebesar 0,61 (kategori sedang), dan keterampilan sebesar 0,75 (kategori tinggi). Dengan demikian, pendekatan PAR efektif meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan sekam padi menjadi briket sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi

2026-08-20 06:08:42 Injuniar
Penggunaan Pupuk Organik Cair Keong Mas (Pomacea Canaliculate) Berbasis Asam Amino Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L) Di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi
2 months ago
Trivina Wahyuni Harefa (Medan, 2026)

Produksi pakcoy (Brassica rapa L) di Kota Gunungsitoli mengalami penurunan drastis sebesar 41,10% dalam kurun waktu 2023–2025, yang disebabkan oleh degradasi kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus, banjir, serta kelangkaan pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Asam Amino Keong Mas terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy, menyusun rancangan penyuluhan, serta mengukur tingkat penerimaan rancangan penyuluhan pertanian dan penerapan petani terhadap inovasi Pupuk Organik Cair (POC) Asam Amino Keong Mas. Kajian teknis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan lima taraf konsentrasi POC (0, 20, 40, 60, dan 80 ml/L) dan lima ulangan, menghasilkan 25 satuan percobaan dengan total 400 tanaman dan 100 tanaman sampel. Kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner skala Likert, melibatkan 41 petani dari tiga kelompok tani aktif di Desa Binaka yang ditentukan secara sensus. Hasil kajian teknis menunjukkan bahwa pemberian Pupuk organik cair (POC) Keong Mas berbasis Asam amino berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot segar tanaman pakcoy. Konsentrasi terbaik diperoleh pada perlakuan P4 (80 ml/L) dengan tinggi tanaman 29,04 cm, jumlah daun 18,00 helai, dan bobot segar 348,80 g/tanaman. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 85,85% dengan kategori Sangat Menerima, sedangkan tingkat penerapan petani mencapai 85,63% dengan kategori Sangat Baik, dan sebanyak 20 dari 41 petani (49%) telah menggunakan POC pada lahan usahatani mereka sehingga target penyuluhan tercapai. Pupuk organik cair (POC) Keong Mas berbasis Asam amino terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan pakcoy sekaligus berpotensi menjadi solusi pemulihan kesuburan tanah melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan.

2026-08-20 04:08:00 Injuniar
Prototipe Aplikasi Saku Brigade Berbasis Aplikasi Web Untuk Brigade Pangan
2 months ago
Riki Rahmadani (Medan, 2026)

Perkembangan teknologi digital pertanian mendorong kebutuhan sistem pengelolaan keuangan yang transparan, terstruktur, dan mudah diakses. Pada Brigade Pangan, pencatatan keuangan manual berpotensi menyebabkan kehilangan data, keterlambatan pelaporan, serta rendahnya keterbukaan informasi antar anggota. Penelitian ini bertujuan merancang prototipe aplikasi pencatatan keuangan berbasis web sesuai kebutuhan Brigade Pangan, menganalisis kualitas aplikasi berdasarkan standar ISO/IEC 25010, serta mengetahui implikasi penerapannya terhadap efektivitas pengelolaan keuangan. Metode perancangan  sistem menggunakan prototype dengan tahapan communication, quick plan, modelling quick design, construction of prototype, serta deployment delivery and feedback. Aplikasi Saku Brigade dikembangkan menggunakan Google Apps Script, Google Sheets, Google Drive, JavaScript, HTML, dan CSS, dengan penerapan Role-Based Access Control dan arsitektur multi-tenant. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kebutuhan pengguna, black-box testing, dan Uji Kualitas ISO/IEC 25010. Hasil menunjukkan prototipe Saku Brigade berhasil menyediakan fitur mutasi kas, rekap kerja alat, kas alat, data alsintan, analisis usaha tani, berkas data, log aktivitas, dan pengaturan pengguna. Uji black box terhadap 34  skenario menunjukkan seluruh fungsi valid dengan keberhasilan 100%. Uji kualitas menunjukkan aplikasi memenuhi functional suitability, performance efficiency, compatibility, interaction capability, reliability, security, maintainability, flexibility, dan safety. Dengan demikian, Saku Brigade layak digunakan karena meningkatkan efektivitas pencatatan, pelaporan, transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan, meskipun fitur offline perlu dikembangkan.

2026-08-18 08:08:59 Injuniar
Penerapan Bokashi Eceng Gondok Pada Budidaya Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Untuk Meningkatkan Produksi Di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara
2 months ago
Mutia Ramadhani (Medan, 2026)

Mutia Ramadhani, Nirm.01.01.22.522. Penerapan Bokashi Eceng Gondok pada Budidaya Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) untuk Meningkatkan Produksi di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) yakni gulma air yang berpeluang dimanfaatkan selaku bahan baku pupuk organik bokashi guna mendukung budidaya tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian ini mempunyai tujuan guna menganalisis pengaruh pemberian bokashi eceng gondok kepada pertumbuhan serta produksi tanaman sawi serta mengevaluasi pengetahuan, sikap, dan penerapan petani terhadap teknologi tersebut. Penelitian dijalankan di bulan Maret–Mei 2026 di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kajian teknis memakai Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan lima perlakuan dosis bokashi eceng gondok (0, 5, 10, 15, dan 20 ton/ha) serta lima ulangan. Parameter yang dicermati mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, serta bobot basah. Kajian penyuluhan dilaksanakan terhadap 31 petani melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara. Temuan penelitian memperlihatkan yakni pemberian bokashi eceng gondok berdampak sangat nyata kepada tinggi tanaman, jumlah daun, serta bobot basah tanaman sawi. Perlakuan terbaik diperoleh di dosis 20 ton/ha dengan jumlah daun 11,20 helai dan bobot basah 184,00 g/tanaman. Hasil evaluasi menunjukkan 100% responden berada pada kategori sangat mengetahui, sikap petani tergolong sangat efektif (88,58%), dan tingkat penerapan mencapai 48,39%. Dengan demikian, bokashi eceng gondok berpotensi meningkatkan produksi sawi dan mendukung pertanian berkelanjutan.

2026-08-18 03:08:34 Injuniar
Pemanfaatan Inovasi Light Trap Tenaga Surya Dalam Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Padi Sawah Di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang
2 months ago
Akha Zilan Putra Asto (Medan, 2026)

Penggunaan Light Trap berenergi surya adalah salah satu inovasi teknologi yang ramah lingkungan, yang dapat dijadikan alternatif dalam mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada pertanian padi sawah. Proyek ini bertujuan untuk memahami bagaimana proyek tersebut berjalan, hasil bantuan yang diberikan kepada petani, peningkatan pengetahuan dan sikap petani, kinerja Light Trap tenaga surya dalam mengendalikan OPT, serta membandingkan biaya operasional menggunakan Light Trap dengan biaya penggunaan pestisida nabati. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Sambi Rejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mulai dari bulan Maret sampai Mei tahun 2026. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi cara, demonstrasi plot, pendampingan, pemantauan, dan pengevaluasian terhadap 23 petani yang menjadi anggota Kelompok Tani Makmur.Hasil dari proyek tersebut menunjukkan bahwa semua tahapan kegiatan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan sebelumnya. Pendampingan yang dilakukan berhasil membuat petani lebih paham cara membuat, memasang, menggunakan, dan merawat Light Trap tenaga surya. Kegiatan penyuluhan berdampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap petani yang lebih positif terhadap penggunaan teknologi pengendalian hama yang ramah lingkungan. Dari segi teknis, penggunaan dua unit Light Trap di lahan percobaan dengan luas sekitar 10 rante mampu menangkap total 440 ekor hama, dengan rata-rata 220 ekor per lokasi pengamatan, sehingga berhasil mengurangi tingkat kerusakan tanaman hingga 20%. Dari segi ekonomi, Light Trap tenaga surya lebih murah untuk dioperasikan karena menggunakan energi matahari dan hanya perlu perawatan alat saja, sehingga lebih hemat dibandingkan menggunakan pestisida nabati yang harus diterapkan berkalikali. Dengan demikian, light trap berenergi surya bisa menjadi teknologi yang efektif, hemat biaya, dan ramah lingkungan untuk membantu meningkatkan hasil panen padi serta mendorong penggunaan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

2026-08-14 08:08:29 Injuniar
Pemanfaatan Ekstrak Bromelin Dari Nanas Sebagai Koagulan Alami Terhadap Waktu Penggumpalan Dan Grade Lump Lateks Tanaman Karet Di PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate
3 months ago
Siska (Medan, 2026)

Siska, Nirm. 01.04.22.252. Pemanfaatan Ekstrak Bromelin dari Nanas Sebagai Koagulan Alami Terhadap Waktu Penggumpalan dan Grade Lump Lateks Tanaman Karet di PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate Penelitian ini bertujuan untuk ini mengkaji Pengaruh ekstrak bromelin dari nanas sebagai koagulan alami terhadap waktu penggumpalan dan grade lump lateks tanaman karet di lokasi pengkajian. Pengkajian dilaksanakan pada November 2025 hingga April 2026 di Blok U28 Afdeling 10, Desa Dolok Merangir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 (lima) perlakuan, yaitu P0 (3 ml asam format/kontrol), P1 (1,5 ml), P2 (5 ml), P3 (10 ml), dan P4 (15 ml) ekstrak nanas, masing-masing dengan 5 (lima) ulangan. Parameter yang diamati meliputi waktu penggumpalan dan grade lump lateks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bromelin berpengaruh signifikan terhadap waktu penggumpalan, dengan perlakuan terbaik pada P4 menghasilkan rata-rata waktu penggumpalan 17,56 menit dibandingkan kontrol 44,12 menit. Analisis ANOVA menunjukkan F-hitung (861,32) > F-tabel (3,01) pada taraf nyata 5%. Kualitas grade lump juga meningkat signifikan berdasarkan uji Kruskal-Wallis (H = 12,319; Asymp. Sig. = 0,015). Perlakuan P4 dengan dosis 15 ml/100 ml secara konsisten menghasilkan Grade I.

 

2026-07-31 07:07:30 admin@polbangtanmedan.ac.id