POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 422
Pengendalian Hayati Hama Ulat Kantung (Clania tertia) Menggunakan Serangga Predator Sycanus annulicornis Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di PT Abm Kabupaten Labuhan Batu Selatan Kebun Teluk Panji
3 months ago
Muhammad Bima Sakti (Medan, 2026)

Muhammad Bima Sakti, Nirm 01.04.22.246. Melakukan penelitian tentang “Pengendalian Hayati Hama Ulat Kantung (Clania tertia) Menggunakan Serangga Predator Sycanus annulicornis Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di PT ABM Kabupaten Labuhan Batu Selatan Kebun Teluk Panji”. Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji efektivitas serangga predator Sycanus annulicornis terhadap mortalitas ulat kantung Clania tertia, menentukan jumlah predator paling efektif, serta menganalisis perbandingan biaya antara simulasi pengendalian hayati dan kimiawi. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2025. Penelitian ini dilaksanakan di PT ABM Kebun Teluk Panji, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati meliputi jumlah ulat kantung yang dikendalikan per hari, kelangsungan hidup S. annulicornis, mortalitas larva, dan analisis biaya pada media perlakuan wadah toples modifikasi. Pengambilan data diambil melalui metode Purposive sampling. Data di uji menggunakan analisis statistik uji Anova dan uji lanjut DMRT 5%. Hasil Penelitian tingkat mortalitas ulat kantung terbaik secara kecepatan predasi total terdapat pada perlakuan 3 ekor imago S. annulicornis (P3) dengan mortalitas mencapai 100% dalam waktu 4 hari, sedangkan rekomendasi dosis aplikasi paling efisien secara analisis finansial terdapat pada perlakuan 1 ekor predator per pohon (P1) yang dikonversikan menjadi target rilis 150 ekor per hektar dengan total biaya Rp2.669.430/ha dan memberikan persentase penghematan biaya relatif sebesar 18,49% dibandingkan pengendalian kimiawi konvensional perusahaan.

2026-07-31 04:07:49 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Sistem Ancak Panen Tetap Dan Premi Panen Terhadap Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT LONSUM Sibulan Estate)
3 months ago
Juan Ebenezer Sembiring (Medan, 2026)

Juan Ebenezer Sembiring, NIRM.01.04.22.268. Pengaruh Sistem Ancak Panen Tetap dan Premi Panen terhadap Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT LONSUM Sibulan Estate). Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji produktivitas pemanen dan mengakaji pengaruh sistem ancak panen tetap dan premi panen terhadap produktivitas pemanen. Pengkajian ini dilaksanakan di PT Lonsum Sibulan Estate Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan Desember 2025 sampai dengan April 2026. Metode pengkajian yang digunakan adalah Mixed Method Design dengan model Explanatory Sequential Mixed Method. Pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara dengan informan. Pengambilan sampel pada pengkajian ini dengan teknik sampling total, dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Metode analisis data dengan analisis uji asumsi klasik dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa produktivitas pemanen tinggi yaitu 1.793,98 kg/hari diatas basis tugas perusahaan 1.500 kg/hari. Sementara hasil regresi linear berganda pengaruh sistem ancak panen tetap dan premi panen terhadap produktivitas pemanen diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 891,726 + 141,210 X1 + 0,0002 X2. Uji F menggunakan fhitung menunjukkan bahwa faktor system ancak tetap dan premi panen memiliki pengaruh signifikan dengan nilai f-hitung lebih besar daripada f-tabel. Sedangkan, menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor sistem ancak tetap dan premi panen berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel.

2026-07-31 01:07:21 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Pemberian Pupuk Rock Phosphate Dan Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Dan Serapan Fosfor Pada Fase Main Nursery Kelapa Sawit Di PT Sinar Gunung Sawit Raya
3 months ago
Jeri Anggara (Medan, 2026)

Jeri Anggara, Nirm 01.04.22.241. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan pemberian pupuk Rock Phosphate dan mikoriza terhadap pertumbuhan vegetatif dan serapan fosfor kelapa sawit pada fase main nursery di pembibitan PT Sinar Gunung Sawit Raya, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Februari 2026 menggunakan metode eksperimen dengan  Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah pupuk Rock Phosphate  yang terdiri dari 4 (empat) taraf yaitu: 0 g/polibag (P0), 10 g/polibag (P1), 20 g/polybag (P2), dan 30 g/polibag (P3). Sedangkan faktor kedua adalah pupuk mikoriza yang terdiri dari 4 (empat) taraf yaitu: 0 g/polibag (M0), 25 g/polibag (M1), 50 g/polybag (M2), dan 75 g/polibag (M3) sehingga menghasilkan 16 kombinasi perlakuan dengan 3 (tiga) ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa pemberian perlakuan pupuk Rock Phosphate dan mikoriza tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, tetapi berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang, panjang akar, berat basah akar, dan berat kering akar serta serapan fosfor dengan perlakuan terbaik terdapat pada P3M2 yaitu Rock Phosphate 30 g/polybag + mikoriza 50 g/polibag. 

2026-07-31 01:07:17 admin@polbangtanmedan.ac.id
Penggunaan Metarhizium anisopliae Dengan Media Tandan Kosong Dalam Mengendalikan Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) Di PT. Bumihutani Lestari (Eagle High Plantation Tbk) Provinsi Kalimantan Tengah
3 months ago
Jeplin Sipayung (Medan, 2026)

Jeplin Sipayung, NIRM. 01.04.22.267. Penggunaan Metarhizium anisopliae dengan Media Tandan Kosong dalam Mengendalikan Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) di PT. Bumihutani Lestari (Eagle High Plantation Tbk) Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan rekomendasi dosis Metarhizium anisopliae dan ketebalan tankos yang paling efektif dan paling efisien dalam mengendalikan larva kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025 - Februari 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 4 taraf dosis Metarhizium anisopliae, yaitu P0 (kontrol), P1 (60 gr), P2 (80 gr), P3 (100 gr) dan 3 taraf ketebalan tankos, yaitu K1 (1 lapis), K2 (2 lapis), K3 (3 lapis), sehingga didapatkan 12 perlakuan dan diulang sebanyak 4 (empat) kali. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%, dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Parameter yang diamati meliputi persentase mortalitas larva, waktu lethal 50, dan analisis biaya masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai dosis Metarhizium anisopliae dan ketebalan tankos memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas larva Oryctes rhinoceros. Dosis Metarhizium anisopliae yang paling optimal yaitu P3 (100 gr) dan ketebalan tankos paling optimal yaitu K3 (3 lapis). Interaksi perlakuan P3K3 menghasilkan persentase mortalitas tertinggi yaitu mencapai 90%. 

2026-07-31 01:07:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbandingan Tiga Metode Penyimpanan Brondolan Di TPH Terhadap Kualitas Dan Kuantitas Minyak Sawit Mentah (CPO) PT. Bumihutani Lestari Eagle High Plantation Kalimantan Tengah
3 months ago
Bangsawan Muda Siregar (Medan, 2026)

Bangsawan Muda Siregar, Nirm. 01.04.22.233, Perbandingan Tiga Metode Penyimpanan Brondolan Di TPH Terhadap Kualitas Dan Kuantitas Minyak Sawit Mentah (CPO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tiga metode penyimpanan brondolan (tanpa alas karung, menggunakan alas karung, dan di dalam karung) terhadap kualitas dan kuantitas Crude Palm Oil (CPO), serta mengevaluasi pengaruh lama waktu penyimpanan terhadap parameter tersebut. Parameter kualitas yang diamati meliputi kadar Free Fatty Acid (FFA) dan nilai Deterioration of Bleachability Index (DOBI), sedangkan parameter kuantitas diukur melalui nilai Oil to Mesocarp (OTM). Pengkajian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2025 s.d Desember 2025 di Divisi 2 SNBE Estate PT. Bumihutani Lestari Eagle High Plantation. Metode pengkajian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan model Repeated Measure yang melibatkan tiga perlakuan penyimpanan (P0: tanpa alas, P1: alas karung, P2: dalam karung) dan pengamatan selama delapan hari (H0-H7). Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah pada taraf signifikansi 5%, dilanjutkan dengan uji Tukey HSD pada taraf signifikansi 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi metode penyimpanan berpengaruh nyata terhadap kenaikan kadar FFA. Perlakuan menggunakan alas karung (P1) menghasilkan rata-rata kadar FFA terendah (4,61%) dan berbeda nyata dengan perlakuan tanpa alas (P0) yang mencapai 5,87%. Penggunaan alas karung terbukti efektif menekan laju kenaikan FFA dengan meminimalkan kontak langsung antara brondolan dengan tanah dan kontaminasi mikroorganisme. Lama waktu penyimpanan berpengaruh sangat signifikan (p < 0,05) terhadap penurunan kualitas dan kuantitas CPO pada seluruh metode penyimpanan. Kenaikan kadar FFA dan penurunan nilai DOBI mulai menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan kondisi awal (H0) pada hari penyimpanan ke-3 (H3). Sementara itu, penurunan potensi rendemen minyak (OTM) yang signifikan sudah terdeteksi sejak 24 jam pertama penyimpanan. Berdasarkan hasil tersebut, untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas CPO yang optimal, brondolan disarankan disimpan menggunakan alas karung dan segera diolah dengan waktu penyimpanan tidak melebihi 2-3 hari. 

2026-07-29 07:07:42 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbandingan Metode Black Bunch Count (BBC) Dan Kombinasi Peramalan Produksi Dengan Seasonal Index Untuk Taksasi Produksi Kelapa Sawit Di PT. Suryabumi Tunggal Perkasa (Eagle High Plantation Tbk) Kalimantan Selatan
3 months ago
Bagus Kesuma (Medan, 2026)

Bagus Kesuma, NIRM 01.04.22.259. Perbandingan Metode Black Bunch Count (BBC) dan Kombinasi Peramalan Produksi dengan Seasonal Index Untuk Taksasi Produksi Kelapa Sawit di PT. Suryabumi Tunggal Perkasa (Eagle High Plantation Tbk) Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi metode Black Bunch Count (BBC) dan metode peramalan produksi yang dikombinasikan dengan Indeks Musiman. Penelitian ini dilaksanakan Divisi 2 Intan Estate PT. Suryabumi Tunggal Perkasa (EHP Group) pada 18 Agustus 2025 sampai 31 Desember 2026. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney, Mean Absolute Percentage Error (MAPE), dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua metode dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05). Metode seasonal index menghasilkan kesalahan peramalan yang lebih rendah dengan nilai MAPE sebesar 18,95% dan nilai RMSE sebesar 10.730 kg, sedangkan metode BBC menunjukkan nilai MAPE sebesar 35,69% dan nilai RMSE sebesar 16.486 kg. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Seasonal Index memberikan akurasi yang lebih baik dan lebih efektif untuk memperkirakan produksi kelapa sawit dibandingkan dengan metode BBC. 

2026-07-29 07:07:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit/Pome Terhadap Pertumbuhan Tanaman Legum Cover Crop (LCC) Mucuna Bracteata Di PT. London Sumatera Begerpang Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara
3 months ago
Arif Hidayat (Medan, 2026)

Arif Hidayat, NIRM 01.04.22.231, Pengaruh Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit/POME Terhadap Pertumbuhan Tanaman Legum Cover Crop (LCC) Mucuna Bracteata di PT. London Sumatera Begerpang Kabupaten Deli Serdang. Tujuan pengkajian untuk menganalisis pengaruh pemberian limbah cair pabrik kelapa sawit/POME dan menentukan dosis optimum limbah cair pabrik kelapa sawit/POME dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif Mucuna bracteata sebagai tanaman penutup tanah di perkebunan kelapa sawit. Pengkajian ini dimulai dari Desember 2025 s.d Januari 2026. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan lima taraf dosis POME (0, 100, 150, 200, dan 250 ml) dan lima ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tajuk, dan berat segar akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POME berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tajuk Mucuna bracteata, namun tidak berpengaruh nyata terhadap berat segar akar meskipun terdapat kecenderungan peningkatan pada dosis 200 ml. Dosis 250 ml merupakan dosis terbaik yang secara konsisten memberikan pertumbuhan vegetatif tertinggi pada seluruh parameter. POME berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair alternatif yang ramah lingkungan dalam mendukung keberhasilan pembibitan Mucuna bracteata pada program peremajaan kelapa sawit.

 

2026-07-29 07:07:40 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Terhadap Integrasi Lebah Madu Dalam Penyerbukan Kopi Arabika Di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh
3 months ago
Tiara Ayuni (Medan, 2025)

Tiara Ayuni, Nirm. 01.02.21.262. Persepsi Petani Terhadap Integrasi Lebah Madu dalam Penyerbukan Kopi Arabika di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi petani dan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan Juni 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika tergolong tinggi dengan persentase 78,00%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika secara simultan antara lain umur (X1), pendidikan (X2), pengalaman (X3), pendapatan (X4), luas lahan (X5), akses informasi (X6), lingkungan sosial (X7). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh dan signifikan terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika antara lain pengalaman (X3), pendapatan (X4), luas lahan (X5) dan akses lnformasi (X6). Sedangkan variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2) dan lingkungan sosial (X7) tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi (Y). 

2026-07-22 09:07:05 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Tanaman Pelindung Pada Budidaya Kopi Arabika Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
3 months ago
Nurul Mu’afiy Salsabila (Medan, 2025)

Nurul Mu’afiy Salsabila, Nirm. 01.02.20.185. Kopi Arabika merupakan komoditas pertanian unggulan yang banyak dibudidayakan di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Salah satu praktik budidaya yang direkomendasikan dalam Good Agricultural Practices (GAP) adalah penggunaan tanaman pelindung. Tanaman pelindung memiliki manfaat penting dalam menciptakan mikroklimat ideal, mengurangi intensitas cahaya langsung, mempertahankan kelembapan tanah, serta mencegah erosi. Namun, implementasi penggunaan tanaman pelindung di lapangan belum optimal karena perbedaan persepsi di kalangan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap penggunaan tanaman pelindung dalam budidaya kopi Arabika. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil menunjukkan tingkat persepsi petani sangat tinggi (86,14%).  Persamaan regresi sebagai berikut Y = 71,284-0,018X10,025X2-0,047X3+1,565X4+0,155X5+0,054X6–0,736X7+ e. Uji F (simultan) menunjukkan bahwa variabel umur (X1), pendidikan formal (X2), pengalaman bertani (X3), luas lahan (X4), karakteristik inovasi (X5) peran penyuluh (X6) dan akses informasi (X7) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani (Y). Uji t menunjukkan pengalaman bertani (X3), luas lahan (X4), karakteristik inovasi (X5) dan akses informasi (X7) berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani (Y), sementara umur (X1), pendidikan formal (X2) dan peran penyuluh (X6) berpengaruh tidak signifikan terhadap persepsi petani (Y).

 

 

2026-07-22 07:07:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengendalian Hayati Hama Ulat Kantung (Metisa Plana) Menggunakan Serangga Predator Sycanus Annulicornis Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elais Guineensis Jacq) Di PT Umada Kabupaten Labuhanbatu Utara
3 months ago
Gia Saputri (Medan, 2024)

Gia Saputri, Nirm 01.04.20.148. Permasalahan yang sering terjadi pada tanaman kelapa sawit hingga dapat menurunkan produksi pada umumnya yaitu organisme pengganggu tanaman organisme pengganggu tanaman salah satunya yaitu hama ulat kantung yang dimana tingkat serangannya pada tanaman belum menghasilkan hingga tanaman menghasilkan mencapai 100%. Kerusakan akibat hama ini dapat menimbulkan penyusutan produksi sampai 40%. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial. Sycanus annulicornis merupakan predator yang aktif dalam menekan populasi hama pemakan daun Metisa plana dengan mortalitas yang paling tinggi jatuh pada P3 yaitu dengan nilai 40,00 dengan pengamatan selama 7 hari dengan ditotalkan jumlah seluruh ulat yang mati dalam 7 hari lalu di uji DMRT dengan taraf 5%. Hal ini sesuai dengan pernyataan Afandi et al., (2019) menjelaskan bahwa pelepasan imago Sycanus annulicornis dilapangan sebanyak 3 - 4 ekor perpohon dalam keadaan pada populasi ulat yang masih sedang (5 – 8 ekor per pelepah) akan dapat menjaga populasi hama berada di bawah ambang ekonomi. Predator Sycanus annulicornis yang paling efektif dalam mengendalikan hama ulat kantung Metisa plana adalah pada perlakuan S. annulicornis dengan interval waktu 5 hari.

2026-07-16 09:07:23 Injuniar
Pengaruh Beberapa Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea Brasiliensis Muell. Arg) Klon Pb 260 Di Pembibitan Green Budding Pt Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir
3 months ago
Gabriella Taraja Elizabeth (Medan, 2024)

Gabriella Taraja Elizabeth, Nirm 01.04.20.147. “Pengaruh Beberapa Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Klon PB 260 di Pembibitan Green Budding PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir”. Penggunaan media tanam yang tepat untuk bibit yang berkualitas dapat mempengaruhi produktivitas karet yang menjadi masalah utama yang disebabkan oleh banyaknya petani karet yang tidak menggunakan bibit karet dari klon unggul melainkan hasil cabutan. Metode pada pengkajian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil pengkajian ini adalah tidak memiliki pengaruh nyata terhadap daya kecambah, pertumbuhan kecambah, dan pertumbuhan bibit karet. Hal ini dikarenakan pada pembibitan karet hal yang paling diperlukan adalah kesegaran biji karet dengan kesegaran diatas 80% dan sifat fisik tanah di PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate yang memiliki kandungan c-organik 2,54, N-Total 0,44 dan PH 4,70. Dengan demikian persentase keberhasilan kecambah tertinggi terdapat pada media tanam M2, diameter kecambah yaitu M3, tinggi kecambah yaitu M1, diameter batang yaitu M4, sedangkan jumlah daun, bobot berat basah dan bobot berat kering yaitu M5.

2026-07-16 09:07:19 Injuniar
Perilaku Pekebun Kelapa Sawit Dalam Pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
3 months ago
Aldo Nero Silitonga (Medan, 2025)

Aldo Nero Silitonga, Nirm. 01.02.21.200. Perilaku Pekebun Kelapa Sawit dalam Pelaksanaan Program peremajaan Sawit Rakyat di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari Pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat perilaku dan faktor-faktor yang memengaruhi pekebun dalam pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 sampai dengan Agustus 2025 di Polbangtan Medan dan di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya. Sementara teknik analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat perilaku pekebun dalam pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat dengan tingkat perilaku sebesar 56,67 %. Hasil regresi linear berganda terhadap factor-faktor yang memengaruhi perilaku pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 41,786+0,434 X1+0,169 X2-0,885 X3+0,301 X4+0,460 X5+0,269 X6 + e. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor pendidikan formal, pengalaman bertani, jumlah tanggungan keluarga, sumber infromasi, dan bantuan modal memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar dari t tabel. Sedangkan faktor intensitas mengikuti kegiatan penyuluhan tidak berpengaruh signifikan dengan t-hitung lebih kecil dari t tabel.

2026-07-15 04:07:51 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbedaan Penggunaan Fogging Dan High Pressure Sprayer Dalam Pengendalian Hama Ulat Bulu (Calliteara Horsfieldii Saunders) Pada Tanaman Kelapa Sawit Di PT. Socfindo Kebun Aek Loba
3 months ago
Santa Clara Konstantina Sinuhaji (Medan, 2024)

Santa Clara Konstantina Sinuhaji, Nirm 01.04.20.169. Perbedaan Penggunaan Fogging dan High Preasure Sprayer dalam Pengendalian Hama Ulat Bulu (Calliteara horsfieldii Saunders) pada Tanaman Kelapa Sawit di PT. Socfindo Kebun Aek Loba. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengkaji perbedaan pengendalian hama ulat bulu menggunakan fogging dan High Pressure Sprayer pada tanaman kelapa sawit di PT. Socfindo Kebun Aek Loba berdasarkan tingkat efektivitas, biaya, dan dampak terhadap lingkungan. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 s.d Juni 2024. Metode pengumpulan data, yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan uji two independent sample t-test. Adapun hasil yang diperoleh dari pengkajian ini, pertama ada perbedaan rata-rata tingkat efektivitas penggunaan alat fogging dan High Pressure Sprayer terhadap pengendalian hama ulat bulu (Calliteara horsfieldii Saunders). Dimana perbedaan tingkat efektivitas penggunaan alat High Pressure Sprayer sebesar 12,25% lebih tinggi daripada fogging. Kedua, ada perbedaan rata-rata biaya penggunaan fogging dan High Pressure Sprayer dengan selisih sebesar Rp 281.884 dimana biaya penggunaan High Pressure Sprayer lebih murah daripada menggunakan fogging. Ketiga, ada perbedaan dampak terhadap lingkungan dari fogging dan High Pressure Sprayer dimana dampak terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh High Pressure Sprayer lebih rendah daripada fogging.

 

2026-07-14 02:07:03 admin@polbangtanmedan.ac.id