POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1522
Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Menjadi Teh Kaskara Dengan Penambahan Varian Aromatik Kayu Manis Dan Cengkeh Di Ladang Langit Coffee Farm Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara
12 hours ago
Mona Mastari Sitohang (Medan, 2026)

Mona Mastari Sitohang, NIRM 01.04.22.245. Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Menjadi Teh Kaskara dengan Penambahan Varian Aromatik Kayu Manis dan Cengkeh di Ladang Langit Coffee Farm Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pengolahan limbah kulit buah kopi menjadi teh kaskara, pengaruh kayu manis dan cengkeh terhadap karakteristik organoleptik serta penerimaan panelis, dan menganalisis kelayakan usaha teh kaskara. Penelitian dilaksanakan di Ladang Langit Coffee Farm, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan tujuh perlakuan dan 30 panelis sebagai responden. Parameter meliputi warna, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan limbah kulit buah kopi berhasil diolah melalui tahapan sortasi, pencucian, pengeringan, penghalusan, pencampuran bahan aromatik, pengemasan, dan penyeduhan. Hasil uji organoleptik menunjukkan penambahan kayu manis dan cengkeh memengaruhi tingkat kesukaan panelis, dengan perlakuan terbaik pada formulasi 10 gram kaskara dan 2 gram cengkeh dalam 250 ml air berdasarkan warna, aroma, dan rasa. Varian aromatik kayu manis dan cengkeh berpengaruh terhadap karakteristik sensori. Produk aromatik cenderung lebih disukai daripada kaskara tanpa aromatik, sehingga meningkatkan daya terima produk. Analisis biaya menunjukkan usaha teh kaskara layak dikembangkan karena memberikan keuntungan, memiliki nilai R/C Ratio lebih besar dari satu, serta Break Even Point (BEP) tercapai pada setiap perlakuan.

2026-09-22 07:09:14 Injuniar
Studi Mutu Crude Palm Oil (Cpo) Berdasarkan Variasi Waktu Penundaan Pengolahan Brondolan Sawit Varietas Dxp Ppks 540 Di Kebun Hapesong Pt. Perkebunan Nusantara Iv Regional 1
12 hours ago
Khairul Aswin Simatupang (Medan, 2026)

Khairul Aswin Simatupang, Nirm 01.04.22.269. Penundaan engolahan brondolan kelapa sawit setelah panen berpotensi menurunkan mutu Crude palm oil (CPO) akibat meningkatnya kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu CPO yang dihasilkan dari brondolan kelapa sawit varietas DxP PPKS 540 fraksi 3 pada berbagai waktu penundaan pengolahan serta menentukan batas maksimum penundaan yang masih memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 01-2901-2006). Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri atas lima taraf perlakuan waktu tunda pengolahan, yaitu 0, 6, 12, 18, dan 24 jam, dengan tiga kali ulangan pada setiap perlakuan. Parameter yang dievaluasi meliputi kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoran pada crude palm oil (CPO). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa ariasi waktu tunda pengolahan memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap seluruh parameter mutu CPO yang diamati. Peningkatan durasi penundaan pengolahan diikuti oleh kenaikan kadar ALB, kadar air, dan kadar kotoran. Perlakuan tanpa penundaan (0 jam) menghasilkan mutu CPO terbaik dengan nilai ALB sebesar 1,31±0,01%, kadar air 0,10±0,01%, dan kadar kotoran 0,13±0,01%. Mengacu pada ketentuan SNI 01-2901-2006, CPO yang dihasilkan dari penundaan pengolahan hingga 18 jam masih memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Sebaliknya, penundaan selama 24 jam menyebabkan kadar ALB melampaui batas maksimum yang diperkenankan. Temuan ini mengindikasikan bahwa waktu tunda pengolahan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kualitas CPO, sehingga brondolan sawit perlu segera diolah setelah panen dengan waktu penundaan yang direkomendasikan tidak lebih dari 18 jam.

2026-09-22 07:09:17 Injuniar
Pengaruh Sistem Ancak Panen Tetap Dan Premi Panen Terhadap Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit (Studi Kasus Di Pt Lonsum Sibulan Estate)
12 hours ago
Juan Ebenezer Sembiring (Medan, 2026)

Juan Ebenezer Sembiring, NIRM.01.04.22.268. Pengaruh Sistem Ancak Panen Tetap dan Premi Panen terhadap Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT LONSUM Sibulan Estate). Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji produktivitas pemanen dan mengakaji pengaruh sistem ancak panen tetap dan premi panen terhadap produktivitas pemanen. Pengkajian ini dilaksanakan di PT Lonsum Sibulan Estate Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan Desember 2025 sampai dengan April 2026. Metode pengkajian yang digunakan adalah Mixed Method Design dengan model Explanatory Sequential Mixed Method. Pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara dengan informan. Pengambilan sampel pada pengkajian ini dengan teknik sampling total, dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Metode analisis data dengan analisis uji asumsi klasik dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa produktivitas pemanen tinggi yaitu 1.793,98 kg/hari diatas basis tugas perusahaan 1.500 kg/hari. Sementara hasil regresi linear berganda pengaruh sistem ancak panen tetap dan premi panen terhadap produktivitas pemanen diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 891,726 + 141,210 X1 + 0,0002 X2. Uji F menggunakan f-hitung menunjukkan bahwa faktor sistem ancak tetap dan premi panen memiliki pengaruh signifikan dengan nilai f-hitung lebih besar daripada f-tabel. Sedangkan, menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor sistem ancak tetap dan premi panen berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel

2026-09-22 07:09:00 Injuniar
E Val Uas I Kondi S I Ke Ragaan Tanaman Kelapa Sawit Yang Terserang Hama Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros L.) Di Ppks Kebun Sei Aek Pancur
12 hours ago
Fahri Aditiansyah (Medan, 2026)

Fahri Aditiansyah, Nirm. 01.04.22.237. Evaluasi Kondisi Keragaan Tanaman Kelapa Sawit yang Terserang Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) di PPKS Kebun Sei Aek Pancur. Pengkajian ini bertujuan untuk (1) mengkaji tingkat dan intensitas serangan hama kumbang tanduk pada tanaman kelapa sawit, dan (2) mengkaji perbandingan pertumbuhan vegetatif tanaman kelapa sawit berdasarkan intensitas serangan hama kumbang tanduk di PPKS Kebun Sei Aek Pancur, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Kajian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 s.d. Maret 2026 menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive pada 3 (tiga) blok pengamatan dengan variasi umur tanaman, yaitu blok AP 30 S (tahun tanam 2017, ± 9 tahun), AP 35 S (tahun tanam 2020, ± 6 tahun), dan AP 38 S (tahun tanam 2022, ± 4 tahun), dengan total 134 tanaman sampel. Parameter yang diamati meliputi persentase tanaman terserang, intensitas serangan berdasarkan skor 0–5, serta parameter pertumbuhan vegetatif tanaman (tinggi tanaman, jumlah pelepah, jumlah daun, dan kondisi titik tumbuh). Analisis data menggunakan uji One-Way ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil kajian menunjukkan bahwa persentase tanaman terserang berkisar antara 46% (berat) hingga 90% (sangat berat), sedangkan intensitas serangan berada pada kategori ringan hingga sedang (22%–44%). Perbandingan pertumbuhan vegetatif menunjukkan pola yang konsisten, yaitu semakin tinggi kategori intensitas serangan, semakin rendah nilai parameter pertumbuhan tanaman. Serangan kumbang tanduk berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah pelepah pada ketiga blok, serta jumlah daun pada blok AP 35 S dan AP 38 S, dengan kelompok serangan berat secara konsisten menunjukkan nilai pertumbuhan terendah pada uji lanjut DMRT. Kerusakan titik tumbuh pada kelompok serangan berat mencapai skor 2,42–2,83 dari skor maksimum 3, mengindikasikan gangguan pertumbuhan vegetatif yang signifikan.

2026-09-22 07:09:18 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Konservasi Tanah Secara Vegetatif Pada Sawah Terasering Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Longsor Di Nagari Batipuh Baruah Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
1 month ago
Zelvia Angelita (Medan, 2026)

Zelvia Angelita, NIRM 01.01.22.504. Rancangan Penyuluhan Penerapan Konservasi Tanah Secara Vegetatif Pada Sawah Terasering Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Longsor di Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, 2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD 3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan, 4) Menyusun rancangan penyuluhan meliputi materi, metode, media, waktu, lokasi, volume dan biaya, 5) Menganalisis jumlah petani yang menerapkan konservasi tanah secara vegetatif di Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nagari Batipuh Baruah memiliki potensi pengembangan konservasi tanah secara vegetatif pada sawah terasering, meskipun masih menghadapi risiko erosi dan longsor serta penerapan konservasi oleh petani belum optimal; (2) tujuan penyuluhan yang disusun berdasarkan prinsip SMART dan ABCD berhasil tercapai, ditunjukkan oleh 22 orang petani yang menerapkan konservasi tanah secara vegetatif; (3) sasaran penyuluhan ditetapkan sebanyak 40 orang petani sawah terasering dengan karakteristik yang sesuai; (4) rancangan penyuluhan memperoleh tingkat efektivitas sebesar 80,54% dengan kategori efektif sehingga layak diterapkan; dan (5) sebanyak 22 orang petani menerapkan kombinasi rumput vetiver dan rumput banto sesuai rekomendasi penyuluhan, sehingga target penerapan sebanyak 20 orang petani berhasil terlampaui.

2026-08-20 07:08:45 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pestisida Nabati Daun Balakka Untuk Pengendalian Hama Kutu Daun Pada Tanaman Cabai Merah Di Kecamatan Padang Bolak
1 month ago
Yanti Susanti (Medan, 2026)

Yanti Susanti, NIRM. 01.01.22.503. Budidaya cabai merah di Desa Padang Bujur, Kecamatan Padang Bolak terhambat serangan kutu daun (Aphis gossypii). Akibat keterbatasan pengetahuan, petani masih bergantung pada pestisida kimia, padahal potensi lokal daun balakka (Phyllanthus emblica L.) sebagai pestisida nabati sangat melimpah. Penelitian kuantitatif deskriptif ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan pertanian sistematis berbasis SMART dan ABCD, menganalisis karakteristik sasaran, tingkat penerimaan petani, serta mengevaluasi jumlah penerapan inovasi tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur berkuesioner terhadap sampel 30 petani cabai merah yang merupakan pengurus dan anggota kelompok tani, lalu dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa prioritas masalah utama adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengekstraksi daun balakka serta tingginya ketergantungan pada pestisida kimia sintetis. Rumusan tujuan penyuluhan telah berhasil disusun secara terukur untuk meningkatkan kemauan petani menerapkan inovasi sesuai petunjuk dengan sasaran terfokus pada 30 petani di Desa Padang Bujur. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan tingkat penerimaan petani terhadap komponen rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya) mencapai angka 86,18% dengan kriteria sangat sesuai atau sang at menerima. Evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan tingkat adopsi inovasi yang positif, di mana jumlah petani yang menerapkan pestisida nabati daun balakka mencapai 12 orang (40,00%), secara signifikan berhasil melampaui target perencanaan awal sebanyak 10 orang (33,33%).

2026-08-20 07:08:05 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi (Oryza Sativa L.) Untuk Memperbaiki Struktur Tanah Pada Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum Annuum L.) Di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat
1 month ago
Wulansari Anggraini (Medan, 2026)

Wulansari Anggraini, NIRM. 01.01.22.536. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Biochar Sekam Padi (Oryza sativa L.) Untuk Memperbaiki Struktur Tanah Pada Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah 1) Mengindentifikasi potensi dan masalah wilayah penyuluhan pertanian, 2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, 3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah (IPW), 4) Menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu dan biaya) serta, 5) Mengetahui jumlah petani yang melaksanakan pembuatan dan pengaplikasian biochar sekam padi pada tanaman cabai merah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan 1) Identifikasi potensi dan masalah menggunakan metode RRA menunjukkan adanya limbah sekam padi yang tidak dimanfaatkan dengan penurunan kualitas tanah, 2) Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan kemauan petani dalam pemanfaatan biochar sekam padi dilahan usahatani cabai merah dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 10 orang (27,8%) menjadi 12 orang (33,33%), 3) Sasaran penyuluhan yaitu pengurus dan anggota kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman cabai merah, 4) Hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Secanggang sebesar 83,68% dan kriteria sangat setuju, 5) Jumlah petani yang melakukan pembuatan dan pengaplikasian biochar sekam padi yaitu sebanyak 12 orang (33,33%).

2026-08-20 07:08:59 Injuniar
Pemberdayaan Petani Dalam Pemanfaatan Sekam Menjadi Briket Dengan Sistem Participatory Action Research (Par)
1 month ago
Williyana Harahap (Medan, 2026)

Williyana Harahap, NIRM 01.01.22. Pemanfaatan limbah sekam padi di Desa Lantosan II, Kecamatan Padang Bolak Julu masih belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, padahal limbah tersebut dapat diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani sebelum dan sesudah program pemberdayaan serta menganalisis efektivitas pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam meningkatkan ketiga aspek tersebut. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling jenuh terhadap 26 anggota Kelompok Tani Horas II. Kegiatan pemberdayaan dilakukan melalui tahapan PAR yang meliputi penyiapan sosial, identifikasi masalah, perencanaan, aksi berupa pelatihan dan praktik pembuatan briket, serta refleksi. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kuesioner skala Likert, serta lembar unjuk kerja, kemudian dianalisis menggunakan Paired Sample t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah pemberdayaan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Nilai rata-rata N-Gain pengetahuan sebesar 0,61 (kategori sedang), sikap sebesar 0,61 (kategori sedang), dan keterampilan sebesar 0,75 (kategori tinggi). Dengan demikian, pendekatan PAR efektif meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan sekam padi menjadi briket sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi

2026-08-20 06:08:42 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Keong Mas Sebagai Bahan Baku Pupuk Organik Cair (Poc) Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang
1 month ago
Widhya Tamara (Medan, 2026)

Penerapan pertanian berkelanjutan memerlukan upaya peningkatan penggunaan pupuk organik serta pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar petani. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan adalah keong mas, yang selama ini dikenal sebagai hama tanaman padi sawah, namun berpotensi dijadikan bahan baku pupuk organik cair (POC). Pengkajian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan pertanian tentang pemanfaatan keong mas sebagai bahan baku POC pada tanaman padi sawah serta mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang disusun. Pengkajian dilaksanakan di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang menggunakan pendekatan  kuantitatif dengan jenis pengkajian deskriptif. Tahapan pengkajian meliputi identifikasi potensi wilayah (IPW), perumusan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penentuan sasaran, penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi penerimaan petani. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 39 petani. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, waktu, lokasi, dan biaya memperoleh tingkat penerimaan petani sebesar 86,7% dengan kategori sangat efektif. Selain itu, diperoleh sebanyak 22 petani (56,4%) bersedia memanfaatkan keong mas sebagai bahan baku POC. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dapat diterima sangat baik oleh petani dan berpotensi mendukung penerapan pertanian berkelanjutan.

2026-08-20 06:08:53 Injuniar
Efektivitas Penyuluhan Dengan Sistem Kerja Training And Visit Terhadap Penggunaan Pestisida Nabati Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera Frugiperda) Pada Tanaman Jagung (Zea Mays L.)
1 month ago
Vania Aulia Gunawan (Medan, 2026)

Vania Aulia Gunawan, NIRM 01.01.22.501. Efektivitas Penyuluhan Dengan Sistem Kerja Training and Visit Terhadap Penggunaan Pestisida Nabati Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda) Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.). Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani sebelum dan sesudah penyuluhan melalui Sistem Kerja Training and Visit, menganalisis efektivitas penerapannya, serta mengetahui tingkat adopsi petani terhadap penggunaan pestisida nabati. Penelitian dilaksanakan pada Maret – Mei 2026 di Kelompok Tani Banda Cubadak, Nagari Kapelgam Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, tes (pre-test dan post-test), serta observasi terhadap 30 petani jagung. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test, uji N-gain, dan analisis tingkat adopsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Kerja Training and Visit efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Nilai N-gain pengetahuan sebesar 0,69 (sedang), sikap 0,62 (sedang), dan keterampilan 0,80 (tinggi). Tingkat adopsi petani terhadap penggunaan pestisida nabati mencapai 79,73% dan termasuk kategori tinggi

2026-08-20 06:08:45 Injuniar
Penggunaan Pupuk Organik Cair Keong Mas (Pomacea Canaliculate) Berbasis Asam Amino Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L) Di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi
1 month ago
Trivina Wahyuni Harefa (Medan, 2026)

Produksi pakcoy (Brassica rapa L) di Kota Gunungsitoli mengalami penurunan drastis sebesar 41,10% dalam kurun waktu 2023–2025, yang disebabkan oleh degradasi kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus, banjir, serta kelangkaan pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Asam Amino Keong Mas terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy, menyusun rancangan penyuluhan, serta mengukur tingkat penerimaan rancangan penyuluhan pertanian dan penerapan petani terhadap inovasi Pupuk Organik Cair (POC) Asam Amino Keong Mas. Kajian teknis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan lima taraf konsentrasi POC (0, 20, 40, 60, dan 80 ml/L) dan lima ulangan, menghasilkan 25 satuan percobaan dengan total 400 tanaman dan 100 tanaman sampel. Kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner skala Likert, melibatkan 41 petani dari tiga kelompok tani aktif di Desa Binaka yang ditentukan secara sensus. Hasil kajian teknis menunjukkan bahwa pemberian Pupuk organik cair (POC) Keong Mas berbasis Asam amino berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot segar tanaman pakcoy. Konsentrasi terbaik diperoleh pada perlakuan P4 (80 ml/L) dengan tinggi tanaman 29,04 cm, jumlah daun 18,00 helai, dan bobot segar 348,80 g/tanaman. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 85,85% dengan kategori Sangat Menerima, sedangkan tingkat penerapan petani mencapai 85,63% dengan kategori Sangat Baik, dan sebanyak 20 dari 41 petani (49%) telah menggunakan POC pada lahan usahatani mereka sehingga target penyuluhan tercapai. Pupuk organik cair (POC) Keong Mas berbasis Asam amino terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan pakcoy sekaligus berpotensi menjadi solusi pemulihan kesuburan tanah melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan.

2026-08-20 04:08:00 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Dan Pengaplikasikan Pestisida Nabati Dari Kunyit Untuk Mengatasi Hama Thrips Untuk Cabe Merah ( Capsicum Anuum L) Di Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota
1 month ago
Thoriq Al Fadhil (Medan, 2026)

Thoriq Al Fadhil ,Nirm 01.01.22.500 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan petani, menganalisis tujuan dan sasaran penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta menyusun rancangan penyuluhan pembuatan dan pengaplikasian pestisida nabati dari kunyit untuk mengatasi hama thrips pada tanaman cabai merah di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner terhadap 32 pengurus kelompok tani yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama petani adalah tingginya serangan hama thrips, ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta rendahnya pemanfaatan kunyit sebagai pestisida nabati. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya berada pada kategori sangat setuju, sehingga rancangan penyuluhan dinilai layak diterapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengendalian hama thrips secara ramah lingkungan.

2026-08-20 04:08:30 Injuniar