POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 237
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) Dari Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata) Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan
2 months ago
Diva Rifanny Lubis (Medan, 2026)

Diva Rifanny Lubis, NIRM. 01.01.22.477. Rancangan Penyuluhan Pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata) pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Hama Keong Mas berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografis, sosial dan ekonomi di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Hama Keong Mas (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya penyuluhan pertanian) di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (5) mengetahui jumlah petani yang melaksanakan pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Hama Keong Mas di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan terdapatnya hama keong mas yang tidak dimanfaatkan, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan sikap petani membuat dan mengaplikasikan Mikroorganisme lokal (MOL) di lahan usaha tani padi dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 15 orang (50%), (3) sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman padi, (4) hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Angkola Muaratais sebesar 79,77% dan kriteria efektif, (5) jumlah petani yang melakukan pembuatan dan pengaplikasian Mikroorganisme Lokal (MOL) yaitu sebanyak 15 orang (50%%).

2026-08-14 09:08:44 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Perlakuan Teknik Seed Priming Air Kelapa Pada Benih Semangka (Citrullus lanatus) Di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai
2 months ago
Dani Febriansyah (Medan, 2026)

Dani Febriansyah, NIRM. 01.01.22.509. Rancangan Penyuluhan Perlakuan Teknik Seed Priming Air Kelapa Pada Benih Tanaman Semangka (Citrullus lanatus) Di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah 1) Mengindentifikasi permasalahan penyuluhan pertanian, 2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pertanian sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, 3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan pertanian berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah (IPW), 4) Menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu dan biaya) dan 5) Mengetahui jumlah petani yang melaksanakan perlakuan teknik seed priming air kelapa pada benih tanaman semangka. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner, sementara untuk metode analisis data menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan 1) Identifikasi permasalahan menggunakan metode RRA menunjukkan adanya pertumbuhan benih yang tidak seragam, 2) Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan kemauan petani dalam penerapan perlakuan teknik seed priming air kelapa pada benih tanaman semangka dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 20 orang (66,7%), 3) Sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman semangka, 4) Hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Sei Bamban sebesar 86,83% dan kriteria sangat setuju, 5) Jumlah petani yang melakukan penerapan perlakuan teknik seed priming air kelapa pada benih tanaman semangka yaitu sebanyak 20 orang (66,7%).

2026-08-14 09:08:17 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Inovasi Penggunaan Mulsa Plastik Untuk Menanggulangi Gulma Pada Tanaman Padi Gogo Di Kecamatan Siempatrube Kabupaten Pakpak Bharat
2 months ago
Bakti Dameria S (Medan, 2026)

Bakti Dameria S, NIRM : 01.01.22.473. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan inovasi penggunaan mulsa plastik terhadap pengendalian gulma pada tanaman padi gogo. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat pada bulan Januari sampai Maret 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 39 orang petani. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan rendahnya produksi padi gogo di Kecamatan Siempat Rube, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan sikap petani menerapkan mulsa plastik Setuju anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 20 orang (51,28%), (3) sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman padi gogo, (4) hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Siempat Rube sebesar (81,42) % dan kriteria sangat setuju, (5) jumlah petani yang menerapkan mulsa plastik yaitu sebanyak 20 orang (51,28%).

2026-08-14 08:08:31 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penyusunan Administrasi Kelompok Tani Pemula Untuk Meningkatkan Kinerja Kelompok Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
2 months ago
Aulia Manda Br Ginting (Medan, 2026)

Aulia Manda Br Ginting, NIRM 01.01.22.507. Rancangan Penyuluhan Penyusunan Administrasi Kelompok Tani untuk Meningkatkan Kinerja Kelompok di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis permasalahan penyuluhan pertanian di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat, (2) merumuskan tujuan penyuluhan penyusunan administrasi kelompok tani pemula berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) mengidentifikasi sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi, (4) menganalisis tingkat penerimaan pengurus kelompok tani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya, serta (5) mengetahui jumlah kelompok tani pemula yang bersedia menerapkan penyusunan administrasi kelembagaan kelompok tani di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner, serta dianalisis menggunakan Skala Likert dalam metode rancangan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani pemula di Kecamatan Sei Bingai belum memiliki administrasi kelembagaan yang tertib dan sistematis, dengan administrasi yang dirancang meliputi buku daftar anggota, buku notulen rapat, dan buku inventaris. Sasaran penyuluhan adalah pengurus kelompok tani yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori sangat setuju sehingga dinilai layak untuk diterapkan, dan setelah penyuluhan terdapat 18 kelompok tani pemula yang bersedia menyusun administrasi kelembagaan secara tertib.

2026-08-14 08:08:01 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Sistem Pola Tanam Segitiga Sama Sisi Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara
2 months ago
Yola Nirwana (Medan, 2026)

Yola Nirwana, NIRM. 01.02.22.381. Rancangan Penyuluhan Sistem Pola Tanam Segitiga Sama Sisi pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara. Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama di Indonesia yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Permasalahan budidaya di Kecamatan Laut Tador adalah masih diterapkannya pola tanam segiempat yang kurang optimal dibandingkan pola tanam segitiga sama sisi dalam meningkatkan populasi tanaman dan produktivitas lahan. Tujuan pengkajian ini adalah mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian, menetapkan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, menetapkan sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap pekebun setelah penyuluhan. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis rancangan penyuluhan dan Skala Likert. Hasil menunjukkan bahwa identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA masih menemukan pekebun yang menerapkan pola tanam segiempat. Tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pekebun dari tidak ada menjadi 28 orang (0%–60%). Sasaran penyuluhan berjumlah 47 pekebun yang didominasi usia produktif, berpendidikan SLTA/SMA, berpengalaman berusahatani, memiliki luas lahan 0,5–1 ha, dan mayoritas memiliki lahan milik sendiri. Tingkat penerimaan rancangan penyuluhan mencapai 86,26% dengan kategori sangat efektif. Peningkatan pengetahuan responden mencapai 83,72%, sedangkan 70,71% atau 32 pekebun menerima sistem pola tanam segitiga sama sisi.

2026-08-14 06:08:34 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) Di Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupaten Batu Bara
2 months ago
Wardatul Husniah Nasution (Medan, 2026)

Wardatul Husniah Nasution, NIRM. 01.02.22.346. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupaten Batu Bara. Tujuan penelitian ini adalah menyusun rancangan penyuluhan yang tingkat penerimaannya terukur dalam pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi Pupuk Organik Cair (POC) serta menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara pada bulan April sampai Mei 2026. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan sebesar 86,49% dengan kategori sangat menerima. Tingkat pengetahuan petani berada pada kategori baik sebesar 76,9%, tingkat sikap berada pada kategori sangat setuju sebesar 86,21%, sedangkan tingkat keterampilan petani didominasi kategori terampil sebesar 66,7%. Berdasarkan hasil tersebut, rancangan penyuluhan pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi Pupuk Organik Cair (POC) layak diterapkan sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan limbah kulit kakao di Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupaten Batu Bara.

2026-08-14 06:08:02 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat Sebagai Upaya Hilirisasi Produk Perkebunan Di Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan
2 months ago
Tiara Kartika Dewi (Medan, 2026)

Tiara Kartika Dewi, NIRM 01.02.22.379, Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat sebagai Upaya Hilirisasi Produk Perkebunan di Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan (5) menganalisis tingkat sikap petani dalam menerapkan pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocopeat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan skala Likert. Hasil identifikasi potensi wilayah melalui metode Rapid Rural Appraisal (RRA) menunjukkan bahwa limbah sabut kelapa di Kecamatan Sei Kepayang Barat belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan jumlah petani yang bersedia memanfaatkan limbah sabut kelapa dari 12 orang (25%) menjadi 42 orang (87,22%). Sasaran penyuluhan adalah petani kelapa yang tergabung dalam kelompok tani, memiliki luas lahan ≥1 ha, serta menjadi pemasok bahan baku industri pengolahan kopra. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan mencapai 87,06% dengan kategori sangat menerima, sedangkan tingkat sikap petani dalam menerapkan pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat mencapai 87,22% dengan kategori sangat setuju.

2026-08-14 04:08:09 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Inovasi Sanitasi Kebun Berbasis Rorak Untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao Di Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang
2 months ago
Shevyra Nazwa Sayyidinna (Medan, 2026)

Shevyra Nazwa Sayyidinna, NIRM. 01.02.22.376. Rancangan Penyuluhan Inovasi Sanitasi Kebun Berbasis Rorak untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao di Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang. Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang memiliki nilai ekonomi penting bagi pekebun. Namun, produktivitas kakao di Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang masih menghadapi kendala akibat serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) yang dipengaruhi oleh rendahnya penerapan sanitasi kebun. Kondisi tersebut ditandai dengan masih banyaknya kulit buah pasca panen kakao yang dibuang sembarangan dan dibiarkan menumpuk di kebun sehingga berpotensi menjadi sumber perkembangan dan penyebaran hama. Rancangan penyuluhan ini bertujuan untuk menganalisis penetapan masalah, penetapan tujuan penyuluhan, penetapan sasaran penyuluhan, tingkat penerimaan pekebun terhadap efektivitas rancangan penyuluhan, serta jumlah pekebun yang menerapkan inovasi sanitasi kebun berbasis rorak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Kajian ini menggunakan pendekatan evaluatif, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan Skala Likert. Hasil kajian menunjukkan bahwa sasaran penyuluhan ditetapkan sebanyak 38 orang pekebun kakao di Desa Candi Rejo dan Desa Kuala Dekah. Tingkat penerimaan pekebun terhadap efektivitas rancangan penyuluhan termasuk dalam kategori sangat efektif dengan persentase rata-rata sebesar 83,7%. Jumlah pekebun yang menerapkan inovasi sanitasi kebun berbasis rorak mencapai 17 orang (44,74%) dari target 16 orang, sehingga tujuan penyuluhan yang telah ditetapkan berhasil tercapai.

2026-08-14 03:08:46 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Sebagai Bahan Kerajinan Piring Di Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara
2 months ago
Raihan Azhar (Medan, 2026)

Raihan Azhar, NIRM. 01.02.22.340. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit sebagai Bahan Kerajinan Piring di Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi, (4) menganalisis tingkat penerimaan anggota kelompok wanita tani terhadap efektivitas rancangan penyuluhan pertanian (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya), (5) mengetahui persentase anggota kelompok wanita tani yang mau memanfaatkan limbah lidi kelapa sawit sebagai bahan kerajinan piring. Metode pengumpulan digunakan observasi lapangan dan kuesioner serta skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Kecamatan Talawi memiliki potensi besar di sektor perkebunan, didukung oleh kondisi iklim dan tanah yang mendukung pertumbuhan kelapa sawit sebagai komoditas unggulan. Masalah yang didapati adalah limbah lidi kelapa sawit yang belum dimanfaatkan karena minimnya kemauan masyarakat tani untuk memanfaatkannya. (2) tujuan yang direncanakan tercapai yaitu, anggota KWT mau memanfaatkan limbah lidi kelapa sawit sebagai bahan kerajinan piring sesuai yang dianjurkan dari 0 orang (0%) menjadi 18 orang (60%), dengan capaian sebanyak 24 orang (79,29%). (3) sasaran pada kegiatan penyuluhan sebanyak 30 orang dengan kriteria umur yang dikategorikan produktif, pendidikan terakhir rata–rata cukup tinggi yaitu didominasi SMA, memiliki luas lahan ≥1 ha, dan rata-rata memiliki lahan milik sendiri. (4) rancangan penyuluhan yang sudah disusun dikategorikan efektif dengan persentase 78,41%. (5) persentase anggota KWT yang mau memanfaatkan limbah lidi kelapa sawit sebagai bahan kerajinan piring cukup tinggi yaitu sebesar 79,29%

2026-08-14 02:08:55 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pemangkasan Produksi Untuk Meningkatkan Produktivitas Pada Tanaman Kopi Robusta Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
2 months ago
Pusva Nirmala Hasibuan (Medan, 2026)

Pusva Nirmala Hasibuan, NIRM. 01.02.22.339. Penyuluhan pertanian merupakan proses pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku utama dalam mengadopsi inovasi teknologi guna mendukung pengembangan usahatani yang berkelanjutan. Salah satu teknologi budidaya yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman kopi robusta adalah penerapan pemangkasan produksi sesuai anjuran. Di kecamatan Marancar, kabupaten Tapanuli Selatan, produktivitas tanaman kopi robusta masih tergolong rendah karena penerapan pemangkasan produksi oleh pekebun belum dilakukan secara optimal. Rendahnya produktivitas tanaman kopi robusta di kecamatan Marancar, kabupaten Tapanuli Selatan, dipengaruhi oleh belum optimalnya penerapan pemangkasan produksi sesuai anjuran teknis budidaya. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk menyusun rancangan penyuluhan mengenai penerapan pemangkasan produksi guna meningkatkan produktivitas tanaman kopi robusta. Kajian dilaksanakan untuk menganalisis penetapan masalah, perumusan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penetapan sasaran, penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi tingkat penerimaan pekebun terhadap efektivitas rancangan penyuluhan dan jumlah pekebun yang menerapkan pemangkasan produksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun termasuk dalam kategori sangat efektif dengan tingkat efektivitas sebesar 87,52%. Aspek metode penyuluhan memperoleh nilai tertinggi sebesar 89,3%, sedangkan aspek lokasi memperoleh nilai terendah sebesar 86%, namun tetap berada pada kategori sangat efektif. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan jumlah pekebun yang menerapkan pemangkasan produksi menjadi 21 orang (52,5%) dari 40 sasaran, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 20 orang. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dinilai efektif dalam mendukung peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta penerapan pemangkasan produksi pada usahatani kopi robusta.

2026-08-14 02:08:09 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Cangkang Buah Karet (Hevea Brasiliensis) Menjadi Briket Arang Di Kelompok Tani Serdang Karya Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan
2 months ago
Nur Ni'mat Mendrofa (Medan, 2026)

Pemanfaatan limbah cangkang buah karet di Kelompok Tani Serdang Karya Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan masih belum optimal karena rendahnya pengetahuan, sikap, dan keterampilan pekebun serta belum adanya penyuluhan mengenai pemanfaatan limbah tersebut menjadi briket arang. Penelitian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan yang terukur tingkat penerimaannya serta mengevaluasi pengetahuan, sikap, dan keterampilan pekebun setelah mengikuti penyuluhan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan responden sebanyak 36 orang anggota Kelompok Tani Serdang Karya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert dan skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan rancangan penyuluhan memperoleh persentase 87,14% dengan kategori sangat efektif. Hasil evaluasi penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pekebun dari 46,83% menjadi 82,67%, sikap pekebun didominasi kategori sangat mau sebesar 75%, serta keterampilan pekebun meningkat setelah mengikuti praktik pembuatan briket arang. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dinilai sangat efektif dan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pekebun dalam memanfaatkan limbah cangkang buah karet menjadi briket arang.

2026-08-14 02:08:30 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Teknik Perawatan Tanaman Kelapa Sawit Sesuai Dengan GAP Untuk Meningkatkan Produktivitas Di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara
2 months ago
Michael Valentino Malau (Medan, 2026)

Michael Valentino Malau, NIRM 01.02.22.338. Produktivitas tanaman kelapa sawit rakyat di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh rendahnya penerapan teknik perawatan tanaman sesuai Good Agricultural Practices (GAP). Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan sikap petani terhadap teknik perawatan yang tepat sehingga diperlukan rancangan penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, menganalisis penetapan tujuan penyuluhan menggunakan prinsip SMART dan ABCD, menentukan sasaran penyuluhan, menyusun rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya, serta mengevaluasi perubahan pengetahuan dan sikap petani setelah pelaksanaan penyuluhan. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA). Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert serta evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik perawatan tanaman kelapa sawit sesuai GAP menjadi materi penyuluhan yang paling dibutuhkan petani. Rancangan penyuluhan yang disusun telah disesuaikan dengan karakteristik sasaran sehingga memperoleh tingkat penerimaan yang baik. Pelaksanaan penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap petani mau melakukan teknik perawatan kelapa sawit sesuai GAP. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun layak digunakan sebagai pedoman penyuluhan dalam meningkatkan penerapan GAP dan mendukung peningkatan produktivitas tanaman kelapa sawit di Kecamatan Air

Putih Kabupaten Batu Bara.

2026-08-14 02:08:26 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Hilirisasi Kopi Pembuatan Kawa Dari Daun Kopi Arabika Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi
2 months ago
Maringga Pinem (Medan, 2026)

Maringga Pinem, Nirm: 01.02.22.337. Rancangan Penyuluhan Hilirisasi Kopi Pembuatan Kawa Dari Daun Kopi Arabika Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi merupakan upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kopi melalui pemanfaatan hasil samping tanaman, salah satunya daun kopi arabika yang diolah menjadi minuman kawa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wilayah untuk pengembangan hilirisasi kopi, mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan, menganalisis perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan (PSK) pekebun, serta mengetahui tingkat penerapan pembuatan kawa dari daun kopi arabika di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 dengan melibatkan 50 pekebun kopi sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Sumbul memiliki potensi yang baik untuk pengembangan hilirisasi kopi karena didukung oleh ketersediaan daun kopi arabika yang melimpah dan luasnya areal perkebunan kopi. Evaluasi pelaksanaan penyuluhan menunjukkan bahwa aspek media memperoleh nilai 77,84%, volume 76,80%, lokasi 76,80%, waktu 81,10%, dan biaya 81,60% dengan kategori sesuai. Pengetahuan pekebun meningkat dari 48,36% menjadi 90,03% atau sebesar 41,67%. Sikap pekebun terhadap inovasi tergolong baik dengan nilai 80,36%, sedangkan 60% responden termasuk kategori terampil. Tingkat penerapan inovasi mencapai 60%, sehingga penyuluhan dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, serta mendorong penerapan pembuatan kawa dari daun kopi arabika.

2026-08-14 02:08:58 Injuniar