POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 34
Tingkat Mortalitas Hama Ulat Kantong (Metisa Plana) Menggunakan Drone Dan Motor Sprayer Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) (Studi Kasus Di Pt. Langkat Nusantara Kepong Kebun Gohor Lama Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat)
4 weeks ago
Pahrul Ramadhan (Medan, 2024)

 Pahrul Ramadhan, Nirm 01.04.20.161, melakukan pengkajian tentang Tingkat Mortalitas Hama Ulat Kantong (Metisa plana) menggunakan Drone dan Motor Sprayer pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) (Studi Kasus di PT. Langkat Nusantara Kepong Kebun Gohor Lama Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat) dengan tujuan untuk menganalisis upaya pengendalian hama ulat kantong (Metisa plana) dengan menggunakan drone dan motor sprayer. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai bulan Juni 2024 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yaitu metode wawancara terbuka dan dokumentasi, data sensus hama sebelum dan sesudah sementara metode analisis data menggunakan uji-t independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat mortalitas dari penggunaan alat drone dan motor sprayer dalam penyemprotan hama ulat kantong (Metisa plana) sebelum dan sesudah pengendalian dimana berdasarkan hasil uji-t didapat nilai signifikansi ≤ 0,05 dan nilai t hitung > t tabel yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata jumlah hama ulat kantong (Metisa plana) sebelum dan sesudah pengendalian. Selain itu, hasil pengkajian juga menunjukkan adanya perbedaan pengendalian hama ulat kantong dengan menggunakan drone dan motor sprayer berdasarkan hasil uji t independent sample t-test didapat nilai persentasenya dengan menggunakan drone lebih tinggi 88.50% dibandingkan motor sprayer 75.65% signifikansi ≤ 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata setiap bulannya dimana pengendalian hama ulat kantong menggunakan drone lebih tinggi menurunkan mortalitas hama ulat kantong (Metisa plana) dari pada menggunakan motor sprayer.

2025-03-04 06:03:11 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Petani Terhadap Penggunaan Tanaman Pelindung Pada Budidaya Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara
2 months ago
Sitinjak, Sondang Paulina (Medan, 2024)

Sondang Paulina Br Sitinjak, Nirm. 01.02.20.190. Tingkat Adopsi Petani Terhadap Penggunaan Tanaman Pelindung Pada Budidaya Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengkaji tingkat adopsi petani dan faktor- faktor yang memengaruhi tingkat adopsi petani terhadap penggunaan tanaman pelindung pada budidaya kopi arabika di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan pada bulan April sampai dengan Mei 2024. Teknik pengumpulan data yaitu dokuemntasi, observasi, wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah 54 orang. Selanjutnya teknik analisis data skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani terhadap penggunaan tanaman pelindung pada budidaya kopi arabika di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan dalam kategori sedang dengan persentase 66,48 persen. Kemudian hasil persamaan regresi linear berganda yakni Y= 2.287+ 0,130X1+ 0,323X2+ 0,287X3+ 0,266X4+ 0,634X5 + e. Secara parsial, variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi petani adalah kosmopolitan, karakteristik inovasi, peran penyuluh dan peran kelompok tani. Sedangkan variabel karakteristik petani tidak berpengaruh signifikan.  

2025-01-20 08:01:02 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Pekebun Terhadap Penerapan Good Agriculture Practice (Gap) Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara
2 months ago
Simanjuntak, Christianson (Medan, 2024)

Christianson Simanjuntak 01.05.20.141 Tingkat Adopsi Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practice (GAP) Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini antara lain untuk mengkaji tingkat adopsi pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi pekebun dalam penerapan Good Agriculture Practice (GAP) tanaman kopi arabika. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara pada bulan April sampai dengan Mei 2024. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah 79 orang. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi pekebun dalam penerapan Good Agriculture Practice (GAP) tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara dalam kategori sedang dengan persentase 60,98 persen. Kemudian hasil persamaan regresi linear berganda yakni secara parsial Y= 40,858 - 0,016X1+ 0,117X2 -4,268X3 +5,632X4 +0,007X5 +0,342X6 +0,435X7 + 0,169X8 + , variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap adopsi petani adalah luas lahan, pendapatan, karakteristik inovasi, kosmopolitan dan peran penyuluh Sedangkan variabel bebas usia, pendidikan formal, dan pengalaman tidak berpengaruh signifikan. 

2025-01-20 02:01:15 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Keberdayaan Pekebun Kopi (Coffea Sp.) Polaswadaya Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
Hasanuddin (Medan, 2023)

Hasanuddin, NIRM 01.02.19.112. Tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan dimulai pada bulan April 2023 s.d bulan Juni 2023. Populasi yang digunakan adalah Kecamatan Sipirok dan sampel desa Paranjulu, Bulu Mario, Marsada, dan Saragodang dengan jumlah sampel 86 responden. Penelitian ini menggunakan metode pengkajian kuantitatif dengan skala likert dan uji regresi linear berganda yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Berdasarkan rekapitulasi nilai tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan tergolong tinggi dengan nilai 79,6% dan termasuk kategori tinggi. Berdasarkan uji simultan (F) umur (X1), tingkat Pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman pekebun (X4), jumlah tanggungan keluarga (X5), peran penyuluh (X6), kelembagaan petani (X7), dan modal(X8) secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Y). Dan untuk uji parsial (t) faktor-faktor yang terdiri dari variabel bebas umur (X1), tingkat Pendidikan (X2), luas lahan (X3), jumlah tanggungan keluarga (X5), peran penyuluh (X6), dan modal (X8) berpengaruh signifikan terhadap tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Y). Sedangkan pengalaman pekebun (X4) dan kelembagaan petani (X7), tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Y).

2024-11-26 02:11:02 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Mortalitas Hama Ulat Kantong (Metisa Plana) Menggunakan Drone Dan Motor Sprayer Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) (Studi Kasus Di Pt. Langkat Nusantara Kepong Kebun Gohor Lama Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat)
4 months ago
Ramadhan, Pahrul (Medan, 2024)

Pahrul Ramadhan, Nirm 01.04.20.161, melakukan pengkajian tentang Tingkat Mortalitas Hama Ulat Kantong (Metisa plana) menggunakan Drone dan Motor Sprayer pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) (Studi Kasus di PT. Langkat Nusantara Kepong Kebun Gohor Lama Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat) dengan tujuan untuk menganalisis upaya pengendalian hama ulat kantong (Metisa plana) dengan menggunakan drone dan motor sprayer. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai bulan Juni 2024 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yaitu metode wawancara terbuka dan dokumentasi, data sensus hama sebelum dan sesudah sementara metode analisis data menggunakan uji-t independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat mortalitas dari penggunaan alat drone dan motor sprayer dalam penyemprotan hama ulat kantong (Metisa plana) sebelum dan sesudah pengendalian dimana berdasarkan hasil uji-t didapat nilai signifikansi ≤ 0,05 dan nilai t hitung > t tabel yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata jumlah hama ulat kantong (Metisa plana) sebelum dan sesudah pengendalian. Selain itu, hasil pengkajian juga menunjukkan adanya perbedaan pengendalian hama ulat kantong dengan menggunakan drone dan motor sprayer berdasarkan hasil uji t independent sample t-test didapat nilai persentasenya dengan menggunakan drone lebih tinggi 88.50% dibandingkan motor sprayer 75.65% signifikansi ≤ 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata setiap bulannya dimana pengendalian hama ulat kantong menggunakan drone lebih tinggi menurunkan mortalitas hama ulat kantong (Metisa plana) dari pada menggunakan motor sprayer.

2024-11-25 08:11:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Petani Dalam Melakukan Pemangkasan Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara
1 year ago
Saragih, Novrijan (Medan, 2023)

Novrijan Saragih, Nirm, 01.02.18.055. Tingkat Adopsi Petani Dalam Melakukan Pemangkasan Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini antara lain untuk mengkaji tingkat adopsi petani dan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi petani dalam melakukan pemangkasan pada tanaman kopi arabika. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun pada bulan April sampai dengan Juni 2023. Metode pengumpulan data yaitu observasi dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani dalam melakukan pemangkasan pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun dalam kategori sedang dengan persentase 63,41 %. Kemudian hasil persamaan regresi linear berganda yakni Y = 20,382 + 0,129X1 + 0,094X2 – 11,180X3 – 0,160X4 + 0,0000031X5 + 0,462X6 + 0,462X7 + 0,252X8 + e. Secara parsial, variabel bebas yang bepengaruh signifikan terhadap adopsi petani adalah luas lahan, pendapatan, karakteristik inovasi, dan kosmopolitan. Sedangkan variabel bebas usia, pendidikan formal, pengalaman, dan peran penyuluh tidak berpengaruh signifikan. 

2024-01-19 02:01:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Keberdayaan Pekebun Kopi (Coffea Sp.) Polaswadaya Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara
1 year ago
Hasanuddin (Medan, 2023)

Hasanuddin, NIRM 01.02.19.112. Tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan dimulai pada bulan April 2023 s.d bulan Juni 2023. Populasi yang digunakan adalah Kecamatan Sipirok dan sampel desa Paranjulu, Bulu Mario, Marsada, dan Saragodang dengan jumlah sampel 86 responden. Penelitian ini menggunakan metode pengkajian kuantitatif dengan skala likert dan uji regresi linear berganda yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Berdasarkan rekapitulasi nilai tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan tergolong tinggi dengan nilai 79,6% dan termasuk kategori tinggi. Berdasarkan uji simultan (F) umur (X1), tingkat Pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman pekebun (X4), jumlah tanggungan keluarga (X5), peran penyuluh (X6), kelembagaan petani (X7), dan modal(X8) secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Y). Dan untuk uji parsial (t) faktor-faktor yang terdiri dari variabel bebas umur (X1), tingkat Pendidikan (X2), luas lahan (X3), jumlah tanggungan keluarga (X5), peran penyuluh (X6), dan modal (X8) berpengaruh signifikan terhadap tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Y). Sedangkan pengalaman pekebun (X4) dan kelembagaan petani (X7), tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat keberdayaan pekebun kopi pola swadaya di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Y).

2024-01-18 04:01:36 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Petani Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (Gap) Pada Tanaman Jagung Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
1 year ago
Richardo (Medan, 2023)

Richardo NIRM 01.1.3.16.0486 Jurusan Pertanian, Prodi Penyuluhan Pertanian berkelanjutan, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan. Tingkat Adopsi Petani dalam Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) pada tanaman jagung. Penelitihan ini bertujuan mengetahui tingkat adopsi petani dalam penerapan Good Agriculture Practices (GAP) pada tanaman jagung di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Data Primer yang di peroleh dari 60 orang petani yang menggunakan kuesioner yang telah disusun. Analisis yang digunakan dalam pengkajian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program Statiscital product service solution (SPSS) versi 16. Data sekunder di proleh dari instansi yang berhubungan dengan penelitian ini yaitu Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Stabat. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat adopsi petani dalam penerapan Good Agriculture Practices (GAP) pada tanaman jagung dalam kategori sangat tinggi 85,75%. Faktor-faktor yang mempengaruhui adopsi petani dalam penerapan Good Agriculture Practices (GAP) pada tanaman jagung adalah lamanya berusahatani dengan nilai t hitung 2,251, tingkat partisipasi dengan nilai t hitung 4,330, ketersediaan modal dengan nilai t hitung 3.354 dan keuntungan relatif dengan nilai t hitung 5.447. lokasi kegitan tugas di kecamatan Stabat Kabupaten Langkat dan waktu pelaksanaan dari tanggal 15 maret 2020 – 15 mei 2020. Kegiatan tugas akhir terdiri dari pengenalan wilayah, pengumpulan data, uji validitas,uji rehabilitas,uji normalitas, transformasi data dari oridinal ke interval dan analisis data

2023-04-17 03:04:24 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkatadopsi Petani Padi Sawahterhadap Pergiliran Varietas Unggulbaru Di Kecamatan Beringin Kabupatendeli Serdang Provinsi Sumatera Utara
1 year ago
Tanjung, Petrus (Medan, 2023)

Petrus Tanjung,Nirm.01.1.3.16.0524. Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Medan melakukan pengkajian tentang Tingkat Adopsi Petani Padi Sawah Terhadap Pergiliran Varietas Unggul Baru Di Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat adopsi petani padi sawah terhadap pergiliran varietas unggul baru dan Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi petani padi sawah terhadap pergiliran varietas unggul baru Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang, pada bulan Desember sampai Juli 2020. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: wawancara, kuisoner, observasi dan dokumentasi. Sementara analisis data menggunakan skala likert dan pengelolaan data menggunakan analisis regresi linear berganda. Jumlah sampel yang dalam pengkajian ini adalah 85 orang. Hasil yang diperoleh pada tingkat adopsi petani padi sawah adalah sebesar 61% dengan kategori tinggi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi petani padi sawah terhadap pergiliran varietas unggul baru dari enam variabel X adalah metode penyuluhan (X3) dengan nilai signifikansi 0.001, media penyuluhan (X4) dengan nilai signifikansi 0.002 dan kehadiran petani (X5) dengan nilai signifikansi 0.00 sangat berpengaruh dengan tingkat kesalahan 5% dan 1% sedangkan yang tidak berpengaruh adalah variabel intensitas penyuluhan (X1) dengan nilai signifikansi 0.270, materi penyuluhan (X2) dengan nilai signifikansi 0.078 dan peran penyuluh (X6) dengan nilai signifikasi 0.345.

2023-04-17 02:04:17 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Kepuasan Kelompok Pekebun terhadap kinerja penyuluh di Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
2 years ago
Kesuma, Iddaniya Handayani (Medan, 2022)

Iddaniya Handayani Kesuma, Nirm 01.02.18.051. Tingkat Kepuasan Kelompok Pekebun Terhadap Kinerja Penyuluh di Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan kelompok pekebun terhadap kinerja penyuluh, dan mengetahui hubungan tingkat kepuasan kelompok pekebun terhadap kinerja penyuluh di Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Perdamean, Desa Kwala Begumit, Desa Sambirejo dan Desa Suka Makmur Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat pada 29 Maret sampai dengan 28 Mei 2022. Metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala Likert dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan kelompok pekebun terhadap kinerja penyuluh di Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara sangat tinggi yaitu 80,4%. Selain itu, diperoleh juga hasil penelitian bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor (X1) frekuensi penyuluh, (X2) fasilitas kerja, (X4) kompetensi, dan (X5) metode penyuluhan dengan kinerja penyuluh (Y) di Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat. Akan tetapi, ada juga variabel-variabel bebas (X) yang tidak berhubungan signifikan dengan kinejra penyuluh di Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara yaitu jarak wilayah kerja (X3). 

2022-12-06 12:12:19 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Petani Kopi Arabika Dalam Penggunaan Alat Earth Auger Machine Di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun
2 years ago
Warsan, Arrosyid Ibnu (Medan, 2022)

ARROSYID IBNU WARSAN, 01.02.18.008. Tingkat adopsi petani kopi arabika dalam penggunaan alat earth auger machine di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat adopsi petani kopi dalam penggunaan alat earth auger machine dan mengkaji faktorfaktor apa saja yang mempengaruhi tingkat adopsi petani kopi dalam penggunaan alat earth auger machine di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun. Metode dalam pengkajian ini adalah deskriptif kuantitatif dilakukan dengan wawancara, observarsi, dan pengisian kuesioner. Pelaksanaan pengkajian dilakukan di Desa Pematang Sidamanik, Desa Bandar Manik, dan Desa Sait Buttu Saribu Kecamatan Pematang Sidamanik. Diketahui hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat adopsi petani kopi dalam penggunaan alat earth auger machine adalah sebesar 88,7% dengan kategori sangat tinggi, sementara dari hasil analisis regresi linear berganda menyimpulkan bahwa secara serempak keseluruhan variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi penggunaan alat earth auger machine. Sedangkan secara parsial, variabel umur (X1), luas lahan (X3), sifat inovasi (X5), tingkat kosmopolitan (X7) dan peran fungsi kelompok tani (X8) mempengaruhi tingkat adopsi petani dalam penggunaan alat earth auger machine dan variabel tingkat pendidikan (X2), pengalaman berusaha tani (X4) dan ketersediaan informasi (X6) tidak mempengaruhi tingkat adopsi petani dalam penggunaan alat earth auger machine

2022-11-28 09:11:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Keberdayaan Pekebun Karet Pola Swadaya Di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
2 years ago
M, Mukhlis I (Medan, 2022)

Mukhlis I.M, NIRM 01.02.18.027. Tingkat keberdayaan pekebun karet pola swadaya di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat keberdayaan pekebun karet pola swadaya serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat keberdayaan pekebun karet pola swadaya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara dimulai pada bulan Februari 2022 s.d bulan Juni 2022. Populasi yang digunakan adalah Kecamatan Portibi dan sampel desa Gumarupu Lama, Padang Manjoir, Gunung Martua dan Gumarupu Baru dengan jumlah sampel 68 responden. Penelitian ini menggunakan metode pengkajian kuantitatif dengan skala liker’t dan uji regresi linear berganda yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Berdasarkan rekapitulasi nilai tingkat keberdayaan pekebun karet pola swadaya di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara tergolong sangat tinggi dengan nilai 80,9% dan termasuk kategori sangat berdaya. Berdasarkan uji simultan (F) peran penyuluh, sumber daya manusia, pengalaman pekebun, ekonomi produktif, luas lahan dan kelembagaan petani secara bersamasama berpengaruh nyata terhadap tingkat keberdayaan pekebun karet pola swadaya di Kecamatan Portibi. Uji parsial (t) faktor-faktor yang terdiri dari variabel bebas sumber daya manusia (X2), pengalaman pekebun (X3), ekonomi produktif (X4) dan luas lahan (X5) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat tingkat keberdayaan pekebun karet pola swadaya (Y).     

2022-09-06 03:09:34 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Pemanfaatan Internet Dalam Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
2 years ago
Ilham, Hadi (Medan, 2020)

Hadi Ilham, Nirm. 01.4.3.16.0435. : Tingkat pemanfaatan Internet Dalam Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengkajitingkat pemanfaatan internet dalam  kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Langkat, serta Untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pemanfaatan internet dalam kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Langkat,selama Maret hingga Mei 2020. metode pengumpulan data pada pengkajian, berupa metode observasi, wawancara, pengisian kuesioner dengan diuji terlebih dahulu validitas dan reliabilitasnya. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah skala likert dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS 15.Hasil penelitian menunjukkanTingkat pemanfaatan Internet Dalam Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara yaitu 63% sehingga termasuk ke kategori sedang. Sementara itu, hasil analisis regresi linear berganda menyatakan pengaruh tingkat pemanfaatan internet dalam kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Langkatdengan persamaan regresi yaitu, Y = 1,070 + 0,089X1 + 0,003X2 + 0,005X3 + 0,215X4 + 0,014X5 + 0,378X6 +0,087X7. Kemudian untuk uji yang dilakukan selanjutnya, berupa Uji F dimana fhitung yang didapat menunjukkan bahwa variabel-variabel bebas secara simultan (bersama-sama) memberikan pengaruh signifikan terhadap variabel terikat dalam pengkajian.Sedangkan uji T menunjukkan bahwa thitungvariabel bebas yaitu kepemilikan media internet (X4), dan pola penggunaan internet (X6) secara parsial atau masing-masing memberikan pengaruh secara signifikan terhadap Tingkat pemanfaatan Internet Dalam Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. 

 

2022-06-14 01:06:48 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Petani Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (Gap) Pada Tanaman Jagung Di Kecamatan Stabat KabupatenTINGKAT ADOPSI PETANI DALAM PENERAPAN GOOD AGRICULTURE PRACTICES (GAP) PADA TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN STABAT KABUPATEN
2 years ago
Richardo (Medan, 2020)

Richardo NIRM 01.1.3.16.0486 Jurusan Pertanian, Prodi Penyuluhan Pertanian berkelanjutan, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan. Tingkat Adopsi Petani dalam Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) pada tanaman jagung. Penelitihan ini bertujuan mengetahui tingkat adopsi petani dalam penerapan Good Agriculture Practices (GAP) pada tanaman jagung di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Data Primer yang di peroleh dari 60 orang petani yang menggunakan kuesioner yang telah disusun. Analisis yang digunakan dalam pengkajian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program Statiscital product service solution (SPSS) versi 16. Data sekunder di proleh dari instansi yang berhubungan dengan penelitian ini yaitu Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Stabat. Hasil penelitian ini menunjukan  tingkat adopsi petani dalam penerapan Good Agriculture Practices (GAP) pada tanaman jagung dalam kategori  sangat tinggi 85,75%. Faktor-faktor yang mempengaruhui adopsi petani dalam penerapan Good Agriculture Practices (GAP) pada tanaman jagung adalah lamanya berusahatani dengan nilai t hitung 2,251, tingkat partisipasi dengan nilai t hitung 4,330, ketersediaan modal dengan nilai t hitung 3.354 dan keuntungan relatif dengan nilai t hitung 5.447. lokasi kegitan tugas di kecamatan Stabat Kabupaten Langkat dan waktu pelaksanaan dari tanggal 15 maret 2020 – 15 mei 2020. Kegiatan tugas akhir terdiri dari pengenalan wilayah, pengumpulan data, uji validitas,uji rehabilitas,uji normalitas, transformasi data dari oridinal ke interval dan analisis data. 

 

2022-06-06 03:06:27 admin@polbangtanmedan.ac.id