POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 54
Sikap Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (Gap) Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara
4 days ago
Tampubolon, Cecilia Sarah (Medan, 2024)

Sarah Cecilia Tampubolon, Nirm 01.02.20.189. Sikap Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah mengkaji sikap pekebun dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi Sikap Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Pada Tanaman Kopi Arabika. Penelitian ini dilaksanakan Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara pada bulan April sampai dengan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan pencatatan, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Sikap Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Pada Tanaman Kopi Arabika yaitu 80,01 persen, sementara hasil regresi linear terhadap faktor-faktor yang memengaruhi sikap pekebun dalam pada penerapan Good Agriculture Practice (GAP) pada tanaman kopi arabika terhadap faktor-faktor yang memengaruhi sikap pekebun diperoleh persamaan berikut Y = 198.610 -0,619X1 + 0,117X2 + 0,603X3 + 4,507X4 + 0,158X5 + 0,752X6 + 1,372X7. Uji lanjut secara parsial menggunakan thitung menunjukkan faktor umur, pengalaman usahatani, luas lahan, ketersedian sarana dan prasarana, dan peran penyuluh memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel.

2026-06-04 04:06:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sifat Kimia Tanah Serapan Hara Daun Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kopi Arabika (Coffea Arabica) Pada Lahan Dengan Rorak Dan Tanpa Rorak
2 weeks ago
Setiawan, Joko (Medan, 2025)

Joko Setiawan, NIRM 01.04.21.212 melakukan penelitian tentang Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica) Pada Lahan yang Menggunakan Rorak dan Tidak Menggunakan Rorak (Studi Kasus Kebun Kopi Arabika di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Gayo Kabupaten Bener Meriah). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat kimia tanah, pertumbuhan, dan hasil tanaman kopi Arabika pada lahan yang menggunakan rorak dan yang tidak menggunakan rorak. Penelitian dilakukan di kebun IP2SIP Gayo menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 50 tanaman sampel dari Kebun 1 dan Kebun 2. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, Unsur N, P, K, dan C-organik, diameter batang, diameter buah dan berat buah, luas daun, serta kandungan unsur hara daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan yang menggunakan rorak memiliki sifat kimia tanah yang meliputi pH tanah, N,P,K dan C-Organik yang lebih stabil, serta pertumbuhan tanaman yang lebih baik ditandai dengan diameter batang, luas daun dan hasil kopi buah kopi arabika yaitu berat buah dan diameter buah yang lebih besar dibanding lahan yang tidak menggunakan rorak. Selain itu, serapan hara daun seperti unsur N,P,K juga lebih tinggi pada tanaman di lahan yang menggunakan rorak. Oleh sebab itu dalam budidaya kopi arabika sebaiknya penggunaan rorak digunakan supaya produktivitas tanaman kopi arabika dapat optimal.

2026-05-20 02:05:29 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
3 weeks ago
Syihab, Riziq (Medan, 2025)

Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pada posisi Kuadran I yang memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang.

2026-05-18 05:05:45 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
3 weeks ago
Tampubolon, Septian Josua (Medan, 2025)

Josua Septian Tampubolon, Nirm. 01.02.21.208. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2025. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT, dengan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik analisis meliputi penyusunan matriks IFAS dan EFAS, serta perumusan strategi alternatif melalui matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan internal utama meliputi usia petani yang produktif, luas lahan, pengalaman bertani, perilaku petani, kesesuaian lahan, serta tersedianya sarana dan prasarana. Sementara kelemahan terletak pada tingkat pendidikan petani yang relatif rendah dan penggunaan bibit bersertifikat yang masih rendah. Peluang eksternal adalah harga jual kopi arabika yang kompetitif, persaingan dengan daerah lain, dan dukungan kebijakan pemerintah sedangkan ancaman utama adalah serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi arabika. Strategi utama yang dihasilkan adalah strategi SO (Strengths-Opportunities), yaitu Petani yang berada dalam usia produktif, memiliki pengalaman dan lahan memadai, serta berperilaku baik dalam budidaya, ditunjang lahan yang sesuai dan saran prasarana yang lengkap, dapat memanfaatkan harga jual tinggi dan program pemerintah untuk menghasilkan kopi berkualitas ekspor. Hal ini mendukung strategi pertumbuhan yang agresif dan berkelanjutan sehingga Meningkatkan daya saing.

2026-05-18 03:05:11 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sifat Kimia Tanah Serapan Hara Daun Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kopi Arabika (Coffea Arabica) Pada Lahan Dengan Rorak Dan Tanpa Rorak
1 month ago
Setiawan, Joko (Medan, 2025)

Joko Setiawan, NIRM 01.04.21.212 melakukan penelitian tentang Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica) Pada Lahan yang Menggunakan Rorak dan Tidak Menggunakan Rorak (Studi Kasus Kebun Kopi Arabika di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Gayo Kabupaten Bener Meriah). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat kimia tanah, pertumbuhan, dan hasil tanaman kopi Arabika pada lahan yang menggunakan rorak dan yang tidak menggunakan rorak. Penelitian dilakukan di kebun IP2SIP Gayo menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 50 tanaman sampel dari Kebun 1 dan Kebun 2. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, Unsur N, P, K, dan C-organik, diameter batang, diameter buah dan berat buah, luas daun, serta kandungan unsur hara daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan yang menggunakan rorak memiliki sifat kimia tanah yang meliputi pH tanah, N,P,K dan C-Organik yang lebih stabil, serta pertumbuhan tanaman yang lebih baik ditandai dengan diameter batang, luas daun dan hasil kopi buah kopi arabika yaitu berat buah dan diameter buah yang lebih besar dibanding lahan yang tidak menggunakan rorak. Selain itu, serapan hara daun seperti unsur N,P,K juga lebih tinggi pada tanaman di lahan yang menggunakan rorak. Oleh sebab itu dalam budidaya kopi arabika sebaiknya penggunaan rorak digunakan supaya produktivitas tanaman kopi arabika dapat optimal.

2026-05-04 03:05:14 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Syihab Riziq (Medan, 2025)

Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pada posisi Kuadran I yang memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang.Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pada posisi Kuadran I yang memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang.Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pada posisi Kuadran I yang memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang.Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pada posisi Kuadran I yang memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang.Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pada posisi Kuadran I yang memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang.

2026-04-28 04:04:33 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.
1 month ago
Syihab, Riziq (Medan, 2025)

Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pad

2026-04-21 07:04:54 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Syihab,riziq (Medan, 2025)

Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pada posisi Kuadran I yang memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang.

2026-04-21 06:04:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Tampubolon, Josua Septian (Medan, 2025)

Josua Septian Tampubolon, Nirm. 01.02.21.208. Strategi Pengembangan Sentra

Kopi di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Penelitian

ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal dan eksternal serta merumuskan

strategi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi,

Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni

2025. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT, dengan pendekatan

kuantitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik analisis meliputi

penyusunan matriks IFAS dan EFAS, serta perumusan strategi alternatif melalui

matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan internal utama

meliputi usia petani yang produktif, luas lahan, pengalaman bertani, perilaku petani,

kesesuaian lahan, serta tersedianya sarana dan prasarana. Sementara kelemahan

terletak pada tingkat pendidikan petani yang relatif rendah dan penggunaan bibit

bersertifikat yang masih rendah. Peluang eksternal adalah harga jual kopi arabika

yang kompetitif, persaingan dengan daerah lain, dan dukungan kebijakan

pemerintah sedangkan ancaman utama adalah serangan hama dan penyakit pada

tanaman kopi arabika. Strategi utama yang dihasilkan adalah strategi SO

(Strengths-Opportunities), yaitu Petani yang berada dalam usia produktif, memiliki

pengalaman dan lahan memadai, serta berperilaku baik dalam budidaya, ditunjang

lahan yang sesuai dan saran prasarana yang lengkap, dapat memanfaatkan harga

jual tinggi dan program pemerintah untuk menghasilkan kopi berkualitas ekspor.

Hal ini mendukung strategi pertumbuhan yang agresif dan berkelanjutan sehingga

Meningkatkan daya saing.

2026-04-21 02:04:09 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sikap Petani Terhadap Inovasi Pengolahan Lidi Kelapa Sawit Di Kecamatan Rengat Barat
3 months ago
Maulana, Mhd Iqbal (Medan, 2022)

Mhd. Iqbal Maulana, Nirm. 01.02.18.024. Sikap Petani Terhadap Inovasi Lidi Kelapa

Sawit di Kecamatan Rengat Barat. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengkaji tingkat

sikap petani terhadap inovasi pengolahan lidi kelapa sawit dan untuk mengkaji faktorfaktor

yang mempengaruhi sikap petani terhadap inovasi pengolahan lidi kelapa sawit.

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu pada

bulan April sampai dengan Juni 2022. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini

adalah deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data yaitu metode

menggunakan kuisioner dan dokumentasi yang telah di uji validitas dan reabilitasnya,

sementara metode analisis data mengunakan skala likert dan regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat sikap petani terhadap inovasi pengolahan

lidi kelapa sawit di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu berada pada

katagori sangat tinggi dengan persentasi nilai 86,7%. Secara simultan variabel umur

(X1), Pendidikan (X2), kekosmopolitan (X3), harga jual (X4), dan peran penyuluh (X5)

berpengaruh secara simultan terhadap sikap petani terhadap inovasi pengolahan lidi

kelapa sawit di Kecamatan Rengat Barat. Sedangkan secara partial variabel umur (X1),

harga jual (X4), dan peran penyuluh (X5) berpengaruh terhadap sikap petani terhadap

inovasi pengolahan lidi kelapa sawit. Variabel pendidikan (X2), dan kekosmopolitan

(X3) tidak berpengaruh terhadap sikap petani terhadap inovasi pengolahan lidi kelapa

sawit di Kecamatan Rengat Barat.

2026-02-12 09:02:09 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (Ptt) Jagung Di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman
4 months ago
Hayati Helmi (Medan, 2025)

Helmi Hayati, NIRM: 01.01.22.552 Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan

Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung.

Pengkajian ini bertujuan (1) Untuk menganalisis sikap petani terhadap penerapan

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan

Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. (2) Untuk menganalisis faktor-faktor

yang mempengaruhi sikap petani terhadap penerapan Pengelolaan Tanaman

Terpadu (PTT) jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten

Padang Pariaman. Pengkajian ini dilaksanakan di Nagari Aie Tajun Kecamatan

Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman pada bulan Mei 2024. Metode

pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran kuesioner

yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data

menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengakjian

menunjukkan bahwa : (1) Tingkat Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan

Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung

termasuk dalam kategori tinggi dengan rekpitulasi nilai yang dihasilkan sebesar

(72,64%). (2) Secara bersamaan (simultan) variabel Pendidikan Formal (X2),

Pendidikan non Formal (X3), Peran Penyuluh (X5), Ketersediaan Sarana dan

Prasarana (X6) memiliki dampak yang signifikan terhadap Sikap Petani Terhadap

Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun

Kecamatan Lubuk Alung, seperti yang dinyatakan dengan nilai F Hitung sebesar

(6,209) yang melibihi F tabel (2,21). Secara individual (parsial), variabel

Pendidikan Formal (X2) nilai T hitung (3,054) yang melibihi T tabel (1,662),

Pendidikan non Formal (X3) T hitung (2,152) yang melibihi T tabel (1,662) , Peran

Penyuluh (X5) T hitung (2,551) yang melibihi T tabel (1,662), Ketersediaan Sarana

dan Prasarana (X6) T hitung (3,198) yang melibihi T tabel (1,662) Sikap Petani

Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie

Tajun Kecamatan Lubuk Alung. Dengan persamaan regresi Y =18.948 - 0.142X1

+ 0.091X2 + 0.021X3 - 0.100X4 + 0.054X5 + 0.148X6+ e

dan nilai R Square sebesar 0,679.

2026-02-02 02:02:36 admin@polbangtanmedan.ac.id