POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 223
Rancangan Penyuluhan Peremajaan Kelapa Sawit Dengan Teknik Underplanting Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
1 month ago
Armita Oktavia Sinaga, (Medan, 2026)

Armita Oktavia Sinaga, NIRM. 01.02.22.320. Tujuan rancangan penyuluhan dalam penelitian ini adalah (1) Membuat Rancangan penyuluhan tentang peremajaan kelapa sawit dengan teknik underplanting di Kecamatan Sei Bingai yang tepat (2) Menganalisis Tingkat Penerimaan Pekebun terhadap Desain Rancangan Penyuluhan Tentang Peremajaan Kelapa Sawit dengan Teknik Underplanting di Kecamatan Sei Bingai (3) Mengkaji Persentase Sasaran Penyuluhan yang mau mencoba Teknik Underplanting di Kecamatan Sei Bingai. Metode pengumpulan data yaitu Observasi,wawancara, kuesioner serta Dokumentasi dan jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) Penetapan rancangan penyuluhan yang paling sesuai adalah: (a) Materi: Penyuluhan peremajaan kelapa sawit dengan teknik underplanting (b) Metode: Ceramah, Diskusi, dan Kunjungan kelompok (c) Media: Folder (d)Volume: 2 kali (e) Lokasi: Aula BPP Kecamatan Sei Bingai, Rumah Kelompok tani (f) Waktu : Pukul 09.00 WIB dan Pukul 10.00 WIB (g) Biaya: Swadaya (2) Rancangan penyuluhan yang sudah disusun dikategorikan sangat sesuai,total persentase rancangan penyuluhan yaitu 85,61 dengan kriteria sangat sesuai. Tingkat penerimaan kegiatan penyuluhan dirincikan mulai dari materi penyuluhan (86,48%) dengan kategori sangat sesuai, metode penyuluhan (85,46%) dengan kategori sangat sesuai, media penyuluhan (89,98%) dengan kategori sangat sesuai, volume penyuluhan (84,33%) dengan kategori sangat sesuai, lokasi penyuluhan (86,32%) dengan kategori sangat sesuai, waktu penyuluhan (84,15%) dengan kategori sangat sesuai, dan biaya penyuluhan (84,81%) dengan kategori sangat sesuai. (3) Tingkat pengetahuan pekebun berada di kriteria tinggi dengan persentase 79,66% dan tingkat sikap pekebun berada dikategori setuju dengan persentase 83,04%

2026-08-13 03:08:22 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Feromon Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (Tbm) Di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
1 month ago
Ari Rizki Halomoan Siagian, (Medan, 2026)

Ari Rizki Halomoan Siagian, NIRM. 01.02.22.319. Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Feromon Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM) di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan pengkajian ini adalah (1) mengkaji rancangan penyuluhan pengendalian hama kumbang tanduk menggunakan perangkap feromon pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM), (2) mengkaji tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan (3) mengkaji dampak penyuluhan terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Pengkajian dilakukan bulan April 2026 di Desa Portibi Julu dan Desa Portibi Jae, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang petani kelapa sawit. Metode pengumpulan datanya dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, observasi, tes pra dan tes pasca, serta menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa (1) rencana pelatihan dibuat sesuai dengan kebutuhan para petani, mencakup isi materi, cara penyampaian, alat yang digunakan, jumlah peserta, tempat, jadwal, dan biaya pelatihan, (2) tingkat kesenangan para petani terhadap rencana pelatihan mencapai 88,53% dengan kriteria sangat efektif, dan (3) dampak dari pelatihan tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 20,43% menjadi 63,30%, sikap para petani mencapai 77,06% dengan kategori setuju, serta keterampilan mencapai 66,66% dengan kategori cukup terampil.

2026-08-13 03:08:53 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Feromon Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (Tbm) Di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
1 month ago
Ari Rizki Halomoan Siagian, (Medan, 2026)

Ari Rizki Halomoan Siagian, NIRM. 01.02.22.319. Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Feromon Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM) di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan pengkajian ini adalah (1) mengkaji rancangan penyuluhan pengendalian hama kumbang tanduk menggunakan perangkap feromon pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM), (2) mengkaji tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan (3) mengkaji dampak penyuluhan terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Pengkajian dilakukan bulan April 2026 di Desa Portibi Julu dan Desa Portibi Jae, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang petani kelapa sawit. Metode pengumpulan datanya dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, observasi, tes pra dan tes pasca, serta menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa (1) rencana pelatihan dibuat sesuai dengan kebutuhan para petani, mencakup isi materi, cara penyampaian, alat yang digunakan, jumlah peserta, tempat, jadwal, dan biaya pelatihan, (2) tingkat kesenangan para petani terhadap rencana pelatihan mencapai 88,53% dengan kriteria sangat efektif, dan (3) dampak dari pelatihan tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 20,43% menjadi 63,30%, sikap para petani mencapai 77,06% dengan kategori setuju, serta keterampilan mencapai 66,66% dengan kategori cukup terampil.

2026-08-13 03:08:10 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Aplikasi Mobile Pencatatan Panen Kelapa Sawit Di Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara
1 month ago
Alfian Danis Alamsyah (Medan, 2026)

Alfian Danis Alamsyah, NIRM. 01.02.22.351, Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Aplikasi Mobile Pencatatan Panen Kelapa Sawit. Keberlanjutan budidaya kelapa sawit dapat dicapai melaluai pelaksanaan sertifikasi salah satunya melalui sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Salah satu komponen yang wajib dimiliki oleh peserta sertifikasi adalah catatan panen sebagai bentuk transparansi pelaksanaan budidaya. Permasalahan pekebun yang telah melaksanakan sertifikasi RSPO di Kecamatan Laut Tador adalah sistem pencatatan panen yang masih dilakukan secara manual dan sederhana. Metode ini memiliki potensi kehilangan data panen yang akan berpengaruh terhadap transparansi pelaporan kegiatan panen yang dilaksanakan. Tujuan penelitian yang dilaksanakan adalah untu (1) Menyusun rancangan penyuluhan yang efektif dalam pemanfaatan aplikasi mobile pencatatan panen kelapa sawit, (2) Mengukur tingkat penerimaan terhadap rancangan yang disusun, dan (3) Mengevaluasi kegiatan penyuluhan untuk mengukur tingkat perilaku dan penerapan pekebun dalam memanfaatkan aplikasi mobile pencatatan panen. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) rancangan penyuluhan ditetapkan setelah pelaksanaan IPW dengan menetapkan tujuan, sasaran, materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan. Tujuan penyuluhan ditetapkan dengan prinsip SMART dan ABCD dengan tingkat yang akan dicapai sebesar 60% (2) Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan yang disusun sebesar 86,1% (3) Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pengetahuan sebesar 80,9%, Sikap 78,86%, Keterampilan 67% dan penerapan 30,4%.

2026-08-13 03:08:05 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos Dari Pelepah Sawit Dengan Kotoran Sapi Di Kecamatan Dolok Masihul
1 month ago
Agus Steven Sitinjak (Medan, 2026)

Agus Steven Sitinjak, Nirm 01.02.22.349. Penelitian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan pertanian, mengevaluasi tingkat penerimaan rancangan, mengevaluasi tingkat pengetahuan dan sikap pekebun kelapa sawit dalam pembuatan pupuk kompos berbahan pelepah kelapa sawit dan kotoran sapi, serta mengetahui jumlah pekebun yang membuat inovasi tersebut di Desa Dolok Sagala, Kecamatan Dolok Masihul. Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) dilaksanakan menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok. Hasil IPW menunjukkan ketersediaan pelepah kelapa sawit dan kotoran sapi yang melimpah yang belum dimanfaatkan, rendahnya pengetahuan dan sikap, serta masih sedikit pekebun yang melakukan pengomposan. Rancangan penyuluhan disusun berdasarkan Permentan Nomor 52 Tahun 2009 dengan tujuh komponen: materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya. Penelitian dilaksanakan pada April hingga Mei 2026 terhadap sasaran 35 pekebun kelapa sawit yang memiliki ternak sapi dan tergabung dalam kelompok tani aktif. Metode yang digunakan adalah demonstrasi cara dan kunjungan usahatani, didukung media folder dan benda sesungguhnya. Evaluasi rancangan menunjukkan rata-rata penerimaan 86% dengan kriteria sangat sesuai. Evaluasi terhadap pengetahuan dan sikap pekebun menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 79% menjadi 93%, sikap mencapai 88% dengan kriteria sangat setuju, serta sebanyak 17 pekebun (49%) bersedia membuat kompos secara mandiri yang melampaui target 15 pekebun (43%).

2026-08-13 02:08:58 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Lidi Kelapa Sawit Menjadi Anyaman Piring Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Adinda Rispina Simbolon, (Medan, 2026)

Adinda Rispina Simbolon, Nirm 01.02.22.348. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Lidi kelapa sawit Menjadi Anyaman Piring di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan, menganalisis tingkat keefektifan rancangan penyuluhan, serta mengevaluasi perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan KWT terkait pemanfaatan lidi kelapa sawit menjadi anyaman piring. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2026 di Kecamatan Padang Bolak Tenggara, Kabupaten Padang Lawas Utara. Metode yang digunakan meliputi Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) dengan pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA), pengukuran keefektifan rancangan penyuluhan menggunakan skala Likert, serta evaluasi dampak penyuluhan melalui pengukuran aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan sasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun terdiri atas potensi limbah lidi yang dihasilkan, teknik pembuatan anyaman piring, analisis biaya pembuatan anyaman piring, dan pemasaran produk anyaman piring, metode ceramah dan demonstrasi cara, media folder dan benda sesungguhnya, serta dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Tingkat keefektifan rancangan penyuluhan mencapai 83% dengan kategori efektif. Evaluasi dampak menunjukkan tingkat pengetahuan sasaran sebesar 81% (sangat mengetahui), persentase sikap sebesar 82% (setuju), dan persentase tingkat keterampilan sebesar 66% (cukup terampil).

2026-08-13 02:08:27 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Kastrasi pada tanaman Kelapa Sawit Rakyat sesuai Good Agricultural Practices (GAP) di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat.
1 month ago
Adam Raihan (Medan, 2026)

ADAM RAIHAN Nirm. 01.02.22.314. Rancangan Penyuluhan Kastrasi pada tanaman Kelapa Sawit Rakyat sesuai Good Agricultural Practices (GAP) di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian, menganalisis tujuan dan sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah petani yang menerapkan kastrasi pada tanaman kelapa sawit rakyat sesuai Good Agricultural Practices (GAP) di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat. Hasil Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) menunjukkan bahwa penerapan kastrasi pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) masih belum optimal karena sebagian besar petani belum memahami manfaat, waktu pelaksanaan, dan teknik kastrasi yang sesuai anjuran. Selain itu, rendahnya akses informasi dan minimnya kegiatan penyuluhan menjadi salah satu penyebab petani belum menerapkan kastrasi secara tepat. Oleh karena itu, tujuan

penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan dan sikap petani agar mau menerapkan kastrasi sesuai prinsip Good Agricultural Practices (GAP) sehingga pertumbuhan vegetatif tanaman menjadi lebih optimal dan produktivitas kelapa sawit dapat meningkat pada masa produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan tergolong sangat baik dengan total skor sebesar 6.642 atau 71,88% yang termasuk dalam kategori setuju. Sasaran penyuluhan dalam penelitian ini adalah 33 orang petani kelapa sawit rakyat di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa petani memiliki minat dan keterbukaan yang tinggi terhadap materi penyuluhan yang diberikan. Jumlah petani yang telah melaksanakan kastrasi sesuai Good Agricultural Practices (GAP) sebanyak 16 orang dari 33 responden dengan persentase sebesar 66% dan termasuk dalam kategori cukup setuju.

2026-08-13 02:08:54 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Lidi Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Menjadi Anyaman Piring Di Kelompok Wanita Tani (Kwt) Sumber Tani Kabupaten Labuhanbatuselatan
1 month ago
Abilla Aulia Nevianda (Medan, 2026)

Abilla Aulia Nevianda, NIRM. 01.02.22.313. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis Jacq.) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Tani Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah bagaimana menyusun rancangan penyuluhan yang terukur dan teruji tingkat penerimaan sesuai indikator Rancangan Penyuluhan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Tani Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan kuesioner dan jenis penelitian pengkaji ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuatitatif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan skala likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan rancangan penyuluhan yang telah dibuat sudah disiapkan dengan lengkap. Penyampaian materinya dilakukan dengan metode demonstrasi cara, didukung oleh media seperti folder, audio-visual serta benda sesungguhnya. Seluruh aspek dalam penyuluhan, termasuk materi, metode, media, waktu, dan lokasi, mendapatkan penilaian positif dari pekebun dengan tingkat penerimaan mencapai 85,07% dengan kriteria sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang dibuat sudah sangat setuju dengan kebutuhan pekebun. Selain itu, kegiatan penyuluhan ini juga berhasil meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan para pekebun secara nyata. Pengetahuan meningkat sebesar 70,17%, sikap yaitu pekebun yang mau memanfaatkan limbah lidi kelapa sawit menjadi anyaman piring yaitu sebanyak 22 orang dan keterampilan memiliki proporsi yang sama. Tampak dari jumlah pekebun yang terampil, yang berawalnya tidak ada sama sekali, sekarang menjadi 22 orang atau naik sekitar 52,38% setelah mengikuti kegiatan penyuluhan.

2026-08-13 01:08:26 Injuniar
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Batang Pisang Dengan Campuran Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery
1 month ago
Khoirunnisa (Medan, 2026)

Khoirunnisa, NIRM 01.04.22.270. “Respon Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Batang Pisang dengan Campuran Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Fase Pre Nursery”. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon pemberian pupuk organik cair (POC) batang pisang dengan campuran air kelapa terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery. Pertumbuhan yang optimal pada fase pembibitan awal menjadi salah satu faktor penentu dalam menghasilkan bibit berkualitas, khususnya pada tahap awal pertumbuhan. Penelitian dilaksanakan di PT Abdi Budi Mulia Teluk Panji dan Laboratorium Dasar Polbangtan Medan, selama periode November 2025 hingga Februari 2026. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan rancangan percobaan. Perlakuan yang diuji meliputi berbagai taraf dosis/konsentrasi penggunaan pupuk organik cair (POC) batang pisang dengan campuran air kelapa. Parameter yang diamati mencakup karakter vegetatif pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery serta analisis efisiensi biaya operasional dari aplikasi perlakuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC batang pisang dengan campuran air kelapa memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam memacu pertumbuhan bibit kelapa sawit serta lebih efisien secara ekonomi. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan perlakuan tersebut dapat menjadi alternative strategi pemupukan yang lebih optimal pada areal pre nursery kelapa sawit.

2026-07-31 02:07:16 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi Di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan
1 month ago
Zarmiadi (Medan, 2025)

Zarmiadi. NIRM. RPL 01.01.22.587. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang pada tanaman padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang pada tanaman padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang pada tanaman padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman padi sawah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemupukan berimbang pada tanaman padi sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 81,63%, 81,81%, 78,36%, 89,63%, 89,69%, 83,63%, 81,63%, 79,09%, 77,27%, Tingkat  penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 82,30%.

2026-07-22 07:07:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius) Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu
1 month ago
Irwan Susandi (Medan, 2025)

Hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan produktivitas padi sawah di Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu. Serangan hama ini mengakibatkan bulir padi menjadi hampa dan berkualitas rendah, sehingga berdampak pada hasil panen dan pendapatan petani. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan strategi penyuluhan pertanian yang efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani terkait teknik pengendalian hama yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang program penyuluhan pertanian berbasis kebutuhan petani dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Kajian ini menganalisis potensi wilayah, tujuan penyuluhan, serta tingkat penerimaan petani terhadap aspek-aspek penyuluhan, meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 83 responden yang merupakan petani padi sawah di wilayah penelitian. Analisis data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas untuk mengukur efektivitas penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai aspek penyuluhan dinilai efektif oleh petani, dengan tingkat respons tujuan penyuluhan (76,72%), sasaran penyuluhan (78,51%), materi penyuluhan (77,93%), metode penyuluhan (77,11%), media penyuluhan (78,94%), volume penyuluhan (78,75%), lokasi penyuluhan (78,55%), waktu penyuluhan (79,57%), dan biaya penyuluhan (80,34%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa program penyuluhan yang dirancang mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam pengendalian hama walang sangit. Diperlukan dukungan lebih lanjut dalam hal keberlanjutan penyuluhan, baik dari segi pendanaan maupun peningkatan akses terhadap teknologi pertanian yang lebih modern.

 

2026-07-22 04:07:16 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang Tanaman Jagung Di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun
1 month ago
Rohansen Sipayung (Medan, 2026)

Rohansen Sipayung. NIRM: RPL 01.01.22.576. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang Tanaman Jagung di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang tanaman jagung di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang tanaman jagung di Kecamatan Silou Kahean, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang tanaman jagung di Kecamatan Silou Kahean. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun pada bulan November 2023 sampai dengan bulan Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman jagung yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemupukan berimbang pada tanaman jagung sesuai anjuran dari 10% menjadi 35%, materi yang digunakan yaitu “pemupukan berimbang pada tanaman jagung”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 80,82%, 88,39%, 88,39%, 86,60%, 83,95%, 80,96%, 81,98. Dan tingkat penerimaan seluruh kegiatan penyuluhan yaitu, 84,44%.

2026-07-22 04:07:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Petani Terhadap Program Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) Kementerian Pertanian Di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara
2 months ago
Nathalia Christien Br Barus (Medan, 2024)

Nathalia Christien Br Barus, NIRM. 010120157. Respon Petani Terhadap Program Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) Kementerian Pertanian di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat respon petani terhadap program gerakan tani pro organik (genta organik) dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi respon petani terhadap program gerakan tani pro organik (genta organik) di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara pada bulan Mei 2024. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya, wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat respon petani terhadap program gerakan tani pro organik (genta organik) adalah 79,59% dengan kategori tinggi. Secara simultan (uji f) variabel umur, pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, pendapatan, sifat inovasi, peran kelompoktani dan peran penyuluh berpengaruh signifikan terhadap respon petani, sedangkan secara parsial (uji t) variabel umur, pengalaman bertani, pendapatan, sifat inovasi, peran kelompoktani dan peran penyuluh berpengaruh signifikan dan variabel pendidikandan luas lahan tidak berpengaruh signifikan pada respon petani terhadap program gerakan tani pro organik (genta organik).

2026-06-25 08:06:50 admin@polbangtanmedan.ac.id