POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1522
Persepsi Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Kerajinan Tangan Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat
4 months ago
Tamara Yolanda (Medan, 2025)

Tamara Yolanda, Nirm. 01.02.21.261. Persepsi Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Kerajinan Tangan Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat. Lidi kelapa sawit merupakan salah satu limbah pertanian yang memiliki potensi tinggi untuk diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan yang tidak hanya memiliki nilai fungsional, tetapi juga nilai estetika. Tujuan pengkajian ini yaitu untuk mengkaji tingkat persepsi dan faktorfaktor- faktor yang memengaruhi persepsi Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi.Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Sirapit pada bulan Maret sampai Mei 2025. Metode Pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan penyebaran kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Pengkajian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif serta metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Tingkat Persepsi Kelompok Wanita Tani (KWT) tergolong tinggi dengan persentase sebesar 70%. Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap persepsi Kelompok Wanita Tani (KWT) adalah umur (X1), kosmopolitan (X4), pasar (X5), akses informasi/teknologi (X7) sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata adalah pendidikan (X2), tanggungan keluarga (X3), penerimaan (X6).

2026-05-18 08:05:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Efektivitas Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan
4 months ago
Sriani (Medan, 2025)

Sriani, Nirm. 01.02.21.226. Analisis Efektivitas Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan mengidentifikasi implementasi Program PSR, efektivitas Program PSR, dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat efektivitas Program PSR di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan pada bulan Desember sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PSR dilihat dari segi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) masih belum efektif. Efektivitas Program PSR ditinjau dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Pelaksanaan Program PSR di Kecamatan Silangkitang masih belum berjalan optimal karena masih terdapat beberapa kendala di 2 (dua) Desa, yang menyebabkan pelaksanaan Program PSR terhambat. Faktor pendukung efektivitas Program PSR adalah administrasi yang baik, kualitas sumber daya manusia, dukungan pemerintah. Faktor penghambat efektivitas Program PSR adalah dana yang belum terealisasi secara optimal, isu keberlanjutan, administrasi yang lambat, dan pendampingan oleh penyuluh, dinas dan tim pendamping belum optimal.

2026-05-18 07:05:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Terhadap Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Arabika Menjadi Pupuk Organik Di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun
4 months ago
Safrina Siregar (Medan, 2025)

Safrina Siregar, Nirm. 01.02.21.259. Persepsi Petani terhadap Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Arabika menjadi Pupuk Organik di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap pupuk organik dari limbah kulit kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap pupuk organik dari limbah kulit kopi arabika tergolong dalam kategori positif dengan persentase 85,65%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani terhadap pupuk organik dari limbah kulit kopi arabika secara simultan antara lain karakteristik inovasi (X1), sumber informasi (X2), lingkungan sosial (X3), peran kelompok tani (X4), dan peran penyuluh (X5). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani terhadap pupuk organik dari limbah kulit kopi arabika antara lain karakteristik inovasi (X1), sumber informasi (X2) dan peran kelompok tani (X4). Sedangkan variabel lingkungan sosial (X3) dan peran penyuluh (X5) tidak berpengaruh signifikn terhadap persepsi (Y). Persepsi positif menunjukkan bahwa petani menerima informasi (penyerapan) dengan baik, memahami manfaat dan cara penggunaan (pemahaman), serta menilai bahwa pupuk organik tersebut berguna dan layak diterapkan (penilaian). Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi pupuk organik memiliki potensi besar untuk diadopsi secara lebih luas oleh petani di daerah tersebut.

2026-05-18 06:05:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Kopi Arabika Di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
Ramadansyah, Rizky (Medan, 2025)

Rizky Ramadansyah, Nirm. 01.02.21.258. Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Kopi Arabika Di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produksi kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan pada bulan Maret 2025 sampai Mei 2025. Lokasi yang dipilih karena kecamatan tersebut adalah salah satu kecamatan yang banyak membudidayakan kopi arabika di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam menentukan sampel menggunakan purposive sampling yaitu sampel dipilih secara sengaja sesuai dengan kriteria pengkajian yang diinginkan untuk menjadi sampel pengkajian. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menyebar angket/kuesioner dan wawacara. Metode analisis yang digunakan adalah skala Likert untuk mengetahui tingkat pengaruh dan regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan produksi kopi arabika di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan. Secara simultan variabel bebas pembimbing (X1), organisator dan dinamisator (X2), inovator (X3), motivator (X4), dan katalisator (X5) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi kopi arabika. Sedangkan secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi kopi arabika adalah pembimbing (X1), organisator dan dinamisator (X2), inovator (X3), dan katalisator (X5) sedangkan motivator (X4) tidak berpengaruh signifikan.

2026-05-18 06:05:50 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
Riziq Syihab (Medan, 2025)

Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pada posisi Kuadran I yang memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang.

2026-05-18 05:05:45 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pengrajin Dalam Pemanfaatan Limbah Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Lidi Di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara
4 months ago
Riendra Prasetya (Medan, 2025)

Riendra Prasetya, Nirm. 01.02.21.255. Limbah pelepah kelapa sawit merupakan salah satu sumber biomassa yang berlimpah namun pemanfaatannya  masih terbatas, khususnya di Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah melalui pengolahan menjadi lidi sawit, yang memiliki potensi nilai ekonomi sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular. Meski demikian, tingkat motivasi pengrajin dalam memanfaatkan limbah ini relatif rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat motivasi pengrajin serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi lapangan. Penentuan  sampel dilakukan dengan metode snowball sampling terhadap 43 responden di beberapa desa di Kecamatan Marbau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi pengrajin berada pada kategori sedang. Faktor yang paling berpengaruh terhadap motivasi adalah ketersediaan bahan baku, jaminan pasar, dan tingkat kosmopolitan. Rendahnya motivasi disebabkan oleh keterbatasan akses bahan baku, minimnya interaksi dan jaringan antar pengrajin, serta belum adanya jaminan pasar yang kuat dan berkelanjutan. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit sebagai sumber pendapatan alternatif. Sebagai upaya peningkatan, diperlukan strategi pemberdayaan melalui penyuluhan intensif, pembentukan komunitas pengrajin, serta dukungan kebijakan dan pasar yang stabil. Dengan demikian, pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit dapat menjadi usaha yang berkelanjutan, memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, sekaligus berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

2026-05-18 05:05:35 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Dalam Penggunaan Benih Unggul Bersertifikat Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
M. Ridho Izhari (Medan, 2025)

M. Ridho Izhari, NIRM. 01.02.21.243. Minat Pekebun dalam Penggunaan Benih Unggul Bersertifikat Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah Untuk mengkaji tingkat minat dan faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit tergolong sedang dengan persentase sebesar 67,13%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor–faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit secara simultan antara lain pengalaman berusahatani (X1), kosmopolitan (X2), peran penyuluh (X3), peran kelompok tani (X4), harga benih (X5) dan lingkungan sosial (X6). Akan tetapi, secara parsial faktor faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit antara lain pengalaman berusahatani (X1), kosmopolitan (X2), peran kelompok tani (X4) dan lingkungan sosial (X6). Sedangkan peran penyuluh (X3) dan harga benih (X5) tidak berpengaruh signifikan terhadap Y (minat pekebun).

2026-05-18 03:05:45 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Pekebun Dalam Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Pakan Ternak Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
Irawan Fahtriansyah Muhamad (Medan, 2025)

Muhammad Fathriansyah Irawan, Nirm 01.02.21.212. Persepsi Pekebun Dalam Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Pakan Ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi pekebun dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi pada bulan April sampai dengan Mei 2023. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi, dan angket menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, selanjutnya metode analisis data menggunakan skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat sebesar 59,53% dengan kategori sedang, selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan sebagai Y = 0,379 + 0,111X1 -0,000001783X2 + 0,240X3 + 4,361X4 + 0,536X5 + e. Faktor-faktor yang berpengaruh secara parsial terhadap persepsi pekebun dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten langkat adalah pengalaman bertani, pendapatan, peran penyuluh, luas lahan dan lingkungan sosial.

2026-05-18 03:05:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
Josua Septian Tampubolon (Medan, 2025)

Josua Septian Tampubolon, Nirm. 01.02.21.208. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2025. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT, dengan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik analisis meliputi penyusunan matriks IFAS dan EFAS, serta perumusan strategi alternatif melalui matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan internal utama meliputi usia petani yang produktif, luas lahan, pengalaman bertani, perilaku petani, kesesuaian lahan, serta tersedianya sarana dan prasarana. Sementara kelemahan terletak pada tingkat pendidikan petani yang relatif rendah dan penggunaan bibit bersertifikat yang masih rendah. Peluang eksternal adalah harga jual kopi arabika yang kompetitif, persaingan dengan daerah lain, dan dukungan kebijakan pemerintah sedangkan ancaman utama adalah serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi arabika. Strategi utama yang dihasilkan adalah strategi SO (Strengths-Opportunities), yaitu Petani yang berada dalam usia produktif, memiliki pengalaman dan lahan memadai, serta berperilaku baik dalam budidaya, ditunjang lahan yang sesuai dan saran prasarana yang lengkap, dapat memanfaatkan harga jual tinggi dan program pemerintah untuk menghasilkan kopi berkualitas ekspor. Hal ini mendukung strategi pertumbuhan yang agresif dan berkelanjutan sehingga Meningkatkan daya saing.

2026-05-18 03:05:11 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Dalam Penggunaan Rorak Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
Fuad Fazri Al-Fath (Medan, 2025)

Fuad Fazri Al-Fath, NIRM. 01.02.21.241. Minat Pekebun dalam Penggunaan Rorak pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat minat dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat pekebun dalam penggunaan rorak pada tanaman kopi arabika. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pengkajian di laksanakan di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan pada bulan Maret 2025 - Mei 2025. Populasi kajian sebanyak 192 pekebun kopi arabika dari 6 kelompok tani di 3 desa yaitu Desa Bulu Mario, Aek Sagala, dan Sampean sedangkan sampel kajian sebanyak 66 pekebun kopi arabika. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan diperoleh tingkat minat pekebun dalam penggunaan rorak pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan sebesar 79,77%. Sementara, hasil regresi linear berganda diperoleh persamaan Y= 2825 - 0,190X1 + 0,081X2 - 0,510X3 + 0,259X4 + 0,330X5 + 0,426X6 + 0,149X7 + e. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat minat pekebun dalam penggunaan rorak pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipirok adalah umur (X1), pengalaman (X4), peran penyuluh (X5), peran kelompok tani (X6). Faktor – faktor yang tidak berpengaruh adalah pendidikan (X2), luas lahan (X3) dan lingkungan masyarakat (X7).

2026-05-18 03:05:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara
4 months ago
Siregar, Atikah Sri (Medan, 2025)

Sri A’tikah Siregar, Nirm. 01.01.21.265. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat keputusan petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo. Pelaksanaan pada bulan Maret-Mei 2025. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta wawancara, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Jumlah sampel dalam pengkajian ini sebanyak 80 orang. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit tergolong tinggi dengan persentase 79,42%. Sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit diperoleh persamaan Y= 13.696 + 0.256X1 + 0.362X2 + 0.151X3 + 0.465X4 + 0.537X5+ e. Secara parsial, variabel karakteristik petani, ekonomi, lingkungan sosial dan perubahan iklim berpengaruh nyata terhadap keputusan petani.

2026-05-13 03:05:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga Di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
4 months ago
Saskia Wahdini Harahap (Medan, 2025)

Saskia Wahdini Harahap, Nirm. 01.01.21.230. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Agrowisata memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi pedesaan, namun partisipasi petani dalam pengembangannya masih terbatas. Agrowisata Paloh Naga, hanya 75 dari 310 petani yang terlibat aktif, menunjukkan perlunya pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang memotivasi petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode sensus terhadap 75 petani yang terlibat aktif dalam agrowisata. Data dikumpulkan melalui kuesioner Skala Likert dan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan SEM-PLS untuk menguji pengaruh lima variabel bebas (lingkungan sosial, kerjasama, sarana prasarana, dukungan pemerintah, dan pendapatan) terhadap motivasi petani. Tingkat motivasi petani berada pada kategori sedang dengan persentase 52,74%. Lingkungan sosial (β=0,242; p=0,004), kerjasama (β=0,282; p=0,002), dan dukungan pemerintah (β=0,374; p=0,000) berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani. Dukungan pemerintah memberikan kontribusi terbesar dengan sumbangan relatif 39,07%. Sebaliknya, sarana prasarana dan pendapatan tidak berpengaruh signifikan. Model penelitian mampu menjelaskan 76,8% variabilitas motivasi petani (R²=0,768). Pengembangan agrowisata berkelanjutan memerlukan penguatan kerjasama, peningkatan lingkungan sosial yang kondusif, dan optimalisasi peran pemerintah sebagai fasilitator utama pengembangan agrowisata pedesaan.

2026-05-13 03:05:01 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Petani Dalam Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi Melalui Program Pompanisasi Di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
Salsabila Hasibuan (Medan, 2025)

Salsabila Hasibuan, Nirm. 01.01.21.262. Respon Petani Dalam Peningkatan Indeks Pertanaman Padi Melalui Program Pompaniasasi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat respon petani dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini di laksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir. Sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 78 orang dengan teknik Simple Random Sampling. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat respon petani digunakan skala likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi respon petani yaitu dengan variabel pengalaman, kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani menggunakan SPSS 23 dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi tergolong tinggi (78,6%). Secara parsial, variabel yang berpengaruh nyata terhadap respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi adalah faktor kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani.

2026-05-13 03:05:46 admin@polbangtanmedan.ac.id