POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 45
Tingkat Kepuasan Petani Kelapa Sawit Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Yuli Patmala (Medan, 2024)

Yuli Patmala, Nirm 01.02.19.095. Tingkat Kepuasan Petani Kelapa Sawit Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Kecamatan selesai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan petani dan faktor-faktor yang memengaruhi Tingkat Kepuasan Petani Kelapa Sawit Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Kecamatan selesai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat pada 16 April sampai dengan 24 Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan Customer Satisfuction Indexs (CSI) dan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan petani kelapa sawit terhadap kinerja penyuluh pertanian puas yaitu 79%, kemudian hasil Regresi Liniear Berganda dengan membandingkan nilai thitung > ttabel menunjukkan adanya pengaruh antara faktor umur, pendidikan formal, pengalaman berusahatani, interaksi dengan penyuluh, metode penyuluhan dan peran penyuluh dengan tingkat kepuasan petani. 

Kata Kunci: Tingkat Kepuasan Petani, Kinerja Penyuluh Pertanian, Customer Satisfuction Indexs, Kecamatan Selesai

2026-06-23 09:06:31 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Petani Terhadap Penggunaan Tanaman Pelindung Pada Budidaya Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara
2 months ago
Sitinjak, Paulina Sondang (Medan, 2024)

Sondang Paulina Br Sitinjak, Nirm. 01.02.20.190. Tingkat Adopsi Petani Terhadap Penggunaan Tanaman Pelindung Pada Budidaya Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengkaji tingkat adopsi petani dan faktor- faktor yang memengaruhi tingkat adopsi petani terhadap penggunaan tanaman pelindung pada budidaya kopi arabika di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan pada bulan April sampai dengan Mei 2024. Teknik pengumpulan data yaitu dokuemntasi, observasi, wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah 54 orang. Selanjutnya teknik analisis data skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani terhadap penggunaan tanaman pelindung pada budidaya kopi arabika di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan dalam kategori sedang dengan persentase 66,48 persen. Kemudian hasil persamaan regresi linear berganda yakni Y= 2.287+ 0,130X1+ 0,323X2+ 0,287X3+ 0,266X4+ 0,634X5 + e. Secara parsial, variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi petani adalah kosmopolitan, karakteristik inovasi, peran penyuluh dan peran kelompok tani. Sedangkan variabel karakteristik petani tidak berpengaruh signifikan.

2026-06-03 08:06:32 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Pekebun Terhadap Penerapan Good Agriculture Practice (Gap) Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara
2 months ago
Simanjuntak, Christianson (Medan, 2024)

Christianson Simanjuntak 01.05 20 141 Tingkat Adopsi Pe kebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practice (GAP) Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Ut ara. Tujuan dari pengkajian ini antara lain untuk mengkaji tingkat adopsi pekebun dan faktor faktor yang memengaruhi tingkat adopsi pekebun dalam penerapan Good Agriculture Practice (GAP) tanaman kopi arabika. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sipah utara Kabupaten Tapanuli Utara pada bulan April sampai dengan Mei 202 4 . Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah 7 9 orang. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi pekebun dalam penerapan Good Agriculture Practice (GAP) tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara dalam kategori sedang dengan persentase 6 0 98 persen. Kemudian hasil persamaan regresi linear berganda yakni secara parsial Y= 40,858 0,016X1+ 0,117X2 4,268X3 +5,632X4 +0,007X5 +0,342X6 +0,435X7 + 0,169X8 + , variabel bebas yang berpenga ruh signifikan terhadap adopsi petani adalah luas lahan, pendapatan, karakteristik inovasi , kosmopolitan dan peran penyuluh Sedangkan variabel bebas usia, pendidikan formal, dan pengalaman tidak berpengaruh signifikan.

2026-06-02 01:06:03 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Penerapan Pekebun Dalam Pemanfaatan Penunasan (Pruning) Pelepah Kelapa Sawit Di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai
5 months ago
Siagian, Putri Nandini Alfarisa (Medan, 2022)

Putri Nandini Alfarisa Siagian, Nirm. 01.02.18.059. Tingkat Penerapan Pekebun Dalam Pemanfaatan Penunasan (Pruning) Pelepah Kelapa Sawit di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat penerapan pekebun dalam pemanfaatan penunasan (pruning) pelepah kelapa sawit dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan pekebun dalam tingkat pemanfaatan penunasan (pruning) pelepah kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan April s/d Juni 2022. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi, wawancara, dan pencatatan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, instrumen menggunakan skala Likert dan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan pekebun dalam pemanfaatan penunasan (pruning) pelepah kelapa sawit sebesar 61,18% tergolong pada kategori tinggi sementara hasil regresi linear berganda menyimpulkan bahwa secara simultan keseluruhan variabel bebas memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat penerapan pekebun dalam pemanfaatan penunasan (pruning) pelepah kelapa sawit. Sedangkan secara parsial, karakteristik responden (X1), pengalaman bertani (X2) peran penyuluh (X5) dan umur tanaman (X6) berpengaruh signifikan terhadap tingkat penerapan pekebun terhadap penunasan (pruning) pelepah tanaman kelapa sawit.

2026-02-13 07:02:06 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Petani Dalam Penerapan Pemupukan Dengan Prinsip 5t Pada Budidaya Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi
9 months ago
Silalahi, Maria Angelica (Medan, 2025)

Maria Angelica Silalahi, Nirm. 01.01.21.216. Tingkat Adopsi Petani Dalam Penerapan Pemupukan Dengan Prinsip 5T Pada Budidaya Cabai Merah (Capsicum annum L) Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Tujuan pengkajian penyuluhan ini adalah untuk menganalisis (1) Tingkat adopsi petani dalam penerapan pemupukan dengan prinsip 5T pada budidaya cabai merah. (2) Faktor faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam penerapan pemupukan dengan prinsip 5T pada budidaya cabai merah. Pengkajian dilaksanakan di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi pada Bulan April sampai dengan Bulan Mei 2025. Metode pengkajian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, pengumpulan data dengan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sampel pengkajian sebanyak 85 petani yang merupakan anggota kelompok tani yang berada di Kecamatan Parbuluan dengan penarikan sampel pengkajian dilakukan dengan proportional random sampling. Untuk menganalisis tingkat adopsi petani digunakan teknik penentuan skor model Likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani digunakan model analisis linear berganda. Hasil pengkajian secara keseluruhan didapatkan hasil analisis tingkat adopsi petani yaitu sebesar 77,4% pada kategori tinggi. Faktor faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap adopsi petani adalah pendidikan, pengalaman bertani, sifat inovasi dan intensitas penyuluhan sedangkan faktor faktor yang tidak berpengaruh nyata adalah kosmopolitan.

2025-10-15 03:10:17 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Teknologi Pascapanen Kopi Arabika Sesuai Good Handling Practices (Ghp) Oleh Pekebun Di Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah
9 months ago
Nafillah (Medan, 2025)

Nafilah, Nirm. 01.02.21.214.Tingkat Adopsi Teknologi Pascapanen Sesuai Good Handling Practices (GHP) Kopi Arabika Oleh pekebun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat Adopsi Teknologi Pascapanen Kopi Arabika Sesuai Good Handling Practices (GHP) oleh Pekebun. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah pada Bulan Maret sampai dengan Juli 2025. Teknik pengumpulan data yaitu metode observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi teknologi pascapanen kopi Arabika sesuai Good Handling Practices (GHP) sangat tinggi yaitu 85 persen, sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi pascapanen kopi Arabika dengan uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor umur (X1), pengalaman berusahatani (X3), sikap pekebun (X5), kosmopolitan (X6), sifat inovasi (X7), peran kelompok tani (X8), peran penyuluh (X9) memiliki pengaruh signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel. Sedangkan pendidikan (X2), pendapatan (X4) berpengaruh tapi tidak signifikan terhadap (Y). Implikasi rencana tindak lanjut.

2025-10-09 03:10:44 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Petani Dalam Penerapan Alsintan Pada Tanaman Padi Sawah (Oriza Sativa L) Di Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis
11 months ago
Helmizar (Medan, 2025)

Helmizar, NIRM. RPL. 01.01.22.553. Tingkat Adopsi Petani Dalam Penerapan Alsintan Pada Tanaman Padi Sawah (Oriza sativa L) di Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat adopsi petani dalam penerapan alat dan mesin pertanian pada tanaman padi sawah di Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis dan menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi petani dalam penerapan alat dan mesin pertanian pada tanaman padi sawah di Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis, yang dilaksanakan pada bulan Mei – Juni tahun 2024. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi, wawancara dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sementara analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat kondisi sosial ekonomi petani dalam kajian modernisasi teknologi pertanian padi sawah sebesar 79,75% dengan kategori sangat tinggi, sementara hasil regresi linear terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kajian modernisasi teknologi pertanian terhadap kondisi sosial ekonomi petani padi sawah diperoleh persamaan yaitu Y = 35,406 - 0,843X1 + 0,288X2 - 0,195X3 + 0,210X4 + 0,318X5. Uji lanjut secara simultan variabel penggunaan alat mesin pertanian, penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, irigasi lahan dan penggunaan pola tanam jajar legowo berpengaruh nyata terhadap kondisi sosial ekonomi petani padi sawah dimana nilai F-hitung lebih besar dari F-tabel (23,794>2,33). Uji secara parsial menggunakan t-hitung semua variabel memiliki pengaruh yang cukup signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel. 

2025-09-08 02:09:40 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Mortalitas Hama Ulat Kantong (Metisa Plana) Menggunakan Drone Dan Motor Sprayer Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) (Studi Kasus Di Pt. Langkat Nusantara Kepong Kebun Gohor Lama Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat)
1 year ago
Pahrul Ramadhan (Medan, 2024)

 Pahrul Ramadhan, Nirm 01.04.20.161, melakukan pengkajian tentang Tingkat Mortalitas Hama Ulat Kantong (Metisa plana) menggunakan Drone dan Motor Sprayer pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) (Studi Kasus di PT. Langkat Nusantara Kepong Kebun Gohor Lama Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat) dengan tujuan untuk menganalisis upaya pengendalian hama ulat kantong (Metisa plana) dengan menggunakan drone dan motor sprayer. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai bulan Juni 2024 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yaitu metode wawancara terbuka dan dokumentasi, data sensus hama sebelum dan sesudah sementara metode analisis data menggunakan uji-t independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat mortalitas dari penggunaan alat drone dan motor sprayer dalam penyemprotan hama ulat kantong (Metisa plana) sebelum dan sesudah pengendalian dimana berdasarkan hasil uji-t didapat nilai signifikansi ≤ 0,05 dan nilai t hitung > t tabel yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata jumlah hama ulat kantong (Metisa plana) sebelum dan sesudah pengendalian. Selain itu, hasil pengkajian juga menunjukkan adanya perbedaan pengendalian hama ulat kantong dengan menggunakan drone dan motor sprayer berdasarkan hasil uji t independent sample t-test didapat nilai persentasenya dengan menggunakan drone lebih tinggi 88.50% dibandingkan motor sprayer 75.65% signifikansi ≤ 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata setiap bulannya dimana pengendalian hama ulat kantong menggunakan drone lebih tinggi menurunkan mortalitas hama ulat kantong (Metisa plana) dari pada menggunakan motor sprayer.

2025-03-04 06:03:11 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Petani Terhadap Penggunaan Tanaman Pelindung Pada Budidaya Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara
1 year ago
Sitinjak, Sondang Paulina (Medan, 2024)

Sondang Paulina Br Sitinjak, Nirm. 01.02.20.190. Tingkat Adopsi Petani Terhadap Penggunaan Tanaman Pelindung Pada Budidaya Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengkaji tingkat adopsi petani dan faktor- faktor yang memengaruhi tingkat adopsi petani terhadap penggunaan tanaman pelindung pada budidaya kopi arabika di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan pada bulan April sampai dengan Mei 2024. Teknik pengumpulan data yaitu dokuemntasi, observasi, wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah 54 orang. Selanjutnya teknik analisis data skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani terhadap penggunaan tanaman pelindung pada budidaya kopi arabika di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan dalam kategori sedang dengan persentase 66,48 persen. Kemudian hasil persamaan regresi linear berganda yakni Y= 2.287+ 0,130X1+ 0,323X2+ 0,287X3+ 0,266X4+ 0,634X5 + e. Secara parsial, variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi petani adalah kosmopolitan, karakteristik inovasi, peran penyuluh dan peran kelompok tani. Sedangkan variabel karakteristik petani tidak berpengaruh signifikan.  

2025-01-20 08:01:02 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Pekebun Terhadap Penerapan Good Agriculture Practice (Gap) Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara
1 year ago
Simanjuntak, Christianson (Medan, 2024)

Christianson Simanjuntak 01.05.20.141 Tingkat Adopsi Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practice (GAP) Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini antara lain untuk mengkaji tingkat adopsi pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi pekebun dalam penerapan Good Agriculture Practice (GAP) tanaman kopi arabika. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara pada bulan April sampai dengan Mei 2024. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah 79 orang. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi pekebun dalam penerapan Good Agriculture Practice (GAP) tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara dalam kategori sedang dengan persentase 60,98 persen. Kemudian hasil persamaan regresi linear berganda yakni secara parsial Y= 40,858 - 0,016X1+ 0,117X2 -4,268X3 +5,632X4 +0,007X5 +0,342X6 +0,435X7 + 0,169X8 + , variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap adopsi petani adalah luas lahan, pendapatan, karakteristik inovasi, kosmopolitan dan peran penyuluh Sedangkan variabel bebas usia, pendidikan formal, dan pengalaman tidak berpengaruh signifikan. 

2025-01-20 02:01:15 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Keberdayaan Pekebun Kopi (Coffea Sp.) Polaswadaya Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara
1 year ago
Hasanuddin (Medan, 2023)

Hasanuddin, NIRM 01.02.19.112. Tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan dimulai pada bulan April 2023 s.d bulan Juni 2023. Populasi yang digunakan adalah Kecamatan Sipirok dan sampel desa Paranjulu, Bulu Mario, Marsada, dan Saragodang dengan jumlah sampel 86 responden. Penelitian ini menggunakan metode pengkajian kuantitatif dengan skala likert dan uji regresi linear berganda yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Berdasarkan rekapitulasi nilai tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan tergolong tinggi dengan nilai 79,6% dan termasuk kategori tinggi. Berdasarkan uji simultan (F) umur (X1), tingkat Pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman pekebun (X4), jumlah tanggungan keluarga (X5), peran penyuluh (X6), kelembagaan petani (X7), dan modal(X8) secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Y). Dan untuk uji parsial (t) faktor-faktor yang terdiri dari variabel bebas umur (X1), tingkat Pendidikan (X2), luas lahan (X3), jumlah tanggungan keluarga (X5), peran penyuluh (X6), dan modal (X8) berpengaruh signifikan terhadap tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Y). Sedangkan pengalaman pekebun (X4) dan kelembagaan petani (X7), tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Y).

2024-11-26 02:11:02 admin@polbangtanmedan.ac.id