POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1436
Minat Kelompok Wanita Tani (Kwt) Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Produk Kreatif Anyaman Lidi Di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat
3 months ago
Pandiangan, Wina Irwanti (Medan, 2025)

Wina Irwanti Br Pandiangan, NIRM. 01.02.21.229 Minat Kelompok Wanita Tani

(KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif

anyaman lidi di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini

adalah mengkaji tingkat minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dan mengkaji

faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam

pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi.

Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode

pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan angket menggunakan

kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode penentuan sampel

menggunakan proportional random sampling. Selanjutnya, metode analisis data

menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian

menunjukkan bahwa tingkat minat Kelompok Wanita Tani dalam pemanfaatan

limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi sebesar 81,98%

dengan kategori tinggi. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda

menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani

(KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif

anyaman lidi di Kecamatan Hinai yaitu pendidikan nonformal, penerimaan,

pemasaran, harga jual, sarana dan prasarana dan lingkungan masyarakat.

2026-04-22 09:04:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Pemanenan Tandan Buah Segar (Tbs) Kelapa Sawit Sesuai Standar Panen Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
3 months ago
Sona, Tasya Erika (Medan, 2025)

Tasya Erika Sona, Nirm. 01.02.21.227. Motivasi Pekebun dalam Pemanenan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit sesuai Standar Panen di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan oleh pekebun di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Salah satu tahapan penting dalam budidaya kelapa sawit adalah pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) yang apabila tidak dilakukan sesuai standar dapat menurunkan kualitas hasil panen dan berdampak pada pendapatan pekebun. Oleh karena itu, motivasi pekebun memegang peranan penting dalam mendorong penerapan standar panen yang tepat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor faktor yang memengaruhi motivasi pekebun dalam menerapkan pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen. Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Stabat pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen tergolong tinggi dengan persentase sebesar 77,81%. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel variabel bebas umur (X1), pendidikan formal (X2), luas lahan (X3), pengalaman usahatani (X4), pendapatan(X5), intensitas penyuluhan (X6) serta sarana dan prasarana (X7) berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel (X1), (X2), (X5) dan (X7) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). Sedangkan variabel (X3), (X4) dan (X6) tidak berpengaruh signifikan terhadap (Y).

2026-04-22 09:04:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Petani Dalam Penerapan Tanaman Pelindung Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal
3 months ago
Surya Falah Hasibuan (Medan, 2025)

Surya Falah Hasibuan, NIRM 01.02.21.260. Motivasi Petani Dalam Penerapan Tanaman Pelindung pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan dari pengkajian ini untuk mengkaji tingkat motivasi petani dan faktor-faktor yang memengaruhi motivasi petani dalam menerapkan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi petani dalam penerapan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika dengan persentase sebesar 85,4% dengan kategori sangat tinggi. Sedangkan variabel (X2), (X4) dan (X7) tidak berpengaruh terhadap (Y). Selanjutnya pada hasil analisis regresi linear berganda faktor faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam menerapkan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika berpengaruh secara simultan antara lain umur (X1), pendidikan non formal (X3), pendapatan (X4), pengalaman usahatani (X5), peran penyuluh (X6), akses informasi (X7), bantuan pemerintah (X8). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam menerapakan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabiak antara lain luas lahan (X2), pendapatan (X4), akses informasi (X7) tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi (Y).

2026-04-22 02:04:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara
3 months ago
Satria Darma Siregar (Medan, 2025)

Satria Darma Siregar, Nirm. 01.02.21.225. Minat Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji Minat dan faktor-faktor yang memengaruhi minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase 71,14%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan secara simultan antara lain Ketersediaan informasi (X1), Ketersediaan sarana dan prasarana (X2), Peran penyuluh (X3), Lingkungan sosial (X4), dan Bantuan pemerintah (X5). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan antara lain Ketersediaan informasi (X1), Ketersediaan sarana dan prasarana (X2), Peran penyuluh (X3), dan Lingkungan sosial (X4). Sedangkan variabel Bantuan pemerintah (X5) tidak berpengaruh signifikn terhadap minat petani (Y).

2026-04-21 07:04:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Kopi Arabika Di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara
3 months ago
Ramadansyah, Rizky (Medan, 2025)

Rizky Ramadansyah, Nirm. 01.02.21.258. Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Kopi Arabika Di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produksi kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan pada bulan Maret 2025 sampai Mei 2025. Lokasi yang dipilih karena kecamatan tersebut adalah salah satu kecamatan yang banyak membudidayakan kopi arabika di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam menentukan sampel menggunakan purposive sampling yaitu sampel dipilih secara sengaja sesuai dengan kriteria pengkajian yang diinginkan untuk menjadi sampel pengkajian. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menyebar angket/kuesioner dan wawacara. Metode analisis yang digunakan adalah skala Likert untuk mengetahui tingkat pengaruh dan regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan produksi kopi arabika di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan. Secara simultan variabel bebas pembimbing (X1), organisator dan dinamisator (X2), inovator (X3), motivator (X4), dan katalisator (X5) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi kopi arabika. Sedangkan secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi kopi arabika adalah pembimbing (X1), organisator dan dinamisator (X2), inovator (X3), dan katalisator (X5) sedangkan motivator (X4) tidak berpengaruh signifikan.

2026-04-21 07:04:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Dalam Melakukan Konservasi Tanah Dan Air Dengan Sistem Rorak Pada Perkebunan Kopi Arabika Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi
3 months ago
Pratama, Prima Prasasti (Medan, 2025)

Prima Prasasti Pratama, Nirm. 01.02.21.252. Persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika tergolong dalam kategori positif dengan persentase 75%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika secara simultan antara lain pendidikan formal (X1), pengalaman bertani (X2), ketersediaan modal (X3), luas lahan (X4), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), Ketersediaan saprodi (X7), dan lingkungan sosial (X8). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika antara lain pengalaman bertani (X2), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), lingkungan sosial (X8). Sedangkan variabel pendidikan formal (X1) ketersediaan modal (X3), luas lahan (X4), ketersediaan saprodi (X7) tidak berpengaruh signifikn terhadap persepsi (Y)

2026-04-21 03:04:36 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Pekebun Dalam Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Pakan Ternak Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
3 months ago
Irawan, Mhd Fathriansyah (Medan, 2025)

Muhammad Fathriansyah Irawan, Nirm 01.02.21.212. Persepsi Pekebun Dalam Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Pakan Ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi pekebun dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi pada bulan April sampai dengan Mei 2023. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi, dan angket menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, selanjutnya metode analisis data menggunakan skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat sebesar 59,53% dengan kategori sedang, selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan sebagai Y = 0,379 + 0,111X1 -0,000001783X2 + 0,240X3 + 4,361X4 + 0,536X5 + e. Faktor-faktor yang berpengaruh secara parsial terhadap persepsi pekebun dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten langkat adalah pengalaman bertani, pendapatan, peran penyuluh, luas lahan dan lingkungan sosial.

2026-04-21 02:04:55 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap Dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKO) Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang
3 months ago
Ferdy Pratama (Medan, 2025)

Ferdy Pratama, NIRM. 01.02.21.240. Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji tingkat minat pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhi Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengkajian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sementara metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun berada pada kategori sedang yaitu 63,93%, Hasil regresi linear berganda terhadap minat pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 10,374 + 0,075X1 + 0,340X2 – 0,550X3 – 0,291X4 + 0,488X5 + 0,249X6 + 0,164X7 + e. Uji F menunjukkan semua variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman bertani (X4), akses sumber informasi (X5), ketersediaan sarana prasarana (X6) dan peran penyuluh (X7) berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun (Y). Uji T atau parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun (Y) adalah pengalaman bertani (X4), akses sumber informasi (X5), ketersediaan sarana prasarana (X6) dan peran penyuluh (X7) sedangkan umur (X1), pendidikan (X2) dan luas lahan (X3) tidak berpengaruh signifikan.

2026-04-21 02:04:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius) Menggunakan Perangkap Keong Mas Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
3 months ago
Ditha Adelia (Medan, 2025)

Ditha Adelia, Nirm 01.01.21.240. Minat petani dalam pengendalian hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) menggunakan perangkap keong mas pada tanaman padi sawah di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat minat petani dalam menggunakan perangkap keong mas untuk mengendalikan hama wereng coklat dan untuk mengkaji variabel-variabel yang memengaruhi minat tersebut pada tanaman padi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, antara bulan Maret dan Mei 2025. Data dikumpulkan memakai kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebagai bagian dari teknik analisis deskriptif kuantitatif. Regresi linier berganda dan skala Likert digunakan dalam prosedur analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, 74,48% petani berminat menggunakan perangkap keong mas untuk mengurangi hama wereng coklat, yang termasuk dalam kategori tinggi. Faktor usia, pendidikan, luas lahan, dan fungsi penyuluh pertanian secara bersamaan memengaruhi tingkat minat petani. Pengalaman petani, pendapatan, informasi petani mempengaruhi minat petani, sedangkan secara parsial variabel umur dan pendidikan berpengaruh sangat nyata, luas lahan dan peran penyuluh pertanian berpengaruh sangat nyata, pendapatan berpengaruh sangat nyata, pengalaman petani dan informasi petani tidak berpengaruh terhadap minat petani.

2026-04-21 02:04:25 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Terhadap Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit (Tkks) Dan Palm Oil Mill Effluent (Pome) Sebagai Pupuk Organik Padat Di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
3 months ago
Adam Sukhri Lubis (Medan, 2025)

Adam Sukhri Lubis. NIRM. 01.02.21.197. Minat Pekebun terhadap Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai Pupuk Organik Padat di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat minat pekebun dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun terhadap pemanfaatan TKKS dan POME sebagai pupuk organik padat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun terhadap pemanfaatan TKKS dan POME sebagai pupuk organik padat berada kategori sedang dengan persentase 60,78%. Analisis regresi linear berganda terhadap minat pekebun diperoleh hasil sebagai berikut Y = 23,636 + 0,395X1 + 0,004X2 + 1,789X3 – 0,072X4 – 0,340X5 + 0,333X6 + 0,607X7 + e. Uji F menunjukkan semua variabel bebas yaitu umur (X1), pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman (X4), modal (X5), sarana dan prasarana (X6), dan peran penyuluh (X7) secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat minat pekebun (Y). Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun adalah luas lahan, modal, sarana prasarana, dan peran penyuluh. Sedangkan faktor-faktor lain seperti umur, pendidikan, dan pengalaman memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel minat pekebun (Y).

2026-04-21 02:04:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara
3 months ago
Siregar, Sri Atikah (Medan, 2025)

Sri A’tikah Siregar, Nirm. 01.01.21.265. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat keputusan petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo. Pelaksanaan pada bulan Maret-Mei 2025. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta wawancara, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Jumlah sampel dalam pengkajian ini sebanyak 80 orang. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit tergolong tinggi dengan persentase 79,42%. Sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit diperoleh persamaan Y= 13.696 + 0.256X1 + 0.362X2 + 0.151X3 + 0.465X4 + 0.537X5+ e. Secara parsial, variabel karakteristik petani, ekonomi, lingkungan sosial dan perubahan iklim berpengaruh nyata terhadap keputusan petani.

2026-04-20 07:04:08 admin@polbangtanmedan.ac.id
Adopsi Petani Dalam Penggunaan Alat Tanam Jagung (Corn Seeder) Di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara
3 months ago
Nababan, Rumata (Medan, 2025)

Rumata Nababan, Nirm. 01.01.21.261. Adopsi Petani dalam Penggunaan Alat Tanam Jagung (Corn Seeder) di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi petani dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Pengkajian ini di laksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 76 orang dengan teknik Systematis Sampling. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat adopsi petani digunakan skala likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani yaitu dengan variabel karakteristik inovasi, pengalaman berusahatani, karakteristik lahan, ketersediaan sumberdaya, dan sumber informasi menggunakan SPSS 26 dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) tergolong sangat tinggi (80,67%). Secara parsial, variabel yang berpengaruh sangat nyata terhadap adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) adalah pengalaman berusahatani dan ketersediaan sumberdaya.

2026-04-20 06:04:48 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Petani Terhadap Program Optimalisasi Lahan Dalam Meningkatkan Indeks Pertanaman (Ip) Padi Di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara
3 months ago
Perangin-angin, Raffi Aditya (Medan, 2025)

 Raffi Aditya Perangin-Angin, Nirm. 01.01.21.257. Respon Petani terhadap Program Optimalisasi Lahan dalam Meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari Pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat respon dan faktor-faktor yang memengaruhi petani terhadap program optimalisasi lahan dalam meningkatkan indeks pertanaman. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuisioner yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya. Sementara teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat respon petani terhadap program optimalisasi lahan dalam meningkatkan indeks pertanaman dengan tingkat respon sebesar 59,38%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi respon petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = -56.516 + 0,256X1 + 0,913X2 + 0,830X3 + 0,263X4 + 0,606X5 + 0,438X6 + 0,609X7 + e. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor umur, pendidikan, pengalaman usahatani, pendapatan, status kepemilikan lahan, dan peran penyuluh memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel. Sedangkan faktor luas lahan berpengaruh tidak signifikan dengan t-hitung lebih kecil dari pada t-tabel.

2026-04-20 03:04:38 admin@polbangtanmedan.ac.id