POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 49
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
4 weeks ago
Muhammad Ari Shola (Medan, 2025)

Muhammad Ari Shola, NIRM 01.02.21.211. Strategi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi dilakukan untuk mengkaji faktor internal dan eksternal yang berpengaruh dalam pengembangan kopi serta merumuskan strategi yang tepat untuk diterapkan di lokasi pengkajian. Kajian ini menggunakan analisis SWOT dengan matriks IFAS dan EFAS. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan penyebaran daftar pertanyaan yang sebelumnya diuji validitas dan reliabilitasnya pada aspek pengetahuan serta sikap pekebun. Faktor internal yang menjadi kekuatan meliputi perilaku pekebun yang relatif baik, umur pekebun yang masih produktif, luas lahan yang cukup mendukung, pengalaman bertani yang memadai, serta kondisi lahan yang sesuai untuk budidaya kopi. Sementara itu, kelemahan utama yang teridentifikasi adalah tingkat pendidikan pekebun yang masih rendah. Dari sisi eksternal, terdapat peluang berupa harga jual kopi yang cukup menguntungkan, tingkat persaingan yang dapat mendorong peningkatan kualitas, serta dukungan kebijakan pemerintah. Namun, ancaman yang perlu diwaspadai adalah serangan hama dan penyakit tanaman kopi. Hasil analisis IFAS dan EFAS menempatkan strategi pengembangan pada posisi Kuadran I, yaitu strategi agresif yang menekankan pemanfaatan kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal. Berdasarkan hasil tersebut, dirumuskan sepuluh strategi utama yang dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan sentra kopi di Kecamatan Parbuluan secara berkelanjutan.

2026-06-29 07:06:42 Injuniar
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
4 weeks ago
Mentari Weirasi (Medan, 2025)

Mentari Weirasi, NIRM. 01.02.21.245. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Sidikalang Kabupateen Dairi Provinsi Sumatera Utara. Tujuan  pengkajian ini adalah untuk mengkaji faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan sentra kopi arabika di daerah  pengkajian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret s.d Juni 2025. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal adalah melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Kemudian untuk merumuskan strategi menggunakan metode analisis SWOT. Adapun faktor internal yang menjadi kekuatan adalah perilaku petani, umur, pengalaman, kesesuaian lahan kopi arabika, sarana dan prasarana, dan faktor internal yang menjadi kelemahan adalah penggunaan bibit unggul, tingkat pendidikan, dan luas lahan. Faktor eksternal yang menjadi peluang adalah kebijakan pemerintah, pesaing dari daerah lain, harga jual kopi arabika, dan yang menjadi ancaman adalah serangan hama dan penyakit kopi. Selanjutnya untuk Strate$gi yang dilakukan dalam pe$nge$mbangan se$ntra kopi di Ke$camatan Sidikalang yang te$rdiri dari strate$gi SO- ST- WO- WT yang me$njadi strate$gi dalam pe$ngkajian ini adalah strate$gi SO (Strengths-Opportunities) atau dise$but juga de$ngan strate$gi agre$sif yaitu meningkatkan potensi petani muda yang produktif dalam penerapan budidaya modern, mengembangkan kawasan budidaya kopi arabika, mengadakan pelatihan Good Handling Practices (GHP) yaitu pada tahapan pascapanen hingga siap jual.

2026-06-29 07:06:03 Injuniar
Sikap Petani Dalam Melakukan Pemupukan Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Belum Menghasilkan Di Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan
1 month ago
Irwan (Medan, 2023)

Irwan, NIRM RPL.01.02.21.283, Sikap para petani dalam melakukan pemupukan pada tanaman kelapa sawit yang belum menghasilkan di Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, masih perlu diperbaiki. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat sikap petani terhadap pemupukan pada tanaman kelapa sawit yang belum menghasilkan di wilayah tersebut, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi sikap mereka terhadap praktik pemupukan ini. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, selama periode April hingga Juni 2023. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji untuk validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan skala likert dan analisis linier berganda menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat sikap petani terhadap pemupukan pada tanaman kelapa sawit yang belum menghasilkan di Kecamatan Kluet Tengah berada dalam kategori tinggi, dengan persentase sebesar 83,04%. Selain itu, hasil analisis linier berganda juga mengidentifikasi beberapa faktor yang memengaruhi sikap petani terhadap pemupukan pada tanaman kelapa sawit yang belum menghasilkan, termasuk pengaruh media massa, pengaruh dari orang lain, pengaruh budaya, dan peran penyuluh. Semua faktor-faktor ini memiliki dampak yang seimbang terhadap sikap petani dalam melaksanakan praktik pemupukan tersebut.

2026-06-17 03:06:31 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sikap Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (Gap) Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Sarah Cecilia Tampubolon (Medan, 2024)

Sarah Cecilia Tampubolon, Nirm 01.02.20.189. Sikap Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah mengkaji sikap pekebun dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi Sikap Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Pada Tanaman Kopi Arabika. Penelitian ini dilaksanakan Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara pada bulan April sampai dengan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan pencatatan, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Sikap Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Pada Tanaman Kopi Arabika yaitu 80,01 persen, sementara hasil regresi linear terhadap faktor-faktor yang memengaruhi sikap pekebun dalam pada penerapan Good Agriculture Practice (GAP) pada tanaman kopi arabika terhadap faktor-faktor yang memengaruhi sikap pekebun diperoleh persamaan berikut Y = 198.610 -0,619X1 + 0,117X2 + 0,603X3 + 4,507X4 + 0,158X5 + 0,752X6 + 1,372X7. Uji lanjut secara parsial menggunakan thitung menunjukkan faktor umur, pengalaman usahatani, luas lahan, ketersedian sarana dan prasarana, dan peran penyuluh memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel.

2026-06-04 04:06:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
2 months ago
Riziq Syihab (Medan, 2025)

Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pada posisi Kuadran I yang memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang.

2026-05-18 05:05:45 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
2 months ago
Josua Septian Tampubolon (Medan, 2025)

Josua Septian Tampubolon, Nirm. 01.02.21.208. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2025. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT, dengan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik analisis meliputi penyusunan matriks IFAS dan EFAS, serta perumusan strategi alternatif melalui matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan internal utama meliputi usia petani yang produktif, luas lahan, pengalaman bertani, perilaku petani, kesesuaian lahan, serta tersedianya sarana dan prasarana. Sementara kelemahan terletak pada tingkat pendidikan petani yang relatif rendah dan penggunaan bibit bersertifikat yang masih rendah. Peluang eksternal adalah harga jual kopi arabika yang kompetitif, persaingan dengan daerah lain, dan dukungan kebijakan pemerintah sedangkan ancaman utama adalah serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi arabika. Strategi utama yang dihasilkan adalah strategi SO (Strengths-Opportunities), yaitu Petani yang berada dalam usia produktif, memiliki pengalaman dan lahan memadai, serta berperilaku baik dalam budidaya, ditunjang lahan yang sesuai dan saran prasarana yang lengkap, dapat memanfaatkan harga jual tinggi dan program pemerintah untuk menghasilkan kopi berkualitas ekspor. Hal ini mendukung strategi pertumbuhan yang agresif dan berkelanjutan sehingga Meningkatkan daya saing.

2026-05-18 03:05:11 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sifat Kimia Tanah Serapan Hara Daun Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kopi Arabika (Coffea Arabica) Pada Lahan Dengan Rorak Dan Tanpa Rorak
2 months ago
Setiawan, Joko (Medan, 2025)

Joko Setiawan, NIRM 01.04.21.212 melakukan penelitian tentang Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica) Pada Lahan yang Menggunakan Rorak dan Tidak Menggunakan Rorak (Studi Kasus Kebun Kopi Arabika di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Gayo Kabupaten Bener Meriah). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat kimia tanah, pertumbuhan, dan hasil tanaman kopi Arabika pada lahan yang menggunakan rorak dan yang tidak menggunakan rorak. Penelitian dilakukan di kebun IP2SIP Gayo menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 50 tanaman sampel dari Kebun 1 dan Kebun 2. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, Unsur N, P, K, dan C-organik, diameter batang, diameter buah dan berat buah, luas daun, serta kandungan unsur hara daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan yang menggunakan rorak memiliki sifat kimia tanah yang meliputi pH tanah, N,P,K dan C-Organik yang lebih stabil, serta pertumbuhan tanaman yang lebih baik ditandai dengan diameter batang, luas daun dan hasil kopi buah kopi arabika yaitu berat buah dan diameter buah yang lebih besar dibanding lahan yang tidak menggunakan rorak. Selain itu, serapan hara daun seperti unsur N,P,K juga lebih tinggi pada tanaman di lahan yang menggunakan rorak. Oleh sebab itu dalam budidaya kopi arabika sebaiknya penggunaan rorak digunakan supaya produktivitas tanaman kopi arabika dapat optimal.

2026-05-04 03:05:14 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sikap Petani Terhadap Inovasi Pengolahan Lidi Kelapa Sawit Di Kecamatan Rengat Barat
5 months ago
Maulana, Mhd Iqbal (Medan, 2022)

Mhd. Iqbal Maulana, Nirm. 01.02.18.024. Sikap Petani Terhadap Inovasi Lidi Kelapa

Sawit di Kecamatan Rengat Barat. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengkaji tingkat

sikap petani terhadap inovasi pengolahan lidi kelapa sawit dan untuk mengkaji faktorfaktor

yang mempengaruhi sikap petani terhadap inovasi pengolahan lidi kelapa sawit.

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu pada

bulan April sampai dengan Juni 2022. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini

adalah deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data yaitu metode

menggunakan kuisioner dan dokumentasi yang telah di uji validitas dan reabilitasnya,

sementara metode analisis data mengunakan skala likert dan regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat sikap petani terhadap inovasi pengolahan

lidi kelapa sawit di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu berada pada

katagori sangat tinggi dengan persentasi nilai 86,7%. Secara simultan variabel umur

(X1), Pendidikan (X2), kekosmopolitan (X3), harga jual (X4), dan peran penyuluh (X5)

berpengaruh secara simultan terhadap sikap petani terhadap inovasi pengolahan lidi

kelapa sawit di Kecamatan Rengat Barat. Sedangkan secara partial variabel umur (X1),

harga jual (X4), dan peran penyuluh (X5) berpengaruh terhadap sikap petani terhadap

inovasi pengolahan lidi kelapa sawit. Variabel pendidikan (X2), dan kekosmopolitan

(X3) tidak berpengaruh terhadap sikap petani terhadap inovasi pengolahan lidi kelapa

sawit di Kecamatan Rengat Barat.

2026-02-12 09:02:09 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung Di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman
5 months ago
Helmi Hayati (Medan, 2025)

Helmi Hayati, NIRM: 01.01.22.552 Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung. Pengkajian ini bertujuan (1) Untuk menganalisis sikap petani terhadap penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. (2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi sikap petani terhadap penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. Pengkajian ini dilaksanakan di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman pada bulan Mei 2024. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa : (1) Tingkat Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung termasuk dalam kategori tinggi dengan rekpitulasi nilai yang dihasilkan sebesar (72,64%). (2) Secara bersamaan (simultan) variabel Pendidikan Formal (X2), Pendidikan non Formal (X3), Peran Penyuluh (X5), Ketersediaan Sarana dan Prasarana (X6) memiliki dampak yang signifikan terhadap Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung, seperti yang dinyatakan dengan nilai F Hitung sebesar (6,209) yang melibihi F tabel (2,21). Secara individual (parsial), variabel Pendidikan Formal (X2) nilai T hitung (3,054) yang melibihi T tabel (1,662), Pendidikan non Formal (X3) T hitung (2,152) yang melibihi T tabel (1,662) , Peran Penyuluh (X5) T hitung (2,551) yang melibihi T tabel (1,662), Ketersediaan Sarana dan Prasarana (X6) T hitung (3,198) yang melibihi T tabel (1,662) Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung. Dengan persamaan regresi Y =18.948 - 0.142X1 + 0.091X2 + 0.021X3 - 0.100X4 + 0.054X5 + 0.148X6+ e dan nilai R Square sebesar 0,679.

2026-02-02 02:02:36 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Regenerasi Petani Milenial Di Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat
9 months ago
Putri, Dona (Medan, 2025)

Dona Putri, Nirm. 01.01.21.207. Strategi Pengembangan Regenerasi Petani Milenial di Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi regenerasi petani milenial di Kecamatan Lembah Gumanti. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi selama Maret–Mei 2025. Analisis menggunakan skala Likert, regresi linear berganda, dan SWOT. Hasil regresi berganda menunjukkan persamaan Y = 4,679 + 0,157X1 + 0,110X2 + 0,127X3 + 0,154X4 + 0,096X5 + 0,317X6 + e. Secara simultan, seluruh variabel (motivasi, pendapatan, modal, pelatihan, akses teknologi, dan peran lembaga) berpengaruh terhadap strategi regenerasi. Namun, secara parsial hanya motivasi, pelatihan, akses teknologi, dan peran lembaga yang signifikan, sedangkan pendapatan dan modal tidak berpengaruh nyata. Strategi pengembangan yang dihasilkan meliputi pemanfaatan teknologi dan media sosial, peningkatan pelatihan dan akses informasi, pengaktifan kelompok tani milenial, serta penguatan citra petani sebagai profesi modern. Strategi prioritas adalah optimalisasi teknologi dan media sosial dalam usaha tani dengan dukungan lembaga terkait, seperti Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta program Kementerian Pertanian. Kelompok tani milenial juga berperan sebagai wadah sosialisasi, pertukaran informasi, dan akses inovasi. 

2025-10-15 02:10:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sikap Petani Terhadap Penerapan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu ( Ptt) Padi Sawah Di Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman
9 months ago
Harun, Edi Murfi (Medan, 2023)

Edi Murfi Harun. Nirm. RPL 010121378. Sikap Petani terhadap Penerapan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah di Kecamatan 2 × 11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman. Pengkajian bertujuan (1) Untuk mengetahui sikap petani terhadap penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah di Kecamatan 2 × 11 Enam Lingkung Kabupaten Pariaman, (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sikap petani terhadap penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah di Kecamatan 2 × 11 Enam Lingkung Kabupaten Pariaman. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan 2 × 11 Enam Lingkung Kabupaten Pariaman pada bulan Februari 2023 sampai dengan selesai. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan tingka l t sika l p peta l ni terha l da l p penera l pa l n teknologi m n 2 x 11 Ena l ta l ma l h di Keca l wa l di sa l du (PTT) pa l n Terpa l ma l na l n Ta l a l Pengelola l ng terma l r 77,97 % ya l n sebesa l ma l ria l ng Pa l da l ten Pa l bupa l Lingkung Ka l ka l la l suk keda l m tegori tinggi. Persamaan regresi linear berganda yang menunjukkan pengaruh faktor Umur Petani, Tingkat Pendidikan Formal, Pendidikan Non Formal, Pengalaman Berusahatani, Kekosmopolitan, Peranan Penyuluh, dan Ketersediaan Sarana Produksi yaitu Y = 11,400 – 0,011X1 + 0,067X2 + 0,163X3 – 0,140X4 + 0,014X5 + 0,027X6 + 0,101X7+ e

2025-10-14 04:10:39 admin@polbangtanmedan.ac.id