POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1522
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung (Zea Mays L) Menjadi Briket Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
4 months ago
Bima Rizaldi Restu (Medan, 2025)

Restu Bima Rizaldi, Nirm. 01.01.21.259. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung Menjadi Briket di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk melihat tingkat minat dan faktor- faktor yang mempengaruhinya terhadap pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya dan wawancara. Sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat minat petani terhadap pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket tergolong tinggi dengan minat sebesar 70,2%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 30,279 + - 0,045X1 + 0,086X2 + 0,006X3 + -0,059X4 + -0,100X5 + 0,053X6 Secara simultan variabel pendidikan, teknologi, pengalaman, modal, pendapatan dan pemasaran berpengaruh terhadap minat petani. Secara parsial variabel teknologi, modal, pendapatan, serta pemasaran berpengaruh signifikan terhadap minat petani, sedangkan variabel pendidikan dan pengalaman tidak berpengaruh signifikan terhadap minat petani.

2026-05-13 02:05:22 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) Di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
4 months ago
Mulyani Pitri (Medan, 2025)

Pitri Mulyani, Nirm 01.01.21.223. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada bulan April sampai dengan Juni 2025. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam budidaya bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues. Metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan analisis regresi linear berganda. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 73 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 71,26% pada kategori tinggi, sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani diperoleh persamaan sebagai berikut. Y= 2,647 + 0,002 X1 + 0,258 X2 + 0,212 X3+ 0,503 X4. Secara simultan variabel karakteristik petani, penguasaan teknologi, modal, dan organisme pengganggu tanaman secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel perilaku petani dalam budidaya bawang merah, secara parsial variabel penguasaan teknologi dan serangan organisme pengganggu tanaman berpengaruh sangat nyata, variabel modal berpengaruh nyata, sedangkan variabel karakteristik petani berpengaruh tidak nyata terhadap perilaku petani dalam budidaya bawang merah.

2026-05-12 09:05:55 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Adopsi Petani Dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (Csa) Di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
Nabilla, Nurdiana (Medan, 2025)

Nurdiana Nabila, Nirm. 01.01.21.221. Faktor-faktor yang Memengaruhi Adopsi Petani dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (CSA) di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA) dan faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA). Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan April sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam pengkajian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah pengisian kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat adopsi petani digunakan teknik penentuan skor model Likert dan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani digunakan model analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program CSA di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai termasuk kategori sangat tinggi yaitu dengan persentase 86,95%. Dari hasil regresi linear terhadap faktorfaktor yang memengaruhi adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA) diperoleh persamaan Y= −11,506 − 0,368 X1 + 0,323 X2+ 0,261 X3 + 0,705 X4+ 0,156 X5 + 0,534X6 + 0,372X7. Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA) adalah umur (X1), tingkat pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman berusahatani (X4), peran penyuluh (X6), dan kosmopolitan (X7). Sedangkan faktor karakteristik inovasi (X5) berpengaruh tidak nyata.

2026-05-12 09:05:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Adaptasi Petani Padi Sawah Terhadap Perubahan Sistem Irigasi Oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3a) Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
4 months ago
Robby, Muhammad (Medan, 2025)

Perubahan sistem irigasi oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) diKecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, menuntut petani padi sawah untuk melakukan berbagai bentuk adaptasi guna mempertahankan produktivitas pertanian mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat adaptasi petani serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap 83 responden yang ditentukan dengan metode proportionate stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adaptasi petani berada pada kategori tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap adaptasi petani meliputi dukungan sosial, motivasi, pengalaman bertani, akses informasi, dan penyesuaian pola tanam. Sementara itu, kepemilikan lahan tidak memberikan pengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sosial dan akses informasi dalam meningkatkan kemampuan adaptasi petani terhadap perubahan  sistem irigasi. Oleh karena itu, penguatan dukungan sosial dan kegiatan penyuluhan pertanian menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan pertanian berbasis irigasi.

2026-05-11 03:05:06 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Organik Biochar Pakis Kawat (Dicranopteris Linearis) Dalam Upaya Produksi Jagung (Zea Mays L.) Di Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan
4 months ago
Sinaga, Muhammad Fauzi (Medan, 2025)

Muhammad Pauzi Sinaga, Nirm 01.01.21.250. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Organik Biochar Pakis Kawat (Dicranopteris linearis) Dalam Upaya Peningkatan Produksi Jagung (Zea mays L.) Di Lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk merancang penyuluhan pemanfaatan organik biochar pakis kawat (Dicranopteris linearis) dalam upaya peningkatan produksi jagung (Zea mays L.) di lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Penurunan produksi jagung yang signifikan, dari 15.330,65 ton pada tahun 2022 menjadi 14.509,33 ton pada tahun 2023, mendorong penelitian ini. Biochar pakis kawat diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung. Metode yang digunakan meliputi pendekatan eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) serta penyuluhan melalui ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi 50% tanah top soil dan 50% biochar pakis kawat memberikan pertumbuhan yang optimal dan signifikan. Tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan berat basah jagung mengalami peningkatan yang signifikan. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 82,12%, yang menunjukkan bahwa penyuluhan ini sangat efektif. Dengan demikian, pemanfaatan organik biochar pakis kawat berpotensi meningkatkan produksi jagung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Pengkajian ini menyarankan agar penggunaan biochar pakis kawat diadopsi secara luas dalam praktik pertanian di daerah tersebut.

2026-05-11 03:05:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Bahan Organik Dari Pakis Kawat (Dicranopteris Linearis) Dalam Upaya Peningkatan Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Di Food Estate Kecamatan Pollung
4 months ago
Marpaung, Maxcwell (Medan, 2025)

Maxcwell Nirm. 01.01.21.249. Rancangan penyuluhan pemanfaatan bahan organik dari pakis kawat dalam upaya peningkatan produksi bawang merah di Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui campuran dan komposisi terbaik antara biochar pakis kawat dan tanah andisol dalam menurunkan retensi P (2) Mendesain rancangan penyuluhan yang efektif mengenai pemanfaatan biochar pakis kawat di lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan (3) Untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang telah dirancang dan disuluhkan. Pengkajian teknis menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari empat perlakuan dengan dosis biochar pakis kawat yang berbeda-beda dan memiliki tiga kali ulangan untuk setiap tanamannya, sedangkan kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Analisis data menggunakan skala Likert dan pengolahan data menggunakan SPSS 25. Hasil pengkajian menunjukkan (1) Pemberian biochar pakis kawat 50% memberikan pengaruh terbaik dan dapat meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah. (2) Rancangan penyuluhan yang efektif meliputi, Tujuan, Sasaran, Materi, Media, Metode, Volume, Lokasi, Waktu, dan Biaya sesuai dengan kebutuhan petani. (3) Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang telah dan didesain dan di laksanaan sebesar 86,04% yang tergolong sangat efektif.

2026-05-11 02:05:25 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Mochi Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.)
4 months ago
Feni Yesica Naibaho (Medan, 2025)

Feni Yesica Naibaho, NIRM. 01.01.21.210. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas merupakan komoditas lokal yang kaya nutrisi serta berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah guna meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung ubi jalar ungu terhadap kualitas mochi, menganalisis persepsi petani terhadap inovasi mochi, serta merancang penyuluhan yang tervalidasi mengenai pembuatan mochi Tepung Ubi Jalar Ungu. Penelitian meliputi kajian teknis, analisis persepsi petani, dan validasi rancangan penyuluhan. Kajian teknis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan konsentrasi tepung ubi jalar ungu (10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%) serta tiga ulangan. Parameter yang diamati mencakup kadar air dan uji organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur, dan penampakan keseluruhan). Analisis persepsi dilakukan secara kualitatif melalui wawancara dan reduksi data, sedangkan validasi rancangan penyuluhan dinilai dengan skala Likert lima kategori.  Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik adalah 20% tepung ubi jalar ungu yang menghasilkan mutu organoleptik paling baik. Persepsi petani terhadap inovasi mochi tergolong positif. Hasil validasi menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan dalam kategori efektif dengan nilai 80,68%, serta evaluasi penyuluhan memperlihatkan peningkatan pengetahuan petani sebesar 68,8%.

2026-05-11 01:05:29 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Kelompok Tani Terhadap Program Brigade Pangan Di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
Nurbaiti, Dinda (Medan, 2025)

Dinda Nurbaiti, Nirm. 01.01.21.239. Respon Kelompok Tani terhadap Program Brigade Pangan di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis respon kelompok tani terhadap program Brigade Pangan di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat, sekaligus menelaah sejauh mana dukungan pemerintah, pendapatan, serta kepuasan petani berpengaruh terhadap respon yang ditunjukkan. Program Brigade Pangan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pendekatan agribisnis modern yang menekankan pada optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas petani. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara pada periode Maret hingga Mei 2025. Jenis pengkajian yang digunakan adalah survei dengan metode kuantitatif deskriptif. Respon kelompok tani dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan pengaruh antar variabel diuji dengan model Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) melalui perangkat lunak Smart-PLS. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa respon kelompok tani terhadap Program Brigade Pangan berada pada kategori sedang dengan persentase 28,57%. Analisis SEM-PLS menegaskan bahwa dukungan pemerintah (X1), pendapatan (X2), dan kepuasan petani (X3) berpengaruh signifikan terhadap respon kelompok tani. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh sinergi antara kebijakan pemerintah, peningkatan kesejahteraan ekonomi, serta kepuasan petani terhadap manfaat program yang diterima. Dengan demikian, diperlukan strategi lanjutan untuk memperkuat respon petani agar program dapat berkelanjutan

2026-05-11 01:05:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Bioinsektisida Bacillus Thuringiensis Terhadap Hama Ulat Kantung (Metisa Plana) Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Pt Umada Kebun Pernantian
4 months ago
P, Yitzak Christanta (Medan, 2025)

Yitzak Christanta P, NIRM 01.04.21.227. Ulat kantung (Metisa plana) merupakan salah satu hama yang dapat menurunkan tingkat produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan insektisida kimia berdampak negatif terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif ramah lingkungan seperti bioinsektisida Bacillus thuringiensis. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh bioinsektisida Bacillus thuringiensis terhadap mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik serta mengetahui efektivitas bioinsektisida Bacillus thuringiensis dalam mengendalikan hama ulat kantung. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Penangkaran Sycanus PT Umada Kebun Pernantian, dimulai dari bulan Oktober 2024 sampai dengan bulan Maret 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan yaitu kontrol (tanpa perlakuan), tiga dosis bioinsektisida Bacillus thuringiensis (10g/L, 15g/L dan 20 g/L) serta satu perlakuan sebagai pembanding menggunakan insektisida kimia (3 ml/L). Masing-masng ulangan terdiri dari lima ekor hama ulat kantung yang diamati selama 7 hari. Parameter yang diamati meliputi mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik hama ulat kantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bioinsektisida Bacillus thuringiensis memberikan pengaruh terhadap mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik hama ulat kantung. Penggunaan dosis bioinsektisida Bacillus thuringiensis pada dosis tertinggi (20 g/L) efektif dalam mengendalikan hama ulat kantung walaupun cara kerjanya tidak secepat insektisida kimia.

2026-05-04 07:05:42 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Uji Organoleptik Dan Sifat Fisikokimia Margarin Berbahan Baku Minyak Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Dengan Tambahan Minyak Kelapa
4 months ago
Hutauruk, Wella Maria Goretha (Medan, 2025)

Wella Maria Goretha Hutauruk, Nirm 01.04.21.197. Analisis Uji organoleptic Dan Sifat Fisikokimia Margarin Berbahan Baku Minyak Kelaoa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan Tambahan Minyak Kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji uji organoleptik dan sifat fisikokimia margarin berbahan baku minyak kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan penambahan minyak kelapa. Minyak kelapa sawit merupakan komoditas utama penghasil minyak nabati di Indonesia, sedangkan minyak kelapa dikenal memiliki aroma khas serta kandungan asam lemak jenuh rantai sedang yang dapat memengaruhi cita rasa dan tekstur produk akhir. Margarin dalam penelitian ini dibuat dengan empat perlakuan dengan perbandingan formulasi minyak kelapa sawit dan minyak kelapa 70:30, 50:50, 30:70, dan 0:100. Data disajikan dengan mean ± stdev, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Uji organoleptik dilakukan dengan menilai warna, bau, dan rasa menggunakan uji hedonik skala 1–9 oleh panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi dengan proporsi 50% minyak kelapa sawit dan 50% minyak kelapa memberikan hasil terbaik dari segi warna, bau, dan rasa. Kemudian margarin diuji untuk mengetahui kadar air, kadar lemak, kandungan vitamin A dan D, serta angka lempeng total dan hasilnya dibandingan dengan SNI 3541:2014. Parameter yang memenuhi 3541:2014 yaitu kadar air, kadar lemak, dan angka lempeng total. Sementara parameter yang belum memenuhi SNI 3541:2014 yaitu vitamin A dan D. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua minyak nabati lokal tersebut berpotensi menghasilkan margarin dengan karakteristik sensori yang baik dan lebih sehat.

2026-05-04 06:05:23 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Volume Air Siraman Dan Pemberian Pupuk Npk Emcote 15.15.6.4 Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery Di Pt. Abdi Budi Mulia
4 months ago
Tarigan, Salni Pagit Dewita (Medan, 2025)

Salni Pagit Dewita Tarigan, Nirm 01.04.21.222. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh volume air siraman yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery, mengkaji pengaruh Pemberian pupuk NPK dengan taraf yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery, dan mengkaji kombinasi manakah yang optimal antara volume air siraman dan dosis pupuk NPK untuk pertumbuhan yang efektif bibit kelapa sawit pada fase pre nursery. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 – Februari 2025. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor pertama volume air siraman terdiri dari 6 taraf A1 (50 ml), A2 (100 ml), ,A3 (150 ml),, A4 (200 ml), A5 (250 ml), A6 (300 ml). Faktor kedua yaitu pemberian pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu P1 (5 gr), P2 (10 gr), P3 (15 gr). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Parameter diamati meliputi tingg tanaman, panjang daun, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, berat basah akar, berat kering akar. Data dianalisismenggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan Volume mir siraman 100 ml/tanaman dan perlakuan pemberian pupuk NPK 5 gr/polybag merupakan perlakuan terbaik. Selanjutnya interaksi antara perlakuan volume air siraman dan pemberian pupuk NPK 100 ml/tanaman dan 5 gr/polybag merupakan kombinasi perlakuan terbaik.

2026-05-04 03:05:38 admin@polbangtanmedan.ac.id