POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1522
Analisis Penerapan Good Agriculture Practice (Gap) Pada Tanaman Jagung: Studi Kasus Di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara
5 months ago
Manullang, Nikita Angel (Medan, 2025)

Nikita Angel Manullang, Nirm 01.01.21.219. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat penerapan Good Agriculture Practices (GAP) dalam budidaya jagung; (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi GAP; dan (3) mengkaji secara komprehensif praktik budidaya jagung dari awal tanam hingga pascapanen serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutannya di Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan desain sequential explanatory, yang diawali analisis kuantitatif dan dilanjutkan dengan pendalaman kualitatif. Sampel sebanyak 148 responden diambil menggunakan teknik sampel jenuh, di mana seluruh populasi yang memenuhi kriteria dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Analisis data kuantitatif menggunakan regresi linear berganda, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan Nvivo melalui visualisasi concept map. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi GAP berada pada kategori tinggi dengan skor 78,41%. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel karakteristik petani (X1), peran penyuluh (X2), sarana dan prasarana (X3), karakteristik wilayah (X4), dan sifat inovasi (X5) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap adopsi GAP (Fhitung = 22,846 > Ftabel = 2,28; sig. = 0,000). Secara parsial, variabel peran penyuluh (X2), sarana dan prasarana (X3), karakteristik wilayah (X4), dan sifat inovasi (X5) berpengaruh nyata, sedangkan karakteristik petani (X1) tidak berpengaruh nyata (thitung = 1,238 < ttabel = 1,97; sig. = 0,218). Variabel karakteristik wilayah (X4) memberikan kontribusi paling dominan terhadap adopsi GAP dengan sumbangan relatif sebesar 41,7% dan sumbangan efektif sebesar 31,1%. Secara kualitatif, ditemukan bahwa praktik GAP yang diterapkan petani merupakan hasil adaptasi antara tradisi lokal dan teknologi modern, yang dipengaruhi oleh topografi, akses sarana, dan keterbatasan pelatihan teknis, dengan beberapa aspek belum optimal, seperti pembumbunan dan pengendalian hama. Faktor keberlanjutan dipengaruhi oleh penyuluhan, sarana, serta penyesuaian inovasi terhadap kondisi lokal.

2026-04-20 02:04:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Adaptasi Petani Padi Sawah Terhadap Perubahan Sistem Irigasi Oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3a) Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
5 months ago
Robby,mhd (Medan, 2025)

Perubahan sistem irigasi oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di

Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, menuntut petani padi sawah untuk

melakukan berbagai bentuk adaptasi guna mempertahankan produktivitas pertanian

mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat adaptasi petani serta

mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan

adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan

wawancara terhadap 83 responden yang ditentukan dengan metode proportionate

stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adaptasi petani berada pada kategori

tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap adaptasi petani meliputi

dukungan sosial, motivasi, pengalaman bertani, akses informasi, dan penyesuaian

pola tanam. Sementara itu, kepemilikan lahan tidak memberikan pengaruh

signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sosial dan akses

informasi dalam meningkatkan kemampuan adaptasi petani terhadap perubahan

sistem irigasi. Oleh karena itu, penguatan dukungan sosial dan kegiatan penyuluhan

pertanian menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan pertanian berbasis irigasi.

2026-04-20 02:04:44 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Organik Biochar Pakis Kawat (Dicranopteris Linearis) Dalam Upaya Produksi Jagung (Zea Mays L.) Di Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan
5 months ago
Sinaga, Mhd Pauji (Medan, 2025)

Muhammad Pauzi Sinaga, Nirm 01.01.21.250. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Organik Biochar Pakis Kawat (Dicranopteris linearis) Dalam Upaya Peningkatan Produksi Jagung (Zea mays L.) Di Lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk merancang penyuluhan pemanfaatan organik biochar pakis kawat (Dicranopteris linearis) dalam upaya peningkatan produksi jagung (Zea mays L.) di lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Penurunan produksi jagung yang signifikan, dari 15.330,65 ton pada tahun 2022 menjadi 14.509,33 ton pada tahun 2023, mendorong penelitian ini. Biochar pakis kawat diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung. Metode yang digunakan meliputi pendekatan eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) serta penyuluhan melalui ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi 50% tanah top soil dan 50% biochar pakis kawat memberikan pertumbuhan yang optimal dan signifikan. Tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan berat basah jagung mengalami peningkatan yang signifikan. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 82,12%, yang menunjukkan bahwa penyuluhan ini sangat efektif. Dengan demikian, pemanfaatan organik biochar pakis kawat berpotensi meningkatkan produksi jagung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Pengkajian ini menyarankan agar penggunaan biochar pakis kawat diadopsi secara luas dalam praktik pertanian di daerah tersebut.

2026-04-20 02:04:13 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Bahan Organik Dari Pakis Kawat (Dicranopteris Linearis) Dalam Upaya Peningkatan Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Di Food Estate Kecamatan Pollung
5 months ago
Marpaung, Maxcwel (Medan, 2025)

Maxcwell Nirm. 01.01.21.249. Rancangan penyuluhan pemanfaatan bahan organik dari pakis kawat dalam upaya peningkatan produksi bawang merah di Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui campuran dan komposisi terbaik antara biochar pakis kawat dan tanah andisol dalam menurunkan retensi P (2) Mendesain rancangan penyuluhan yang efektif mengenai pemanfaatan biochar pakis kawat di lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan (3) Untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang telah dirancang dan disuluhkan. Pengkajian teknis menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari empat perlakuan dengan dosis biochar pakis kawat yang berbeda-beda dan memiliki tiga kali ulangan untuk setiap tanamannya, sedangkan kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Analisis data menggunakan skala Likert dan pengolahan data menggunakan SPSS 25. Hasil pengkajian menunjukkan (1) Pemberian biochar pakis kawat 50% memberikan pengaruh terbaik dan dapat meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah. (2) Rancangan penyuluhan yang efektif meliputi, Tujuan, Sasaran, Materi, Media, Metode, Volume, Lokasi, Waktu, dan Biaya sesuai dengan kebutuhan petani. (3) Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang telah dan didesain dan di laksanaan sebesar 86,04% yang tergolong sangat efektif.

2026-04-20 02:04:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Kelompok Tani Terhadap Program Brigade Pangan Di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
5 months ago
Nurbaiti, Dinda (Medan, 2026)

Dinda Nurbaiti, Nirm. 01.01.21.239. Respon Kelompok Tani terhadap Program

Brigade Pangan di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat. Pengkajian ini

bertujuan untuk menganalisis respon kelompok tani terhadap program Brigade

Pangan di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat, sekaligus menelaah sejauh

mana dukungan pemerintah, pendapatan, serta kepuasan petani berpengaruh

terhadap respon yang ditunjukkan. Program Brigade Pangan merupakan salah satu

upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pendekatan

agribisnis modern yang menekankan pada optimalisasi lahan dan peningkatan

produktivitas petani. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Babalan Kabupaten

Langkat Provinsi Sumatera Utara pada periode Maret hingga Mei 2025. Jenis

pengkajian yang digunakan adalah survei dengan metode kuantitatif deskriptif.

Respon kelompok tani dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan

pengaruh antar variabel diuji dengan model Structural Equation Modeling (SEM)

berbasis Partial Least Square (PLS) melalui perangkat lunak Smart-PLS. Hasil

pengkajian menunjukkan bahwa respon kelompok tani terhadap Program Brigade

Pangan berada pada kategori sedang dengan persentase 28,57%. Analisis SEM-PLS

menegaskan bahwa dukungan pemerintah (X1), pendapatan (X2), dan kepuasan

petani (X3) berpengaruh signifikan terhadap respon kelompok tani. Temuan ini

mengindikasikan bahwa keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh sinergi

antara kebijakan pemerintah, peningkatan kesejahteraan ekonomi, serta kepuasan

petani terhadap manfaat program yang diterima. Dengan demikian, diperlukan

strategi lanjutan untuk memperkuat respon petani agar program dapat

berkelanjutan

2026-04-20 01:04:09 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Penggunaan Pupuk Organik Pada Pertanaman Bawang Merah Varietas Biru Lancor Di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara
7 months ago
Sialagan, Ordolina (Medan, 2024)

Odorlina Siallagan NIRM. RPL.01.01.21.300. Pengkajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian dan menganalisis presentase tingkat penerimaan petani dalam penetapan tujuan, sasaran, materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya dan rancangan penyuluhan pertanian penggunaan pupuk organik terhadap pertanaman bawang merah varietas biru lancor di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Simanindo pada bulan Juni sampai dengan Juli 2023 dengan menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan jenis pengkajian kuantitatif deskriptif. Sementara analisis datanya dengan menggunakan skala likert setelah dilaksanakan kegiatan penyuluhan. Identifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian yang terdiri dari beberapa permasalahan dan beberapa potensi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani. Sasaran penyuluhan yaitu petani yang melakukan budidaya tanaman bawang merah di Desa Cinta Dame di Kecamatan Simanindo, yaitu Desa Tuktuk Siadong sebanyak 3 kelompok tani dengan jumlah anggota 63 orang dan Desa Cinta Dame sebanyak 3 kelompok tani dengan jumlah 59 orang yang membudidayakan bawang merah di Kecamatan Simanindo. Persentase tingkat penerimaan petani dalam penetapan sasaran penyuluhan didominasi dengan 54.5% sangat setuju yang berarti sangat positif, tujuan penyuluhan didominasi dengan 82.4% sangat setuju, media penyuluhan didominasi dengan 72.6% sangat setuju, materi penyuluhan didominasi dengan 58.2% sangat setuju, metode penyuluhan didominasi dengan 67.3% sangat setuju, volume penyuluhan didominasi dengan 76.4% sangat setuju, biaya penyuluhan didominasi dengan 54.5% sangat setuju, lokasi penyuluhan didominasi dengan 65.9% sangat setuju, dan rancangan penyuluhan penggunaan pupuk organik terhadap pertanaman bawang merah varietas biru lancor di Kecamatan Simanindo mendapatkan nilai skor rata-rata 92,2 % atau sangat efektif untuk diterapkan.

2026-02-19 07:02:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Partisipasi Kelompok Wanita Tani Dalam Program Pekarangan Pangan Lestari (P2l) Di Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh
7 months ago
Mardalena (Medan, 2024)

Mardalena, NIRM. RPL. 01.01.21.441, Partisipasi Kelompok Wanita Tani dalam Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat partisipasi kelompok wanita tani dalam program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh dan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi kelompok wanita tani terhadap program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh pada Desember 2022 - Juli 2023. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan metode kuisioner (angket) dan wawancara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi kelompok wanita tani yaitu dikategorikan tinggi dengan nilai sebesar 68,1%, sementara hasil regresi linear terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y =22,468 + 0,089X1 - 0.152X2+ 0,067X3. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor luas lahan, pendapatan, peran penyuluh berpengaruh nyata terhadap partisipasi petani dengan nilai t-hitung lebih besar daripada t-Tabel.

2026-02-19 07:02:50 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Bertanam Bawang Merah Di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan
7 months ago
Sianturi, Mangapianto (Medan, 2024)

Kegiatan Tugas Akhir dilaksanakan pada tanggal 28 Maret sampai dengan 31 Mei 2022 Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan. Tugas Akhir ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam bertanam bawang merah. Responden yang menjadi sampel dalam penelitian berjumlah 55 orang yang dipilih dengan mempertimbangkan beberapa kriteria yang telah ditetapkan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi menggunakan panduan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis statistik dengan menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan Tingkat Motivasi Petani dalam bertanam bawang merah di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan, termasuk dalam kategori tinggi dengan rekpitulasi nilai yang dihasilkan sebesar (73,30%). Secara bersamaan (simultan) variabel Umur (X1), Pendidikan (X2), Pengalaman Berusatani (X3), Jumlah Anggota Keluarga (X4), dan Luas Lahan (X5) memiliki dampak yang signifikan terhadap Motivasi Petani dalam bertanam bawang merah di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan, seperti yang dinyatakan dengan nilai F Hitung sebesar (4,639) yang melibihi F tabel (2,12). Secara individual (parsial), variabel Umur (X1), Pengalaman Berusatani (X3), dan Jumlah Anggota Keluarga (X4) yang terlihat pada Ttabel melebihi Thitung (1,673) berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam bertanam bawang merah di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan. Sedangkan variabel Pendidikan (X2), dan Luas Lahan (X5) tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam bertanam bawang merah di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan yang terlihat Ttabel lebih kecil dari Thitung (1,673).

2026-02-19 06:02:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Bertanam Bawang Merah Di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan
7 months ago
Marhaya, Lina (Medan, 2024)

Kegiatan Tugas Akhir dilaksanakan pada tanggal 28 Maret sampai dengan 31 Mei 2022 Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan. Tugas Akhir ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam bertanam bawang merah. Responden yang menjadi sampel dalam penelitian berjumlah 55 orang yang dipilih dengan mempertimbangkan beberapa kriteria yang telah ditetapkan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi menggunakan panduan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis statistik dengan menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan Tingkat Motivasi Petani dalam bertanam bawang merah di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan, termasuk dalam kategori tinggi dengan rekpitulasi nilai yang dihasilkan sebesar (73,30%). Secara bersamaan (simultan) variabel Umur (X1), Pendidikan (X2), Pengalaman Berusatani (X3), Jumlah Anggota Keluarga (X4), dan Luas Lahan (X5) memiliki dampak yang signifikan terhadap Motivasi Petani dalam bertanam bawang merah di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan, seperti yang dinyatakan dengan nilai F Hitung sebesar (4,639) yang melibihi F tabel (2,12). Secara individual (parsial), variabel Umur (X1), Pengalaman Berusatani (X3), dan Jumlah Anggota Keluarga (X4) yang terlihat pada Ttabel melebihi Thitung (1,673) berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam bertanam bawang merah di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan. Sedangkan variabel Pendidikan (X2), dan Luas Lahan (X5) tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam bertanam bawang merah di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan yang terlihat Ttabel lebih kecil dari Thitung (1,673).

2026-02-19 06:02:20 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Respon Petani Dalam Pola Tanam Mina Padi Di Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara
7 months ago
Edianto (Medan, 2024)

Edianto Nirm RPL.01.01.21.379. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Respon Petani Dalam Pola Tanam Mina Padi di Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Tujuan pengkajian ini untuk mengetahui tingkat respon petani dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi respon petani terhadap pola tanam mina padi. Pelaksanaan pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun. Pengkajian ini dilakukan mulai bulan Januari sampai dengan Juli 2024. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data pada pengkajian ini adalah kuesioner, wawancara dan observasi. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda kemudian diolah menggunakan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 25. Sumber data pada pengkajian ini menggunakan data primer dan sekunder. Hasil pengkajian menunjukan tingkat respon petani dalam pola tanam mina padi di kecamatan tanah jawa kabupaten simalungun provinsi sumatera utara dengan persentase 89,71% termasuk kategori sangat tinggi. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel X secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Hasil uji t ditemukan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat respon petani dalam pola tanam mina padi di kecamatan tanah jawa kabupaten simalungun provinsi sumatera utara ialah karakteristik petani (X1), kepemilikan lahan (X2), peran penyuluh (X3), motivasi (X4) dan sifat inovasi (X5).

2026-02-19 06:02:47 admin@polbangtanmedan.ac.id
Dampak Penggunaan Stimulan Cair Terhadap Peningkatan Produktivitas Tanaman Karet di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara.
7 months ago
Harahap, Thamal Cahyadi (Medan, 2022)

Thamal Cahyadi Harahap, NIRM 01.02.18.033. Dampak Penggunaan Stimulan Cair Terhadap Peningkatan Produktivitas Tanaman Karet di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat dampak penggunaan stimulan cair serta mengkaji faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dampak penggunaan stimulan cair terhadap peningkatan produktivitas tanaman karet di Kecamatan Portibi. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah analisis kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden sebanyak 67 orang yang telah diuji validitas dan reliabilitas sebelumnya. Analisis data yang digunakan untuk melihat tingkat dampak penggunaan stimulan cair menggunakan Skala Likert sedangkan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dampak penggunaan stimulan cair menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan tingkat dampak penggunaan stimulan cair terhadap peningkatan produktivitas tanaman karet di Kecamatan Portibi 54% dan dikategorikan sedang. Secara simultan pengalaman petani, luas lahan, harga karet, dan lingkungan masyarakat berpengaruh nyata terhadap dampak penggunaan stimulan cair. Secara parsial lingkungan masyarakat berpengaruh nyata terhadap dampak penggunaan stimulan cair. Sedangkan pengalaman petani, luas lahan dan harga karet tidak berpengaruh terhadap dampak penggunaan stimulan cair.

2026-02-13 08:02:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Penerapan Pekebun Dalam Pemanfaatan Penunasan (Pruning) Pelepah Kelapa Sawit Di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai
7 months ago
Siagian, Putri Nandini Alfarisa (Medan, 2022)

Putri Nandini Alfarisa Siagian, Nirm. 01.02.18.059. Tingkat Penerapan Pekebun Dalam Pemanfaatan Penunasan (Pruning) Pelepah Kelapa Sawit di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat penerapan pekebun dalam pemanfaatan penunasan (pruning) pelepah kelapa sawit dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan pekebun dalam tingkat pemanfaatan penunasan (pruning) pelepah kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan April s/d Juni 2022. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi, wawancara, dan pencatatan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, instrumen menggunakan skala Likert dan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan pekebun dalam pemanfaatan penunasan (pruning) pelepah kelapa sawit sebesar 61,18% tergolong pada kategori tinggi sementara hasil regresi linear berganda menyimpulkan bahwa secara simultan keseluruhan variabel bebas memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat penerapan pekebun dalam pemanfaatan penunasan (pruning) pelepah kelapa sawit. Sedangkan secara parsial, karakteristik responden (X1), pengalaman bertani (X2) peran penyuluh (X5) dan umur tanaman (X6) berpengaruh signifikan terhadap tingkat penerapan pekebun terhadap penunasan (pruning) pelepah tanaman kelapa sawit.

2026-02-13 07:02:06 admin@polbangtanmedan.ac.id