POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 223
Rancangan Penyuluhan Penerapan Konservasi Tanah Secara Vegetatif Pada Sawah Terasering Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Longsor Di Nagari Batipuh Baruah Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
3 weeks ago
Zelvia Angelita (Medan, 2026)

Zelvia Angelita, NIRM 01.01.22.504. Rancangan Penyuluhan Penerapan Konservasi Tanah Secara Vegetatif Pada Sawah Terasering Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Longsor di Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, 2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD 3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan, 4) Menyusun rancangan penyuluhan meliputi materi, metode, media, waktu, lokasi, volume dan biaya, 5) Menganalisis jumlah petani yang menerapkan konservasi tanah secara vegetatif di Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nagari Batipuh Baruah memiliki potensi pengembangan konservasi tanah secara vegetatif pada sawah terasering, meskipun masih menghadapi risiko erosi dan longsor serta penerapan konservasi oleh petani belum optimal; (2) tujuan penyuluhan yang disusun berdasarkan prinsip SMART dan ABCD berhasil tercapai, ditunjukkan oleh 22 orang petani yang menerapkan konservasi tanah secara vegetatif; (3) sasaran penyuluhan ditetapkan sebanyak 40 orang petani sawah terasering dengan karakteristik yang sesuai; (4) rancangan penyuluhan memperoleh tingkat efektivitas sebesar 80,54% dengan kategori efektif sehingga layak diterapkan; dan (5) sebanyak 22 orang petani menerapkan kombinasi rumput vetiver dan rumput banto sesuai rekomendasi penyuluhan, sehingga target penerapan sebanyak 20 orang petani berhasil terlampaui.

2026-08-20 07:08:45 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pestisida Nabati Daun Balakka Untuk Pengendalian Hama Kutu Daun Pada Tanaman Cabai Merah Di Kecamatan Padang Bolak
3 weeks ago
Yanti Susanti (Medan, 2026)

Yanti Susanti, NIRM. 01.01.22.503. Budidaya cabai merah di Desa Padang Bujur, Kecamatan Padang Bolak terhambat serangan kutu daun (Aphis gossypii). Akibat keterbatasan pengetahuan, petani masih bergantung pada pestisida kimia, padahal potensi lokal daun balakka (Phyllanthus emblica L.) sebagai pestisida nabati sangat melimpah. Penelitian kuantitatif deskriptif ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan pertanian sistematis berbasis SMART dan ABCD, menganalisis karakteristik sasaran, tingkat penerimaan petani, serta mengevaluasi jumlah penerapan inovasi tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur berkuesioner terhadap sampel 30 petani cabai merah yang merupakan pengurus dan anggota kelompok tani, lalu dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa prioritas masalah utama adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengekstraksi daun balakka serta tingginya ketergantungan pada pestisida kimia sintetis. Rumusan tujuan penyuluhan telah berhasil disusun secara terukur untuk meningkatkan kemauan petani menerapkan inovasi sesuai petunjuk dengan sasaran terfokus pada 30 petani di Desa Padang Bujur. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan tingkat penerimaan petani terhadap komponen rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya) mencapai angka 86,18% dengan kriteria sangat sesuai atau sang at menerima. Evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan tingkat adopsi inovasi yang positif, di mana jumlah petani yang menerapkan pestisida nabati daun balakka mencapai 12 orang (40,00%), secara signifikan berhasil melampaui target perencanaan awal sebanyak 10 orang (33,33%).

2026-08-20 07:08:05 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi (Oryza Sativa L.) Untuk Memperbaiki Struktur Tanah Pada Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum Annuum L.) Di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat
3 weeks ago
Wulansari Anggraini (Medan, 2026)

Wulansari Anggraini, NIRM. 01.01.22.536. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi (Oryza sativa L.) Untuk Memperbaiki Struktur Tanah Pada Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah 1) Mengindentifikasi potensi dan masalah wilayah penyuluhan pertanian, 2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, 3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah (IPW), 4) Menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu dan biaya) serta, 5) Mengetahui jumlah petani yang melaksanakan pembuatan dan pengaplikasian biochar sekam padi pada tanaman cabai merah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan 1) Identifikasi potensi dan masalah menggunakan metode RRA menunjukkan adanya limbah sekam padi yang tidak dimanfaatkan dengan penurunan kualitas tanah, 2) Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan kemauan petani dalam pemanfaatan biochar sekam padi dilahan usahatani cabai merah dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 10 orang (27,8%) menjadi 12 orang (33,33%), 3) Sasaran penyuluhan yaitu pengurus dan anggota kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman cabai merah, 4) Hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Secanggang sebesar 83,68% dan kriteria sangat setuju, 5) Jumlah petani yang melakukan pembuatan dan pengaplikasian biochar sekam padi yaitu sebanyak 12 orang (33,33%).

2026-08-20 07:08:59 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Keong Mas Sebagai Bahan Baku Pupuk Organik Cair (Poc) Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang
3 weeks ago
Widhya Tamara (Medan, 2026)

Penerapan pertanian berkelanjutan memerlukan upaya peningkatan penggunaan pupuk organik serta pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar petani. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan adalah keong mas, yang selama ini dikenal sebagai hama tanaman padi sawah, namun berpotensi dijadikan bahan baku pupuk organik cair (POC). Pengkajian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan pertanian tentang pemanfaatan keong mas sebagai bahan baku POC pada tanaman padi sawah serta mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang disusun. Pengkajian dilaksanakan di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang menggunakan pendekatan  kuantitatif dengan jenis pengkajian deskriptif. Tahapan pengkajian meliputi identifikasi potensi wilayah (IPW), perumusan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penentuan sasaran, penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi penerimaan petani. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 39 petani. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, waktu, lokasi, dan biaya memperoleh tingkat penerimaan petani sebesar 86,7% dengan kategori sangat efektif. Selain itu, diperoleh sebanyak 22 petani (56,4%) bersedia memanfaatkan keong mas sebagai bahan baku POC. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dapat diterima sangat baik oleh petani dan berpotensi mendukung penerapan pertanian berkelanjutan.

2026-08-20 06:08:53 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Dan Pengaplikasikan Pestisida Nabati Dari Kunyit Untuk Mengatasi Hama Thrips Untuk Cabe Merah ( Capsicum Anuum L) Di Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota
3 weeks ago
Thoriq Al Fadhil (Medan, 2026)

Thoriq Al Fadhil ,Nirm 01.01.22.500 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan petani, menganalisis tujuan dan sasaran penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta menyusun rancangan penyuluhan pembuatan dan pengaplikasian pestisida nabati dari kunyit untuk mengatasi hama thrips pada tanaman cabai merah di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner terhadap 32 pengurus kelompok tani yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama petani adalah tingginya serangan hama thrips, ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta rendahnya pemanfaatan kunyit sebagai pestisida nabati. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya berada pada kategori sangat setuju, sehingga rancangan penyuluhan dinilai layak diterapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengendalian hama thrips secara ramah lingkungan.

2026-08-20 04:08:30 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Alternate Wetting And Drying (Awd) Dalam Pengelolaan Air Padi Sawah Di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang
3 weeks ago
Selly Dion Maretti Sibarani (Medan, 2026)

Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi masalah penyuluhan pertanian di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) dalam pengelolaan air padi sawah sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) berdasarkan karakteristik demografi, sosial, dan ekonomi petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan penerapan AWD dalam pengelolaan air padi sawah yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang bersedia menerapkan teknologi AWD dalam pengelolaan air padi sawah di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis data menggunakan skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian menunjukkan petani masih menerapkan sistem penggenangan air secara terus-menerus, memiliki pengetahuan yang rendah mengenai teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD), serta belum optimal dalam pengelolaan air irigasi pada usahatani padi sawah; (2) penetapan tujuan penyuluhan telah disusun sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD sehingga tujuan yang dirumuskan jelas, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu yang jelas; (3) sasaran penyuluhan berjumlah 47 orang petani yang telah sesuai dengan karakteristik demografi, sosial, dan ekonomi sebagai sasaran penyuluhan; (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan memperoleh persentase sebesar 86,6% dengan kategori sangat efektif; dan (5) jumlah petani yang bersedia menerapkan teknologi AWD meningkat dari 20 orang menjadi 25 orang sebesar 53,2% dari total 47 responden setelah pelaksanaan penyuluhan.

2026-08-20 03:08:30 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Serangan Hama Thrips Sp. Menggunakan Yellow Sticky Trap Pada Tanaman Cabai Merah Keriting Di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah
3 weeks ago
Rona Maulindia (Medan, 2026)

Rona Maulindia. NIRM. 01.01.22.532. Rencana Penyuluhan Pengendalian Serangan Hama Thrips sp. Menggunakan Yellow Sticky Trap untuk Tanaman Cabai Merah Keriting di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. Serangan hama Thrips sp. dan besarnya ketergantungan petani pada pestisida kimia menjadi salah satu masalah yang memengaruhi pertumbuhan serta hasil cabai merah keriting. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah itu adalah dengan memanfaatkan yellow sticky trap, tetapi penggunaan oleh petani masih tergolong rendah. Rancangan penyuluhan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi daerah dan permasalahan pertanian, menganalisis penetapan tujuan serta sasaran penyuluhan, menilai tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan mengetahui jumlah petani yang menerapkan pengendalian hama Thrips sp. dengan yellow sticky trap. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati, mewawancarai, dan menggunakan kuesioner. Target penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis data memakai metode Rapid Rural Appraisal (RRA), skala Likert, dan analisis deskriptif. Hasil desain penyuluhan menunjukkan bahwa (1) Kecamatan Bandar memiliki potensi untuk mengembangkan usaha tani cabai merah keriting, namun masih menghadapi masalah tingginya serangan hama Thrips sp. dan belum optimalnya penggunaan limbah botol plastik sebagai bahan pembuatan yellow sticky trap, (2) tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan jumlah petani yang melakukan pengendalian dengan yellow sticky trap dari 0 orang (0%) menjadi 15 orang (50%), (3) sasaran penyuluhan adalah petani cabai merah keriting yang terdaftar dalam kelompok tani, (4) tingkat keefektifan desain penyuluhan mencapai 86,32% dengan kategori sangat efektif dan (5) jumlah petani yang melaksanakan pengendalian menggunakan yellow sticky trap sebanyak 15 orang (50%).

2026-08-20 03:08:25 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pertanian Tumpang Sari Tanaman Cabai Di Lahan Jagung Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat
3 weeks ago
Risna Banurea (Medan, 2026)

Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan teknologi tumpang sari tanaman cabai di lahan jagung berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang menerapkan teknologi tumpang sari tanaman cabai di lahan jagung. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dilakukan menggunakan metode rancangan penyuluhan dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) identifikasi masalah di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu memiliki potensi pengembangan tumpang sari cabai di lahan jagung, namun penerapannya masih rendah karena petani cenderung menerapkan pola tanam monokultur dan memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai teknik budidaya tumpang sari, (2) sasaran penyuluhan berjumlah 35 orang petani jagung, (3) tujuan penyuluhan pertanian yang ingin dicapai adalah petani mau menerapkan teknologi tumpang sari cabai di lahan jagung sesuai anjuran dari 0 orang (0%) menjadi 15 orang (37,5%), (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan sebesar 86,01% dengan kategori sangat setuju, (5) sebanyak 3 orang (8,57%) telah menerapkan teknologi tumpang sari jagung dan cabai, 4 orang (11,43%) menyatakan bersedia menerapkan pada musim tanam berikutnya, sedangkan 28 orang (80,00%) belum bersedia menerapkannya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan memberikan respons positif terhadap rancangan kegiatan, namun diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan adopsi teknologi di tingkat petani.

2026-08-20 02:08:23 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Dan Pemanfaatanbokashi Dari Limbah Eceng Gondokuntuk Meningkatkan Kesuburan Tanah Pada Tanaman Melon (Cucumis Melo L) Di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai
4 weeks ago
Riski Gunawan Siregar (Medan, 2026)

Riski Gunawan Siregar, NIRM. 01.01.22.496. Rancangan Penyuluhan Pembuatan dan Pemanfaatan Bokashi dari Limbah Eceng Gondok untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan pengkajian ini adalah (1) mengidentifikasi potensi dan permasalahan wilayah, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) menetapkan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya, serta (5) mengetahui jumlah petani yang membuat dan memanfaatkan bokashi eceng gondok. Pengkajian dilaksanakan pada Maret sampai Mei 2026 di Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin. Kajian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 30 petani melon sebagai responden yang ditentukan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis data menggunakan metode Rapid Rural Appraisal, prinsip SMART dan ABCD, analisis deskriptif, serta skala Likert. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa eceng gondok tersedia cukup melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal, sedangkan kondisi kesuburan tanah pada lahan melon masih rendah. Tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan jumlah petani yang membuat dan memanfaatkan bokashi dari 0 orang menjadi 15 orang atau 50%. Sasaran penyuluhan adalah petani melon yang tergabung dalam lima kelompok tani di Desa Nagur. Tingkat penerimaan petani terhadap keseluruhan rancangan penyuluhan mencapai 81,38% dan termasuk kategori sangat setuju. Setelah penyuluhan, sebanyak 15 petani atau 50% telah membuat dan mengaplikasikan bokashi, 3 petani atau 10% telah membuat tetapi belum mengaplikasikannya, dan 12 petani atau 40% belum menerapkan. Dengan demikian, tujuan rancangan penyuluhan telah tercapai.

2026-08-18 08:08:15 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengaplikasian Racun Tikus Orgnaik Dari Umbi Gadung Pada Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat
4 weeks ago
Rasmaliana Padang (Medan, 2026)

Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi masalah penyuluhan pertanian di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pengaplikasian racun tikus organik dari umbi gadung pada tanaman jagung berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang menerapkan racun tikus organik dari umbi gadung pada tanaman jagung. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dilakukan menggunakan metode rancangan penyuluhan dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian tingginya serangan hama tikus pada tanaman jagung dan rendahnya pemanfaatan racun tikus organik dari umbi gadung sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan, (2) tujuan penyuluhan yang ditetapkan yaitu meningkatkan jumlah petani yang menerapkan racun tikus organik dari umbi gadung sebanyak 15 orang (42,8%), (3) sasaran penyuluhan berjumlah 35 orang petani jagung yang sebagian besar berada pa a usia produktif, memiliki pengalaman berusahatani yang cukup baik, dan tergabung dalam kelompok tani aktif, (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan sebesar 85,80% dengan kategori sangat setuju, (5) jumlah petani yang menerapkan racun tikus organik dari umbi gadung sebanyak 17 orang (48,57%), sehingga  menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berhasil mendorong penerapan teknologi pengendalian hama tikus pada tanaman jagung

2026-08-18 07:08:23 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Drone Dalam Pengendalian Hama Padi Sawah Di Desa Suka Damai Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai
4 weeks ago
Paisal Herdiansyah (Medan, 2026)

Paisal Herdiansyah NIRM 01.01.22.492. Rancangan Penyuluhan Penggunaan Drone Dalam Pengendalian Hama Padi Sawah Di Desa Suka Damai, Kecamatan Sei bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini bertujuan, untuk (1) menganalisis efektivitas dan efisiensi penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah,(2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD serta sasaran penyuluhan, (3) Menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap efektivitas rancangan penyuluhan penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah,(4) Mengetahui jumlah petani yang mau menggunakan drone dalam pengendalian hama padi sawah di Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Kajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2026 di Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban,Kabupaten Serdang Bedagai. Jenis kajian eksperimen lapangan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi penggunaan drone dalam pengendalian hama,dan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah yang dianalisis menggunakan skala Likert. Analisis kajian teknis dengan rumus mortalitas dan kuesioner, validitas dan realibilitas menggunakan SPSS 25. Dan analisis penerimaan penyuluhan menggunakan skala Likert, Hasil kajian menunjukan efektivitas hama 83,7%, dan sebaran droplet merata, rancangan penyuluhan disusun dengan materi penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah menggunakan metode ceramah, diskusi, demonstrasi cara, dengan media video dan folder. Hasil penerimaan menunjukan bahwa rancangan penyuluhan memperoleh skor 3984 dari skor maksimum 4752 atau sebesar 83,83% dengan kategori sangat setuju. Jumlah petani yang mau menggunakan drone dalam pengendalian hama padi sawah meningkat menjadi 12 orang (54,55%) dari target awal yang direncanakan sebanyak 10 orang (45%). Hasil tersebut menunjukan bahwa kegiatan penyuluhan yang dilakukan telah efektif dalam meningkatkan penerimaan dan partisipasi petani terhadap penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah.

2026-08-18 07:08:21 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pupuk Organik Cair (Poc) Dari Limbah Cair Tahu Di Kecamatan Bandarkabupaten Bener Meriah
4 weeks ago
Nurul Hazzah (Medan, 2026)

Nurul Hazzah NIRM 01.01.22.491, Rancangan Penyuluhan Penerapan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Cair Tahu di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah.Pemanfaatan pupuk organik cair (POC) dari limbah cair tahu merupakan salah satu alternatif untuk mendukung budidaya tanaman hortikultura. Tanaman hortikultura membutuhkan ketersediaan hara untuk meningkatkan perkembangan serta produktivitas tumbuhan. Rancangan penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui potensi wilayah serta permasalahan pertanian, menetapkan tujuan serta sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan mengetahui jumlah petani yang mampu mempraktikkan POC. Pengumpulan informasi melalu wawancara dan kuesioner.penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis rancangan penyuluhan menggunakan metode Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi potensi wilayah dengan dengan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) terdapat limbah cair tahu yang belum dimanfaatkan. Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam mempraktikkan POC pada lahan usahatani hortikultura dalam satu musim tanam. Sasaran penyuluhan adalah seluruh anggota dan ketua kelompok wanita tani yang membudidayakan tanaman hortikultura. Hasil validasi menunjukkan tingkat efektivitas rancangan penyuluhan sebesar 88,39% dengan kategori sangat efektif. Jumlah petani yang menerapkan POC meningkat dari 20 orang (41,67%) menjadi 25 orang (52,08%).

2026-08-18 03:08:14 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (Pgpr) Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L) Di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi
4 weeks ago
Noya Elirosa Manurung (Medan, 2026)

Noya Elirosa Manurung, NIRM. 01.01.22.490. Rancangan Penyuluhan Penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai pengendalian penyakit antraknosa sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan penggunaan PGPR berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian penggunaan PGPR sebagai pengendalian penyakit antraknosa yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang bersedia menerapkan penggunaan PGPR sebagai pengendalian penyakit antraknosa pada tanaman cabai merah di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian adalah kajian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa (1) Identifikasi potensi masalah menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) menunjukkan tingginya serangan penyakit antraknosa, masih tingginya penggunaan fungisida kimia, serta belum adanya penerapan PGPR oleh petani, (2) tujuan penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan sikap petani agar mau membuat dan menggunakan PGPR sebagai pengendalian penyakit antraknosa pada tanaman cabai merah dalam satu musim tanam, (3) sasaran penyuluhan adalah pengurus kelompok tani tanaman cabai merah di Kecamatan Sitinjo, (4) hasil validasi menunjukkan rancangan penyuluhan memiliki tingkat keefektifan sebesar 85,09% dengan kategori sangat efektif, dan (5) jumlah petani yang bersedia menerapkan PGPR setelah penyuluhan sebanyak 18 orang (50%).

2026-08-18 03:08:34 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Melalui Penggunaan Benih Unggul Padi Bersertifikat Di Desa Binjai Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai
4 weeks ago
Nazathul Ain (Medan, 2026)

Nazathul Ain, NIRM. 01.01.22.489. Rancangan Penyuluhan Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) melalui Penggunaan Benih Unggul Padi Bersertifikat di Desa Binjai Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan penyuluhan, menganalisis tujuan, sasaran, dan rancangan penyuluhan, mengevaluasi tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah petani yang menggunakan benih unggul padi bersertifikat. Kajian evaluatif ini dilaksanakan pada Maret–Mei 2026 di Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, diskusi, serta penyebaran kuesioner. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rendahnya penggunaan benih unggul padi bersertifikat disebabkan oleh kebiasaan petani memanfaatkan benih turunan, terbatasnya pengetahuan mengenai manfaat benih bersertifikat, serta masih rendahnya keyakinan terhadap keuntungan yang diperoleh dari penggunaannya. Kegiatan penyuluhan ditujukan kepada petani padi sawah yang belum menggunakan benih bersertifikat. Rancangan penyuluhan disusun dengan materi penggunaan benih unggul padi bersertifikat melalui metode ceramah, diskusi, pemutaran video, dan kunjungan rumah yang didukung oleh media folder serta video. Evaluasi menunjukkan skor penerimaan sebesar 80,7% dengan kategori sangat efektif. Jumlah petani yang menggunakan benih unggul padi bersertifikat meningkat menjadi 16 orang (38%), melampaui target 15 orang (36%), sehingga penyuluhan dinilai efektif meningkatkan penerimaan dan penggunaan benih unggul padi bersertifikat.

Kata Kunci: benih unggul padi b

2026-08-18 03:08:19 Injuniar