POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 237
Rancangan Penyuluhan Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Kompos di Kecamatan Juhar Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara
3 weeks ago
Beatric E.R. Sinambela (Medan, 2026)

Beatric E.R. Sinambela, NIRM 01.02.22.355. Rancangan  Penyuluhan Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Kompos di Kecamatan Juhar Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkatpenerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhanserta mengkaji pengetahuan dan tingkat sikap pekebun mengenai pengolahan limbah kulit kakao menjadi pupuk kompos. Pengkajian dilaksanakan di Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara pada bulan April sampai Mei 2026. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan. Selain itu, evaluasi penyuluhan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan memperoleh persentase sebesar 86,72% dan termasuk kategori sangat menerima. Selanjutnya, hasil evaluasi pengetahuan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan sebesar 68,65%. Hasil evaluasi sikap menunjukkan persentase sebesar 85,89% dengan kategori sangat setuju, yang menunjukkan adanya respons positif pekebun terhadap penerapan teknologi pengolahan limbah kulit kakao menjadi pupuk kompos di Kecamatan Juhar.

2026-10-12 02:10:33 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Ceri Kopi Arabika Menjadi Pupuk Organik Cair Di Desa Sait Buttu Saribu Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun
1 month ago
Lily Hardanti, (Medan, 2026)

Lily Hardanti, NIRM. 01.02.22.335. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya limbah kulit ceri kopi arabika yang mencapai 40–50% dari total hasil panen di Kecamatan Pematang Sidamanik yang belum dimanfaatkan secara optimal, serta mahalnya harga pupuk kimia yang menjadi beban utama petani. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi potensi wilayah, menganalisis penetapan tujuan dan sasaran penyuluhan menggunakan prinsip SMART-ABCD, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta menganalisis jumlah petani yang melaksanakan pemanfaatan limbah kulit ceri kopi menjadi pupuk organik cair. Penelitian dilaksanakan di Desa Sait Buttu Saribu dengan melibatkan 46 responden dari Kelompok Tani Karya Putra dan Kelompok Wanita Tani Simanja menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert, observasi lembar ceklis, dan kunjungan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan seluruh kegiatan penyuluhan mencapai 82,98% berkriteria sesuai, dengan indikator metode menjadi tertinggi sebesar 87,90% berkriteria sangat sesuai. Jumlah petani yang melaksanakan pembuatan pupuk organik cair meningkat dari target 14 orang (30%) menjadi 23 orang (50%), menunjukkan keberhasilan rancangan penyuluhan

yang disusun.

2026-09-23 07:09:52 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Feromon Nanas Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang
1 month ago
Arbi Ferdiansyah Marpaung (Medan, 2026)

Arbi Ferdiansyah Marpaung, NIRM.01.02.22.353.Tanaman kelapa sawit belum menghasilkan sering mengalami gangguan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman akibat kerusakan pada bagian pupus dan pelepah muda. Kajian ini bertujuan menyusun dan mengevaluasi rancangan penyuluhan pengendalian hama kumbang tanduk menggunakan perangkap Feromon nanas pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Metode kajian yang digunakan adalah kajian evaluatif dengan pendekatan rancangan penyuluhan pertanian melalui tahapan identifikasi masalah, penetapan tujuan, penentuan sasaran, penyusunan materi, metode, media, lokasi, waktu, biaya, serta evaluasi penerapan teknologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 45 pekebun kelapa sawit. Hasil kajian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun memperoleh tingkat penerimaan sebesar 88% dengan kategori sangat efektif. Tujuan penyuluhan tercapai dengan adanya penerapan pengendalian hama kumbang tanduk menggunakan perangkap Feromon nanas oleh 22 orang pekebun atau sebesar 49% dari total responden. Penerapan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan mampu mendorong pekebun dalam mengadopsi teknologi pengendalian hama yang lebih efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan

2026-09-23 07:09:29 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengelolaan Administrasi Kelompok Tani Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
1 month ago
Annisa Fitria Asti (Medan, 2026)

Annisa Fitria Asti, NIRM 01.02.22.352. Rancangan Penyuluhan Pengelolaan Administrasi Kelompok Tani di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.Kelompok tani di Kecamatan Stabat menghadapi kendala dalam pengelolaan administrasi yang tertib, sehingga menurunkan kepercayaan anggota dan menghambat optimalisasi fungsi kelompok. Penelitian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, dan penerapan administrasi kelompok tani secara efektif dan berkelanjutan. Penelitian deskriptif kuantitatif dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 dengan 39 pengurus kelompok tani sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, dengan instrumen yang telah diuji validitas (Pearson Product Moment) dan reliabilitas (Cronbach Alpha). Analisis data menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerimaan rancangan penyuluhan sebesar 84,67% (kategori Sangat Menerima), dengan rincian aspek materi 86,37%, metode 82,36%, media 83,60%, volume 85,47%, lokasi 86,06%, waktu 84,41%, dan biaya 85,13%. Penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan pengurus sebesar 13,72% (N-Gain 0,459, kategori sedang), sikap 89,08%, keterampilan 73,33%, sementara penerapan administrasi baru mencapai 61,5%. Hasil ini mengindikasikan bahwa rancangan penyuluhan efektif dalam mendukung penguatan kelembagaan kelompok tani, meskipun penerapan administrasi masih perlu ditingkatkan. Disarankan pengurus kelompok tani menerapkan administrasi secara berkelanjutan, penyuluh melakukan pendampingan rutin, BPP memprioritaskan program ini dalam programa penyuluhan, serta peneliti selanjutnya mengkaji pengumpulan data kelompok tani berbasis teknologi terbaru

2026-09-23 06:09:03 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Biochar Dari Limbah Tongkol Jagung
1 month ago
Nilam Abelia (Medan, 2026)

Nilam Abelia, NIRM 01.01.22.524, Rancangan Penyuluhan Pembuatan Biochar dari Limbah Tongkol jagung. Limbah tongkol jagung di Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya dibakar atau dibiarkan di lahan. Kondisi tersebut menyebabkan limbah belum memiliki nilai tambah, sementara tanah di wilayah penelitian memiliki pH 5,0–5,5 yang tergolong masam sehingga memerlukan pembenah tanah. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemanfaatan limbah tongkol jagung sebagai biochar, menyusun rancangan penyuluhan, serta mengetahui tingkat validasi rancangan penyuluhan pembuatan biochar. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2026 di Kecamatan Batang Masumai menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua metode pembuatan biochar, yaitu metode tradisional dan single drum kiln yang masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi kadar air, pH, tekstur, dan warna biochar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), sedangkan validasi rancangan penyuluhan dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode single drum kiln menghasilkan biochar dengan kualitas lebih baik dibandingkan metode tradisional, ditunjukkan oleh kadar air sebesar 4,10% dan hasil uji ANOVA yang menunjukkan pengaruh nyata terhadap kadar air (Sig. 0,041). Rancangan penyuluhan yang disusun memperoleh tingkat validasi sebesar 79,27% dengan kategori efektif, sedangkan penilaian sikap petani mencapai 80,33% dengan kategori setuju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar dari limbah tongkol jagung berpotensi mendukung pembenahan tanah sekaligus menjadi materi penyuluhan yang layak diterapkan kepada petani.

2026-09-23 06:09:06 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Prinsip Enam Tepat Dalam Menggunakan Fungisida Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum L) Di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai
1 month ago
Fachri Faturrachman (Medan, 2026)

Fachri Faturrachman, NIRM. 01.01.22.512. Rancangan Penyuluhan Penerapan Prinsip Enam Tepat Dalam Menggunakan Fungisida Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) di Desa Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. Permasalahan berkurangnya luas panen tanaman cabai di Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai disebabkan oleh penyakit antraknosa yang menyerang tanaman cabai petani. Pengendalian penyakit antraknosa yang semakin sulit membuat minat petani dalam berbudidaya tanaman cabai menjadi menurun. Pengendalian yang semakin sulit terjadi dikarenakan petani tidak menerapkan prinsip enam tepat saat menggunakan fungisida untuk mengendalikan penyakit antraknosa. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan penyuluhan tentang prinsip enam tepat saat menggunakan fungisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah yang ada di Kecamatan Sei Bamban, menetapkan tujuan dan sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat efektivitas rancangan penyuluhan yang dirancang dan diterapkan, serta untuk mengetahui jumlah petani yang mau menerapkan materi yang telah disuluhkan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Rural Rapid Appraisal (RRA), skala likert dan analisis perubahan sikap petani cabai merah. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efektivitas rancangan penyuluhan sebesar 81,3% dengan kategori sangat efektif. Adapun jumlah petani yang menerapkan prinsip enam tepat dalam menggunakan fungisida menapai 50% (17 orang), melebihi target sebesar 5,9% (2 orang). Rancangan penyuluhan terbukti efektif meningkatkan penerimaan dan penerapan prinsip enam tepat dalam menggunakan fungisida untuk mengendalikan penyakit antraknosa.

2026-09-23 05:09:17 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Konservasi Tanah Secara Vegetatif Pada Sawah Terasering Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Longsor Di Nagari Batipuh Baruah Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
2 months ago
Zelvia Angelita (Medan, 2026)

Zelvia Angelita, NIRM 01.01.22.504. Rancangan Penyuluhan Penerapan Konservasi Tanah Secara Vegetatif Pada Sawah Terasering Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Longsor di Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, 2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD 3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan, 4) Menyusun rancangan penyuluhan meliputi materi, metode, media, waktu, lokasi, volume dan biaya, 5) Menganalisis jumlah petani yang menerapkan konservasi tanah secara vegetatif di Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nagari Batipuh Baruah memiliki potensi pengembangan konservasi tanah secara vegetatif pada sawah terasering, meskipun masih menghadapi risiko erosi dan longsor serta penerapan konservasi oleh petani belum optimal; (2) tujuan penyuluhan yang disusun berdasarkan prinsip SMART dan ABCD berhasil tercapai, ditunjukkan oleh 22 orang petani yang menerapkan konservasi tanah secara vegetatif; (3) sasaran penyuluhan ditetapkan sebanyak 40 orang petani sawah terasering dengan karakteristik yang sesuai; (4) rancangan penyuluhan memperoleh tingkat efektivitas sebesar 80,54% dengan kategori efektif sehingga layak diterapkan; dan (5) sebanyak 22 orang petani menerapkan kombinasi rumput vetiver dan rumput banto sesuai rekomendasi penyuluhan, sehingga target penerapan sebanyak 20 orang petani berhasil terlampaui.

2026-08-20 07:08:45 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pestisida Nabati Daun Balakka Untuk Pengendalian Hama Kutu Daun Pada Tanaman Cabai Merah Di Kecamatan Padang Bolak
2 months ago
Yanti Susanti (Medan, 2026)

Yanti Susanti, NIRM. 01.01.22.503. Budidaya cabai merah di Desa Padang Bujur, Kecamatan Padang Bolak terhambat serangan kutu daun (Aphis gossypii). Akibat keterbatasan pengetahuan, petani masih bergantung pada pestisida kimia, padahal potensi lokal daun balakka (Phyllanthus emblica L.) sebagai pestisida nabati sangat melimpah. Penelitian kuantitatif deskriptif ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan pertanian sistematis berbasis SMART dan ABCD, menganalisis karakteristik sasaran, tingkat penerimaan petani, serta mengevaluasi jumlah penerapan inovasi tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur berkuesioner terhadap sampel 30 petani cabai merah yang merupakan pengurus dan anggota kelompok tani, lalu dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa prioritas masalah utama adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengekstraksi daun balakka serta tingginya ketergantungan pada pestisida kimia sintetis. Rumusan tujuan penyuluhan telah berhasil disusun secara terukur untuk meningkatkan kemauan petani menerapkan inovasi sesuai petunjuk dengan sasaran terfokus pada 30 petani di Desa Padang Bujur. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan tingkat penerimaan petani terhadap komponen rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya) mencapai angka 86,18% dengan kriteria sangat sesuai atau sang at menerima. Evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan tingkat adopsi inovasi yang positif, di mana jumlah petani yang menerapkan pestisida nabati daun balakka mencapai 12 orang (40,00%), secara signifikan berhasil melampaui target perencanaan awal sebanyak 10 orang (33,33%).

2026-08-20 07:08:05 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi (Oryza Sativa L.) Untuk Memperbaiki Struktur Tanah Pada Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum Annuum L.) Di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat
2 months ago
Wulansari Anggraini (Medan, 2026)

Wulansari Anggraini, NIRM. 01.01.22.536. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi (Oryza sativa L.) Untuk Memperbaiki Struktur Tanah Pada Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah 1) Mengindentifikasi potensi dan masalah wilayah penyuluhan pertanian, 2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, 3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah (IPW), 4) Menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu dan biaya) serta, 5) Mengetahui jumlah petani yang melaksanakan pembuatan dan pengaplikasian biochar sekam padi pada tanaman cabai merah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan 1) Identifikasi potensi dan masalah menggunakan metode RRA menunjukkan adanya limbah sekam padi yang tidak dimanfaatkan dengan penurunan kualitas tanah, 2) Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan kemauan petani dalam pemanfaatan biochar sekam padi dilahan usahatani cabai merah dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 10 orang (27,8%) menjadi 12 orang (33,33%), 3) Sasaran penyuluhan yaitu pengurus dan anggota kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman cabai merah, 4) Hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Secanggang sebesar 83,68% dan kriteria sangat setuju, 5) Jumlah petani yang melakukan pembuatan dan pengaplikasian biochar sekam padi yaitu sebanyak 12 orang (33,33%).

2026-08-20 07:08:59 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Keong Mas Sebagai Bahan Baku Pupuk Organik Cair (POC) Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang
2 months ago
Widhya Tamara (Medan, 2026)

Penerapan pertanian berkelanjutan memerlukan upaya peningkatan penggunaan pupuk organik serta pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar petani. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan adalah keong mas, yang selama ini dikenal sebagai hama tanaman padi sawah, namun berpotensi dijadikan bahan baku pupuk organik cair (POC). Pengkajian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan pertanian tentang pemanfaatan keong mas sebagai bahan baku POC pada tanaman padi sawah serta mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang disusun. Pengkajian dilaksanakan di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang menggunakan pendekatan  kuantitatif dengan jenis pengkajian deskriptif. Tahapan pengkajian meliputi identifikasi potensi wilayah (IPW), perumusan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penentuan sasaran, penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi penerimaan petani. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 39 petani. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, waktu, lokasi, dan biaya memperoleh tingkat penerimaan petani sebesar 86,7% dengan kategori sangat efektif. Selain itu, diperoleh sebanyak 22 petani (56,4%) bersedia memanfaatkan keong mas sebagai bahan baku POC. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dapat diterima sangat baik oleh petani dan berpotensi mendukung penerapan pertanian berkelanjutan.

2026-08-20 06:08:53 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Dan Pengaplikasikan Pestisida Nabati Dari Kunyit Untuk Mengatasi Hama Thrips Untuk Cabe Merah (Capsicum Anuum L) Di Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota
2 months ago
Thoriq Al Fadhil (Medan, 2026)

Thoriq Al Fadhil, Nirm 01.01.22.500 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan petani, menganalisis tujuan dan sasaran penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta menyusun rancangan penyuluhan pembuatan dan pengaplikasian pestisida nabati dari kunyit untuk mengatasi hama thrips pada tanaman cabai merah di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner terhadap 32 pengurus kelompok tani yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama petani adalah tingginya serangan hama thrips, ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta rendahnya pemanfaatan kunyit sebagai pestisida nabati. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya berada pada kategori sangat setuju, sehingga rancangan penyuluhan dinilai layak diterapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengendalian hama thrips secara ramah lingkungan.

2026-08-20 04:08:30 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Alternate Wetting And Drying (AWD) Dalam Pengelolaan Air Padi Sawah Di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang
2 months ago
Selly Dion Maretti Sibarani (Medan, 2026)

Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi masalah penyuluhan pertanian di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) dalam pengelolaan air padi sawah sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) berdasarkan karakteristik demografi, sosial, dan ekonomi petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan penerapan AWD dalam pengelolaan air padi sawah yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang bersedia menerapkan teknologi AWD dalam pengelolaan air padi sawah di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis data menggunakan skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian menunjukkan petani masih menerapkan sistem penggenangan air secara terus-menerus, memiliki pengetahuan yang rendah mengenai teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD), serta belum optimal dalam pengelolaan air irigasi pada usahatani padi sawah; (2) penetapan tujuan penyuluhan telah disusun sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD sehingga tujuan yang dirumuskan jelas, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu yang jelas; (3) sasaran penyuluhan berjumlah 47 orang petani yang telah sesuai dengan karakteristik demografi, sosial, dan ekonomi sebagai sasaran penyuluhan; (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan memperoleh persentase sebesar 86,6% dengan kategori sangat efektif; dan (5) jumlah petani yang bersedia menerapkan teknologi AWD meningkat dari 20 orang menjadi 25 orang sebesar 53,2% dari total 47 responden setelah pelaksanaan penyuluhan.

2026-08-20 03:08:30 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Serangan Hama Thrips Sp. Menggunakan Yellow Sticky Trap Pada Tanaman Cabai Merah Keriting Di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah
2 months ago
Rona Maulindia (Medan, 2026)

Rona Maulindia. NIRM. 01.01.22.532. Rencana Penyuluhan Pengendalian Serangan Hama Thrips sp. Menggunakan Yellow Sticky Trap untuk Tanaman Cabai Merah Keriting di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. Serangan hama Thrips sp. dan besarnya ketergantungan petani pada pestisida kimia menjadi salah satu masalah yang memengaruhi pertumbuhan serta hasil cabai merah keriting. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah itu adalah dengan memanfaatkan yellow sticky trap, tetapi penggunaan oleh petani masih tergolong rendah. Rancangan penyuluhan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi daerah dan permasalahan pertanian, menganalisis penetapan tujuan serta sasaran penyuluhan, menilai tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan mengetahui jumlah petani yang menerapkan pengendalian hama Thrips sp. dengan yellow sticky trap. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati, mewawancarai, dan menggunakan kuesioner. Target penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis data memakai metode Rapid Rural Appraisal (RRA), skala Likert, dan analisis deskriptif. Hasil desain penyuluhan menunjukkan bahwa (1) Kecamatan Bandar memiliki potensi untuk mengembangkan usaha tani cabai merah keriting, namun masih menghadapi masalah tingginya serangan hama Thrips sp. dan belum optimalnya penggunaan limbah botol plastik sebagai bahan pembuatan yellow sticky trap, (2) tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan jumlah petani yang melakukan pengendalian dengan yellow sticky trap dari 0 orang (0%) menjadi 15 orang (50%), (3) sasaran penyuluhan adalah petani cabai merah keriting yang terdaftar dalam kelompok tani, (4) tingkat keefektifan desain penyuluhan mencapai 86,32% dengan kategori sangat efektif dan (5) jumlah petani yang melaksanakan pengendalian menggunakan yellow sticky trap sebanyak 15 orang (50%).

2026-08-20 03:08:25 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pertanian Tumpang Sari Tanaman Cabai Di Lahan Jagung Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat
2 months ago
Risna Banurea (Medan, 2026)

Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan teknologi tumpang sari tanaman cabai di lahan jagung berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang menerapkan teknologi tumpang sari tanaman cabai di lahan jagung. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dilakukan menggunakan metode rancangan penyuluhan dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) identifikasi masalah di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu memiliki potensi pengembangan tumpang sari cabai di lahan jagung, namun penerapannya masih rendah karena petani cenderung menerapkan pola tanam monokultur dan memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai teknik budidaya tumpang sari, (2) sasaran penyuluhan berjumlah 35 orang petani jagung, (3) tujuan penyuluhan pertanian yang ingin dicapai adalah petani mau menerapkan teknologi tumpang sari cabai di lahan jagung sesuai anjuran dari 0 orang (0%) menjadi 15 orang (37,5%), (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan sebesar 86,01% dengan kategori sangat setuju, (5) sebanyak 3 orang (8,57%) telah menerapkan teknologi tumpang sari jagung dan cabai, 4 orang (11,43%) menyatakan bersedia menerapkan pada musim tanam berikutnya, sedangkan 28 orang (80,00%) belum bersedia menerapkannya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan memberikan respons positif terhadap rancangan kegiatan, namun diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan adopsi teknologi di tingkat petani.

2026-08-20 02:08:23 Injuniar