POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1522
Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Kopi Arabika Di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara
5 months ago
Ramadansyah, Rizky (Medan, 2025)

Rizky Ramadansyah, Nirm. 01.02.21.258. Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Kopi Arabika Di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produksi kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan pada bulan Maret 2025 sampai Mei 2025. Lokasi yang dipilih karena kecamatan tersebut adalah salah satu kecamatan yang banyak membudidayakan kopi arabika di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam menentukan sampel menggunakan purposive sampling yaitu sampel dipilih secara sengaja sesuai dengan kriteria pengkajian yang diinginkan untuk menjadi sampel pengkajian. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menyebar angket/kuesioner dan wawacara. Metode analisis yang digunakan adalah skala Likert untuk mengetahui tingkat pengaruh dan regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan produksi kopi arabika di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan. Secara simultan variabel bebas pembimbing (X1), organisator dan dinamisator (X2), inovator (X3), motivator (X4), dan katalisator (X5) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi kopi arabika. Sedangkan secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi kopi arabika adalah pembimbing (X1), organisator dan dinamisator (X2), inovator (X3), dan katalisator (X5) sedangkan motivator (X4) tidak berpengaruh signifikan.

2026-04-21 07:04:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Dalam Melakukan Konservasi Tanah Dan Air Dengan Sistem Rorak Pada Perkebunan Kopi Arabika Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi
5 months ago
Pratama, Prima Prasasti (Medan, 2025)

Prima Prasasti Pratama, Nirm. 01.02.21.252. Persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika tergolong dalam kategori positif dengan persentase 75%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika secara simultan antara lain pendidikan formal (X1), pengalaman bertani (X2), ketersediaan modal (X3), luas lahan (X4), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), Ketersediaan saprodi (X7), dan lingkungan sosial (X8). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika antara lain pengalaman bertani (X2), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), lingkungan sosial (X8). Sedangkan variabel pendidikan formal (X1) ketersediaan modal (X3), luas lahan (X4), ketersediaan saprodi (X7) tidak berpengaruh signifikn terhadap persepsi (Y)

2026-04-21 03:04:36 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Pekebun Dalam Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Pakan Ternak Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
5 months ago
Irawan, Mhd Fathriansyah (Medan, 2025)

Muhammad Fathriansyah Irawan, Nirm 01.02.21.212. Persepsi Pekebun Dalam Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Pakan Ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi pekebun dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi pada bulan April sampai dengan Mei 2023. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi, dan angket menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, selanjutnya metode analisis data menggunakan skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat sebesar 59,53% dengan kategori sedang, selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan sebagai Y = 0,379 + 0,111X1 -0,000001783X2 + 0,240X3 + 4,361X4 + 0,536X5 + e. Faktor-faktor yang berpengaruh secara parsial terhadap persepsi pekebun dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten langkat adalah pengalaman bertani, pendapatan, peran penyuluh, luas lahan dan lingkungan sosial.

2026-04-21 02:04:55 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap Dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKO) Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang
5 months ago
Ferdy Pratama (Medan, 2025)

Ferdy Pratama, NIRM. 01.02.21.240. Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji tingkat minat pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhi Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengkajian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sementara metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun berada pada kategori sedang yaitu 63,93%, Hasil regresi linear berganda terhadap minat pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 10,374 + 0,075X1 + 0,340X2 – 0,550X3 – 0,291X4 + 0,488X5 + 0,249X6 + 0,164X7 + e. Uji F menunjukkan semua variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman bertani (X4), akses sumber informasi (X5), ketersediaan sarana prasarana (X6) dan peran penyuluh (X7) berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun (Y). Uji T atau parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun (Y) adalah pengalaman bertani (X4), akses sumber informasi (X5), ketersediaan sarana prasarana (X6) dan peran penyuluh (X7) sedangkan umur (X1), pendidikan (X2) dan luas lahan (X3) tidak berpengaruh signifikan.

2026-04-21 02:04:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius) Menggunakan Perangkap Keong Mas Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
5 months ago
Ditha Adelia (Medan, 2025)

Ditha Adelia, Nirm 01.01.21.240. Minat petani dalam pengendalian hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) menggunakan perangkap keong mas pada tanaman padi sawah di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat minat petani dalam menggunakan perangkap keong mas untuk mengendalikan hama wereng coklat dan untuk mengkaji variabel-variabel yang memengaruhi minat tersebut pada tanaman padi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, antara bulan Maret dan Mei 2025. Data dikumpulkan memakai kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebagai bagian dari teknik analisis deskriptif kuantitatif. Regresi linier berganda dan skala Likert digunakan dalam prosedur analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, 74,48% petani berminat menggunakan perangkap keong mas untuk mengurangi hama wereng coklat, yang termasuk dalam kategori tinggi. Faktor usia, pendidikan, luas lahan, dan fungsi penyuluh pertanian secara bersamaan memengaruhi tingkat minat petani. Pengalaman petani, pendapatan, informasi petani mempengaruhi minat petani, sedangkan secara parsial variabel umur dan pendidikan berpengaruh sangat nyata, luas lahan dan peran penyuluh pertanian berpengaruh sangat nyata, pendapatan berpengaruh sangat nyata, pengalaman petani dan informasi petani tidak berpengaruh terhadap minat petani.

2026-04-21 02:04:25 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Terhadap Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit (Tkks) Dan Palm Oil Mill Effluent (Pome) Sebagai Pupuk Organik Padat Di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
5 months ago
Adam Sukhri Lubis (Medan, 2025)

Adam Sukhri Lubis. NIRM. 01.02.21.197. Minat Pekebun terhadap Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai Pupuk Organik Padat di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat minat pekebun dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun terhadap pemanfaatan TKKS dan POME sebagai pupuk organik padat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun terhadap pemanfaatan TKKS dan POME sebagai pupuk organik padat berada kategori sedang dengan persentase 60,78%. Analisis regresi linear berganda terhadap minat pekebun diperoleh hasil sebagai berikut Y = 23,636 + 0,395X1 + 0,004X2 + 1,789X3 – 0,072X4 – 0,340X5 + 0,333X6 + 0,607X7 + e. Uji F menunjukkan semua variabel bebas yaitu umur (X1), pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman (X4), modal (X5), sarana dan prasarana (X6), dan peran penyuluh (X7) secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat minat pekebun (Y). Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun adalah luas lahan, modal, sarana prasarana, dan peran penyuluh. Sedangkan faktor-faktor lain seperti umur, pendidikan, dan pengalaman memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel minat pekebun (Y).

2026-04-21 02:04:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara
5 months ago
Siregar, Sri Atikah (Medan, 2025)

Sri A’tikah Siregar, Nirm. 01.01.21.265. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat keputusan petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo. Pelaksanaan pada bulan Maret-Mei 2025. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta wawancara, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Jumlah sampel dalam pengkajian ini sebanyak 80 orang. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit tergolong tinggi dengan persentase 79,42%. Sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit diperoleh persamaan Y= 13.696 + 0.256X1 + 0.362X2 + 0.151X3 + 0.465X4 + 0.537X5+ e. Secara parsial, variabel karakteristik petani, ekonomi, lingkungan sosial dan perubahan iklim berpengaruh nyata terhadap keputusan petani.

2026-04-20 07:04:08 admin@polbangtanmedan.ac.id
Adopsi Petani Dalam Penggunaan Alat Tanam Jagung (Corn Seeder) Di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara
5 months ago
Nababan, Rumata (Medan, 2025)

Rumata Nababan, Nirm. 01.01.21.261. Adopsi Petani dalam Penggunaan Alat Tanam Jagung (Corn Seeder) di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi petani dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Pengkajian ini di laksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 76 orang dengan teknik Systematis Sampling. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat adopsi petani digunakan skala likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani yaitu dengan variabel karakteristik inovasi, pengalaman berusahatani, karakteristik lahan, ketersediaan sumberdaya, dan sumber informasi menggunakan SPSS 26 dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) tergolong sangat tinggi (80,67%). Secara parsial, variabel yang berpengaruh sangat nyata terhadap adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) adalah pengalaman berusahatani dan ketersediaan sumberdaya.

2026-04-20 06:04:48 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Petani Terhadap Program Optimalisasi Lahan Dalam Meningkatkan Indeks Pertanaman (Ip) Padi Di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara
5 months ago
Perangin-angin, Raffi Aditya (Medan, 2025)

 Raffi Aditya Perangin-Angin, Nirm. 01.01.21.257. Respon Petani terhadap Program Optimalisasi Lahan dalam Meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari Pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat respon dan faktor-faktor yang memengaruhi petani terhadap program optimalisasi lahan dalam meningkatkan indeks pertanaman. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuisioner yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya. Sementara teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat respon petani terhadap program optimalisasi lahan dalam meningkatkan indeks pertanaman dengan tingkat respon sebesar 59,38%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi respon petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = -56.516 + 0,256X1 + 0,913X2 + 0,830X3 + 0,263X4 + 0,606X5 + 0,438X6 + 0,609X7 + e. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor umur, pendidikan, pengalaman usahatani, pendapatan, status kepemilikan lahan, dan peran penyuluh memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel. Sedangkan faktor luas lahan berpengaruh tidak signifikan dengan t-hitung lebih kecil dari pada t-tabel.

2026-04-20 03:04:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) Di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
5 months ago
Mulyani, Pitri (Medan, 2025)

Pitri Mulyani, Nirm 01.01.21.223. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada bulan April sampai dengan Juni 2025. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam budidaya bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues. Metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan analisis regresi linear berganda. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 73 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 71,26% pada kategori tinggi, sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani diperoleh persamaan sebagai berikut. Y= 2,647 + 0,002 X1 + 0,258 X2 + 0,212 X3+ 0,503 X4. Secara simultan variabel karakteristik petani, penguasaan teknologi, modal, dan organisme pengganggu tanaman secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel perilaku petani dalam budidaya bawang merah, secara parsial variabel penguasaan teknologi dan serangan organisme pengganggu tanaman berpengaruh sangat nyata, variabel modal berpengaruh nyata, sedangkan variabel karakteristik petani berpengaruh tidak nyata terhadap perilaku petani dalam budidaya bawang merah.

2026-04-20 03:04:11 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Adopsi Petani Dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (Csa) Di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara
5 months ago
Nabilla, Nurdiana (Medan, 2025)

Nurdiana Nabila, Nirm. 01.01.21.221. Faktor-faktor yang Memengaruhi Adopsi

Petani dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (CSA) di

Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan dari penelitian ini

adalah mengetahui tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate

Smart Agriculture (CSA) dan faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam

keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA). Penelitian ini

dilaksanakan di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan

April sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam

pengkajian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang

dilakukan adalah pengisian kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Metode

analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat adopsi petani digunakan teknik

penentuan skor model Likert dan untuk mengetahui faktor-faktor yang

memengaruhi adopsi petani digunakan model analisis regresi linear berganda. Hasil

pengkajian menunjukkan tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program CSA

di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai termasuk kategori sangat

tinggi yaitu dengan persentase 86,95%. Dari hasil regresi linear terhadap faktorfaktor

yang memengaruhi adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate

Smart Agriculture (CSA) diperoleh persamaan Y= −11,506 − 0,368 X1 + 0,323 X2+

0,261 X3 + 0,705 X4+ 0,156 X5 + 0,534X6 + 0,372X7. Faktor-faktor yang

berpengaruh secara nyata terhadap adopsi petani dalam keberlanjutan program

Climate Smart Agriculture (CSA) adalah umur (X1), tingkat pendidikan (X2), luas

lahan (X3), pengalaman berusahatani (X4), peran penyuluh (X6), dan kosmopolitan

(X7). Sedangkan faktor karakteristik inovasi (X5) berpengaruh tidak nyata

2026-04-20 03:04:35 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Abon Jamur Tiram Pada Petani Jamur Tiram
5 months ago
Lubis, Nur Ainun Fadhilah (Medan, 2025)

Nur’ainun Fadhilah Lubis, Nirm 01.01.21.253. Rancangan Penyuluhan Pembuatan Abon Jamur Tiram Pada Petani Jamur Tiram. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk (1) Mengetahui pengaruh penggunaan jamur tiram sebagai bahan baku utama terhadap mutu abon yang dihasilkan. (2) Mengetahui tingkat persepsi petani terhadap inovasi teknologi pembuatan abon dari jamur tiram. (3) Mendesain rancangan penyuluhan tentang pembuatan abon dari jamur tiram yang tervalidasi. Pengkajian teknis menggunakan metode eksperimental untuk mengetahui pengaruh konsentrasi jamur tiram terhadap mutu abon yang terdiri dari empat perlakuan. Kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan wawancara. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Analisis data menggunakan skala Likert dan pengolahan data menggunakan SPSS 25. Hasil pengkajian menunjukkan (1) Hasil terbaik dari pembuatan abon dari jamur tiram ada pada perlakuan P1 dengan konsentrasi 60% jamur tiram dan 40% daging ayam. (2) Persepsi petani terhadap inovasi teknologi pembuatan abon dari jamur tiram tergolong tinggi dengan persentase 79%. (3) Hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat penerimaan rancangan penyuluhan di Kecamatan Kutalimbaru sebesar 82,8% dan tergolong sangat efektif.

2026-04-20 03:04:20 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kohesivitas Kelomp Ok Tani Dalam Menjalankan Fungsi Unit Produksi Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang
5 months ago
P, Novi Anggiana (Medan, 2025)

Novi Anggiana P, Nirm 01.01.21.220. Faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang pada Maret 2025 sampai dengan Mei 2025. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Sedangkan, teknik analisis data menggunakan skala Liket dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungi unit produksi usahatani padi sawah di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 78,46%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah diperoleh persamaan berikut Y = 4,702 + 0,170X1 + 0,430X2 + 0,946X3 - 0,350X4 + 0,560X5 + 0,552X6 + e, dimana interaksi sosial (X2), tujuan kelompok (X3), konflik kelompok (X5) dan peran dalam kelompok (X6) menunjukkan pengaruh yang signifikan. Sedangkan ketertarikan (X1) dan ukuran kelompok (X4) menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan.

2026-04-20 02:04:33 admin@polbangtanmedan.ac.id