POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 401
Persepsi Petani Terhadap Integrasi Lebah Madu Dalam Penyerbukan Kopi Arabika Di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh
5 days ago
Tiara Ayuni (Medan, 2025)

Tiara Ayuni, Nirm. 01.02.21.262. Persepsi Petani Terhadap Integrasi Lebah Madu dalam Penyerbukan Kopi Arabika di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi petani dan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan Juni 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika tergolong tinggi dengan persentase 78,00%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika secara simultan antara lain umur (X1), pendidikan (X2), pengalaman (X3), pendapatan (X4), luas lahan (X5), akses informasi (X6), lingkungan sosial (X7). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh dan signifikan terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika antara lain pengalaman (X3), pendapatan (X4), luas lahan (X5) dan akses lnformasi (X6). Sedangkan variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2) dan lingkungan sosial (X7) tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi (Y). 

2026-07-22 09:07:05 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Tanaman Pelindung Pada Budidaya Kopi Arabika Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
5 days ago
Nurul Mu’afiy Salsabila (Medan, 2025)

Nurul Mu’afiy Salsabila, Nirm. 01.02.20.185. Kopi Arabika merupakan komoditas pertanian unggulan yang banyak dibudidayakan di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Salah satu praktik budidaya yang direkomendasikan dalam Good Agricultural Practices (GAP) adalah penggunaan tanaman pelindung. Tanaman pelindung memiliki manfaat penting dalam menciptakan mikroklimat ideal, mengurangi intensitas cahaya langsung, mempertahankan kelembapan tanah, serta mencegah erosi. Namun, implementasi penggunaan tanaman pelindung di lapangan belum optimal karena perbedaan persepsi di kalangan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap penggunaan tanaman pelindung dalam budidaya kopi Arabika. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil menunjukkan tingkat persepsi petani sangat tinggi (86,14%).  Persamaan regresi sebagai berikut Y = 71,284-0,018X10,025X2-0,047X3+1,565X4+0,155X5+0,054X6–0,736X7+ e. Uji F (simultan) menunjukkan bahwa variabel umur (X1), pendidikan formal (X2), pengalaman bertani (X3), luas lahan (X4), karakteristik inovasi (X5) peran penyuluh (X6) dan akses informasi (X7) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani (Y). Uji t menunjukkan pengalaman bertani (X3), luas lahan (X4), karakteristik inovasi (X5) dan akses informasi (X7) berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani (Y), sementara umur (X1), pendidikan formal (X2) dan peran penyuluh (X6) berpengaruh tidak signifikan terhadap persepsi petani (Y).

 

 

2026-07-22 07:07:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengendalian Hayati Hama Ulat Kantung (Metisa Plana) Menggunakan Serangga Predator Sycanus Annulicornis Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elais Guineensis Jacq) Di PT Umada Kabupaten Labuhanbatu Utara
1 week ago
Gia Saputri (Medan, 2024)

Gia Saputri, Nirm 01.04.20.148. Permasalahan yang sering terjadi pada tanaman kelapa sawit hingga dapat menurunkan produksi pada umumnya yaitu organisme pengganggu tanaman organisme pengganggu tanaman salah satunya yaitu hama ulat kantung yang dimana tingkat serangannya pada tanaman belum menghasilkan hingga tanaman menghasilkan mencapai 100%. Kerusakan akibat hama ini dapat menimbulkan penyusutan produksi sampai 40%. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial. Sycanus annulicornis merupakan predator yang aktif dalam menekan populasi hama pemakan daun Metisa plana dengan mortalitas yang paling tinggi jatuh pada P3 yaitu dengan nilai 40,00 dengan pengamatan selama 7 hari dengan ditotalkan jumlah seluruh ulat yang mati dalam 7 hari lalu di uji DMRT dengan taraf 5%. Hal ini sesuai dengan pernyataan Afandi et al., (2019) menjelaskan bahwa pelepasan imago Sycanus annulicornis dilapangan sebanyak 3 - 4 ekor perpohon dalam keadaan pada populasi ulat yang masih sedang (5 – 8 ekor per pelepah) akan dapat menjaga populasi hama berada di bawah ambang ekonomi. Predator Sycanus annulicornis yang paling efektif dalam mengendalikan hama ulat kantung Metisa plana adalah pada perlakuan S. annulicornis dengan interval waktu 5 hari.

2026-07-16 09:07:23 Injuniar
Pengaruh Beberapa Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea Brasiliensis Muell. Arg) Klon Pb 260 Di Pembibitan Green Budding Pt Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir
1 week ago
Gabriella Taraja Elizabeth (Medan, 2024)

Gabriella Taraja Elizabeth, Nirm 01.04.20.147. “Pengaruh Beberapa Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Klon PB 260 di Pembibitan Green Budding PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir”. Penggunaan media tanam yang tepat untuk bibit yang berkualitas dapat mempengaruhi produktivitas karet yang menjadi masalah utama yang disebabkan oleh banyaknya petani karet yang tidak menggunakan bibit karet dari klon unggul melainkan hasil cabutan. Metode pada pengkajian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil pengkajian ini adalah tidak memiliki pengaruh nyata terhadap daya kecambah, pertumbuhan kecambah, dan pertumbuhan bibit karet. Hal ini dikarenakan pada pembibitan karet hal yang paling diperlukan adalah kesegaran biji karet dengan kesegaran diatas 80% dan sifat fisik tanah di PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate yang memiliki kandungan c-organik 2,54, N-Total 0,44 dan PH 4,70. Dengan demikian persentase keberhasilan kecambah tertinggi terdapat pada media tanam M2, diameter kecambah yaitu M3, tinggi kecambah yaitu M1, diameter batang yaitu M4, sedangkan jumlah daun, bobot berat basah dan bobot berat kering yaitu M5.

2026-07-16 09:07:19 Injuniar
Perilaku Pekebun Kelapa Sawit Dalam Pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
1 week ago
Aldo Nero Silitonga (Medan, 2025)

Aldo Nero Silitonga, Nirm. 01.02.21.200. Perilaku Pekebun Kelapa Sawit dalam Pelaksanaan Program peremajaan Sawit Rakyat di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari Pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat perilaku dan faktor-faktor yang memengaruhi pekebun dalam pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 sampai dengan Agustus 2025 di Polbangtan Medan dan di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya. Sementara teknik analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat perilaku pekebun dalam pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat dengan tingkat perilaku sebesar 56,67 %. Hasil regresi linear berganda terhadap factor-faktor yang memengaruhi perilaku pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 41,786+0,434 X1+0,169 X2-0,885 X3+0,301 X4+0,460 X5+0,269 X6 + e. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor pendidikan formal, pengalaman bertani, jumlah tanggungan keluarga, sumber infromasi, dan bantuan modal memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar dari t tabel. Sedangkan faktor intensitas mengikuti kegiatan penyuluhan tidak berpengaruh signifikan dengan t-hitung lebih kecil dari t tabel.

2026-07-15 04:07:51 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbedaan Penggunaan Fogging Dan High Pressure Sprayer Dalam Pengendalian Hama Ulat Bulu (Calliteara Horsfieldii Saunders) Pada Tanaman Kelapa Sawit Di PT. Socfindo Kebun Aek Loba
2 weeks ago
Santa Clara Konstantina Sinuhaji (Medan, 2024)

Santa Clara Konstantina Sinuhaji, Nirm 01.04.20.169. Perbedaan Penggunaan Fogging dan High Preasure Sprayer dalam Pengendalian Hama Ulat Bulu (Calliteara horsfieldii Saunders) pada Tanaman Kelapa Sawit di PT. Socfindo Kebun Aek Loba. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengkaji perbedaan pengendalian hama ulat bulu menggunakan fogging dan High Pressure Sprayer pada tanaman kelapa sawit di PT. Socfindo Kebun Aek Loba berdasarkan tingkat efektivitas, biaya, dan dampak terhadap lingkungan. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 s.d Juni 2024. Metode pengumpulan data, yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan uji two independent sample t-test. Adapun hasil yang diperoleh dari pengkajian ini, pertama ada perbedaan rata-rata tingkat efektivitas penggunaan alat fogging dan High Pressure Sprayer terhadap pengendalian hama ulat bulu (Calliteara horsfieldii Saunders). Dimana perbedaan tingkat efektivitas penggunaan alat High Pressure Sprayer sebesar 12,25% lebih tinggi daripada fogging. Kedua, ada perbedaan rata-rata biaya penggunaan fogging dan High Pressure Sprayer dengan selisih sebesar Rp 281.884 dimana biaya penggunaan High Pressure Sprayer lebih murah daripada menggunakan fogging. Ketiga, ada perbedaan dampak terhadap lingkungan dari fogging dan High Pressure Sprayer dimana dampak terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh High Pressure Sprayer lebih rendah daripada fogging.

 

2026-07-14 02:07:03 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Metode Pengaplikasian Dan Konsentrasi Pupuk Npk Anorganik Terhadap Pertumbuhan Bibit Batang Bawah (Under Stump) Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis)
2 weeks ago
Fadhil Abdurrahman (Medan, 2024)

Fadhil Abdurrahman (01.04.20.146), penelitian dengan judul “Pengaruh metode pengaplikasian dan konsentrasi pupuk NPK anorganik terhadap pertumbuhan batang bawah (under stump) pada pembibitan tanaman karet (Hevea brasiliensis). Dibimbing oleh Silvia Nora, SP. MP dan Hadi Wijoyo, MP. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan bibit batang bawah (understump) tanaman karet (Hevea brasiliensis) terhadap metode pengaplikasian dan konsentrasi pupuk NPK anorganik sebagai bahan tanaman untuk melakukan okulasi hijau (green budding) pada pembibitan tanaman karet. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi kebun pembibitan PT. Bridgestone rubber estate (BSRE)  dari bulan November sampai Februari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan percobaan dengan metode rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan perlakuan metode pengaplikasian dan konsentrasi pupuk NPK anorganik yang di susun dengan 2 faktor yaitu : (P) faktor pertama metode pengaplikasian  pupuk yang terdiri dari : P1 = tabur, P2 = tugal, P3 = kocor. Dan faktor kedua (K) konsentrasi pemupukan per tanaman yang terdiri dari :  k1 = 3 gr, K2 = 4 gr, K3 = 5 gr, K4 = 6 gr dan  K5 = 7 gr. setiap perlakuan diberikan ulangan sebanyak 3 kali. Metode pengaplikasian pupuk NPK anorganik dengan taraf P3 (kocor) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit batang bawah tanaman karet pada parameter tinggi tanaman, jumlah helai daun, diameter batang, bobot basah tanaman dan bobot kering tanaman. Konsentrasi pupuk dengan taraf K4 (6 gr) berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan diameter batang, sedangkan untuk parameter jumlah helai daun terdapat pada taraf perlakuan K1 (3 gr/tanaman), Kemudian untuk parameter bobot basah tanaman berpengaruh nyata pada taraf konsentrasi (5 gr) dan untuk parameter bobot kering tanaman berpengaruh nyata pada taraf perlakuan K4 dengan konsentrasi (6 gr). Tidak adanya pengaruh interaksi terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah helai daun, diameter batang, sedangkan pada bobot basah berpengaruh nyata pada taraf perakuan terbaik  P3K3 (kocor/ 5 gr) dan bobot kering berpengaruh nyata pada taraf perakuan terbaik  P3K3 (tugal/ 5 gr).

2026-07-13 08:07:14 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Batang Pisang Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery
2 weeks ago
Nasrur Rizqi G (Medan, 2024)

Nasrur Rizqi G, Nirm 01.04.20.159. Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Batang Pisang dan Pupuk NPK pada Pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian POC Batang pisang terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery , dan untuk mencari kombinasi terbaik POC batang pisang dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari – Maret 2024 di Pembibitan Polbangtan Medan dan Laboratorium Polbangtan Medan. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama konsentrasi POC batang pisang terdiri dari 3 taraf yaitu, kontrol (P0), 80 ml/l (P1), 160ml/l (P2). Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK terdiri dari 3 taraf, kontrol (N0), 1,25 gram/polybag (N1), 2,5 gram/polybag (N2). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Parameter diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, berat segar tanaman, berat kering tanaman, berat basah akar, berat kering akar. Konsentrasi POC batang pisang 160 ml/l dan dosis pupuk NPK 2,5 gram/polybag merupakan perlakuan terbaik. Selanjutnya interaksi kombinasi POC batang pisang dan pupuk NPK 160 ml/l dan 1,25 gram/polybag merupakan kombinasi perlakuan terbaik.

 

2026-07-13 07:07:08 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perilaku Petani Terhadap Penggunaan Benih Unggul Padi Sawah Di Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara
2 weeks ago
M. Lian Tisara (Medan, 2024)

M.Lian Tisara, NIRM 01.01.20.186. Perilaku Petani Terhadap Penggunaan Benih Unggul Padi Sawah di Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perilaku petani dan faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku dalam penggunaan benih unggul padi sawah di Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal pada bulan April s.d juni 2024. Metode pengumpulan data menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi wawancara terstruktur dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada pengkajian ini terbagi menjadi empat tahap antara lain domain, taksonomi, komponesial dan tema. Dalam penelitian ini ruang lingkup yang akan di jadikan sampel adalah semua petani yang memenuhi kriteria di wilayah Kecamatan Naga Juang dengan jumlah 10 orang. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan Software QSR NVIVO 12.  Hasil pengkajian menunjukkan perilaku petani di pengaruhi oleh bantuan yang diperoleh petani, Sumber data yang digunakan dalam penelitian kualitatif tentunya sangat bervariasi, sehingga apabila dilakukan analisis data secara manual akan menyita banyak, waktu dan biaya yang cukup lama. Kendala dalam analisis data kualitatif dapat diatasi dengan menggunakan alat bantu berupa perangkat lunak Assisted Qualitative Data Analysis Software (CAQDAS). Perangkat lunak ini membantu peneliti dalam berbagai aspek analisis data kualitatif, seperti mengimpor data, memberi kode pada teks, mengekstrak data, meninjau data, mengidentifikasi pola kata dalam proses pengkodean, dan mengekspor data dalam berbagai format. Dengan bantuan CAQDAS, proses analisis menjadi lebih efisien dan sistematis. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti menggunakan Software QSR NVIVO 12 dalam membantu peneliti untuk menganalisis data mulai dari menentukan domain apa saja yang akan di cari peneliti, analisis taksonomi untuk mengetahui fokus penelitian, Komponensial untuk menentukan kategori, serta dalam menentukan tema dalam menentukan gejala apa saja yang ada di dalam pengkajian yang dilakukan oleh peneliti. Sementara faktor perilaku seorang petani sendiri dipengaruhi oleh prediposisi yang menyangkut dengan lingkungan sekitar di Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal.  

2026-07-09 04:07:51 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Pada Pola Kemitraan Inti Plasma Di Kawasan Pangan Terpadu (KPT) Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat
3 weeks ago
Turedo (Medan, 2024)

Turedo Nirm. 01.01.20.199. Persepsi petani pada pola kemitraan inti plasma di Kawasan Pangan Terpadu (KPT) Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat. Tujuan pengkajian ini untuk mengetahui tingkat persepsi petani dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani pada pola kemitraan di KPT. Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat, mulai bulan Maret sampai dengan Juli 2024. Metode pengkajian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data pada pengkajian ini adalah kuesioner, wawancara dan observasi. Pengukuran data menggunakan skala likert kemudian diolah menggunakan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 26. Sumber data pada pengkajian ini menggunakan data primer dan sekunder. Hasil pengkajian menunjukan tingkat persepsi petani pada pola kemitraan inti plasma di KPT Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat adalah tinggi dengan persentase 70,65%. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel X secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Hasil uji t ditemukan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat persepsi petani pada pola kemitraan inti plasma di KPT ialah pendapatan (X1), kebutuhan (X2), motivasi (X3), lingkungan sosial (X4) dan peran penyuluh (X5). Sedangkan ketersediaan sarana dan prasarana (X6) tidak berpengaruh signifikan.

2026-06-30 09:06:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengembangan Media Penyuluhan Interaktif Berbasis E-Book Untuk Kegiatan Penyuluhan Pertanian Penanganan Pasca Panen Bawang Merah Di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan
4 weeks ago
Loveleyn Olivia C. Napitupulu (Medan, 2024)

Loveleyn Olivia C Napitupulu, Nirm.01.01.20.152. Pengembangan Media Penyuluhan Interaktif Berbasi E-Book untuk Kegiatan Penyuluhan Penanganan Pasca Panen Bawang Merah di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media penyuluhan interaktif berbasis E-Book dan menganalisis efektivitas media penyuluhan interaktif berbasis E-Book untuk kegiatan penyuluhan penanganan pasca panen bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah skala likert dengan EPIC model dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan media penyuluhan interaktif berbasis E-Book untuk kegiatan penyuluhan penanganan pasca panen bawang merah tergolong sangat layak dengan tingkat kelayakan sebesar 91,3%. Analisis perbandingan efektivitas media penyuluhan interaktif berbasis E-Book dengan media leaflet menggunakan EPIC model diperoleh hasil pada media leaflet dengan skor rata-rata 1,96 yang berada pada kategori kurang efektif dan pada media interaktif berbasis E-Book diperoleh skor rata-rata 3,82 berada pada kategori sangat efektif. Pengujian berikutnya dilakukan menggunakan uji independent sample t-test dengan perolehan hasil thitung (43,820) > ttabel (2,024) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.

2026-06-30 04:06:03 admin@polbangtanmedan.ac.id