POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 237
Rancangan Penyuluhan Pemangkasan Pemeliharaan Tanaman Kopi Sesuai Good Agricultural Practices (GAP) Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan
1 week ago
Dina Syakinah Simamora (Medan, 2026)

Dina Syakinah Simamora, NIRM. 01.02.22.357. Rancangan Penyuluhan Pemangkasan Pemeliharaan Tanaman Kopi Sesuai Good Agricultural Practices (GAP) Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Rancangan penyuluhan bertujuan (1) menganalisis penetapan masalah di Kecamatan Sipirok; (2) mengetahui penetapan tujuan penyuluhan pemangkasan pemeliharaan tanaman kopi sesuai GAP berdasarkan prinsip SMART dan ABCD; (3) mengetahui penetapan sasaran berdasarkan karakteristik; (4) menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya); (5) mengevaluasi tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan; (6) mengetahui jumlah pekebun yang melaksanakan pemangkasan pemeliharaan sesuai GAP. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data  melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Pengukuran menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan (1) identifikasi wilayah menggunakan metode RRA pada Kecamatan Sipirok memiliki potensi besar pada sektor pertanian kopi, namun pekebun belum menerapkan pemangkasan pemeliharaan tanaman kopi secara optimal; (2) tujuan penyuluhan ditetapkan sebesar 55%; (3) Sasaran berjumlah 66 orang dengan kriteria usia produktif, pendidikan rata-rata SMA, sebagian besar lahan milik sendiri, luas lahan >1 ha, dan tergabung dalam kelompok tani; (4) Rancangan penyuluhan memperoleh kategori sangat efektif dengan persentase 88,48%; (5) Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 43,03%, sikap pada kategori sangat setuju sebesar 85,30%, serta 35 orang terampil dalam pemangkasan. (6) jumlah pekebun menerapkan pemangkasan pemeliharaan sesuai GAP sebesar 31,82%. 

2026-10-26 09:10:53 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pruning Dalam Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
1 week ago
Muhammad Naufal Aqilah (Medan, 2026)

Muhammad Naufal Aqilah, NIRM. 01.02.22.372. Rancangan Penyuluhan Penerapan Pruning dalam Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi wilayah, menganalisis penetapan tujuan dan sasaran penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta menganalisis sikap petani terhadap penerapan pruning dalam peningkatan produktivitas kelapa sawit di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan dalam identifikasi potensi wilayah Adalah Mixed Method. Penentuan sasaran dilakukan secara purposive terhadap 67 orang petani kelapa sawit yang tergabung dalam kelompok tani. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan skala Likert dan garis kontinum untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan serta sikap petani terhadap penerapan pruning. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Kecamatan Stabat memiliki potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan kelembagaan petani yang mendukung pengembangan usaha tani kelapa sawit. Rancangan penyuluhan yang disusun meliputi materi penerapan pruning, metode diskusi, demonstrasi cara dan kunjugan usaha tani media folder dan media sesungguhnya, volume penyuluhan dua kali pertemuan, lokasi di lahan petani, waktu pelaksanaan berdasarkan kesepakatan bersama, serta biaya secara swadaya. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori tinggi sehingga rancangan yang disusun dinilai sesuai dengan kebutuhan petani. Sikap petani terhadap penerapan pruning juga menunjukkan kategori positif yang mengindikasikan adanya kesiapan petani untuk menerapkan teknik pruning dalam upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit.

2026-10-26 04:10:07 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Trichoderma sp. & Paenibacillus polymyxa Dalam Pengendalian Ganoderma boninense Pada Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit Di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara
1 week ago
Irwan Ginting (Medan, 2026)

Penyakit Penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense merupakan ancaman utama terhadap keberlanjutan produksi kelapa sawit di Indonesia. Aplikasi agen hayati seperti Trichoderma sp. dan Paenibacillus polymyxa menjadi alternatif pengendalian yang potensial dan ramah lingkungan. Namun, tingkat adopsi inovasi ini di kalangan petani rakyat masih sangat rendah akibat minimnya pengetahuan dan keterampilan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi masalah penyakit BPB, merumuskan rancangan penyuluhan yang terstruktur, menganalisis tingkat penerimaan petani, serta mengevaluasi tingkat adopsi teknologi pengendalian hayati di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2026 menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 30 responden yang ditarik secara purposive dari lima kelompok tani. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, serta Rural Rapid Appraisal (RRA), yang kemudian dianalisis menggunakan interpretasi skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan dengan kombinasi metode demonstrasi cara, diskusi, dan kunjungan usaha tani yang didukung media folder dan benda sesungguhnya sangat diterima oleh petani. Tingkat penerimaan secara keseluruhan mencapai 83% (kategori efektif). Lebih lanjut, pelaksanaan penyuluhan berhasil memotivasi 66,66% responden untuk secara mandiri memproduksi dan mengaplikasikan agen hayati tersebut di lahan usahatani mereka. Disimpulkan bahwa rancangan penyuluhan yang sistematis efektif dalam meningkatkan kapasitas petani untuk mengendalikan penyakit busuk pangkal batang.

2026-10-26 04:10:05 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penerapan Jarak Tanam Kelapa Sawit Sesuai Good Agricultural Practices (GAP) Di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara
1 week ago
Riyan Hidayatullah Simbolon (Medan, 2026)

Riyan Hidayatullah Simbolon, NIRM 01.02.22.374. Rancangan Penyuluhan Penerapan Jarak Tanam Kelapa Sawit Sesuai Good Agricultural Practices (GAP) dalam Mendukung Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Pulo Jantan Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, penerapan teknik budidaya kelapa sawit rakyat masih belum sepenuhnya sesuai dengan standar Good Agricultural Practices (GAP), khususnya dalam pengaturan jarak tanam yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Kondisi ini menjadi perhatian dalam mendukung keberhasilan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), sehingga diperlukan rancangan penyuluhan yang tepat untuk meningkatkan pemahaman dan kemauan petani dalam menerapkan jarak tanam sesuai GAP.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, menganalisis tujuan dan sasaran penyuluhan, mengukur tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui kemauan petani dalam menerapkan jarak tanam kelapa sawit sesuai GAP. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan tujuan penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan jumlah petani yang mau menerapkan jarak tanam sesuai GAP sebanyak 16 orang (40%). Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 87,19% dengan kategori sangat efektif. Evaluasi sikap menunjukkan 58,98% petani sangat mau, 38,46% mau, dan 2,56% cukup mau menerapkan jarak tanam sesuai GAP. Dengan demikian, rancangan penyuluhan dinilai sangat efektif dalam meningkatkan kemauan petani mendukung Program PSR.

2026-10-26 04:10:19 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penerapan Atraktan Elaeidobius kamerunicus Dalam Meningkatkan Produksi Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Di Kecamatan Na IX – X Kabupaten Labuhanbatu Utara
1 week ago
Ahmad Taufik Hidayat Nasution (Medan, 2026)

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas perkebunan unggulan yang produksi tandan buah segarnya (TBS) sangat dipengaruhi oleh keberhasilan proses penyerbukan. Rendahnya populasi dan aktivitas serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus menyebabkan proses penyerbukan belum optimal yang ditandai dengan munculnya buah partenokarpi, sehingga berdampak pada penurunan produksi TBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, menyusun rancangan penyuluhan pertanian mengenai penerapan atraktan Elaeidobius kamerunicus, menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah pekebun yang bersedia menerapkan atraktan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 49 pekebun sebagai responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya memperoleh tingkat penerimaan sebesar 83,44% dengan kategori efektif. Evaluasi perubahan perilaku menunjukkan sebanyak 29 orang (59,18%) pekebun bersedia menerapkan atraktan, melebihi target yang ditetapkan yaitu 26 orang (53%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun telah sesuai dengan kebutuhan pekebun dan berpotensi meningkatkan penerapan atraktan sebagai upaya mendukung peningkatan produksi tandan buah segar kelapa sawit.

2026-10-26 03:10:06 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi Sebagai Pembenah Tanah Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan
1 week ago
Risti Rahmadayani (Medan, 2026)

Risty Rahmadayani, NIRM. 01.01.22.497. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi Sebagai Pembenah Tanah Pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan. Rendahnya produktivitas padi sawah sering dikaitkan dengan menurunnya kesuburan tanah, sementara limbah sekam padi yang berpotensi menjadi pembenah tanah justru belum dimanfaatkan. Di Desa Sorimanaon, sekam padi mencapai 400–600 kg per hari dan hanya dibakar atau ditumpuk, serta seluruh petani belum pernah mengolahnya menjadi biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sekam padi dan teknik pembuatan biochar yang sesuai, menyusun rancangan penyuluhan, serta mengukur tingkat validasinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Rapid Rural Appraisal, melibatkan 40 petani padi sawah, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta kuesioner yang dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekam padi tersedia melimpah dan berkelanjutan sebagai bahan baku biochar, dengan teknik pirolisis sederhana menggunakan kawat ram sebagai teknik yang paling sesuai karena murah, mudah, dan dapat diterapkan tanpa keahlian khusus. Rancangan penyuluhan disusun atas sembilan komponen berbasis prinsip SMART dan ABCD. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan mencapai 84,62% (kategori sangat efektif), dan target penerapan tercapai penuh, yaitu 15 dari 40 petani (37,5%) menerapkan biochar di lahannya.

2026-10-22 11:10:22 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Modifikasi Tepung Keladi Menggunakan Ragi Tape Pada Petani Keladi
1 week ago
Nur Nadia Febrianti Fatihah Putri (Medan, 2026)

Nur Nadia Febrianti Fatihah Putri, NIRM 01.01.22.525, melakukan kajian tentang pengaruh lama fermentasi dan konsentrasi ragi tape terhadap karakteristik tepung keladi (Colocasia esculenta L.) termodifikasi serta efektivitas program penyuluhan bagi petani di Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Keladi merupakan komoditas umbi lokal potensial yang belum dimanfaatkan optimal oleh petani di wilayah tersebut. Kajian ini bertujuan mengkaji pengaruh lama fermentasi dan konsentrasi ragi tape terhadap karakteristik tepung keladi termodifikasi, serta merancang dan menguji validitas program penyuluhan bagi petani. Metode yang digunakan meliputi eksperimen RAL faktorial 2×2 (lama fermentasi 24 dan 48 jam; konsentrasi ragi 1% dan 2%) dengan kontrol, dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Duncan, serta validasi rancangan penyuluhan kepada 40 petani dan anggota KWT secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan lama fermentasi dan konsentrasi ragi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air tepung (10,08–10,69%, memenuhi SNI), namun perlakuan T2K2 (ragi 2%, fermentasi 48 jam) paling disukai panelis berdasarkan uji organoleptik. Rancangan penyuluhan berupa demonstrasi cara dan ceramah dengan media poster dan benda sesungguhnya terbukti sangat efektif (skor 83,6%), meningkatkan pengetahuan petani dari 48,5% menjadi 90,5%. Tepung keladi modifikasi ragi tape berpotensi menjadi inovasi pangan lokal yang layak disebarluaskan melalui penyuluhan pertanian.

2026-10-22 11:10:06 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penerapan Trichoderma sp. Sebagai Pengendali Hayati Penyakit Layu Bakteri Pada Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum) Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
1 week ago
Agnes Sianturi (Medan, 2026)

Agnes Sianturi, NIRM. 01.01.22.267. Rancangan Penyuluhan Penerapan Trichoderma sp. sebagai Pengendali Hayati Penyakit Layu Bakteri pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masalah penyuluhan pertanian, menganalisis tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, menetapkan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik petani, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah petani yang menerapkan Trichoderma sp. Penelitian menggunakan kajian evaluatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Parbuluan memiliki potensi pengembangan budidaya kentang, namun masih menghadapi tingginya serangan penyakit layu bakteri dan rendahnya kemauan petani menerapkan Trichoderma sp. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan mencapai 83,23%  dengan kategori Sangat Setuju. Rancangan penyuluhan berhasil meningkatkan jumlah petani yang menerapkan Trichoderma sp. dari target awal 15 orang (46,87%) menjadi 19 orang (59,37%), sehingga dinilai efektif dalam meningkatkan kemauan petani menerapkan pengendalian hayati penyakit layu bakteri pada tanaman kentang.

2026-10-22 11:10:28 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pembuatan dan Pengaplikasian MOL Nasi Basi Sebagai Bioaktivator Dan Penyubur Tanah Pada Tanaman Padi Di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan
1 week ago
Yeni Rahmasari (Medan, 2026)

Yeni Rahmasari, NIRM. 01.01.22.537. Rancangan Penyuluhan Pembuatan dan Pengaplikasian MOL nasi basi Sebagai Bioaktivator dan Penyubur Tanah Pada Tanaman Padi di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Tujuan Rancangan Penyuluhan ini adalah (1) Mengidentifikasi permasalahan pertanian di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan, (2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pembuatan dan pengaplikasian MOL nasi basi sebagai bioaktivator dan penyubur tanah sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan, (3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan pembuatan dan pengaplikasian MOL Nasi basi sebagai Bioaktivator dan Penyubur Tanah berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografis, sosial dan ekonomi di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara  Kota Padangsidimpuan, (4) Menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pembuatan dan pengaplikasian MOL nasi basi sebagai bioaktivator dan penyubur tanah (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya penyuluhan pertanian) di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan, (5) Mengetahui Jumlah petani yang melaksanakan pembuatan dan pengaplikasian MOL nasi basi sebagai bioaktivator dan penyubur tanah di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) Indentifikasi permasalahan menunjukkan rendahnya C-organik tanah akibat peemupukan kimia secara terus menerus dan potensi nasi basi yang belum di manfaatkan, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap petani membuat dan mengaplikasikan mol nasi basi di lahan usaha tani padi dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 15 orang (50%), (3) sasaran penyuluhan yaitu pengurus dan anggota kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman padi, (4) hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat kesesuaian rancangan penyuluhan di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara sebesar 84,14% dan kriteria sangat sesuai, (5) jumlah petani yang melakukan pembuatan dan pengaplikasian mol nasi basi yaitu sebanyak 18 orang (60%).

2026-10-22 08:10:54 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pengaplikasian Racun Tikus Organik Dari Umbi Gadung Pada Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat
1 week ago
Rasmaliana Padang (Medan, 2026)

Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi masalah penyuluhan pertanian di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pengaplikasian racun tikus organik dari umbi gadung pada tanaman jagung berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang menerapkan racun tikus organik dari umbi gadung pada tanaman jagung. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dilakukan menggunakan metode rancangan penyuluhan dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian tingginya serangan hama tikus pada tanaman jagung dan rendahnya pemanfaatan racun tikus organik dari umbi gadung sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan, (2) tujuan penyuluhan yang ditetapkan yaitu meningkatkan jumlah petani yang menerapkan racun tikus organik dari umbi gadung sebanyak 15 orang (42,8%), (3) sasaran penyuluhan berjumlah 35 orang petani jagung yang sebagian besar berada pada usia produktif, memiliki pengalaman berusahatani yang cukup baik, dan tergabung dalam kelompok tani aktif, (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan sebesar 85,80% dengan kategori sangat setuju, (5) jumlah petani yang menerapkan racun tikus organik dari umbi gadung sebanyak 17 orang (48,57%), sehingga menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berhasil mendorong penerapan teknologi pengendalian hama tikus pada tanaman jagung.

2026-10-22 07:10:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Anyaman Piring Oleh Kelompok Wanita Tani Di Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara
3 weeks ago
Mhd. Alwi Habidana Batubara (Medan, 2026)

Mhd. Alwi Habidana Batubara, NIRM 01.02.22.371. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit di Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara masih belum optimal. Kondisi tersebut menyebabkan limbah Lidi kelapa sawit belum memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Pengkajian ini bertujuan untuk menyusun dan mengevaluasi rancangan penyuluhan tentang pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit menjadi anyaman piring bagi Kelompok Wanita Tani. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret s.d Mei 2026 di Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Metode pengkajian Mix Method meliputi Identifikasi Potensi Wilayah, penetapan tujuan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penetapan sasaran, penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi penerimaan rancangan penyuluhan. Sasaran penyuluhan berjumlah 48 orang anggota Kelompok Wanita Tani Nusa Indah, Teguh, Sentosa, dan Mawar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Kecamatan Kualuh Hulu memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang besar, tetapi pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit oleh Kelompok Wanita Tani masih rendah. Rancangan penyuluhan memperoleh tingkat penerimaan sebesar 86,85% dengan kategori sangat menerima. Setelah kegiatan penyuluhan dilaksanakan, tingkat niat sasaran terhadap pemanfaatan limbah Lidi kelapa sawit mencapai 83,93% dengan kategori menerima.

2026-10-12 07:10:18 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) Dengan Menggunakan Atraktan Trap Pada Tanaman Kopi Robusta Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
3 weeks ago
Silvi Hafni Sunardi (Medan, 2026)

Silvi Hafni Sunardi, Nirm 01.02.22.343. Rancangan Penyuluhan  Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) dengan Menggunakan Atraktan Trap Pada Tanaman Kopi Robusta. Hypothenemus hampei merupakan salah satu hama utama yang menyebabkan penurunan produksi dan mutu kopi robusta di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Petani masih mengandalkan pestisida kimia dan belum menerapkan teknologi atraktan trap, sehingga diperlukan rancangan penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan pengendalian PBKo menggunakan atraktan trap, mengkaji tingkat penerimaan sasaran terhadap rancangan penyuluhan, serta mengkaji persentase penerapan teknologi oleh petani. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Mei 2026 menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 50 petani kopi robusta yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori sangat efektif, yaitu materi 89,68%, metode 89,80%, media 82,76%, volume 89,90%, waktu 88,80%, lokasi 90,72%, dan biaya 90,50%. Pelaksanaan penyuluhan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani, dengan tingkat penerapan teknologi mencapai 36% atau sebanyak 18 responden.

Kata kunci : rancangan penyuluhan, PBKo, atraktan trap, kopi robusta, tingkat penerimaan

2026-10-12 06:10:39 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Hilirisasi Kelapa Sawit: Pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) Menjadi Dodol Di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan
3 weeks ago
Fadillah Dinda Maharani (Medan, 2026)

Fadillah Dinda Maharani, NIRM. 01.02.22.327. Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kegiatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Namun, pemanfaatan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pekebun masih terbatas pada penjualan dalam bentuk segar sehingga nilai ekonomi yang diperoleh relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengevaluasi rancangan penyuluhan hilirisasi kelapa sawit melalui pengolahan TBS menjadi dodol di Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.  Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 menggunakan metode survei. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi terhadap 51 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi  perubahan perilaku pekebun yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun terdiri atas materi pengolahan TBS menjadi dodol, metode dem onstrasi cara dan kunjungan usahatani, media folder, volume dua kali pertemuan, lokasi rumah ketua kelompok tani, waktu pagi hari, dan biaya swadaya. Tingkat penerimaan rancangan penyuluhan memperoleh persentase rata-rata 83,05% dengan kategori sesuai. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan meningkatkan keterampilan pekebun terhadap pengolahan TBS menjadi dodol sebagai upaya hilirisasi produk perkebunan.

2026-10-12 04:10:21 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Briket di Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara
3 weeks ago
Fachrurrozy Ahmad Ritonga (Medan, 2026)

Fachrurrozy Ahmad Ritonga, NIRM. 01.02.22.326. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Briket di Kecamatan Padang Bolak  Julu Kabupaten Padang Lawas Utara, Perkebunan kelapa sawit menghasilkan limbah pelepah dalam jumlah besar yang umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan sering ditumpuk di gawangan mati sehingga berpotensi menjadi sumber hama dan penyakit. Pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket merupakan salah satu bentuk hilirisasi yang dapat meningkatkan nilai tambah limbah sekaligus menyediakan sumber energi alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rancangan penyuluhan, tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta dampak penyuluhan pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket di Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian dilaksanakan pada Maret–April 2026 menggunakan metode kajian rancangan penyuluhan dan evaluasi penyuluhan. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive, sedangkan sasaran penelitian adalah satu kelompok tani yang mengusahakan tanaman kelapa sawit. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menilai rancangan penyuluhan dan perubahan perilaku petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun meliputi materi pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket, metode ceramah dan demonstrasi cara, media folder, video, serta benda sesungguhnya, dengan pelaksanaan sebanyak dua kali pertemuan. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori tinggi dan kegiatan penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, serta keterampilan petani dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket. Dengan demikian, penyuluhan yang dirancang efektif dalam mendukung pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit menjadi produk bernilai tambah dan ramah lingkungan.

2026-10-12 03:10:32 Injuniar