POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 422
Pengaruh Metode Pengaplikasian Dan Konsentrasi Pupuk Npk Anorganik Terhadap Pertumbuhan Bibit Batang Bawah (Under Stump) Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis)
3 months ago
Fadhil Abdurrahman (Medan, 2024)

Fadhil Abdurrahman (01.04.20.146), penelitian dengan judul “Pengaruh metode pengaplikasian dan konsentrasi pupuk NPK anorganik terhadap pertumbuhan batang bawah (under stump) pada pembibitan tanaman karet (Hevea brasiliensis). Dibimbing oleh Silvia Nora, SP. MP dan Hadi Wijoyo, MP. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan bibit batang bawah (understump) tanaman karet (Hevea brasiliensis) terhadap metode pengaplikasian dan konsentrasi pupuk NPK anorganik sebagai bahan tanaman untuk melakukan okulasi hijau (green budding) pada pembibitan tanaman karet. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi kebun pembibitan PT. Bridgestone rubber estate (BSRE)  dari bulan November sampai Februari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan percobaan dengan metode rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan perlakuan metode pengaplikasian dan konsentrasi pupuk NPK anorganik yang di susun dengan 2 faktor yaitu : (P) faktor pertama metode pengaplikasian  pupuk yang terdiri dari : P1 = tabur, P2 = tugal, P3 = kocor. Dan faktor kedua (K) konsentrasi pemupukan per tanaman yang terdiri dari :  k1 = 3 gr, K2 = 4 gr, K3 = 5 gr, K4 = 6 gr dan  K5 = 7 gr. setiap perlakuan diberikan ulangan sebanyak 3 kali. Metode pengaplikasian pupuk NPK anorganik dengan taraf P3 (kocor) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit batang bawah tanaman karet pada parameter tinggi tanaman, jumlah helai daun, diameter batang, bobot basah tanaman dan bobot kering tanaman. Konsentrasi pupuk dengan taraf K4 (6 gr) berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan diameter batang, sedangkan untuk parameter jumlah helai daun terdapat pada taraf perlakuan K1 (3 gr/tanaman), Kemudian untuk parameter bobot basah tanaman berpengaruh nyata pada taraf konsentrasi (5 gr) dan untuk parameter bobot kering tanaman berpengaruh nyata pada taraf perlakuan K4 dengan konsentrasi (6 gr). Tidak adanya pengaruh interaksi terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah helai daun, diameter batang, sedangkan pada bobot basah berpengaruh nyata pada taraf perakuan terbaik  P3K3 (kocor/ 5 gr) dan bobot kering berpengaruh nyata pada taraf perakuan terbaik  P3K3 (tugal/ 5 gr).

2026-07-13 08:07:14 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Batang Pisang Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery
3 months ago
Nasrur Rizqi G (Medan, 2024)

Nasrur Rizqi G, Nirm 01.04.20.159. Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Batang Pisang dan Pupuk NPK pada Pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian POC Batang pisang terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery , dan untuk mencari kombinasi terbaik POC batang pisang dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari – Maret 2024 di Pembibitan Polbangtan Medan dan Laboratorium Polbangtan Medan. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama konsentrasi POC batang pisang terdiri dari 3 taraf yaitu, kontrol (P0), 80 ml/l (P1), 160ml/l (P2). Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK terdiri dari 3 taraf, kontrol (N0), 1,25 gram/polybag (N1), 2,5 gram/polybag (N2). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Parameter diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, berat segar tanaman, berat kering tanaman, berat basah akar, berat kering akar. Konsentrasi POC batang pisang 160 ml/l dan dosis pupuk NPK 2,5 gram/polybag merupakan perlakuan terbaik. Selanjutnya interaksi kombinasi POC batang pisang dan pupuk NPK 160 ml/l dan 1,25 gram/polybag merupakan kombinasi perlakuan terbaik.

 

2026-07-13 07:07:08 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perilaku Petani Terhadap Penggunaan Benih Unggul Padi Sawah Di Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara
3 months ago
M. Lian Tisara (Medan, 2024)

M.Lian Tisara, NIRM 01.01.20.186. Perilaku Petani Terhadap Penggunaan Benih Unggul Padi Sawah di Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perilaku petani dan faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku dalam penggunaan benih unggul padi sawah di Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal pada bulan April s.d juni 2024. Metode pengumpulan data menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi wawancara terstruktur dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada pengkajian ini terbagi menjadi empat tahap antara lain domain, taksonomi, komponesial dan tema. Dalam penelitian ini ruang lingkup yang akan di jadikan sampel adalah semua petani yang memenuhi kriteria di wilayah Kecamatan Naga Juang dengan jumlah 10 orang. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan Software QSR NVIVO 12.  Hasil pengkajian menunjukkan perilaku petani di pengaruhi oleh bantuan yang diperoleh petani, Sumber data yang digunakan dalam penelitian kualitatif tentunya sangat bervariasi, sehingga apabila dilakukan analisis data secara manual akan menyita banyak, waktu dan biaya yang cukup lama. Kendala dalam analisis data kualitatif dapat diatasi dengan menggunakan alat bantu berupa perangkat lunak Assisted Qualitative Data Analysis Software (CAQDAS). Perangkat lunak ini membantu peneliti dalam berbagai aspek analisis data kualitatif, seperti mengimpor data, memberi kode pada teks, mengekstrak data, meninjau data, mengidentifikasi pola kata dalam proses pengkodean, dan mengekspor data dalam berbagai format. Dengan bantuan CAQDAS, proses analisis menjadi lebih efisien dan sistematis. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti menggunakan Software QSR NVIVO 12 dalam membantu peneliti untuk menganalisis data mulai dari menentukan domain apa saja yang akan di cari peneliti, analisis taksonomi untuk mengetahui fokus penelitian, Komponensial untuk menentukan kategori, serta dalam menentukan tema dalam menentukan gejala apa saja yang ada di dalam pengkajian yang dilakukan oleh peneliti. Sementara faktor perilaku seorang petani sendiri dipengaruhi oleh prediposisi yang menyangkut dengan lingkungan sekitar di Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal.  

2026-07-09 04:07:51 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Pada Pola Kemitraan Inti Plasma Di Kawasan Pangan Terpadu (KPT) Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat
4 months ago
Turedo (Medan, 2024)

Turedo Nirm. 01.01.20.199. Persepsi petani pada pola kemitraan inti plasma di Kawasan Pangan Terpadu (KPT) Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat. Tujuan pengkajian ini untuk mengetahui tingkat persepsi petani dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani pada pola kemitraan di KPT. Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat, mulai bulan Maret sampai dengan Juli 2024. Metode pengkajian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data pada pengkajian ini adalah kuesioner, wawancara dan observasi. Pengukuran data menggunakan skala likert kemudian diolah menggunakan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 26. Sumber data pada pengkajian ini menggunakan data primer dan sekunder. Hasil pengkajian menunjukan tingkat persepsi petani pada pola kemitraan inti plasma di KPT Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat adalah tinggi dengan persentase 70,65%. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel X secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Hasil uji t ditemukan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat persepsi petani pada pola kemitraan inti plasma di KPT ialah pendapatan (X1), kebutuhan (X2), motivasi (X3), lingkungan sosial (X4) dan peran penyuluh (X5). Sedangkan ketersediaan sarana dan prasarana (X6) tidak berpengaruh signifikan.

2026-06-30 09:06:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengembangan Media Penyuluhan Interaktif Berbasis E-Book Untuk Kegiatan Penyuluhan Pertanian Penanganan Pasca Panen Bawang Merah Di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan
4 months ago
Loveleyn Olivia C. Napitupulu (Medan, 2024)

Loveleyn Olivia C Napitupulu, Nirm.01.01.20.152. Pengembangan Media Penyuluhan Interaktif Berbasi E-Book untuk Kegiatan Penyuluhan Penanganan Pasca Panen Bawang Merah di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media penyuluhan interaktif berbasis E-Book dan menganalisis efektivitas media penyuluhan interaktif berbasis E-Book untuk kegiatan penyuluhan penanganan pasca panen bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah skala likert dengan EPIC model dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan media penyuluhan interaktif berbasis E-Book untuk kegiatan penyuluhan penanganan pasca panen bawang merah tergolong sangat layak dengan tingkat kelayakan sebesar 91,3%. Analisis perbandingan efektivitas media penyuluhan interaktif berbasis E-Book dengan media leaflet menggunakan EPIC model diperoleh hasil pada media leaflet dengan skor rata-rata 1,96 yang berada pada kategori kurang efektif dan pada media interaktif berbasis E-Book diperoleh skor rata-rata 3,82 berada pada kategori sangat efektif. Pengujian berikutnya dilakukan menggunakan uji independent sample t-test dengan perolehan hasil thitung (43,820) > ttabel (2,024) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.

2026-06-30 04:06:03 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Pekebun Dalam Pengolahan Kulit Kopi Arabika Menjadi Minuman Cascara Di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
Rini Anggraini Siregar (Medan, 2025)

Rini Angraini Siregar, Nirm 01.02.21.222. Persepsi Pekebun dalam Pengolahan Kulit Kopi Arabika Menjadi Minuman Cascara di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi pekebun dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pekebun dalam pengolahan kulit kopi arabika menjadi minuman cascara di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi. Pengkajian ini dilaksanakan mulai pada bulan April sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi, observasi dan angket menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode penentuan sampel menggunakan proportional random sampling. Selanjutnya, metode analisis data menggunakan skala Likert dan analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan tingkat persepsi pekebun dalam pengolahan kulit kopi arabika menjadi minuman cascara sebesar 83,01% tergolong dalam kategori tinggi. Secara simultan, hasil uji F yang diperoleh adalah variabel bebas lingkungan sosial (X1), peran penyuluh (X2), karakteristik inovasi (X3), akses informasi (X4), pemasaran (X5), peran kelompok tani (X6) berpengaruh signifikan terhadap persepsi pekebun dalam pengolahan kulit kopi arabika menjadi minuman cascara secara simultan. Selanjutnya secara parsial faktor yang berpengaruh signifikan yaitu variabel bebas peran penyuluh (X2), karakteristik inovasi (X3), akses informasi (X4), pemasaran (X5), peran kelompok tani (X6), sedangkan variabel bebas yang tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi pekebun dalam pengolahan kulit kopi arabika menjadi minuman cascara di Kecamatan Sitinjo, yaitu lingkungan sosial (X1).

2026-06-29 07:06:06 Injuniar
Peran Penyuluh Dalam Percepatan Sertifikasi Ispo Pada Perkebunan Swadaya Di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
M. Rangga Azhari (Medan, 2025)

M. Rangga Azhari, Nirm 01.02.21.244. Peran Penyuluh Dalam Percepatan Sertifikasi ISPO Pada Perkebunan Swadaya Di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat percepatan sertifikasi ISPO di perkebunan kelapa sawit swadaya dan faktor-faktor yang memengaruhi peran penyuluh dalam percepatan sertifikasi ISPO di perkebunan kelapa sawit swadaya Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang pada Desember 2025 sampai dengan Mei 2025. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara  dan penyebaran kuesioner, sedangkan teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat percepatan sertifikasi ISPO di Kecamatan Bangun Purba Provinsi Sumatera Utara tergolong tinggi dengan persentase 79%. Faktor yang mempengaruhi peran penyuluh dalam Percepatan Sertifikasi ISPO Pada Perkebunan Swadaya Peran fasilitator (X3) menunjukkan pengaruh signifikan dengan tingkat signifikan 0.001<0,50 dan Peran motivator (X2) juga menunjukan pengaruh signifikan dengan tingkat signifikansi 0,002<0,050 dan kedua peran tersebut memiliki thitung bernilai positif. Peran edukator (X1), organisator (X5), dan inovator (X6) justru menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,050 tetapi ketiga peran tersebut memiliki thitung bernilai negatif. Peran dinamisator (X4) dan konsultan (X7) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan tingkat signifikansi lebih dari 0,050.

2026-06-29 06:06:04 Injuniar
Perilaku Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Ceri Kopi Arabika Menjadi Kompos Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
Ernestine Sri Artha Manik (Medan, 2025)

Ernestine Sri Artha Manik, Nirm 01.02.21.205. Perilaku Petani dalam Pemanfaatan Kulit Ceri Kopi Arabika menjadi Kompos di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat perilaku petani dalam pemanfaatan kulit ceri kopi arabika menjadi kompos di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat pada 16 April sampai dengan 24 Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan metode likert dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku petani dalam pemanfaatan kulit ceri kopi arabika menjadi kompos yaitu 70,02%. Hasil regresi linear berganda diperoleh persamaan berikut Y = 34,350 +0,005X1 +0,193X2 + 0,297X3 0,058X4 + 0,094X5 + e. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun adalah peran kelompok tani (X2), sumber informasi (X3), karakteristik inovasi (X4), dan peran penyuluhan (X5), dan intensitas kegiatan penyuluhan (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku petani dalam pemanfaatan kulit ceri kopi arabika menjadi kompos di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara.

2026-06-29 05:06:40 Injuniar
Persepsi Pekebun Dalam Pengolahan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Briket Arang Di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan
4 months ago
Dwika Putri Maulina (Medan, 2025)

Dwika Putri Maulina, Nirm. 01.02.21.239, Persepsi Pekebun dalam Pengolahan Pelepah Kelapa Sawit menjadi Briket Arang di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat persepsi pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhinya terhadap pengolahan pelepah kelapa sawit menjadi briket arang. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 sampai dengan bulan Agustus 2025. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari wawancara, observasi, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan adalah skala Likert dan analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat persepsi pekebun dalam pengolahan pelepah kelapa sawit menjadi briket arang tergolong tinggi dengan tingkat persepsi sebesar 82%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi persepsi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y= 42,823+0,348X1+0,035X2+0,126X3 +0,196X4+0,181X5+ 0,281X6+ e. Uji lanjut menggunakan thiutng menunjukkan bahwa lingkungan sosial, karakteristik inovasi, peran kelompok tani, dan kosmopolitan memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai thiutng lebih besar daripada ttabel. Sedangkan peran penyuluh dan pemasaran tidak berpengaruh signifikan dengan thitung lebih kecil daripada ttabel.

2026-06-29 02:06:00 Injuniar
Persepsi Pekebun Terhadap Manfaat Lubang Rorak Pada Tanaman Kopi Arabika (Coffea Arabica L) Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat
4 months ago
Daniel Mendrofa (Medan, 2025)

Daniel Mendrofa, Nirm 01.02.21.202. Persepsi Pekebun Terhadap Manfaat Lubang Rorak Pada Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L) di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi pekebun dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi persepsi pekebun terhadap manfaat lubang rorak pada tanaman kopi arabika. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025 di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu. Jenis pengkajian yang digunakan Deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sementara metode analisis data menggunakan skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi pekebun terhadap manfaat lubang rorak berada dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 64,52%. hasil regresi linear Berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi persepsi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 36.173 - 0.213 X1 + 0.098 X2 + 0.073 X3 + 0.164 X4 - 5.384 X5 – 0.023 X6 + 0.339 X7 + e. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pesepsi pekebun terhadap manfaat lubang rorak pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu adalah umur, Pendidikan, luas lahan, pengalaman, dan interaksi sosial.

2026-06-29 02:06:43 Injuniar
Persepsi Pekebun Tentang Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Di Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara
4 months ago
Ahmah Sakir (Medan, 2025)

Ahmad Sakir, Nirm. 01.02.21.234. Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) merupakan kebijakan pemerintah untuk menjamin praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Namun, penerapan ISPO oleh pekebun rakyat masih rendah, sehingga pemahaman terhadap persepsi pekebun menjadi penting sebagai dasar kebijakan implementasi. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat persepsi pekebun tentang sertifikasi ISPO serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 60 responden pekebun sawit yang tergabung dalam kelompok tani penerima program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi pekebun terhadap sertifikasi ISPO berada dalam kategori tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan secara simultan terhadap persepsi pekebun adalah umur, pendidikan formal, luas lahan, pengalaman berkebun, peran penyuluh, akses informasi, dan keaktifan dalam organisasi pekebun. Di antara faktor tersebut, pendidikan, luas lahan, peran penyuluh, dan akses informasi memiliki berpengaruh signifikan secara parsial. Kesimpulan dari pengkajian ini adalah bahwa meskipun persepsi pekebun terhadap ISPO sudah tinggi, diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan implementasi dan penguatan kelembagaan petani agar sertifikasi ISPO dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.

2026-06-29 02:06:26 Injuniar
Pengaruh Motivasi Dan Karakteristik Petani Terhadap Adopsi Good Agriculture Practice (Gap) Petani Jeruk Siam Di Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota
4 months ago
Joni Aripin (Medan, 2024)

Joni Aripin, NIRM. RPL 01.01.21.289, Pengaruh Motivasi dan Karakteristik Petani terhadap Adopsi Good Agriculture Practice (GAP) Petani Jeruk Siam di Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pengaruh motivasi dan karakteristik  petani terhadap adopsi Good Agriculture Practice (GAP) petani jeruk siam di Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi Good Agriculture Practice (GAP) petani jeruk siam di Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini dilaksanakan pada November - Juli 2023 yang dilaksanakan di Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan metode kuisioner (angket) dan wawancara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh motivasi dan karakteristik petani terhadap adopsi Good Agriculture Practice (GAP) petani jeruk siam Di Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota termasuk kategori tinggi dengan persentase 60.91%, sementara hasil regresi linear terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y= 62.565 + 0.447 X1 + 0.465 X2 + e. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa motivasi dan karakteristik petani berpengaruh signifikan

dengan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel.

2026-06-24 03:06:00 admin@polbangtanmedan.ac.id