POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 223
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Perangkap Atraktan Berbahan Keong Mas Dalam Pengendalian Hama Walang Sangit Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Angkola Muaratais
4 weeks ago
Minta Surya Rezki Harahap (Medan, 2026)

Minta Surya Rezki Harahap, NIRM. 01.01.22.486. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Perangkap Atraktan Berbahan Keong Mas dalam Pengendalian Hama Walang Sangit pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Angkola Muaratais. Tujuan pengkajian ini yaitu (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (2) menetapkan tujuan penyuluhan pemanfaatan perangkap atraktan berbahan keong mas dalam pengendalian hama walang sangit sesuai prinsip SMART dan ABCD, (3) menetapkan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan pertanian, serta (5) mengetahui jumlah petani yang menerapkan pemanfaatan perangkap atraktan berbahan keong mas dalam pengendalian hama walang sangit pada tanaman padi sawah. Pengkajian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan rancangan penyuluhan pertanian dengan pengukuran Skala Likert.Hasil pengkajian menunjukkan bahwa (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan adanya potensi pemanfaatan keong mas sebagai bahan atraktan dalam pengendalian hama walang sangit pada tanaman padi sawah, (2) tujuan penyuluhan ditetapkan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD untuk meningkatkan penerimaan petani terhadap pemanfaatan perangkap atraktan berbahan keong mas, (3) sasaran penyuluhan yaitu petani yang melakukan budidaya tanaman padi sawah di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (4) hasil evaluasi rancangan penyuluhan menunjukkan tingkat penerimaan petani sebesar 83,32% dengan kriteria sangat efektif, dan (5) jumlah petani yang menerapkan pemanfaatan perangkap atraktan berbahan keong mas sebanyak 18 orang dari 36 responden (50%).

2026-08-18 02:08:23 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius F.) Menggunakan Pestisida Nabati Ekstrak Daun Sirsak Pada Tanaman Padi Di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat
4 weeks ago
Mhd. Ipan Afrizal (Medan, 2026)

Muhammad Ipan Afrizal, NIRM 01.01.22.520. Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa oratorius F.) Menggunakan Pestisida Nabati Ekstrak Daun Sirsak pada Tanaman Padi di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Salah satu alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan adalah penggunaan pestisida nabati berbahan ekstrak daun sirsak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan dan jumlah petani yang telah membuat serta mengaplikasikan pestisida nabati. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 di Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sebanyak 30 orang petani ditetapkan sebagai sampel penelitian melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian, penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 91,79% dan termasuk dalam kriteria sangat setuju. Dari 30 petani yang mengikuti kegiatan penyuluhan, terdapat 15 orang (50,00%) yang telah membuat dan mengaplikasikan pestisida nabati, sedangkan 15 orang lainnya (50,00%) belum melaksanakan kegiatan tersebut. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan memperoleh penerimaan yang sangat baik, namun tingkat penerapan pestisida nabati oleh petani masih perlu ditingkatkan.

2026-08-18 02:08:54 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kutu Kebul Menggunakan Biopestisida Nabati Pada Tanaman Cabai Di Nagari Luak Kapau Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat
4 weeks ago
Luffi Pelita Sari (Medan, 2026)

Tanaman cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya di Nagari Luak Kapau mengalami penurunan akibat serangan hama kutu kebul (Bemisia tabaci). Pengendalian hama kutu kebul yang hingga saat ini masih didominasi oleh penggunaan pestisida kimia berpotensi menimbulkan dampak yang kurang baik bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan biopestisida nabati. Penelitian ini bertujuan menyusun dan menganalisis rancangan penyuluhan mengenai pengendalian hama kutu kebul menggunakan biopestisida nabati, yang meliputi identifikasi masalah, perumusan tujuan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penetapan sasaran penyuluhan, penilaian tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah petani yang menerapkan inovasi setelah kegiatan penyuluhan. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 di Nagari Luak Kapau, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan dengan menggunakan metode survei. Sebanyak 42 orang petani dipilih sebagai responden melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan analisis garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan memperoleh skor sebesar 13.570 dari skor maksimum 15.960 atau sebesar 85,78% sehingga termasuk dalam kategori sangat efektif. Penilaian terhadap aspek materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan juga menunjukkan kategori sangat efektif. Setelah kegiatan penyuluhan dilaksanakan, sebanyak 17 orang petani (40,48%) telah menerapkan pengendalian hama kutu kebul menggunakan biopestisida nabati, sedangkan 25 orang petani (59,52%) belum menerapkannya. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa rancangan penyuluhan yang telah disusun efektif dan layak dijadikan acuan dalam meningkatkan penerapan biopestisida nabati sebagai salah satu upaya pengendalian hama kutu kebul pada tanaman cabai.

2026-08-18 02:08:04 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman Refugia Sebagai Pengendalian Hama Terpadu (Pht) Di Kecamatan Banda Mulia Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh
4 weeks ago
Laila Kusumah (Medan, 2026)

Laila Kusumah, NIRM.01.01.22.484 Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman Refugia sebagai Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di Kecamatan Bnada Mulia. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi wilayah menyusun rancangan penyuluhan, serta menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan dan tingkat penerapan tanaman refugia. Kajian dilaksanakan di Desa  Paya Rahat dan Desa Matang Seping, Kecamatan Banda Mulia, pada Maret hingga Mei 2026. Pendekatan yang digunakan adalah rancangan penyuluhan pertanian berbasis Rapid Rural Appraisal (RRA). Sasaran penyuluhan adalah 36 pengurus kelompok tani dari 12 kelompok tani, dipilih secara purposive sampling. Instrumen penerimaan berupa kuesioner Skala Likert 4 poin (64 butir valid) dan instrumen penerapan berupa daftar ceklis observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan garis kontinum. Hasil identifikasi wilayah menunjukkan potensi sumber daya alam, manusia, dan kelembagaan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan refugia. Rancangan penyuluhan mencakup tujuh komponen: materi, metode (ceramah, diskusi, demonstrasi cara, kunjungan usahatani), media (folder dan benda sesungguhnya), volume (3 kali pertemuan), lokasi, waktu, dan biaya. Tingkat penerimaan petani mencapai 83,81% (kategori Sangat Efektif). Tingkat penerapan mencapai 50% (18 dari 36 petani), melampaui target 42% yang ditetapkan. Penyuluhan pertanian berbasis RRA yang mengintegrasikan metode demonstrasi cara terbukti efektif mendorong pener

2026-08-18 02:08:47 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Pestisida Nabati Untuk Pengendalian Hama Thrips Sp. Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) Di Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan
4 weeks ago
Kevin Pratama (Medan, 2026)

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan penggunaan pestisida nabati untuk pengendalian hama Thrips sp. pada tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) di Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan, serta mengetahui tingkat efektivitas rancangan penyuluhan yang telah disusun dan tingkat penerapan petani terhadap inovasi yang diberikan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2026 di Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 33 orang pengurus kelompok tani dari total populasi 125 petani. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan pengukuran tingkat efektivitas berdasarkan skor persentase hasil penilaian responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan telah disusun berdasarkan potensi wilayah dan permasalahan yang dihadapi petani, meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu dan biaya. Tingkat efektivitas rancangan penyuluhan memperoleh persentase sebesar 85,23% dengan kategori sangat efektif. Selain itu, jumlah petani yang menerapkan penggunaan pestisida nabati meningkat dari target 20 orang (61%) menjadi 21 orang (63%), sehingga menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun efektif dalam meningkatkan penerimaan dan penerapan inovasi oleh petani.

2026-08-18 02:08:09 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Perangkap Lecoatrap Dalam Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius F.) Pada Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Di Kecamatan Panti
4 weeks ago
Helda Fitria (Medan, 2026)

Helda Fitria, NIRM. 01.01.22.514. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian di Kecamatan Panti, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan penerapan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan serangan hama walang sangit pada tanaman padi sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD di Kecamatan Panti, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan penerapan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan serangan hama walang sangit pada tanaman padi berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografi, sosial dan ekonomi di Kecamatan Panti, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian penerapan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan serangan hama walang sangit pada tanaman padi (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya penyuluhan pertanian) di Kecamatan Panti, (5) mengetahui jumlah petani yang mau menerapkan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan serangan hama walang sangit pada tanaman padi di Kecamatan Panti. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan skala likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian berdasarkan penetapan masalah yaitu rendahnya kemauan petani untuk menerapkan perangkap lecoatrap dalam mengendalikan hama walang sangit pada tanaman padi, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan sikap petani menerapkan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan hama walang sangit pada tanaman padi sesuai petunjuk sebanyak 20 orang (66,7%), (3) sasaran penyuluhan yaitu satu pengurus dan 2 anggota kelompok tani dari 10 kelompok tani di Nagari Panti Selatan, (4) hasil analisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan di Kecamatan Panti sebesar 87,5% dengan kriteria sangat menerima, (5) jumlah petani yang menerapkan perangkap lecoatrap yaitu sebanyak 20 orang (66,7%).

2026-08-18 01:08:25 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemanfaatan Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Ulat Grayak Pada Tanaman Jagung Di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat
4 weeks ago
Hayati Maidah Padang (Medan, 2026)

Hayati Maidah Padang. NIRM 01.01.22.480. Pengkajian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan pertanian pemanfaatan pestisida nabati untuk mengendalikan ulat grayak pada tanaman jagung di Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya serangan ulat grayak, ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sintetis, serta rendahnya kemauan petani dalam menggunakan pestisida nabati. Pengkajian dilaksanakan pada April sampai Mei 2026 di Desa Parpulungan dengan jumlah sasaran sebanyak 42 orang petani dari Kelompok Tani Dalanta Maju dan Kelompok Tani Ulang Mahangke. Jenis pengkajian yang digunakan adalah penelitian evaluatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, diskusi, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui potensi wilayah, sasaran penyuluhan, tingkat penerimaan petani, dan jumlah petani yang menerapkan pestisida nabati. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa Desa Parpulungan memiliki potensi lahan jagung seluas 150 ha, tingkat serangan ulat grayak sebesar 42%, serta ketersediaan bahan baku pestisida nabati berupa daun sirsak dan serai wangi. Rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya memperoleh tingkat penerimaan sebesar 84,37% dengan kategori sangat efektif. Setelah kegiatan penyuluhan, jumlah petani yang memanfaatkan pestisida nabati meningkat dari 0 orang menjadi 15 orang atau 36% dari total sasaran. Dengan demikian, rancangan penyuluhan pemanfaatan pestisida nabati dinilai efektif dalam mendorong petani untuk mulai menerapkan pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, meskipun masih diperlukan pendampingan berkelanjutan agar penerapannya semakin luas

2026-08-18 01:08:35 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Enam Tepat Penggunaan Insektisida Untuk Pengendalian Kutu Kebul Pada Tanaman Melon Guna Mengoptimalkan Produksi Di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai
4 weeks ago
Galuh Halimatun Sakdiyah (Medan, 2026)

Galuh Halimatun Sakdiyah, NIRM. 01.01.22.513. Rancangan Penyuluhan Penerapan Enam Tepat Penggunaan Insektisida dalam Pengendalian Kutu Kebul pada Tanaman Melon di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. Salah satu kendala dalam budidaya melon adalah penggunaan insektisida yang tidak sesuai dengan prinsip enam tepat dalam mengendalikan kutu kebul pada tanaman melon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penetapan masalah, tujuan, sasaran penyuluhan, tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta jumlah petani yang menerapkan enam tepat penggunaan insektisida. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kajian evaluatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui Skala Likert. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 di Kecamatan Sei Bamban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Sei Bamban memiliki potensi pengembangan tanaman melon yang cukup baik, namun seluruh petani responden belum menerapkan pengendalian kutu kebul sesuai prinsip enam tepat penggunaan insektisida. Sasaran penyuluhan adalah petani melon yang tergabung dalam kelompok tani. Rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya memperoleh tingkat penerimaan sebesar 87% dengan kategori sangat menerima. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa sebanyak 15 orang petani (60%) telah menerapkan prinsip enam tepat penggunaan insektisida dalam pengendalian kutu kebul pada tanaman melon. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun sesuai dengan kebutuhan petani dan mampu meningkatkan penerapan enam tepat penggunaan insektisida.

2026-08-18 01:08:24 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Kompos Bagi Petani Bawang Merah (Alliumascalonicum L.) Di Kecamatan Merek Kabupaten Karo
4 weeks ago
Erlikasna Surbakti (Medan, 2026)

Erlikasna Br Surbakti, NIRM. 01.01.22.478. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi menjadi Kompos bagi Petani Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kecamatan Merek Kabupaten Karo. Permasalahan tingginya biaya produksi karena ketergantungan petani bawang merah terhadap pupuk kimia dan pupuk organik dari luar daerah menjadi permasalahan utama dalam budidaya bawang merah di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Salah satu upaya untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi kompos. Realitanya di lapangan pemanfaatannya masih rendah karena keterbatasan pengetahuan petani. Sehingga penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi dan masalah yang ada di Kecamatan Merek, menganalisis penetapan tujuan dan sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah petani yang menerapkan pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi kompos. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Rural Rapid Appraisal (RRA), skala likert, dan analisis perubahan sikap petani bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan sebesar 88,64% dengan kategori sangat efektif, sedangkan petani yang menerapkan pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi kompos mencapai 45,71%, melebihi target 34,28%. Rancangan penyuluhan terbukti efektif meningkatkan penerimaan dan penerapan teknologi kompos pada budidaya bawang merah

2026-08-18 01:08:41 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pupuk Hayati Photosynthetic Bacteria (Psb) Pada Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa L.) Di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan
4 weeks ago
Dwi Aulia (Medan, 2026)

Dwi Aulia, NIRM.01.01.22.511. Rancangan Penyuluhan Penerapan Pupuk Hayati Photosynthetic Bacteria (PSB) pada Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. Penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara intensif menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas padi sawah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan pupuk hayati Photosynthetic Bacteria (PSB), namun penerapannya oleh petani masih relatif rendah. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah mengidentifikasi potensi wilayah dan masalah pertanian, menganalisis penetapan tujuan penyuluhan, menganalisis penetapan sasaran penyuluhan dan, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, mengetahui jumlah petani yang terampil dalam penerapan pupuk hayati Photosynthetic Bacteria (PSB) pada tanaman padi sawah di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara yang diukur menggunakan kuesioner. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis data menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan Kecamatan Pauh Duo memiliki potensi pertanian padi sawah yang didukung oleh ketersediaan lahan, sumber air, dan iklim yang sesuai, namun terdapat permasalahan belum optimalnya pertumbuhan tanaman padi fase vegetatif, (2) tujuan penyuluhan yaitu petani mampu menerapkan pupuk hayati Photosynthetic Bacteria (PSB) pada tanaman padi sesuai anjuran, dari kondisi awal 0 orang (0%) menjadi 17 orang (53,1%), melampaui target awal 16 orang (50%), (3) sasaran penyuluhan yaitu petani padi sawah yang tergabung dalam kelompok tani di Kecamatan Pauh Duo, (4) hasil rekapitulasi rancangan penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan sebesar 87,40% dengan kategori sangat efektif, dan (5) jumlah petani yang mampu dalam penerapan pupuk hayati Photosynthetic Bacteria (PSB) pada tanaman padi sawah sebanyak 17 orang (53,1%).

2026-08-18 01:08:17 Injuniar
Rancanganpenyuluhanpembuatandanaplikasi Mikroorganisme Lokal (Mol) Dari Hama Keong Mas(Pomaceacanaliculata)Pada Tanamanpadi Sawah Di Kecamatanangkolamuaratais Kabupaten Tapanuli Selatan
1 month ago
Diva Rifanny Lubis (Medan, 2026)

Diva Rifanny Lubis, NIRM. 01.01.22.477. Rancangan Penyuluhan

Pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata) pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Hama Keong Mas berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografis, sosial dan ekonomi di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Hama Keong Mas (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya penyuluhan pertanian) di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (5) mengetahui jumlah petani yang melaksanakan pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Hama Keong Mas di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan terdapatnya hama keong mas yang tidak dimanfaatkan, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan sikap petani membuat dan mengaplikasikan Mikroorganisme lokal (MOL) di lahan usaha tani padi dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 15 orang (50%), (3) sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman padi, (4) hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Angkola Muaratais sebesar 79,77% dan kriteria efektif, (5) jumlah petani yang melakukan pembuatan dan pengaplikasian Mikroorganisme Lokal (MOL) yaitu sebanyak 15 orang

(50%%).

2026-08-14 09:08:44 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Perlakuan Teknik Seed Preeming air Kelapa kabupaten Serdang BedagaiPada Benih Semangka di Kec. Sei Bamban n
1 month ago
Dani Febriansyah (Medan, 2026)

Dani Febriansyah, NIRM. 01.01.22.509. Rancangan Penyuluhan Perlakuan Teknik Seed Priming Air Kelapa Pada Benih Tanaman Semangka (Citrullus lanatus) Di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah 1) Mengindentifikasi permasalahan penyuluhan pertanian, 2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pertanian sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, 3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan pertanian berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah (IPW), 4) Menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu dan biaya) dan 5) Mengetahui jumlah petani yang melaksanakan perlakuan teknik seed priming air kelapa pada benih tanaman semangka. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner, sementara untuk metode analisis data menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan 1) Identifikasi permasalahan menggunakan metode RRA menunjukkan adanya pertumbuhan benih yang tidak seragam, 2) Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan kemauan petani dalam penerapan perlakuan teknik seed priming air kelapa pada benih tanaman semangka dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 20 orang (66,7%), 3) Sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman semangka, 4) Hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Sei Bamban sebesar 86,83% dan kriteria sangat setuju, 5) Jumlah petani yang melakukan penerapan perlakuan teknik seed priming air kelapa pada benih tanaman semangka yaitu sebanyak 20 orang (66,7%).

2026-08-14 09:08:17 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Inovasi Penggunaan Mulsa Plastik Untuk Menanggulangi Gulma Pada Tanaman Padi Gogo Di Kecamatan Siempatrube Kabupaten Pakpak Bharat
1 month ago
Bakti Dameria S (Medan, 2026)

Bakti Dameria S, NIRM : 01.01.22.473. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan inovasi penggunaan mulsa plastik terhadap pengendalian gulma pada tanaman padi gogo. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat pada bulan Januari sampai Maret 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 39 orang petani. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan rendahnya produksi padi gogo di Kecamatan Siempat Rube, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan sikap petani menerapkan mulsa plastik Setuju anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 20 orang (51,28%), (3) sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman padi gogo, (4) hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Siempat Rube sebesar (81,42) % dan kriteria sangat setuju, (5) jumlah petani yang menerapkan mulsa plastik yaitu sebanyak 20 orang (51,28%).

2026-08-14 08:08:31 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penyusunan Administrasi Kelompok Tani Pemula Untuk Meningkatkan Kinerja Kelompok Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
1 month ago
Aulia Manda Br Ginting (Medan, 2026)

Aulia Manda Br Ginting, NIRM 01.01.22.507. Rancangan Penyuluhan Penyusunan Administrasi Kelompok Tani untuk Meningkatkan Kinerja Kelompok di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis permasalahan penyuluhan pertanian di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat, (2) merumuskan tujuan penyuluhan penyusunan administrasi kelompok tani pemula berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) mengidentifikasi sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi, (4) menganalisis tingkat penerimaan pengurus kelompok tani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya, serta (5) mengetahui jumlah kelompok tani pemula yang bersedia menerapkan penyusunan administrasi kelembagaan kelompok tani di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner, serta dianalisis menggunakan Skala Likert dalam metode rancangan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani pemula di Kecamatan Sei Bingai belum memiliki administrasi kelembagaan yang tertib dan sistematis, dengan administrasi yang dirancang meliputi buku daftar anggota, buku notulen rapat, dan buku inventaris. Sasaran penyuluhan adalah pengurus kelompok tani yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori sangat setuju sehingga dinilai layak untuk diterapkan, dan setelah penyuluhan terdapat 18 kelompok tani pemula yang bersedia menyusun administrasi kelembagaan secara tertib.

2026-08-14 08:08:01 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Sistem Pola Tanam Segitiga Sama Sisi Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara
1 month ago
Yola Nirwana (Medan, 2026)

Yola Nirwana, NIRM. 01.02.22.381. Rancangan Penyuluhan Sistem Pola Tanam Segitiga Sama Sisi pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara. Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama di Indonesia yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Permasalahan budidaya di Kecamatan Laut Tador adalah masih diterapkannya pola tanam segiempat yang kurang optimal dibandingkan pola tanam segitiga sama sisi dalam meningkatkan populasi tanaman dan produktivitas lahan. Tujuan pengkajian ini adalah mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian, menetapkan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, menetapkan sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap pekebun setelah penyuluhan. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis rancangan penyuluhan dan Skala Likert. Hasil menunjukkan bahwa identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA masih menemukan pekebun yang menerapkan pola tanam segiempat. Tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pekebun dari tidak ada menjadi 28 orang (0%–60%). Sasaran penyuluhan berjumlah 47 pekebun yang didominasi usia produktif, berpendidikan SLTA/SMA, berpengalaman berusahatani, memiliki luas lahan 0,5–1 ha, dan mayoritas memiliki lahan milik sendiri. Tingkat penerimaan rancangan penyuluhan mencapai 86,26% dengan kategori sangat efektif. Peningkatan pengetahuan responden mencapai 83,72%, sedangkan 70,71% atau 32 pekebun menerima sistem pola tanam segitiga sama sisi.

2026-08-14 06:08:34 Injuniar